Upik Abu Kesayangan Bos Mafia

Upik Abu Kesayangan Bos Mafia
bab 55 Akhirnya aku mendapatkanmu


__ADS_3

Agnes memarkirkan mobilnya di area parkiran sebuah mall milik Smith Group,dia memilih untuk menghibur dirinya dengan berbelanja di mall itu.Tanpa Agnes sadari sepasang mata tengah mengawasinya,seorang pria dengan kacamata hitam terlihat menghubungi seseorang.


"Dia ada di Mall milik Smith Group." pria itu melapor.


"Ikuti dia jangan sampai terlepas dari pengawasan" ucap suara Ben di seberang sana.


Panggilan terputus,Ben segera menghampiri Haris yang tengah duduk di kursi kebesarannya dalam ruangan kerjanya.


"Tuan"


"Katakan" ucap Haris.


"Nona Agnes ada di Mall milik Smith Group,apakah kau ingin menemuinya?" tanya Ben.


"Hmm...baiklah,kurasa tidak ada salahnya menemuinya" Haris segera bergegas dari ruangan kerja dikantornya menemui pujaan hatinya yang tak pernah membalas cintanya.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang,Ben yang ada di belakang kemudi.


"Ben kenapa mobil ini lamban sekali??!!."


Sontak Ben pun semakin dalam menginjak pedal gas,mobil itu melesat kencang dijalanan.


Tak butuh waktu lama mobil yang di kendarai Ben sampai di tempat parkir semuah mall milik Smith Group.


Tidak sulit untuk menemukan wanita pujaan hatinya yang membuatnya terobsesi setengah mati.Agnes nampak sedang melihat-lihat koleksi pakaian dalam sebuah butik di mall itu.


Haris mengamati Agnes dari balik brisan baju di belakang Agnes.


Lama mereka berada dalam butik itu karena Agnes membeli banyak gaun disana,ya dia memilih gaun kali ini tidak seperti biasanya.


"Berapa semuanya?." tanya Agnes saat berada di kasir pembayaran.


"Tagihan anda sudah di bayar nona." jawab gadis kasir itu.


"Hah?! maksudnya?" Agnes bingung tak mengerti dengan ucapan kasir itu.


"Tagihan anda sudah dibayar oleh seseorang,nona." sang kasir berkata lagi.


"Seseorang? siapa? dimana dia?" Agnes mengedarkan pandangan kesekeliling,tapi tak menemukan siapapun yang wajahnya familiar.


"Seorang pria,nona"


"Pria?? dimana dia sekarang?" tanya Agnes makin penasaran.


"Ini nona,dia juga menitipkan ini untuk anda" gadis kasir itu memberikan secarik kertas pada Agnes,lalu Agnes pun membukanya.


Kau pasti penasaran denganku kan? temui aku di parkiran mobil,aku menunggumu.


"Cih.. apa-apaan ini? meminta bertemu diparkiran mobil?aku takkan menemuimu" gumam Agnes dan lalu membuang kertas itu ke tong sampah tak jauh dari tempat kasir itu.


"Dan ini kartuku,aku membayar belanjaanku sendiri saja." ujar Agnes.


"Tapi nona...."


"Lakukan saja,aku tidak mau menerima apapun dari orang yang entah siapa itu." tukas Agnes.

__ADS_1


Terpaksa kasir itu menerima kartu dari Agnes dan melakukan pembayaran dengan kartu itu.


Agnes membuka pintu mobilnya dan meletakkan semua paper bag belanjaannya di jok belakang.Terlihat sepasang mata tengah memperhatikannya,dan pemilik mata itu tengah mendekatinya.


Agnes tak menyadari kehadiran orang itu,dia masih sibuk meletakkan semua barang belanjaannya.


Saat Agnes melangkah mundur hendak menutup pintu mobil,tubuhnya menbrak seseorang dibelakangnya.Sontak saja dia berbalik dan wajahnya menangkap sepasang mata dengan bola mata hitam dan bibir tersenyum,posisi mereka begitu dekat,bahkan sangat dekat.


Agnes yang terkejut hanya terpaku dan Haris,ya Haris adalah pria itu tidak menyia-nyiakan kesempatan.Dengan cepat tangannya meraih pinggang Agnes dan menariknya hingga tak ada jarak diantara tubuh mereka.


Agnes tersadar dari keterkejutannya,dia berusaha membebaskan diri dari pelukan Haris.


"Lepaskan...!!!"


"Diamlah..." ucap Haris lembut.


"Lepaskan aku..!! Haris..!!!" bentak Agnes tapi tak ada tanda-tanda jika Haris akan melepaskannya.


"Aku merindukanmu..Agnes..." ucap Haris yang kini semakin berani dia makin memgeratkan pelukannya bahkan mencium ceruk leher Agnes.


"Hariss...!!! lepaskan aku..!! apa yang kau lakukan??!!!." Agnes tak menyerah,dia terus meronta.


"Dengar aku sayang...aku mencintaimu..." ucap Haris lirih.


Plaaakkkkk


Tamparan Agnes mendarat di pipi Haris seketika saat dia menemukan kesempatan untuk terlepas.Haris tersenyum menatap Agnes yang kini menatapnya sengan tatapan penuh kebencian,nafas Agnes tersengal dan tangannya mengepal.


"Beraninya kau menamparku...!!." bentak Haris tiba-tiba,Agnes mulai ketakutan dan berniat masuk kedalam mobilnya,tapi tangan Haris menaham pintu mobil itu dengan tangan kekarnya.


"Mau ku? kau tahu benar apa yang kumau sayang...." ujar Haris,jarinya membelai wajah Agnes dan tentu saja Agnes menepisnya.


"Aku menginginkamu tentu saja..." lanjut Haris.


"Tidak akan..!!!" bentak Agnes lagi,Haris hanya menyeringai dengan senyum tipis yang membuat Agnes mulai ketakutan.


Haris melangkah maju mulai mendekat dan Agnes pun mundur perlahan mencoba menciptakan jarak aman dengan pria mengerikan itu,namun tiba-tiba seseorang membekap wajahnya dengan sebuah saputangan dari arah belakang dan Agnes tak sadarkan diri.


"Bawa dia cepat!!" Haris memberi perintah pada Ben dan seorang anak buahnya yang dia tugaskan memata-matai Agnes.


Mereka membawa Agnes,memasukkannya ke dalam mobil dan meletakkan Agnes di jok belakang kemudi yang sudah ada Haris disana yang siap menerima tubuh Agnes dari bopongan Ben.


Agnes terbaring dengan paha Haris sebagai penopang kepalanya,Haris tersenyum menatap Agnes yang tak sadarkan diri.


"Akhirnya,aku mendapatkanmu walaupun dengan cara seperti ini,Kau yang membuatku melakukan ini sayang,dengan atau tanpa cintamu kau tetap akan jadi milikku" ujar Haris yang tak bosan-bosannya membelai wajah gadis pujaannya itu.


Mobil melaju meninggalkan perkiran mall itu menuju apartemen milik haris,sebuah apartemen mewah dengan segala fasilitasnya.


Haris membawa Agnes yang masih dalam pengaruh obat bius ke kamarnya meletakkannya di atas ranjang king size yang empuk.


"Aku akan menunggu sampai kau tersadar nanti sayang..." Haris mengelus pipi putih Agnes,mengecup nya dengan penuh perasaan.


Hingga terdengar derit ponselnya.


"Sial..!!" umpat Haris.

__ADS_1


"Hallo?"


"Hallo tuan Haris aku ingin bertemu" ucap sebuah suara disebrang sana.


"Ada apa? aku sibuk." jawab Haris kesal.


"Tuan perusahaanku....."


"Aku tahu." Haris menyela.


"Lalu bagaimana tuan? apa kau akan membantuku?" lelaki paruh baya diseberang sana berkata seperti memohon.


"Aku akan putuskan besok,hari ini jangan ganggu aku."


"Tapi tuan..."


"Tuan Beni???!! apa kau dengar yang barusan ku ucapkan?!!." Haris mulai kesal.


"Baiklah tuan,aku akan menemuimu besok pagu saja,aku akan datang ke kantormu." akhirnya tuan Beni mengalah.


Panggilan berakhir.


"Kurangajar...!!! beraninya anak bau kencur itu memperlakukanku seperti itu,jika tidak karena terpaksa aku malas memohon padanya...!!" tuan Beni mengepalkan tangannya karen geram.


"Kenapa sayang?." istri mudanya yang tak lain adalah Fella beegelayut manja di pangkuannya.


"Tidak apa-apa sayang,hanya seekor serangga yang membuatku sedikit kesal." jawab tuan Beni.


"Serangga?" Fella tak mengerti.


"Ya hanya serangga dan dia berani membuatku kesal,tapi kekesalanku hilang saat melihatmu sayang..." tuan Beni mulai menggoda,memberi tanda jika dia menginginkan sesuatu dari istri mudanya itu.


Fella menyadari hal itu dia menggunakan kesempatan itu untuk membuat suaminya memberikan sesuatu yang sedang dia inginkan,apa lagi jika bukan uang.


"Sayang...aku menginginkanmu saat ini...aku lelah dengan semua pekerjaan yang telah menyita waktu dan tenagaku...." ucap tuan Beni yang kini mulai menyerang Fella,menciumi ceruk leher jenjang milik Fella.


"Ah..sayang...aku juga merindukanmu,sangat rindu..." kalimat itu diucapkan dengan nada manja yang semakin memancing libido lelaki paruh baya itu.


"Benarkah kau merindukanku...sayang...." Beni masih sibuk dengan kegiatannya,tangannya pun mulai bergerilya menjamah sesuatu kesukaannya.


"Tentu saja sayang...aku...aku...sangaat..aaahh...." Fella mendes*ah saat tuan Beni mendapatkan benda kenyal kesukaannya itu,memainkannya sedemikian rupa.


"Sayang...sebelum kita melanjutkan ini...aku ada satu permintaan padamu..." ucap Fella yang kini wajahnya mulai memerah karena mendapatkan serangan tak terduga dari tuan Beni.


"Apa yang kau inginkan sayang...."


"Aku ingin....aaahhh" Fella mendesah nikmat saat intinya di sentuh oleh tuan Beni.


"Jangan merusak moodku sayang,aku menginginkanmu sekarang juga..." hingga akhirnya pergulatan panas itu terjadi sebelum Fella mengutarakan keinginannya,ada rasa kesal dihatinya tapi dia tidak boleh menunjukkan kekesalannya atau dia akan gagal mendapatkan yang dia inginkan.


Maaf ya buat readers semua karena author baru sempet up bab baru lagi,karena masih sibuk persiapan hari raya🤭🤭🤭


gimana dengan kalian?? udah nyiapin apa aja tuh buat hari raya nanti😁😁😁


akan author usahakan up yang banyak tiap babnya,🥰🥰🥰 jangan lupa like dan vote juga ya🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2