
Braaakkkkkk!!!!!!
Tuan Beni menggebrak meja kerjanya,rahangnya mengeras amarahnya sedang membuncah saat ini.
"Bagaimana bisa ini terjadi??!!!!" bentak tuan Beni pada orang kepercayaannya.
"Maaf tuan,ada orang yang meretas semua data perusahaan kita dan disaat yang bersamaan para investor mencabut investasinya di perusahaan ini"
"Cari siapa yang melakukan ini semua aku akan membuat perhitungan dengannya,kurangajaarrr!!!!" teriak tuan Beni yang terdengar hingga ke luar ruangannya.
"Aku sudah menyuruh orang untuk menyelidikinya tuan,dan kita akan tunggu hasilnya" jawab sang asisten,tapi kemudian ponsel tuan Beni berderit.
Terlihat panggilan itu dari nomor asing.
"Hallo"
"Hallo tuan Beni...apa kau suka kejutan dariku?" tanya suara diseberang sana.
"Siapa kau?" tanya tuan Beni.
"Aku? tentu saja aku adalah orang yang sedang berusaha kau hancurkan,tapi malah kau sendiri yang hancur bukan?"
"Kenan Smith....!!!! bedeb*h...!!! kau yang melakukan semua ini???!!!!" geram tuan Beni.
"Aku tidak pernah ingin mengusik siapapun kecuali jika aku telah diusik" jawab Ken datar.
"Kurangaj*r kau,bocah ingusan sepertimu berani main-main denganku?!!!"
"Ahahahaha bocah ingusan ini telah memukul telak tua bangka sepertimu Beni" ujar Ken tanpa hormat lagi dengan langsung menyebut nama tuan Beni.
"Nikmatilah hadiah dariku" kata-kata ken di menit terakhir panggilan itu sungguh membuat emosi tuan Beni kian meledak.Bagaimana tidak? dia yang mati-matian berusaha menjatuhkan Ken dengan mengutus mata-mata disana malah sekarang berada di posisi yang seharusnya Ken lah yang ada diposisinya sekarang.
Para investor yang mencabut investasinya itu otomatis membuat perusahaan yang dia bangun dari nol itu kalang kabut dan terancam pailit.Kekayaan yang dia kumpulkan bertahun-tahun terancam lenyap jika keadaan sudah begini.Dia pikir dengan tiga orang penyusup yang dia bayar itu akan membantunya meraih tujuannya,tapi ternyata Kenan Smith adalah orang yang sangat jeli dan sulit ditaklukan,bahkan dia hampir tak tersentuh.
Sementara di kantor Ken....
"Kerja bagus Jod,aku yakin tua bangka itu sedang frustasi sekarang" ucap Ken.
__ADS_1
"Lalu apa rencanamu selanjutnya tuan muda?" tanya Jodi.
"Kita hanya perlu mempersiapkan kemungkinan tua bangka itu mengambil jalan pintas,bagaimanapun dia merupakan seorang mafia seperti papaku,aku yakin jika nanti akan ada penyerangan dari orang-orangnya" panjang lebar Ken mengutarakan pemikirannya.
"Perintahkan pengawal bayangan untuk menambah personil mereka,perketat penjagaan di area mansion tapi ingat jangan terlalu mencolok".
"Baik tuan muda" Jodi menunduk hormat dan segera kembali ke ruanganya.
"Siapapun yang mengusikku maka aku akan menghapusnya dari muka bumi" gumam Ken.
*
*
Key dalam perjalanan menuju rumah sakit tempat dia bekerja saat ini.Perlu readers tau Key kuliah di luar negeri mengambil jurusan kedokteran,dia adalah dokter speialis penyakit dalam,dan saat ini dia telah bekerja di rumah sakit milik keluarga Novan,dan beberapa hari ini dia telah mulai masuk bekerja.
Mobil Key melaju dengan kecepatan sedang,karena memang saat ini masih terlalu pagi untuk jam masuk kantor.Key memutuskan berangkat lebih pagi agar terhindar dari macet.
Beberapa lama setelah Key keluar dari mansionnya ada sebuah mobil hitam yang mengikutinya,Key pun menyadari hal itu namun dia berusaha agar tetap tenang.Key melajukan mobilnya lebih cepat mobil itupun semakin dekat berada di belakang Key.
"Baiklah ini masih pagi dan ada yang mengajakku bermain,so..let's play..." ujar Key dengan tersenyum tipis.
Key menancap gas mobilnya dengan kecepatan tinggi,mobil hitam itupun semakin kencang dan hampir mendekati mobil Key.
Aksi kejar-kejaran itu tak terelakkan lagi.
Mobil hitam itu makin dekat dengan mobil Key dan terlihat berusaha menyalip mobil yang Key kendarai.
"Wow..boleh juga dia" ujar Key yang kemudian menambah kecepatan mobilnya dan mendahului mobil hitam itu lagi.Kejar-kejaran itu masig berlanjut hingga saat ini Key telah masuk ke sebuah jalan yang agak ramai.Namun kemampuan mengemudi Key memang tak diragukan lagi,dia dengan lincahnya menyalip ke kanan dan kekiri membuat mobil yang mengikutinya itu cukup kewalahan,hingga di jalan yang agak sepi Key kembali menancap gas melesatkan mobilnya,mobil hitam itu tak kalah juga makin kencang mengejar Key.
Terlihat sebuah truk didepan Key,sedangkan Key masih dalam mode kecepatan tinggi begitu pula mobil yang memgikutinya.Namun bukan Key namanya jika dia bertindak tanpa perhitungan,saat mobil Key telah berada cukup dekat dengan truk bermuatan batu didepannya,dan mobil hitam itu berada persis di belakangnya,dengan sigap Key membanting stirnya ke kanan,alhasil mobil yang tadi mengikutinya itu menabrak truk itu.
Terlihat beberapa kali mobil itu berguling sebelum akhirnya terhenti saat mobil hitam yang berguling itu menabrak pembatas jalan dan akhirnya meledak.
"I win...!!!" seru Key dengan senyum kemenangan.
Dia melajukan mobilnya dengan tenang kali ini,dengan kecepatan sedang seperti sebelumnya menuju rumah sakit.
__ADS_1
Sembari menyetir dia mengambil ponselnya dan menelpon saudara kembarnya Ken.
"Ada yang mengikuti mobilku barusan" ucap Key saat panggilan tersmbung.
"Oh ya?" Ken tampak sangat santai mennggapi,karena dia sudah percaya dengan kemampuan Key.
"Musuh-musuhmu sungguh mengajakku bermain di pago hari seperti ini" ujar Key.
"Apa kau terluka?" tanya Ken masih di mode santuy.
"You think?"
"You must be the winner as usual (kamu pasti jadi pemenang seperti biasanya)" ujar Ken.
"100 untuk mu" jawab Key.
"Pastikan kau membasmi serangga itu sampai ke sarangnya,aku malas jika harus bermain-main dengan mereka,beruntung mood ku sedang bagus pagi ini"
"Sure" jawab Ken.
Panggilan terputus.
Tak membutuhkan waktu lama untuk Ken mendapatkan informasi tentang mobil hitam yang mengikuti Key,ternyata benar dugaannya.
Tuan Beni telah mengerahkan anggota mafianya untuk mulai mengusik kehidupan Ken lagi.
"Baiklah,kau yang memintanya maka aku akan kabulkan,bersiaplah untuk hadiahku selanjutnya pak tua". Ken dengan seringai mematikannya bagaikan seekor singa yang tengah siap menerkam mangsanya.
"Aku ingin tua bangka itu hidup- hidup" Ken memberi perintah pada Jodi dan segera Jodi pun bertindak.Ken ataupun Jodi tak perlu turun tangan untuk hal kecil seperti itu.
Segera Jodi mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.Beberapa saat kemudian telpon Jodi pun berderit dan dia terlihat mendengarkan seseorang yang bicara di sambungan telpon.
"Ada apa?" tanya Ken saat Jodi selesai bicara lewat pinselnya.
"Sepertinya kau harus menunggu untuk mendapatkan mangsamu tuan muda" ujar Jodi.
"Cih...dia kabur? ternyata dia pengecut juga,baiklah aku akan menunggu kabar baik soal mangsaku itu" tukas Ken.
__ADS_1