
Keadaan dimansion saat ini sedikit tidak baik, Revano yang baru pulang sudah berteriak layaknya orang kesurupan. Semua orang mencoba berbicara padanya. Namun Revano hanya mau bicara pada Richard.
Sudah sejak tadi, mereka semua berharap agar Richard cepat datang. Revano sudah terduduk sambil menangis dan berteriak. Christy tidak tega melihatnya.
"Revano, kamu kenapa? Bilang sama mommy ya nak"Megan mencoba membujuk putranya itu. Tapi Revano benar-benar sangat keras kepala.
"Mom, panggil bang Richard sekarang! Sekarang mom!"kata Revano mengenggam kuat tangan Megan.
PLAK
Satu tamparan diberikan Faris untuk adiknya itu. Ia tidak suka melihat Revano yang kasar pada Megan. Faris menarik Megan menjauh dari Revano.
Faris sudah berusaha menahan emosinya sejak tadi. Namun ternyata Revano tidak mengerti juga.
"Kamu laki-laki Revano! Kalau ada masalah, bukan seperti ini cara menyelesaikannya"kata Faris, lalu ja menarik kera baju adiknya itu.
"Terus harus gimana bang? Aku udah bingung. Besok Reina bakal ninggalin Indonesia. Apa aku bisa tenang hah?"tanya Revano mendorong Faris menjau darinya.
Faris mengacak frustasi rambutnya. Revano memang susah untuk diberi tahu. Sikapnya masih sangat labil saat ini.
"Rev, lo harus tenang! Kalau lo kayak gini, masalah gak akan selesai"Raja memegang pundak Revano. Ia berusaha membuat sahabatnya itu lebih tenang.
Bukannya tenang, Revano justru memukul wajah Raja dengan sangat keras. Semua orang sangat terkejut. Raja terduduk dengan ujung bibir yang berdarag. Raka langsung membantu kembarannya itu untuk berdiri.
"Faris maaf"kata seorang pria yang baru saja datang.
BUGH
BUGH
BUGH
Tiga kali pukulan diberikan pria itu untuk Revano. Dia adalah Richard. Seketika Revano terbaring dilantai dengan keadaan kacau. Faris langsung membantu Revano berdiri.
Lalu Richard beralih menatap Raja. Dia menghapus darah yang ada diujung bibir adiknya itu. Ia melihat semuanya sejak tadi. Namun baru muncul saat melihat Raja dipukul.
"Sebenarnya saya tidak ingin melukai siapapun. Tapi kelakukan kamu, sudah membuat saya kesal"Richard menunjuk Revano.
"Gue tahu Revano salah. Tapi please, jangan mukul lagi"kata Faris berusaha membuat Richard mengerti.
Faris tidak tega melihat adiknya yang terus saja terkena pukul.
Richard menarik lengan Revano. Hingga genggaman Faris terlepas dari adiknya itu. Semua orang panik. Melihat tatapan maut yang Richard perlihatkan.
"Bang"tegur Christy membuat Richard berbalik. Tatapannya menjadi sangat lembut, dia mengerti kalau Christy khawatir.
"Kamu berteriak, memukul orang. Bahkan sampai menangis seperti ini. Apa bisa membuat hubungan kamu dengan gadis itu kembali? Apa bisa membuat gadis itu tidak jadi meninggalkan Indonesia? Jawabannya. TIDAK!"ucap Richard dengan penuh penekanan.
Richard sudah terlalu sabar menghadapi Revano. Tapi pria itu tidak juga mengerti.
"Terus harus gimana lagi bang? Gak ada cara lain!"Revano mendorong Richard. Ia mengacak rambutnya frustasi, bingung harus bagaimana lagi.
"Raja, panggil Zee turun"perintah Richard membuat Raja dan semua orang sedikit bingung.
__ADS_1
"Sekarang!"lanjurnya membuat Raja berlari naik keatas. Untuk memanggil Zee.
Semua orang terdiam cukup lama. Hingga akhirnya Raja dan Zee turun bersama. Gadis itu juga sedikit bingung, apa lagi saat melihat wajah Revano yang babak belur.
"Chris, ini kenapa sih?"tanya Zee pada Christy yang berdiri disamping Michel.
"Gue bingung jelasinnya"ucap Christy membuat Zee mengertukan alisnya, karena bingung.
"Gadis yang kamu pacari itu. Dia punya hubungan dengan Alex, kakanya Zee"kata Richard membuat Revano dan semua orang cukup terkejut. Terkecuali Zee yang tahu semuanya.
"Maksudnya? Reina punya hubungan sama Alex? Tapi hubungan apa?"tanya Revano yang sangat bingung.
"Mereka sepasang kekasih"jawab Richard membuat semua orang semakin terkejut.
Kebenaran apa lagi ini? Mereka sangat bingung dengan semua situasi saat ini. Tidak ada sehati pun untuk mereka tenang, masalah selalu saja datang.
"Zee, lo tahu?"tanya Christy membuat Zee mengangguk.
"Waktu Reina datang ke mansion ini, gue juga baru sadar kalau dia itu pacarnya kak Alex. Gue ketemu dia cuma beberapa kali. Karena kak Alex, jarang bawa Reina ketemu sama gue"Zeeemcoba untuk menjelaskan apa yang dia tahu.
"Dengar baik-baik penjelasan saya ini!"Richard menunjuk Revano. Kali ini ia ingin membuat pria itu benar-benar mengerti dengan semua yang terjadi.
"Gadis itu memacari kamu, karena dia tahu kamu abangnya princess. Gadis itu mau membalas dendam atas kematian Alex. Tapi dia tahu, kalau princess koma. Dan jalan satu-satunya, adalah melukai orang yang paling princess sayang. Dan itu kamu"kata Richard menjelaskan semuanya.
Revano seketika terdiam. Hatinya terasa hancur. Jadi selama 2 tahun menjalin hubungan, itu hanya berlandaskan balas dendam. Hancur? Itu sudah pasti.
"Bang, bukannya semua orang yang dekat dengan Alex. Udah abang bunuh?"tanya Raja bingung.
Raja mengingat bagaimana Richard memerintahkan semua anggota KC, untuk membunuh semua orang yang berhubungan dengan Alex.
"Revano, dengarkan saya baik-baik! Saya tahu perasaan gadis itu untuk kamu saat ini seperti apa. Tapi saya mau, kamu sendiri yang berusaha. Kamu harus berusaha, agar gadis itu kembali pada kamu"kali ini Richard berbicara dengan intonasi yang lumayan lambat, agar Revano bisa mengerti.
Revano menjadi gelap mata. Emosinya benar-benar meledak. Dia menatap Zee tajam, menurutnya semua ini juga salah Zee.
Semua orang terkejut, saat melihat Revano menarik baju Zee dengan sangat kuat. Hingga gadis itu tercekik.
"Kenapa lo gak mati ajah hah? Mati bareng Alex!"kata Revano yang sangat emosi.
Christy dan Raka berusaha melepaskan cengkraman Revano. Namun itu terlalu kuat. Richard hanya diam. Hingga Revano tanpa sengaja mendorong Christy dengan sangat kuat. Hingga Christy terlempar menabrak meja.
Richard seketika naik pitam. Saat melihat jidat Christy mengeluarkan darah. Michel langsung membantu Christy berdiri. Lalu menutup jidat istrinya yang berdarah itu.
Richard menarik Revano sangat kuat. Hingga cengkaramnnya terlepas dari Zee. Ia benar-benar marah saat ini.
BUGH
BUGH
BUGH
Richard memukul Revano berkali-kali. Untung saja Raja langsung menahan tangan abangnya itu. Suasana semakin tegang saat ini.
"Untuk apa menyalahkan orang hah?"tanya Richard menarik baju Revano. Hingga pria itu berdiri.
__ADS_1
"Kalau dia gak ada. Semua gak akan sejauh ini bang! Gue gak akan ketemu Reina, Chris gak akan koma, keluarga kita gak akan hancur. Masalah yang terjadi, semua itu karena dia!"kata Revano yang hendak menarik Zee lagi. Namun Richard menariknya dan kembali memukulnya.
"Kamu seperti ini. Apa semua bisa kembali? Apa waktu bisa di ulang hah? Jangan seperti anak kecil! Bukan seperti ini cara orang dewasa menyelesaikan masalah. Mengerti kamu!" Richard kembali menujuk wajah Revano.
"Saya sudah bilang tadi. Dengarkan penjelasan saya baik-baik! Gadis itu sudah terperangkap dengar rencananya. Perasaannya sudah berubah. Kamu harus sadar akan itu!"kata Richard penuh penekanan disetiap katanya.
Perkataanya tidak membuat Revano mengerti. Justru pria itu semakin menggila.
"Dia udah punya tunangan bang! Perasannya berubah kayak gimana? Kalau dia cinta sama gue, dia gak akan tunangan sama orang lain".Revano tidak percaya dengan apa yang Richard katakan.
Menurutnya jika Reina memang mencintainya, dia tidak mungkin bertunangan dengan orang lain.
"Apa kamu pernah bertanya, alasan dia tunangan dengan pria lain?"tanya Richard membuat Revano terdiam.
"Bodoh! Itu sebutan yang cocok untuk kamu"Richard mendorong kepala Revano menggunakan jari telunjuk nya.
"Reina bertunangan dengan pria itu, karena terpaksa. Pria itu tahu semua rencananya, Reina takut kalau pria itu menceritakan semuanya sama kamu. Pilihan satu-satunya agar rencananya tidak terbongkar, hanya dengan bertunangan dengan pria itu"kata Richard menjelaskan semuanya pada Revano.
"Kalau kamu masih mencintai gadis itu. Masih mau membuat hubungan kamu kembali seperti dulu. Kesempatan kamu hanya malam ini. Rein dikurang di mansion pria itu"kata Richard lalu memegang tangan Christy, dan hendak membawanya pergi.
Namun ia berhenti sejenak, menghembuskan nafasnya gusar. Lalu berbalik dan kembali menatap Revano.
"Hanya malam ini, ingat itu! Kalau kamu masih mau semuanya kembali, ajak Steven dan Faris mendatangi mansion pria itu"ucap Richard lalu membawa Christy naik ke atas.
"Fikirin baik-baik Rev. Selagi masih ada kesempatan buat perbaiki semuanya"ucap Michel menepuk pundak Revano.
Sedang Richard, dia membawa Christy ke kamarnya. Ia mengambil kotak P3K lalu mengobati jidat adiknya yang berdarah.
"Abang tahu semuanya. Tapi kenapa gak pernah bilang?"tanya Christy.
"Abang fikir, Revano bisa menyelesaikannya sendiri. Tapi ternyata malah seperti ini"Richard tersenyum tipis.
Dengan hati-hati ia membersihkan darah di kepala Christy.
"Abang pernah mikir gak sih? Semua masalah yang terjadi, pasti ada kaitannya sama aku"kata Christy membuat Richard mengerutkan alisnya.
"Maksud kamu apa?".
"Dulu, bang Faris ditusuk orang karena lindungin aku. Dulu juga, ayah sama bunda cerai karena aku. Abang juga, terluka karena terus-terusan lindungin aku. Dan sekarang, bang Revano jadi objek balas dendam. Itu juga karena aku"ucap Christy yang merasa. Ia merasa semua masalah terjadi karenanya.
"Princess, dengarkan akan baik-baik. Semua masalah yang terjadi, karena memang seperti itu takdirnya. Mau sekeras apapun kita berusaha untuk mengubah alur. Justru yang terjadi jauh lebih buruk"kata Richard mencoba meembuat Christy mengerti. Kalau semuanya bukan karena kesalahnnya.
"Darri dulu sampai sekarang. Abang selalu jagain aku, selalu terluka karena aku. Apa abang bisa, berhenti untuk lakuin itu semua? Udah cukup aku nyusahain abang selama ini"Christy menunduk.
"Sampai abang mati, abang gak akan berhenti untuk jagain kamu. Itu janji abang, saat kita pertama ketemu. Kalau pun abang mati karena kamu, setidaknya abang pernah berjuang untuk lindungi kamu"Richard mengenggam tangan Christy
"Setiap hari, aku selalu takut kehilangan abang. Aku takut, kalau aku jadi alasan abang menghilang"kata Christy.
"Tidak perlu takut princess. Abang akan selalu berusaha, agar abang selalu bisa didekat kamu"kata Richard tersenyum manis pada Christy.
"Semua gadis, pasti akan jatuh cinta sama abang. Dan aku harap, abang bisa mendapat gadis yang baik"ucap Christy tersenyum, lalu memeluk Richard.
"Tapi abang tidak tahu. Apa abang bisa mencintai gadis lain. Selain kamu"batin Richard.
__ADS_1
"Mau sampai kapan abang menyiksa diri seperti ini? Abang selalu memikirkan perasaan orang lain. Sedangkan perasaan abang sendiri, sudah sangat hancur"batin Steven yang mendengar percakapan Christy dan Richard.