
Jam menunjukan pukul 12 malam, semua anggota KC sedang bersiap. Beberapa senjata sudah di persiapkan, semua anggota KC memakai pakaian anti peluru milik mereka, dan menutupnya menggunakan jaket milik KC.
Richard duduk di sofa, memijat tangannya dan juga plipisnya. Pria itu sesekali menghembuskan nafasnya gusar. Reza bingung melihat Richard, tidak biasanya Richard gelisah seperti ini.
"lo sakit?"tanya Reza menatap Richard, sambil mengecek beberapa snapan.
"tidak"jawab Richard singkat, lalu menutup matanya sejenak.
"Richard, lo yakin princess gak ikut?"tanya Aron yang merasa tidak lengkap jika Christy tidak ada.
"semua pasukan sudah cukup. Princess tidak perlu ikut"ujar Richard membuat Aron mengangguk.
Rahel turun dari lantai atas, gadis itu juga sudah terlihat siap. Rahel mengikat rambut panjangnya, agar tidak repot saat bertarung nanti. Malam ini pertempuran besar akan terjadi, sejarah baru akan terjadi lagi.
"kumpul semua"teriak Steven lalu semua anggota KC langsung berkumpul di dekat Steven.
"hari ini, kita harus menang. Kalian harus ingat, mereka bukan musuh sembarangan. Fokus, jangan memikirkan hal lain. Kalian hanya perlu menyerang mereka. Mengerti"kata Steven tegas.
"siap, mengerti jendral"teriak semua anggota KC dengan tegas.
"bang, ada yang harus abang sampaikan?"tanya Steven menatap Richard yang hanya diam sejak tadi.
Richard langsung berdiri, menatap satu persatu anggota KC yang ada di hadapannya. Berfikir sejenak, lalu membuang nafasnya gusar.
"saya percaya pada kalian semua"ujar Richard, membuat semua anggota KC menatapnya bingung. Jendral mereka itu, terlihat aneh saat ini. Wajahnya terlihat gelisah, Steven juga bisa melihat itu.
"apapun yang terjadi nanti, saya mau kita pulang dengan kemenangan. Saya tahu, resiko yang akan terjadi nanti sangat besar. Keselamatan adalah hal utama untuk kalian semua. Dalam keadaan sesulit apapun itu, jika anggota kalian dalam bahaya, kalian harus berhenti menyerang"kata Richard menatap satu persatu anggota KC.
"kami mengerti jendral"kata semua anggota KC serentak.
"kita jalan sekarang"Richard memberi perintah,lalu keluar dari markas di ikuti anggota yang lain.
Ada lebih 10 mobil yang mereka pakai, mobil yang memimpin adalah milik Richard. Di dalam mobil itu ada Fara, Tasya, Raja, Steven, Reza, Aron dan Rahel. Dan mobil yang lain berisi anggota KC.
Pertempuran malam ini akan terjadi dimarkas GDM. KC mengambil resiko menyerang markas GDM, karena markas GDM cukup jauh dari pemukiman penduduk. Lebih tepatnya, berada di tengah hutan blantara.
Setengah jam perjalanan, mereka berhenti tepat di tengah hutan. Semua anggota KC turun dari mobil, jumlah anggota yang mengikuti tempur hari ini sangat banyak. Di depan mereka terlihat markas GDM yang menjulang tinggi keatas.
"kepung markas ini"Richard mulai memberitakan perintah. Lalu semua anggota KC mulai berpencar mengitari markas GDM, mengepung setiap sudut markas itu.
Tanpa aba-aba, Richard menembakan snapannya. Suara tembakan menggema di tengah hutan, alarm keamanan markas GDM berbunyi begitu keras. Richard, Steven dan Rahel langsung masuk ke dalam markas. Sedangkan Fara, Tasya dan Raja masuk dari bagian belakang markas. Reza dan Aron menyerang dari samping markas.
Semua anggota GDM terkejut dengan kedatang anggota KC, mereka mulai berlari mencari senjata. Beberapa anggota GDM yang berjaga di pintu masuk sudah di tembak mati oleh Richard. Rahel menggenggam erat snapan miliknya, terus menembak beberapa anggota GDM yang ada di hadapannya.
Richard dan Steven begitu cepat, keduanya sesekali berganti snapan. Richard melemparkan snapannya pada Steven begitu pula sebaliknya. Rahel baru menyadari, jika Richard dan Steven terlihat begitu kompak. Cara menembak dan memukul mereka sangat kompak.
BUGH
BUGH
BUGH
Rahel membuang snapannya, dan mulai bertarung dengan beberapa anggota GDM. Kecepatan gerakan Rahel membuat mereka perlahan menjadi lelah, Rahel benar-benar sangat lincah.
"Rahel di belakang"teriak Richard yang juga sibuk bertarung. Namun matanya tidak pernah lepas dari Rahel.
Rahel berbalik dan langsung menghindar, saat salah satu anggota GDM hendak memukulnya. Keduanya terlibat perkelahian hebat. Gadis itu terus menyerang tanpa henti. Menghantam orang itu membabi buta.
Anggota GDM yang menjaga di lantai dasar sudah mati, beberapa anggota KC mulai masuk dan mendekat ke arah Richard. Reza dan aron juga sudah ada di sana. Mereka semua berkumpul di satu titik yang sama.
"kenapa jumlah mereka sangat sedikit?"tanya Rahel bingung. Karena hanya ada 30 orang yang ada di lantai dasar.
"sisanya berada di luar. Mereka sudah kita habisi"kata Fara membuat Rahel mengangguk.
"berapa yang tersisa?"tanya Steven menatap Reza.
"jika benar jumlah mereka hanya 500 orang, seharusnya sekarang mereka tersisa 200. Karena yang lain sudah mati"ucap Reza yang bertugas mencari tahu ada berapa jumlah anggota GDM.
"pasti sisanya berada d iruang bawah tanah. Kalian hanya perlu menghabisi anggotanya saja. Leadernya menjadi urusan saya"kata Richard.
"siap jendral"teriak anggota KC serentak.
"sekarang waktunya"kata Steven lalu berjalan paling depan di ikuti semua anggota.
Senjata mereka selalu siap siaga, perlahan mereka berjalan menuju ruang bawah tanah. Suara tawaan dari ruangan itu terdengar hingga keluar, Richard merasa jiwa iblisnya begitu membara.
BRAK
Richard menendang pintu itu hingga terbuka lebar. Semua orang yang ada di dalam terkejut. Mereka langsung mengangkat senjata begitu melihat kehadiran Richard.
Seorang pria yang duduk di kursi kekuasaannya itu tersenyum sinis. Dia menatap Richard dan semua anggota KC. Prui itu adalah leader GDM, semua orang memanggilnya Rexsa. Pria tampan yang menjadi generasi ke empat GDM.
"akhirnya kalian datang juga"ujar Rexsa menampilkan smirknya.
"kalau bukan karena terpaksa, saya tidak akan datang ke tempat jelek ini"seru Richard yang memancing kemarahan Rexsa. Dan itu berhasil, Rexsa tidak suka markasnya di sebut jelek oleh Richard.
"oh iya, gue sampai lupa nanya. Kemana adik lo itu? Siapa namanya? Christy. Bukannya dia leader in the world? Lalu kenapa tidak ikut? Apa dia takut?"tanya Rexsa yang juga berusaha memancing emosi Richard.
"melawan kalian, tidak perlu mengajak leader terbaik kami. Kalian mau tahu kenapa? Karena kalian tidak sebanding dengan kami"kata Steven dengan nada sinis dan menampilkan smirknya.
__ADS_1
"malam ini gue akan buktiin, kalau gue bisa ngalahin kalian"ucap Rexsa dengan tatapan elangnya.
DOR
DOR
DOR
Tiga tembak Richard berikan pada anggota GDM. Seketika tiga orang mati di tempat. Rexsa terkejut, karena Richard yang menyerang dengan sangat tiba-tiba.
Saat Rexsa hendak mengambil snapannya, dengan cepat Steven menginjak snapan itu hingga hancur.
"kita selalu menggunakan tangan kosong, kalau lo lupa"kata Steven tersenyum sinis.
"saya sudah lama menunggu hari ini"kata Richard membuang snapannya. Lalu maju mendekat ke arah Rexsa.
Richard menyerang Rexsa. Keduanya saling menyerang, sedangkan yang lain terlibat aksi saling menembak. Richard dan Rexsa sama-sama unggul, keduanya sama-sama kuat.
BUGH
Rexsa menendang tepat di kaki Richard yang sebelah kanan. Seketika pria itu terduduk dan meremas kuat kakinya. Rexsa tersenyum sinis, dia masih mengingat betul di mana letak kelemahan Richard.
"ternyata kaki lo masih sama seperti dulu"kata Rexsa menampilkan smirknya.
"bang, abang gak apa-apa?"tanya Steven membantu Richard berdiri.
"banyak bacot lo"kata Rexsa menarik baju Steven. Lalu menendang kaki Steven sama seperti Richard. Dia terduduk, menahan rasa sakit yang dirasakannya itu.
"kalian berdua memang sama"kata Rexsa tersenyum bahagia.
Rahel tanpa aba-aba menendang punggung Rexsa, hingga pria itu terjatuh mengahantam kursi. Rexsa menatap Rahel tajam, begitu pula sebaliknya.
"Rahel menjauh. Dia bukan tandingan kamu"teriak Richard berusaha berdiri, namun kakinya begitu sakit.
"dia sekarang menjadi tandinganku"Rahel berkata dengan tatapan yang terlihat menyeramkan.
BUGH
BUGH
BUGH
BUGH
Rahel dan Rexsa saling menyerang, gadis itu sesekali terkena pukulan dari Rexsa. Ia memang belum bisa melawan Rexsa, kekuatannya tidak setara dengan Richard. Richard dan Steven mati-matian mencoba untuk berdiri, namun kaki mereka terasa begitu sakit.
Sedangkan anggota KC yang lain, mereka masih melewan anggota GDM yang masih hidup. Rahel yang di tendang oleh Rexsa, langsung terseret hingga ke dekat Richard dan Steven. Kondisi gadis itu lumayan kacau.
"kalian semua berhenti. Jika tidak, mereka bertiga mati"ujar Rexsa mengarahkan snapan miliknya ke arah Steven, Richard dan Rahel.
Seketika anggota KC berhenti menyerang, mereka menurunkan snapan dan menatap Rexsa. Entah apa yang akan terjadi selanjutnya, ketiga orang itu sekarang di ambang kematian.
"udah gue bilang, gue bisa ngalahin kalian"kata Rexsa dengan smirk andalannya.
Rexsa menarik Richard begitu kasar, mengarahkan snapannya pada kepala Richard. Steven sangat marah, saat Rexsa menarik baju Richard begitu keras.
"seharusnya, udah dari dulu gue bunuh lo"kata Rexsa menatap tajam wajah Richard.
"tapi sebelum lo mati, lo harus ngerasain siksaan dari gue. Lo harus ngerasain gimana rasanya di siksa. Sama kayak lo yang nyiksa Alex sahabat gue sampai mati"kata Rexsa menendang punggung Richard, hingga pria itu terlempar menghantam lantai.
DOR
Baru saja Rexsa hendak menginjak punggung Richard, tembakan yang begitu cepat mengenai kakinya. Pria itu meringis sambil terduduk memegang kakinya.
Terlihat seorang gadis cantik masuk ke dalam ruang bawah tanah, memegang snapan yang cukup panjang. Gadis itu memakai jaket bertuliskan leader King Cobra. Siapa lagi kalau bukan Christy, auranya begitu mencolok.
Suasana menjadi menyeramkan, aura yang Christy keluarkan terasa begitu menusuk. Tatapannya begitu menyeramkan, Richard dan anggota KC lainnya terkejut melihat kedatang gadis itu.
Dengan gerak cepat, Christy menembak satu persatu anggoat GDM hingga mati dan tidak tersisa satupun. Gadis itu benar-benar menyeramkan, rasanya Christy yang dulu telah kembali.
"akhirnya lo datang juga"ucap Rexsa berusaha berdiri, menatap Christy sinis.
"lo udah nyakitiin abang gue"kata Christy perlahan maju mendekat ke arah Rexsa. Pria itu seketika terkejut, saat dia melihat tatapan Christy yang begitu menyeramkan. Gadis itu jauh lebih menyeramkan dari sebelumnya.
BUGH
Satu tendangan Christy berikan untuk Rexsa hingga pria itu menghantam dinding. Christy terus maju, menatap Rexsa dengan tatapan elangnya.
BUGH
Rexsa yang tidak mau kalah, langsung memukul Christy tepat di bagian perut. Gadis itu sedikit terdorong ke belakang, memegang perutnya yang terasa sedikit nyeri. Namun Christy kembali berdiri tegap, menatap Rexsa tajam.
"princess mundur"Rihard memberi perintah. Lalu ia berdiri menahan sakit di kakinya. Menarik Christy menjauh dari Rexsa.
"dia harus mati"kata Christy yang tidak melepaskan tatapannya dari Rexsa.
Dengan geraka cepat, Rexsa mengambil snapannya lalu menarik Steven dan menodongnya dengan snapan. Christy dan Ricbard sangat terkejut, Steven tidak bisa berbuat lebih saat melihat snapan yang Rexsa pegang bukanlah snapan biasa.
Christy mengarahkan snapannya pada kepala Rexsa, Christy mati-matian untuk fokus pada sasarannya. Namun tangannya terus gemetar, hingga badannya basah karena keringat. Richard menatap Christy bingung, gadis itu terlihat kesulitan
__ADS_1
"tembak kalau lo bisa"ujar Rexsa menatap sinis Christy.
"Chris fokus lo harus fokus"kata Christy pada dirinya sendiri. Menghembuskan nafasnya gusar, dan kembali fokus pada sasarannya.
DOR
"AAARGGHH"teriak Rexsa saat tembakan Christy mengenai bahunya.
Steven langsung menjauh dari Rexsa, Christy maju mendekat kearah Rexsa. Menginjak bahu Rexsa yang terkena tembakan, tersenyum bahagia saat mendengar Rexsa menjerit kesakitan.
"lo salah cari lawan"kata Christy terus menekan kakinya hingga suara patahan terdengar. Bahu Rexsa patah, pria itu hanya bisa berteriak kesakitan dan memohon, itu membuat Christy senang.
"bawa dia"kata Christy, lalu dua anggota KC mengangkat Rexsa dan membawanya pergi.
"syukurlah kalian tidak apa-apa"kata Christy berjalan mendekat keatah Richard dan Steven. Namun belum juga gadis itu dekat dengan kedua abangnya, tubuhnya ambruk mengahantam lantai.
Semua orang panik, Richard dan Steven langsung mendekat pada Christy. Gadis itu terlihat keringat dingin, wajahnya sangat pucat.
"kita ke rumah sakit sekarang"kata Richard mengangkat tubuh Christy.
//skip//
Semua anggota KC menunggu di depan ruang UGD, dengan hati yang gusar. Sudah setengah jam, Michel belum keluar selepas memeriksa Christy. Richard benar-benar tidak bisa tenang, dia sangat takut. Takut jika kejadian tiga tahun lalu terulang lagi.
Richard terus mondar-mandir di depan pintu ruang UGD, hatinya sangat gelisah. Apa lagi, saat mengingat bagaimana Christy yang tiba-tiba jatuh pingsan.
Pintu UGD terbuka, Michel keluar dari sana. Semua anggota KC sedikit mendekat, ingin tahu apa yang akan Michel sampaikan.
"bagaimana dengan princess?"tanya Richard menatap Michel.
"sejauh ini dia sudah baik-baik saja. Dia pingsan karena syok."ucap Michel yang masih terlihat khawatir.
"bang, bukannya lo bilang Christy gak ikut? Terus kenapa dia bisa sama kalian?"tanya Michel menatap Richard.
"saya juga tidak tahu, princesa tiba-tiba datang. Padahal dia masih belum bisa memegang snapan saat ini. Tangannya terus gemetar, dia sangat keras kepala"kata Richard mengacak rambutnya frustasi. Dia sangat takut jika Christy kenapa-napa.
"seharusnya Chris tidak ikut. Kalau seperti ini, bisa-bisa traumanya semakin parah. Kemungkinan terburuknya, Chris tidak akan bisa memegang snapan lagi"kata Michel membuat semua anggota KC terkejut. Rahel seketika terdiam, bukan ini yang di inginkannya.
Rahel sejak dulu ingin melakukan pertempuran bersama dengan Christy, tapi jika seperti? Rahel hanya berharap Christy bisa sembuh dari traumanya itu.
Saat mereka sedang terdiam, tiba-tiba Christy keluar dari ruang UGD. Gadis itu berjalan sempoyongan, mungkin karena kepalanya masih sakit. Mereka terkejut karena Christy keluar dari sana.
"kamu mau kemana? Kamu belum boleh berdiri Chris"ucap Michel yang langsung membantu Christy berdiri tegap.
"aku bisa sendiri"kata Christy menjauh dari Michel.
Nada bicara Christy terdengar sangat dingin, tatapannya tidak seperti biasa. Tatapan itu sama seperti tatapannya tiga tahun lalu. Gadis itu sudah berubah.
"princess, kamu harus tetap di rumah sakit. Keadaan kamu belum pulih"kata Richard menatap Christy.
"aku tidak selemah itu"tegas Christy menatap Richard dengan tatapan dinginnya.
Christy berjalan menjauh dari mereka, baru saja Richard dan Steven ingin menyusul. Christy berbalik dan menatap kedua pria itu tajam. Kedua pria itu terkejut melihat tatapan Christy.
"kalau kalian ikutin aku. Kalian akan benar-benar melihat jiwa iblis yang selama ini menghilang"kata Christy dengan nada dinginnya. Lalu dia kembali berjalan meninggalkan mereka semua.
Mereka semua saling menatap satu sama lain, Christy sangat berbeda dari biasanya. Gadis itu tidak selembut biasanya, nada berbicara dan tatapannya sangat menyeramkan. Bahkan, jauh lebih menyeramkan di banding tiga tahun lalu.
"bang, Chris kenapa gitu?"tanya Michel menatap Richard.
"Michel, sebaiknya kamu sedikit menjaga jarak dari princess. Dia sedikit berbahaya saat ini"kata Richard membuat Michel bingung.
"tapi kenapa bang?"tanya Michel yang bingung dengan situasi saat ini.
"apa abang memikirkan hal yang sama dengan aku?"tanya Steven membuat Richard mengangguk.
"ada apa dengan Chris?"tanya Reza menatap Richard.
"saya peringatkan untuk kalian semua, jangan pernah memancing kemarahan Christy. Kalian akan mati sia-sia"Richard memperingati seluruh anggota KC.
"sebenarnya apa yang terjadi bang?"tanya Rahel bingung.
"jiwa Christy menjadi satu dengan dua kepribadiannya. Angel dan Clara menjadi satu kepribadian kuat. Di tambah lagi dengan Chris yang jauh lebih kuat"ujar Richard membuat semuanya terkejut.
"kenapa bisa gini? Kenapa jadi separah ini?"tanya Aron yang masih terkejut mendengar perkataan Richard.
"princess pasti marah, karena saya melarang dia ikut pertempuran. Kemarahannya membuat dua kepribadiannya menjadi satu"kata Richard yang menjadi sangat khawatir dengan kondisi Christy.
"sekarang kita harus gimana? Gue gak mau Chris kenapa-napa"kata Michel yang juga sangat khawatir.
"biar saya yang urus. Kalian tenang saja, semua akan cepat berlalu"kata Richard lalu pergi dari sana. Semua anggota KC menunduk hormat dan ikut pergi untuk kembali ke markas.
"bang, gimana?"tanya Rahel mematap Reza.
"kamu tenang ajah, Richard pasti bisa menyelesaikan semua ini"kata Reza memeluk Rahel, berusaha agar gadis itu tenang.
"lo tenang ajah, princess pasti baik-baik ajah"kata Steven yang mengerti kalau Michel sangat khawatir.
"gue percaya sama kalian"kata Michel lalu pergi dari sana.
__ADS_1
"cobaan apa lagi ini Tuhan. Cukup, semua ini sudah terlalu membuatku gila"batin Michel sendu.