
Christy tidak fokus beberapa hari ini, gadis itu kefikiran tentang GDM yang mulai kembali bermunculan. Ia terakhir bertemu dengan anggota dan leader GDM, pada pertempuran besar yang terjadi saat ia berusia 14 tahun.
Pertempuran itu, menjadi sejarah di antara perkempulan mafia. Pertempuran yang sangat besar. Memakan banyak korban, dan melukai seluruh anggota kedua mafia itu. Namun sudah tentu, KC yang memenangkan pertempuran.
GDM sepakat untuk tidak mengusik KC lagi, karena mereka sudah mengalami kekalahan. Sudah sangat lama sejak pertempuran itu, mereka justru kembali dan membuat anggota KC geram. Terutama Christy sebagai leader.
Sudah beberapa hari ini, Michel memperhatikan kekasihnya itu. Dia bingung karena Christy selalu melamun dan tidak fokus saat berbicara.
Sama seperti saat ini, mereka sedang berada di taman rumah sakit. Christy sedari tadi hanya diam, membuat Michel kesal karena tidak di hiraukan sama sekali.
"Chris"panggil Michel namun tidak ada jawaban dari gadis cantik itu.
"Chris"panggilnya sekali lagi. Dan tidak mendapat jawab. Membuatnya sangat kesal.
"Christy Walton Raymond!"ucap Michel menyebut nama lengkap Vhristy. Membuat gadis itu menoleh, dan mengangkat alisnya.
"iya kenapa Cel?"tanya Christy dengan watados nya.
"kamu ada masalah apa? Udah tiga hari kamu ngelamun, kayak gak anggap aku. Kamu sakit?"tanya Michel menatap Christy.
"gak Cel. Maaf"kata Christy merasa bersalah.
"aku gak mau denger kata maaf, Chris. Aku mau kamu cerita ke aku. Kamu ada masalah apa hmm?"tanya Michel dengan sangat lembut.
"gak ada masalah apa-apa Cel. Aku baik-baik ajah"ucap Christy membuat Michel menghela nafasnya gusar.
"aku kenal kamu Chris. Aku tahu kamu lagi ada masalah. Bisa gak? Sekali ajah, bagi masalah kamu ke aku?"tanya Michel menatap Christy, membut gadis itu semakin merasa bersalah
"please jangan salah paham Cel. Aku cuma gak mau buat kamu susah. Kmu udah capek ngurusin pasien, aku gak mau kamu harus pusing sama masalah aku juga, Cel"kata Christy menggenggam tangan Michel.
"aku pernah ngeluh gak sama kamu? Gak Chris. Mau aku secapek apapun, aku mau selalu tahu masalah kamu"ucap Michel lalu menggenggam tangan gadisnya itu.
"kita udah mau nikah Chris. Kamu harus mulai bagi semua masalah kamu ke aku. Kamu pasti tahu, bagaimana sebuah rumah tangga bisa bertahan lama. Semua itu perlu kerja sama Chris. Kamu ada masalah, bilang ke aku. Aku juga akan bilang ke kamu, kalau ada masalah. Kita selesain sama-sama"kata Michel menatap lekat mata biru hazel milik Christy.
"maaf Cel"ucap Christy menunduk sendu.
"jangan minta maaf. Sekarang bilang ke aku, kamu ada masalah apa? Sampai tiga hari, ngelamun terus kayak gini?"tanya Michel.
"salah satu musuh terbesar KC, mulai muncul lagi Cel. Aku kefikiran soal itu. Aku takut terjadi sesuatu lagi"kata Christy membuat Michel sedikit bingung.
"musuh terbesar? Siapa?"tanya Michel.
"Golden Diamond Mafia. Mereka biasa disebut GDM. Mereka sebanding dengan anggota KC"kata Christy yang semakin membuat Michel bingung. Menurutnya, tidak ada lagi yang bisa membandingi KC.
"mereka sebanding sama kalian? Aku baru dengar nama mafia itu. Kalau mereka sebanding sama kalian, kenapa bukan mereka yang ada di posisi kedua sebagai mafia terkuat di dunia?"tanya Michel penasaran.
"bang Richard, membuat GDM keluar dari daftar mafia. Mereka dulu berada di peringkat ke-2. Tapi karena terjadi sesuatu antara KC dengan GDM, bang Richard membuat mereka keluar dari daftar mafia"ucap Christy.
"kalau bukan mafia, terus mereka apa sekarang?"tanya Michel.
"entahlah. Mereka memang bukan mafia, tapi mereka masih cukup berpengaruh. Bahkan masih di takuti beberapa orang"kata Christy.
__ADS_1
"sekarang rencana kamu apa? Kamu gak akan ikut pertempuran lagikan Chris?"tanya Michel was-was. Mengingat apa yang terjadi terakhir kali pada kekasihnya itu.
"seharusnya aku ikut pertempuran. Tapi mendengar suara tembakan ajah, aku jadi gemetaran"kata Christy tersenyum sinis.
"itu artinya, kamu harus berhenti sekarang. Leader KC sekarang Rahel. Kamu sudah tidak bertanggung jawab apapun tentang mereka"kata Michel membuat Christy menatapnya.
"aku masih punya tanggung jawab di sana. Lagian aku belum sepenuhnya keluar dari KC"kata Christy membuat Michel menghela nafas.
"Chris, aku tahu dari dulu kamu tumbuh sebagai mafia. Tapi sekarang, kamu harus bisa berhenti. Aku gak mau kejadian tiga tahun lalu terulang lagi"kata Michel yang benar-benar sangat khawatir.
"tapi Cel...."kata Christy terhenti karena Michel yang tiba-tiba berdiri.
"sekarang lebih baik kamu pilih. Tetap mau menjadi mafia atau tetap sama aku"kata Michel membuat Christy terkejut. Ini bukan michel yang ia kenal. Sejak kapan pria itu menyuruhnya memilih.
"Cel kamu kok jadi gini sih?"tanya Christy yang ikut berdiri, dan menatap Michel.
"aku kayak gini, karena aku takut kehilangan kamu"ucap Michel menatap Christy.
"tapi Cel, aku gak mungkin milih"kata Christy menatap sendu wajah kekasihnya itu.
"terserah kamu. Datang ke aku, kalau kamu udah bisa milih. Jangan temuin aku, kalau kamu gak bisa milih"kata Michel lalu pergi meninggalkan Christy.
Christy terkejut dengan apa yang Michel katakan, pria itu tidak seperti biasanya. Christy menjadi serba salah, mana bisa dia memilih antara Michel dan kehidupan mafianya itu. Keduanya sama-sama berpengarjh besar dalam hidupnya.
Tanpa di sadari air matanya terjatuh. Gadis itu merasa sangat sedih, untuk pertama kalinya Michel seperti itu padanya. Ia bingung harus bagaimana, tidak tahu harus memilih apa.
"kenapa kamu nyuruh aku milih Cel? Kamu gak pernah kayak gini sebelumnya"kata Christy menunduk dan terisak.
Merasa bersalah karena membuat Christy menangis. Dia hanya takut Vhristy kenapa-napa.
"maaf buat kamu nangis sayang. Tapi aku kayak gini, karena aku takut kehilangan kamu. Aku gak sanggup lihat kamu terluka lagi. Aku sayang sama kamu"batin Michel.
//skip//
Saat ini Christy dan para sahabatnya sedang berada di ruang rawat inap milik si kembar. Hanya Michel yang tidak ada di sana, bahkan Richard dan Vira juga ada. Richard sedari tadi fokus pada Christy, adiknya itu melamun sejak tadi.
Richard merasa ada masalah yang terjadi, bahkan ia sedari tadi mencari keberadaan Michel. Saat pintu terbuka, Christy sangat cepat mengalihkan pandangannya. Ingin melihat siapa yang masuk. Ternyata yang masuk adalah Revano, pria itu sepertinya baru pulang dari kantor. Terlihat dari pakaian formal yang masih di pakainya.
"gimana kabar kalian?"tanya Revano, bersalaman ala pria dengan kedua kembaran itu.
"baik"jawab mereka bersamaan.
"Chris"sapa Revano lalu mengecup singkat kening adiknya itu.
"abang pasti capek"kata Christy memeluk Revano sebentar.
"lumayan"ucap Revano tersenyum.
"Chris, kamu berantem sama Michel?"tanya Revano, membuat semua orang berbalik dan menatapnya.
"Chris sama Michel berantem?"tanya Dimas penasaran.
__ADS_1
"Michel? Gak salah? Yakali"ucap Fikra yang juga penasaran.
"terjadi sesuatu?"tanya Richard membuat Christy menghela nafasnya.
"ada sedikit masalah. Tapi bisa diselesain kok"kata Christy tersenyum tipis
"kita bicara di luar"kata Richard menarik perlahan tangan adiknya itu dan keluar dari sana.
Mereka berdua duduk di depan ruang rawat inap. Richard menggenggam tangan Christy, dia menatap wajah adiknya itu.
"cerita sama abang"ucap Richard membuat Christy menatapnya.
"tapi janji, abang jangan marah"kata Christy mengingat bagaimana watak abangnya itu.
"abang marah, kalau kamu di sakitin. Selain dari itu, abang gak akan marah"ucap Richard menggenggam tangan Christy.
"Michel nyuruh aku milih. Tetap jadi mafia, atau tetap berhubungan sama dia"kata Christy, membuat Richard sedikit tidak suka mendengarnya.
"sejak kapan dia menyuruh kamu memilih? Bukannya selama ini dia tidak masalah. Abang harus bicara sama dia"ucap Richard yang terlihat menahan amarahnya.
"aku harus gimana sekarang, bang? Aku gak mungkin berhenti jadi mafia. Apa lagi sekarang GDM sudah kembali"kata Christy membuat Richard sedikit terkejut. Karena ia mengira kalau Christy tidak tahu tentang kembalinya GDM.
"kamu tahu soal GDM?"tanya Richard.
"aku emang berhenti ngejalanin misi bang. Tapi bukan berarti aku gak tahu apa-apa. Dan abang, kenapa gak cerita soal ini?"tanya Christy.
"abang gak mau kamu ikut"kata Richard.
"maksud abang apa? Mana mungkin aku gak ikut. GDM musuh aku juga bang"kata Christy.
"abang tahu princess. Tapi saat ini kondisi kamu gak kayak dulu"kata Richard mencoba membuat adiknya itu mengerti dengan kondisi saat ini.
"aku bisa berlatih bang. Aku bisa kembali kayak dulu lagi. Please jangan larang aku"kata Christy menatap sendu Richard. Tentu saja itu membuat Richard tidak kuat.
"kamu bisa mengontrol dari markas princess. Tapi tidak untuk ikut pertempuran"kata Richard.
"terus aku harus diam di markas? Ngelihat abang ngelawan GDM, yang jelas-jelas sebanding sama kita"kata Christy marah.
"kamu tahu abang gak bisa bentak kamu princess. Kita bahas soal ini nanti saja"kata Richard yang berusaha menahan amarahnya.
"tapi bang..."kata Christy terhenti karena merasakan aura Richard yang mulai berubah.
"princess"ucap Richard lalu menarik Christy kedalam pelukannya. Gadis itu sedikit terkejut, karena menghantam dada Richard.
"abang gak apa-apa?"tanya Christy sedikit berbisik.
"princess diamlah. Biarkan emosi abang hilang dulu"kata Richard dengan nafas yang memburu.
"maaf"kata Christy dengan suara kecilnya.
"bukan kamu yang harus minta maaf, tapi abang. Abang egois, selalu mau kamu melakukan apa yang abang mau. Bahkan abang juga egois, egois soal perasaan abang ini"batin Richard.
__ADS_1