
Key telah berjalan begitu jauh,tenggorokannya sangat kering saat ini,di lengannya terdapat beberapa luka karena tergores pepohonan yang dia terobos sejak tadi
"aku haus..."Ujar Key dengan Nafas tersengal tiba-tiba seseorang menyodorkan sebotol air mineral
"minumlah" ucap seorang pria,Key pun menoleh ke arah pria itu
"KEN....?????"Pekik Key dan lansung memeluk saudaranya,Ken pun membalas pelukan Key
"Kau tidak apa-apa?" tanya Ken yang kemudian memutar badan Key
"Hey aku tidak apa-apa"
"tapi banyak luka..." Ken menunjuk lengan dan pundak Key,
"dan kemana bajumu??kenapa kau telanjang?"ujar Ken lalu melepas jasnya dan memakaikannya ke tubuh kembarannya
"aku tidak telanjang bodoh..!! dan luka ini bukan masalah,kau harus segera menolong Naya..!!!'' ucap Key
"Naya...dimana dia? bukankah kau bilang dia bersamamu??" Ken pun panik
"dia terluka dan kehilangan banyak darah,..'' jawab Key lirih
"jangan bilang kau meninggalkannya di tengah hutan...!!!
"aku memang meninggalkannya Ken"
"Apaaa???!!! bisa-bisanya kau meninggalkan Naya dengan keadaan seperti itu???" Ken marah
"aku terpaksa meninggalkannya,darahnya terlalu banyak yang keluar hingga dia lemas,aku bahkan menggunakan kemejaku untuk menekan perdarahannya,tapi Naya tak sanggup lagi berjalan bersamaku untuk menemukan pertolongan,dia meintaku pergi sendiri dan menjemputnya saat aku menemukan pertolongan" jawab Key panjang lebar
"baiklah,antarkan aku kesana sekarang" ucap Ken dan Key segera mengantar Ken dan para anggotanya ke tempat Naya berada
"apa masih jauh?" tanya Ken
"tidak Ken,kau lihat pohon besar itu?" tunjuk Key pada sebuah pohon besar yang menjulang tinggi
"Aku meninggalkan Naya disana" lanjut Key lagi
"dasar gila,posisinya sangat jauh dari tempat aku menemukanmu tadi" umpat Ken
"Kau ini,namanya juga mencari pertolongan ya aku terus saja berjalan,dan tak terasa telah jauh dari tempat Naya" ketus Key
"Kau tahu ini adalah hutan,dan Naya terluka bagaimana jika darahnya tercium binatang buas hah??" ujar Ken lagi dengan nada tinggi
"ish..kau ini,berkata yang baik-baik saja bisa tidak?? atau lebih baik kau diam!!" bentak Key
"Hey jangan berteriak padaku!!" Ken tak mau kalah
Jodi memijit pelipisnya
"tuan,nona..bisakah kalian berhenti bertengkar??"
"Diam!!!'' bentak Key dan Ken bersamaan
Membuat jodi menelan salivanya kasar,tak lama sampailah mereka di tempat yang Key tunjukkan dimana dia meninggalkan naya beberapa saat
__ADS_1
"Dimana Naya????!!!" Key terpekik saat tak menemukan Naya di sana
"seharusnya aku yang bertanya..!!! dimana Naya?" ken balik bertanya
"Aku meninggalkannya disini tadi,sungguh" ujar Key lagi
"apa kau yakin meninggalkan naya disini tadi??atau mungkin di pohon yang lain?" tanya Ken lagi
"Aku yakin Ken,di bawah pohon ini" ujar Key begitu yakin
"Tuan,ada bercak darah...." Jodi menunjukkan bercak darah di dedaunan
"kemana Naya...?" tanya Ken pada dirinya sendiri
"mungkinkah Naya berjalan sendiri menyusuri hutan?" tanya Ken pada Key
"aku rasa itu tidak mungkin Ken,kondisi Naya sangat lemah tadi" jawab Key
"Lalu kemana dia??" Ken mulai frustasi
"mungkin seseorang membawa nona Naya tuan" ujar jodi
"tapi siapa??bahkan hutan ini jauh dari peekampungan jod" Ken membantah dugaan jodi
"jangan-jangan binatang buas yang kau bicarakan tadi benar-benar mencium bau darah dan menghampiri Naya????" ujar Key panikk
"jangan memperkeruh suasana Key..!!!"" bentak Ken
"kenapa kau berteriak???"
"diam!!!" bentak Ken lagi dan Key langsung terdiam
"itu yang aku takutkan" jawab Ken,terlihat Ken berfikir sejenak
"apa mereka melihat Naya sebelumnya?" Tanya Ken pada Key dengan tatapan serius
"mereka memang tahu aku bersama seseorang,terbukti berusaha mereka memecah konsentrasiku dengan mendorong mobilku,tapi aku rasa mereka tidak tahu wajah Naya" ujar Key
"aku harap juga begitu,dengan begitu jack tidak tau siapa Naya dan menggunakannya untuk mengancam kita setidaknya sampai kita bisa membawa Naya kembali"ujar Ken
"tuan sebaiknya kita kembali,sepertinya akan hujan lebat,akan sangat sulit jika kita berada dalam hutan saat hujan tuan" jodi memberi pendapat.
"Kau benar Jod,kita harus kembali" ujar Ken membenarkan
"tapi Ken...bagaimana dengan Naya??" tanya Key
"aku yakin seseorang telah membawanya,akuakan tetap mencarinya,sekarang kita harus kembali" tukas Ken,Key pun hanya menurut saja walaupun sebenarnya hatinya begitu berat meninggalkan hutan itu,karena Naya belum di temukan,tapi Key harus mempercayai saudara kembarnya,
"Ken pasti menemukan Naya,pasti.." ujar Key dalam hati meyakinkan diri
.
.
.
__ADS_1
Naya mengerjapkan matanya perlahan dan membukanya samar-samar Naya melihat bayangan seorang pria
"Kau sudah sadar..." ujar pria itu yang saat ini belum juga jelas siapa dia dimata Naya,suaranya terasa asing
"Jangan bangun dulu,berbaringlah..." ujar pria itu lagi menahan Naya
"awww..." Naya menjerit merasakan lengannya begitu berdenyut dan merasakan sebuah jarum menusuk punggung tangannya
"Kau tidak apa-apa? tunggu disini aku akan memanggil dokter" ujar pria itu beranjak dari duduknya,
"dimana aku..?" Naya bertanya pada dirinya sendiri,dia melihat luka di lengannya yang sudah di perban dan slang infus yang nangkring cantik di punggung tangannya
"pantas saja tadi seperti ada jarum yang menusuk saat tanganku bergerak" gumam Naya yang melihat punggung tangannya,
Tak lama dokter pun masuk
"hai nona,kau sudah bangun? bagaimana keadaanmu? apakah masih merasa nyeri?" tanya dokter itu
"aku pusing" jawab naya singkat,Naya mencoba menatap pria yang menolongnya tapi pandangannya masih samar
"baiklah nona,aku akan memeriksamu" tukas dokter itu lagi seraya memeriksa detak jantung naya
"semua normal,nona kau baik-baik saja saat ini" kata dokter lagi
"tapi dok...kenapa mataku masih kabur?" tanya naya
"kau kehilangan banyak darah nona,wajar jika saat ini kau merasa pusing dan pandanganmu kabur,itu akan berangsur pulih" jawab dokter itu lagi
"oke,jack aku harus pergi,pastikan dia memakan obatnya tepat waktu" ujar dokter itu menepuk pundak Jack
"trimakasih Rey,aku akan mengantarmu" ucap jack dan mereka pun keluar bersama
"siapa dia jack? kekasihmu?" tanya Rey pada jack
"bukan"
"lalu?"tanya Rey lagi
"aku menemukannya di tengah hutan saat aku mengejar tawananku" ujar jack
"wow..mengejar tawanan dan kau dapat mangsa baru begitu?" Rey terkekeh dengan kalimatnya sendiri
"hey..aku hanya menemukannya dan menolongnya karena dia terluka" jack sewot
"wow..wow...wow...easy brother, aku hanya bercanda,tapi..dia cantik juga" Ucap Rey menggoda
"mana ada,dia biasa saja" ujar Jack datar
"hahaha biasa saja ya?? awas kalau kau jatuh cinta padanya" ucap Rey lagi menunjuk muka Jack
"aku akan memberimu satu dari mobilku jika itu terjadi" ucap Jack enteng
"serius??? aku pegang janjimu Jack,aku akan memilih mobil sport terbarumu nanti"
"itu tidak akan pernah terjadi,mobil itu tidak akan berpindah dari garasiku" tukas Jack enteng
__ADS_1
"haha kita lihat saja nanti" ucap Rey yang kemudian pergi meninggalkan mansion Jack
"jatuh cinta? cih..." Jack berdecih