
Kedatangan Christy dan Richard membuat seluruh anggota KC terkejut sekaligus senang.
Leader dan jendral mereka akhirnya kembali. Richard dan Christy tersenyum tipis, kembali ke markas sama seperti kembali ke dalam kehidupan mereka yang sebenarnya.
Tanpa perintah bahkan aba-aba, seluruh anggota KC berlari dan memeluk mereka berdua.
Richard dan Christy cukup terkejut, ini pertama kalinya seluruh anggota KC berani menyentuh bahkan memeluk mereka.
"Minggir, sekarang giliran kita" ucap Reza membuat seluruh anggota KC mundur. Lalu Reza dan Aron memeluk Richard dan Christy.
"Akhirnya kalian kembali" lanjutnya dengan suara yang lumayan kecil.
"Bagaimanapun situasinya, tempat ini adalah yang terbaik untuk pulang" cetus Richard memeluk erat sahabatnya itu.
Reza dan Aron yang selalu menemaninya, menjaganya, dan membuatnya merasa nyaman.
Menurutnya, Reza dan Aron adalah anugerah terbaik yang Tuhan berikan untuknya.
"Terimakasih, kalian membuat saya yakin kalau saya bukan moster" tutur Richard berbisik di telinga Reza dan Aron.
"Lo pasti bisa ngelihat jati diri lo sendiri. Ini cuma soal waktu" ujar Aron sambil mengelus punggung Richard.
"PELUKAN" teriak Steven yang baru saja datang. Pria itu langsung berlari dan membuang dirinya, membuat Richard dan Reza dengan cepat menangkapnya.
"Bodoh" celetuk Aron menjitak kepala Steven.
"Bang" Steven justru mengadu pada Richard, seperti anak kecil yang kesal karena di ganggu.
Richard tersenyum tipis lalu menendang Aron, dan mengacak gemas rambut Steven. Reza yang melihat adiknya di tendang oleh Richard, membuatnya kesal dan menendang balik pria itu.
"Kita impas" kata Reza yang berhasil membuat semua orang tertawa.
Richard dan Christy tersenyum saat mendengar suara tawa para anggota KC, inilah keluarga mereka yang sebenarnya.
"Bagaimana kalau kita bermain game" ajak Rahel yang datang bersama Reyhan. Gadis itu langsung melemparkan sebuah senapan untuk Christy.
"Kedengarannya menyenangkan" kata Christy tersenyum menatap adiknya itu.
"Kita bagi menjadi empat tim. Tim pertama saya, kedua princess, ketiga Steven dan ke empat Rahel." ucap Richard membuat seluruh anggota KC langsung mengambil posisi sesuai dengan tim yang mereka inginkan.
"Ingat..."
"KESELAMATAN TIM ADALAH YANG TERPENTING" lontar seluruh anggota KC yang sudah tahu apa yang akan Richard katakan.
Richard tersenyum mendengar perkataan para anggotanya itu, mereka sudah sangat mengenalnya.
Mereka langsung bergegas ke belakang markas, arena tembak yang akan mereka pakai untuk bermain game.
Baju anti peluru adalah yang terpenting untuk merekai pakai. Hanya karena ini sebuah game, bukan berarti mereka memakai peluru palsu.
Sekalipun ini hanya game, mereka tetap memakai peluru asli. Dan itu lumayan berbahaya.
"KING COBRA, KALIAN SIAP?" tanya Richard dengan penuh semangat.
"SIAP JENDRAL" jawab seluruh anggota KC.
"KITA MULAI!" kata Rahel menembak pistolnya, menandakan permainan di mulai.
Permainan kali ini hanya membutuhkan satu pemenang, meraka harus saling mempertahankan tim mereka masing-masing.
__ADS_1
Permainan kali ini di penuhi suara tawa para anggota KC, bahkan sesekali mereka bercanda di sela-sela permainan.
"Abang keluar" kata Christy yang berhasil menembak Aron.
Aron tersenyum tipis saat melihat peluru itu menempel di baju anti pelurunya. Ia langsung keluar dari arena, berkumpul bersama anggota KC yang sudah di kalahkan.
"Siapa yang akan menang kali ini?" tanya Steven yang tetap fokus menembak para musuh timnya.
"Kalau kamu mau tahu, selesaikan dulu permainan ini" ujar Richard menampilkan smirk andalannya.
"Kak Reyhan keluar" ucap Rahel yang berhasil menembak Reyhan.
"Aku ngalah cuma sama kamu" kata Reyhan yang menggoda Rahel.
"Langkahi dulu abangnya, baru bisa ambil adiknya" ucap Steven yang menembakan pelurunya ke dada Reyhan.
"Kalau itu demi Rahel, kenapa tidak" kata Reyhan tersenyum, lalu keluar dari arena.
Christy dan Richard saling berhadapan, senapan itu mereka arahkan ke lawan masing-masing.
"Apa abang mengalah saja?" tanya Richard sambil tersenyum tipis.
"Tapi kenapa? Kenapa abang selalu mau mengalah?" tanya Christy dengan tatapan seriusnya.
"Abang hanya mengalah sama kamu, princess" ungkap Richard.
Richard menarik tangan Christy, lalu menembakan senapan ke dirinya sendiri. Christy berhasil membuat Richard keluar dari arena.
"Kenapa?".
"Kamu tidak bisa terus bersembunyi. Sudah saatnya dunia tahu seperti apa kamu, princess" ucap Richard lalu keluar dari arena.
"Keluar" tegas Christy saat berhasil menembak Steven.
Saat ini tersisa Christy dan Rahel, kedua gadis itu saling menatap satu sama lain. Mereka saling menembak satu sama lain.
Namun peluru itu selalu berhasil mereka hindari. Steven cukup kagum dengan kemajuan Rahel yang sangat pesat.
"Ini baru kamu yang sebenarnya, princess" ucap Richard menatap lekat wajah cantik Christy.
"Kita akhiri ini" tegas Rahel.
Kedua gadis itu saling menembak satu sama lain, Tapi Christy berhasil menghindar. Untuk kesekian kalinya Christy yang menang.
Anggota KC yang berada di tim Christy, seketika bersorak gembira karena tim mereka yang menang.
"Kamu hebat" Christy tersenyum, lalu ia membantu Rahel berdiri.
"Ternyata menjadi mafia tidak seburuk itu. Aku suka dunia gelap ini" ungkap Rahel menampilkan senyuman hangatnya.
"Akan lebih menyenangkan saat kamu bisa mendapatkan apa yang kamu inginkan. Sekalipun dengan cara merebut" kata Christy membuat Rahel menatapnya bingung.
"Tapi kakak melarangku untuk merebut sesuatu yang bukan milikku" ucap Rahel yang berhasil membuat Christy tersenyum.
"Kakak tidak pernah melarang kamu untuk merebut sesuatu. Kamu boleh merebutnya, tapi bukan secara terang-terangan" tutur Christy.
Rahel terdiam saat mendengar perkataan Chrisy. Ia tidak mengerti dengan semua yang kakaknya itu katakan.
"Buat mereka nyaman, sayangi mereka, hilangkan satu persatu dari mereka, rebut yang kamu inginkan. Itu cara untuk melukai mereka" ungkap Christy yang menampilkan smirknya, lalu dia bergabung bersama yang lain.
__ADS_1
Rahel berusaha mengerti dengan apa yang Christy katakan, terdengar sangat membingungkan untuknya.
Ia langsung menghampiri Christy, lalu menatapnya.
"Tapi bagaimana kalau yang akan kita lukai adalah seseorang yang kita sayangi. Bahkan berarti di hidup kita?" tanya Rahel yang ingin lebih mengerti apa maksud perkataan Christy tadi.
Christy tertawa sejenak, lalu ia menggeleng sambil mengelus kepala Rahel.
"Seorang mafia tidak pernah mementingkan orang yang mereka sayangi. Sakiti dan balas orang yang sudah merusak kebahagiaan kita. Orang yang berarti sekalipun, sakiti mereka jika mereka pernah menyakiti kamu" papar Christy dengan sangat serius.
"Tapi kakak tidak seperti itu" ucap Rahel membuat tatapan Christy seketika berubah.
Bola mata gadis itu terlihat seperti memiliki tiga warna yang bercampur menjadi satu.
"Siapa bilang kakak tidak seperti itu hmm? Bahkan kakak jauh lebih dari itu" tegas Christy lalu memeluk Rahel.
"Tidak ada yang lebih penting di banding diri kita sendiri......Ingat itu baik-baik!" ucap Christy berbisik di telinga Rahel.
"Kamu sudah terlalu banyak menyakiti orang-orang, princess" batin Richard.
//skip//
Hari semakin sore bahkan langit terlihat mendung. Raja mengajak Sasa untuk berziara ke makam Raka.
Gadis itu terdiam sejenak menatap Raja yang terlihat serius saat mendoakan Raka.
"Perkenalkan diri kamu pada abang saya" ucap Raja menatap gadis yang berhasil meluluhkan hatinya itu.
"Hmm sore pak Raka. Saya Sasa Asyla, sekretarisnya pak Raja" kata Sasa menunduk hormat di depan makam Raka.
"Calon pacar bang" bisik Raja membuat Sasa salah tingkah.
"Dulu bang Raka selalu bilang kalau saya menyukai seseorang, dia harus menjadi orang pertama yang tahu" ungkap Raja tersenyum penuh arti, sambil menatap batu nisan milik kembarannya itu.
"Ngobrol lebih santai ajah" kata Sasa membut Raja tersenyum.
"Aku suka sama kamu" cetus Raja yang berhasil membuat Sasa terkejut dan terdiam membisu.
Raja selalu blak-blakan tentang perasaannya, dan itu membuat Sasa selalu merasa terkejut dan bingung.
"Sejak kapan? Bahkan kita gak pernah dekat, kecuali urusan pekerjaan" kata Sasa yang memberanikan diri untuk menatapa mata Raja.
"Hari pertama aku menjadi pemilik perusahaan RD Company. Kamu objek yang berhasil menarik perhatian aku" ucap Raja dengan tatapan yang sangat tulus.
"Tiga tahun lalu? Tapi kenapa baru sekarang kamu ngomong?" tanya Sasa yang masih sedikit terkejut.
"Dulu aku masih terlalu labil untuk menilai perasaan. Tapi sekarang aku yakin, aku yakin sama kamu" ujar Raja lalu meraih tangan Sasa dan menggenggamnya.
"Kalau aku mau masuk ke dalam kehidupan kamu, apa aku bisa? Apa aku pantas?" tanya Sasa membuat Raja tersenyum dan mengangguk.
"Kamu bisa dan kamu pantas. Karena aku yang minta kamu untuk masuk ke dalam hidup aku. Aku pilih kamu untuk menjadi masa depan aku" kata Raja yang sangat yakin dengan perkataannya barusan.
"Kalau gitu aku akan mencobanya. Aku akan masuk ke dalam hidup kamu" ucap Sasa membuat Raja sangat bahagia.
Raja langsung memeluk erat tubuh gadis cantik itu. Sasa awalanya ragu untuk membalas pelukan Raja, namun ia memberanikan dirinya. Meremas pelan jas yang Raja pakai.
"Kamu sudah masuk ke dalam hidup aku. Jadi aku mohon sama kamu, jangan pernah berfikir untuk ninggalin aku" kata Raja sambil mengelus lembut kepala Sasa.
"Makasih karena kamu udah milih aku" ucap Sasa dengan suara yang lumayan kecil.
__ADS_1
"Ayah, bang Raka.....Aku udah nemuin seseorang yang akan jadi masa depan aku. Aku sudah menepati janji, aku sudah mencintai seorang gadis" batin Raja yang sangat bahagia.