
Kanaya Ameera Anditama,gadis cantik dengan rambut coklat,kulitnya yang putih bersih dan bola mata yang senada dengan warna rambutnya,sedang asyik menyiapkan sarapan pagi bagi keluarganya.
"Naya...!!!!"
Gadis itu masih tak jg bergeming dg panggilan yg semakin naik saja tingkatan volumenya
"Nayaa....!!!!hey kau tuli ya??" maki Soraya dg muka merah padamnya karena anak tirinya itu tidak juga menggubrisnya.
"Hey bocah tengil beraninya kau mengabaikan ku,sudah lupa rupanya dengan hukumanku tempo hari hah??!!!" Naya membalikkan badan dengan malas "Ada apa ibu tiriku yg terhormat?"kembali ke posisi semula
"cih...bahkan kau masih sempat berani menunjukkan sikapmu yang seperti itu ya,kenapa sarapan belum siap juga hah?jam berapa ini??apa saja yang kau lakukan sedari tadi??" pertanyaan yg penuh dengan penekanan seperti itu sudah jadi makanan sehari-hari bagi naya "Sudah siap!!!" seringai Naya dengan senyum polosnya
"siapkan ke meja makan sekarang juga,kami semua sudah kelaparan,dasar lamban" Soraya berlalu pergi dari dapur meninggalkan Naya yg segera sibuk dengan aktifitas hariannya menyiapkan sarapan bagi seluruh keluarganya,kakinya berjalan keluar masuk ke dapur menuju ruang makan membawa hidangan yang dia masak tadi.
Dimeja makan...
seperti biasa Naya hanya berdiri saja selagi keluarganya menikmati sarapan.
"huweekkkk....hei upik abu apa yang kau berikan padaku hah?kenapa rasanya aneh begini???kau mau meracuniku???" seperti biasa fella akan membuat masalah dan mencari-cari kesalahan naya "apa yg salah fella?bukankah itu menu sarapan kesukaanmu?"
__ADS_1
"kau tidak lihat roti ini gosong??rasa pahitnya bahkan membuat tenggorokanku sakit!!"
"huuweekkk....rotiku jg tidak enak kak,sepertinya dia memang sengaja hendak meracuni kita" silvi menimpali "apa yang kau berikan untuk anak-anakku hah???apa kau sudah bosan hidup???!!! soraya berteriak dengan suara 5 oktafnya sementara naya hanya diam dengan senyum yang tertahan
"hey upik abu sialan,kau sengaja mau mengerjai kami?!!" desak fella yang menyadari ada senyum tersirat di bibir Naya "ini hanya roti yg sedikit gosong,kenapa kalian begitu heboh?bahkan ibuku memakan roti beracun yang kalian berikan" Naya menjawab dengan seringai menakutkan "aa...apa...si..siapa yang meracuni ibumu hah?jangan mebarangan menuduh" soraya menimpali "kalian pikir aku tidak tahu?kalian memasukan obat yang menyebabkan ibuku tak sadarkan diri hingga saat ini?dan kau mengambil keuntungan dalm situasi itu untuk merebut posisi ibuku??!!! naya berteriak dan menunjuk muka soraya yang saat ini gelagapan tak menyangka aksi jahatnya beberapa tahun lalu diketahui oleh anak tirinya.
"kau jangan sembarangan menuduh tanpa bukti yang kuat,atau kau akan aku tuntut dan masuk penjara" soraya berusaha mengancam tapi nanya tidak takut sedikitpun, "baik,aku akan dapatkan bukti-buktinya dan menjebloskanmu ke penjara"seringai naya dengan tatapan tajamnya yang membuat soraya merasakan ketakutan.
Dikamar soraya....
"ibu bagaimana ini?kenapa upik abu sialan itu mulai berani bu?bagaimana jika dia menemukan buktinya?" fella berkata dengan nada gemetar "tidak...tidak mungkin bocah tengil itu menemukan buktinya,kita bahkan sudah melenyapkan segala bukti yang ada,yang aku pikirkan sekarang,darimana naya tau kalau aku menaruh obat itu dimakanan ibunya?siapa yang berani memberitahunya?" semua hening dan hanyut dengan pikiran masing-masing sementara naya ada dimamar ibunya yang kini hanya terbaring tak berdaya di tempat tidur,naya menggenggam tangan ibunya dan terus terisak tanpa suara,jika saja dia tidak bertemu dengan bibi yeni dia tidak akan tau semua perbuatan ibu tirinya itu
pagi buta naya sudah harus pergi kepasar tradisional demi berbelanja sayur mayur,karena hanya di pasar itulah naya bisa membeli sayur segar dengan harga terjangkau,karena naya harus bisa menyisihkan uang belanja demi membelikan ibunya obat,dan tentu saja itu semua tanpa sepengetahuan ibu tirinya.
"nona kecil?" suara seseorang yang sangat akrab di telinganya membuat naya yang sedang memilih sayuran menoleh ke arah suara itu.
terlihat seorang wanita paruh baya menatap naya dengan mata sendu "bibi yeni????"" naya meletakan kembali sayur yg telah di pilihnya dan mendekat ke wanita yang dia panggil bibi yeni. "nona kecil..." panggil bibi yeni lagi "bibi..." naya memeluk wanita itu,seolah mengobati rasa rindu karena telah lama tak bertemu
"nona kecil bibi sekarang sudah besar" bibi yeni mengelus kepala naya dengan lembut,ada air mata yang tak bisa dibendung untuk tidak mengalir dari mata sayu nya,bertemu dengan nona kecilnya membuat bibi yeni bahagia dan terharu "bibi...bibi kemana saja?kenapa bibi pergi tanpa pamit meninggalkanku bi??apakah bibi marah denganku?atau bibi marah dengan ibu?" cecar naya yg masih memeluk bibi yeni nya "tidak nona...bibi tidak marah dengan nona kecil atau pun dengan nyonya". " lalu kenapa bibi meninggalkan kami?" cecar naya lagi "maafkan bibi nona kecil...maafkan bibi..." bibi yeni mempererat pelukannya lagi "bi...maukah bibi kembali kerumah? aku membutuhkan bibi untuk merawat ibu bi" bibi melepaskan pelukannya "nyonya??nyonya masih hidup?" naya menatap bingung "tentu ibu masih hidup bi...ada apa?kenapa bibi kaget?" naya masih menatap dengan keheranan "apakah bibi tau sesuatu?" bibi yeni mulai gelisah ''jawab bi...jawab aku bi...apa yang bibi ketahui??" cecar naya tak sabar "nona kecil....bagaimana kondisi nyonya saat ini,apakah nyonya baik-baik saja?" " tidak bi...ibu tidak baik,ibu sakit sudah lama ibu tak sadarkan diri,sejak hari itu,hari dimana bibi meninggalkan kami,ada apa sebenarnya bi?"cecar naya tanpa henti "maafkan bibi nona kecil...maafkan bibi..." bibi yeni terlihat sangat tertekan,naya kembali memeluk bibi yeni "ada apa sebenarnya bi?ceritakan padaku jika bibi memang tau sesuatu,kumohon..." "nona kecil...sebenarnya hari itu ada sesuatu yang telah terjadi di rumah itu..." bibi yeni pun menceritakan semua yang terjadi di hari itu,dimana soraya yang dulu adalah pelayan dirumah nyonya miranda dengan sengaja meracuni nyonya miranda,dan setelah nyonya miranda jatuh sakit karena ulah soraya,dia pun dengan siasat liciknya menggoda tuan anditama hingga soraya menjadi ibu tiri naya,bibi yeni yang tau semua kejahatan soraya tak kuasa membongkar semua perbuatan soraya karena bibi yeni diancam akan dibunuh,tak kuat melihat kejahatan di depan matanya tanpa bisa berbuat apa-apa membuat bibi yeni memutuskan untuk pergi dari rumah itu.
__ADS_1
bibi yeni menghela nafas dalam,ada kelegaan saat semua yg dia pendam selama ini diungkapkan,walapun itu membuat naya menangis pilu "maaf kan bibi nona kecil...maafkan bibi yg tidak berguna ini,seharusnya bibi tidak pergi...". "aku mengerti bi..." naya menggenggam tangan bibi yeni,sesak terasa memenuhi dadanya,saat itu juga naya berjanji akan membalas semua perbuatan soraya "nona kecil...bagaimana keadaan tuan?" "ayah meninggal karena kecelakaan beberapa bulan setelah menikah dengan ibu soraya bi..."naya menunduk dan isak tangis naya terdengar lagi.. "maafkan bibinona kecil...seharusnya bibi tidak pergi...". "tidak apa bi,terimakasih karena telah memberitahu segalanya padaku"
flash back off
Setelah kejadian di meja makan tadi pagi,ke 3 wanita itu tidak menampakan batang hidungnya,mereka tetap berada dikamar mereka masing2,mereka bahkan melewatkan makan siang mereka,terlalu takut untuk memerintah naya memasak makan siang,padahal perut mereka sudah mulai berdemo ria
tok tok tok
suara ketukan membuyarkan soraya yang sedang berpikir tentang kejadian pagi tadi
"ibu..bolehkah aku masuk?"silvi memegang hamdle pintu yg ternyata pintu itu terkunci dari dalam
cekleek "ada apa?" soraya mendongakan kepala di pintu,tanpa ingin menyuruh anak bungsunya masuk "ibu..aku silvi lapar bu,ini sudah lewat jam makan siang kan?". "iya ibu tau,ibu jg lapar..memangnya kau saja yang punya perut hah?" jawab soraya dengan muka masamnya "lalu kenapa ibu tidak menyuruh upik abu itu memasak?" silvi mendengus kesal "dasar bodoh!! kau tidak ingat kejadian tadi pagi?bahkan ibu jg dibuat takut dengan tatapan bocah sialan itu" soraya bergidik ngeri mengingat tatapan tajam mengerikan dari mata naya tadi pagi "lalu bagaimana kita makan bu?perutku sudah demo ini bu" silvi merengek
cekleek...pintu kamar fella terbuka
"apa sih ribut-ribut??"tanya fella ketus "adikmu lapar fel" soraya yg menjawab,fella memutar matanya dengan malas "fella sudah pesankan makanan dari resto bu,sedang dalam perjalanan sebentar lagi sampai". "wah..kenapa ibu tidak kepikiran kesitu ya fel.."soraya menggaruk keningnya yang tidak gatal,fella hanya menggerakkan sebelah alisnya.
Naya masih dikamar ibunya,lama dia terisak disana hingga tanpa sadar naya telah terlelap sambil terduduk masih menggenggam tangan ibunya,perlahan naya mengerjapkan matanya yang sakit karena terlalu lama menangis,matanya bahkan menjadi bengkak dan terasa panas.Naya menatap ibunya lagi,yang hanya terbaring seperti orang yg tertidur,5 tahun sudah ibunya berada di kondisi seperti itu tanpa ada kemajuan,karena naya tidak punya biaya untuk membawa ibunya berobat ke rumah sakit,semua aset milik keluarganya dikuasai oleh ibu tirinya,bahkan soraya telah menjual beberapa aset milik tuan anditama.
__ADS_1