
Wajah terkejut di perlihatkan Christy dan Michel saat melihat siapa yang menahan mereka. Dada Michel berdebar sangat kencang, seketika dia menjadi panik.
BUGH
BUGH
BUGH
Michel terjatuh menghantak lantai, wajahnya terus saja di pukul. Seketika semua perawat yang ada di UGD menjadi panik. Christy pun menjadi panik, dia ingin menolong Michel. Tapi kakinya terasa lemas dan susah digerakan.
"DOKTER TOLONG"teriak Christy saat melihat dokter Renal dan dokter Genta yang baru saja keluar dari lift.
Dokter Genta dan dokter Renal terkejut melihat kekacauan di depan ruang UGD. Dokter Genta langsung menarik orang yang memukuli Michel, sedangkan dokter Renal langsung menarik Michel agar menjauh dari pria itu.
"BRE**SEK LO CEL! SELAMA INI TERNYATA LO YANG SEMBUNYIIN CHRIS"teriak seorang pria yang memukuli Michel, yang tidak lain adalah Raka.
"anda siapa? Kenapa membuat keributan di sini?"tanya dokter Renal yang terlihat marah.
"lo harus gue kasih pelajaran"kata Raka lalu mendorong dokter Genta dan hendak menendang Michel.
Namun kaki panjang Raka belum sampai menendang Michel, justru mengenai kursi roda Christy yang secari tiba-tiba ada di hadapan Raka. Kursi roda Christy terlempar hingga menabrak pintu UGD, gadis itu ikut terlempar dan menghantam dinding.
Seketika amichel dan para perawat menjadi panik, Michel langsung melihat kondisi Christy. Gadis itu terlihat kejang-kejang.
Michel langsung mengangkat Vhristy masuk keruang UGD, sedangkan Raka sudah di tahan oleh satpam. Dokter Renal dan dokter Genta menjadi panik melihat Christy yang tidak berhenti kejang-kejang.
"dok, jantung pasien tidak stabil. Tekanan darah menurun dari 70 ke 40. Pupil kanan melebar 3 mm"kata dokter Genta yang sangat panik.
"stetoskop"kata Michel pada perawat, lalu perawat itu memberikan apa yang Michel minta.
Michel mengarahkan stetoskopnya pada dada Christy, wajah panik Michel benar-benar terlihat. Michel langsung membuang stetoskop itu.
"dokter Renal, intubasi pasien"kata Michel lalu langsung di lakukan dokter Renal.
Dengan lincah dokter Renal memasukan benda sepereti selang kedalam mulut Christy, kejang-kejang Christy akhirnya berhenti.
"CT scan pasien?"tanya Michel.
"Trauma kepala (pendarahan otak), lasien harus segera di operasi dok"kata dokter Genta membuat Michel berfikir keras.
"apa yang anda fikirkan dok. Pasien sedang darurat saat ini!"kata dokter Renal yang terlihat marah.
"sebelum berbicara sebaiknya anda berfikir dulu. Nyawa pasien akan hilang kalau operasi tidak berjalan lancar. Terlebih lagi pasien baru melakukan operasi"kata Michel mendorong dokter Renal.
"dokter sistem jantung pasien menurun"kata suster panik.
"AMBIL DEFIBRILLATOR"teriak Michel lalu perawat langsung mengambil apa yang Michel minta.
Michel melepaskan jas dokternya lalu dengan cepat menekan dada Christy berulang kali, Michel benar-benar seperti orang gila.
"130 joule"kata Michel pada dokter Genta, sambil terus menekan dada Christy.
"siap dok"kata dokter Genta sambil memberikan 2 bendi yang mirip seperti bentuk setrika itu.
"1 2 3 SHOCK"teriak Michel, lalu menempelkan benda itu pada tubuh Christy hingga membuat tubuh gadis itu terangkat.
__ADS_1
"160 joule"kata Michel.
"1 2 3 SHOCK"
Michel membuang benda itu lalu kembali menekan dada Christy. Michel benar-benar terlihat sangat panik. Para perawat menjadi sangat takut, situasi seperti ini sangat menegangkan.
"aku mohon Chris"ucap Michel yang terus menekan dada Christy, berharap nafas gadis itu kembali.
"dokter sudahlah"kata dokter Genta namun tidak direspon oleh Michel.
"dokter detak jantungnya kembali"kata suster itu membuat Michel bernafas lega.
"siapkan ruang operasi, dokter Renal anda yang akan menjadi asisten saya"kata Michel lalu keluar dari UGD.
Didepan UGD Michel terkejut melihat ada Richard di sana. Sedangkan Raka? Nasib pria itu benar-benar buruk. Wajahnya sudah babak belur, Raka terbaring di bawah kaki Richard.
Wajah Richard terlihat sangat menakutkan, tatapan pria itu terlihat seperti iblis. Michel merasa hidupnya hampir tamat hari ini.
"Chris akan di operasi. Abang harus menandatangani surat persetujuan sebelum operasi di lakukan"kata Michel yang sudah tidak mau menatap Rihard, karena takut.
"saya sebenarnya mau mukul kamu. Tapi karena kamu mau melakukan operasi, kamu bisa bebas. Tapi setelah ini, kita perlu bicara!"kata Richard memukul pundak Michel.
"kalau sampai princes kenapa-napa, kamu mati hari ini juga"kata Rjchard mendorong Michel, lalu dia pergi.
"dokter Genta, bawa dia keruang UGD. Periksa keadaannya"kata Michel menunjuk Raka yang terbaring lemah di hadapannya.
"aku harus gimana Chris? Semuanya hancur. Aku takut bang Richard bawa kamu pergi jauh dari aku. Seharusnya aku gak nurutin mau kamu untuk ke UGD. Aku mohon bertahan"batin Michel sendu.
//skip//
Dengan sangat kencang Richard mendorong Michel hingga menghantam tembok. Vira terkejut dengan apa yang Richard lakukan.
"jangan terlalu kasar pada dokter Michel, di sini kami adalah dokter. Jadi anda tidak bisa berbuat seperti ini pada tim medis"kata dokter Renal membuat Richard tersenyum sinis menatapnya.
"saya tidak perduli. Mau kalian dokter atau polisi sekalipun saya tidak takut"kata Richard mendorong dokter Renal cukup kencang.
"richard, kamu kenapa gini? Kasihan mereka"kata Vira namun tidak digubris si pria iblis itu.
Richard kembali menatap tajam pada Michel, sedangkan Michel hanya bisa terdiam dan menunduk.
"saya sudah pernah ingetin ke kamu, jangan sampai mereka tahu keberadaan princess"kata Richard dengan penuh penekanan di setiap katanya.
"maaf bang, gue cuma mau nganter Chris lihat bunda di UGD. Tapi Raka tiba-tiba datang dan lihat Chris"kata Michel.
"lihatlah, karena anak itu justru princess lagi yang jadi korban. saya cuma mau kamy ngerti kalau mereka semua itu malah menjadi ancaman untuk princess"kata Richard mendorong Michel dan menjauh darinya.
"Richard udah! Kasihan Michel"kata Vira menahan tangan Richard, namun langsung di hempas sangat kencang oleh pria menyeramkan itu.
"diam!"kata Richard membuat Vira menatapnya sinis.
"asal lo tahu, Chris kayak gini karena lo. Andai ajah lo gak sembunyiin dia dari keluarganya. Ini gak akan terjadi, lo egois tahu gak! Karena keegoisan lo, Chris yang jadi korban"kata Vira dengan tatapan tajamnya membuat Richard menatapnya balik.
"ini semua demi kebaikan princess, kamu tidak tahu apa-apa. Jadi sebaiknya kamu diam!"kata Richard membuat Vira tersenyum sinis kearahnya.
"gue tahu semua, lo cuma berfikir kalau Chris aman hanya di dekat lo. Asal lo tahu, Chris itu sayang sama semua keluarga lo, dia cuma mau ketemu sama mereka. Tapi dengan ego lo yang kayak gini dan karena Chris gak mau buat lo marah, dia rela nahan rasa rindunya sama semua keluarga lo"kata Vira lalu mendorong Richard, walau itu tidak membuat Richard merasakan apa-apa.
__ADS_1
"dan dengan santainya lo malah marahin Michel, seharusnya lo mikir! Selama ini kurang apa Michel? Dia selalu berusaha untuk kesembuhan Chris. Dia juga gak mau ini terjadi, seharusnya lo sadar! Michel itu capek Richard"kata Vira dengan wajah marahnya.
"kak udah"kata Michel menegur Vira yang sedari tadi berbicara dan menyalahkan Richard.
"mendingan gue anterin lo ke UGD. Muka lo babak belur gitu. Lo gak usah dengerin omongan orang egois ini"kata Vira menarik Michel lalu berjalan dan menyenggol Richard..
"kak Vira, lo jangan kayak gini ke bang Richard. Kasihan dia, sekarang dia pasti butuh lo. Tapi lo malah nyalahin dia"kata Michel menahan Vira.
"ini itu supaya dia sadar, kalau di dunia ini bukan cuma dia yang sayang sama Chris. Banyak yang sayang sama Chris"kata Vira tersenyum lalu kembali menarik Michel menuju ruang UGD di ikuti dokter Renal.
"saya seperti ini karena saya takut kehilangan princess, kamu benar saya memang egois. Semua itu karena saya tidak mau kehilang orang yang paling berharga di hidup saya"batin Richard.
Diruang UGD terlihat Raka yang sedang di obati oleh perawat. Michel dan Vira baru saja masuk di ruang UGD. Raka menatap tajam kearah Michel, sedangkan Michel hanya acuh seolah tidak mengenal Raka.
Raka bangun dari brankarnya, lalu mendorong tiang infus di dekatnya. Para pasien di UGD mulai terganggu dengan apa yang Raka lakukan. Michel berbalik dan menatap tajam kearah pria itu.
"mau jadi sok jagoan? Gak punya otak lo HAH? Ini rumah sakit bukan tempat untuk memperlihatkan seberapa jagonya lo"kata Michel dengan wajah yang terlihat sangat marah, seketika para perawat dan dokter menjadi tegang.
"terus lo gimana? Mau sok jadi penyelamat Chris? Mau sok jadi dokter paling pinter iya? BASI!"kata Raka mendorong Michel, seketika tatapan Michel berubah seperti seekor burung elang.
"anda sebaiknya tenang dulu, ini rumah sakit. Tolong jaga sikap anda"kata dokter Genta berusaha membuat Raka mengerti.
"biarkan saja dia berbicara"kata dokter Michel menarik lengan dokter Genta agar menjauh dari Raka.
"selama ini lo tahu dimana Chris, lo seolah buta sama semuanya. Lo nyaksiin gimaha hancurnya keluarga gue. Tapi apa? Lo hanya diam! Coba ajah lo ngasih tahu dimana Chris, semua gak akan kacau. Bunda gak akan di usir dari mansion dan ayah gak akan sakit-sakitan"kata Raka dengan suara lantangnya membuat Michel tersenyum sinis padanya.
"seharusnya lo sadar, siapa yang buat situasi kayak gini, HAH? Siapa yang buat semua hancur kayak gini? SIAPA HAH? Seharusnya lo malu! Bahkan seharusnya lo gak ngeluarin suara sedikitpun. Karena semua ini masalah yang terjadi, itu karena lo! Nyawa Chris hampir hilang karena apa, hah? Karena apa JAWAB?"teriak Michel yang sudah sangat marah.
"dokter Michel, tenangkan diri anda. Ini rumah sakit, anda adalah seorang dokter di sini. Tidak seharusnya anda berbicara seperti itu pada pasien"kata dokter Renal yang baru saja masuk ke ruang UGD.
"saya berbicara seperti ini bukan sebagai dokter ke pasiennya. Tapi sebagai tunangan seorang gadis ke saudara laki-lakinya"kata Michel menatap tajam pada dokter Renal.
"andai ajah lo gak emosi tadi, lo gak harus sampe mau nendang gue, ini gak akan terjadi. 3 tahun lalu lo berbuat hal yang sama, lo ngelakuin hal sebelum berfikir kalau itu akan membahayakan seseorang. Dan sekarang lo ngelakuin hal sama dan nyakitin orang yang sama!"kata Michel.
"urus dia! Lalu kirim ke rumah sakit lain"kata Michel pada dokter residen yang ada disana.
"tapi dok, dia ini putra pemilik rumah sakit. Apa dokter tidak salah?"tanya dokter residen itu membuat Michel menatapnya tajam.
"mau dia anak pemilik rumah sakit atau siapapun itu, saya tidak mau dia ditangani department spesialis saraf! Kirim hasil MRI nya ke ST hospital, suruh mereka melakukan CT scan"kata Michel menyambar perban dan sebotol betadin lalu keluar di ikuti Vira.
Raka hanya bisa terdiam dan mencerna baik-baik perkataan Michel, semua perawat menatap kasihan kearah Raka. Wajah pria itu babak beluk, dan pelipisnya sobek akibat di pukuli oleh Richard.
Sedangkan Michel dia keluar dari ruang UGD di ikuti oleh Vira. Tujuannya adalah keruangannya. Saat hendak masuk, Michel berbalik dan menatap Vira.
"kak gue mau sendiri dulu"kata Michel lalu menutup pintu.
"kasihan banget lo Cel, kenapa semua ini bisa sangat berat buat lo. Chris beruntung karena punya cowok kayak lo. Lo itu emang cowok yang kuat"kata Vira alu pergim
Sedangkan di dalam ruang, Michel duduk di kursinya lalu membersihkan luka di wajahnya. Wajahnya lebam akibat di lukuli Raja dan Raka seharian ini. Karena kondisi Christy, dia mengabaikan rasa sakit di wajahnya.
"AAARRGGHH"teriak Michel lalu menghamburkan semua barang yang ada di mejanya.
Ruangan itu seketika menjadi sangat kacau, Michel seolah seperti orang yang kesetanan. Semua yang ada di hadapannya di tendang, di pukul dan di buang hingga menghantam dinding.
"aku gak bisa jagain kamu Chris, aku cerobah banget. Maafin aku, aku mohon jangan tertidur lagi. Cepat sadar, beritahu pada bang Richard agar dia tidak memisahkan kita. Aku gak sanggup Chris, aku bisa mati kalau seperti ini"batin Michel sendu.
__ADS_1