
Baru saja ken turun dari mobil seorang wanita berumur sekitar 45 taunan datang menyambut,dia adalah Lusiana,mama nya Ken
"sayang...!!"lusiana memekik senang mendapati anak semata wayangnya itu pulang dari bekerja
"mama...?kapan mama datang?kenapa tidak memberi tahuku? jika mama memberitahu pasti akan ku jemput ma..." ucap ken seraya membalas pelukan hangat sang mama yang sudah lama tidak dia temui
"tidak apa sayang,mama cuma kangen saja,ingin memberimu kejutan..."kata lusiana dengan mata berbinar
"kenapa pulang selarut ini sayang?"tanya lusiana lagi sambil mensejajari langkah anaknya dan masuk kedalam mansion,jodi memastikan tuannya masuk ke dalam mansion dengan aman dan segera berpamitan untuk pulang ke kediamannya.
"Apakah mama datang sendiri? dimana papa? tanya ken pada lusiana sembaru mengedarkan pandangan disekitar mansion
"Tentu saja aku datang anakku..." suara yang sangat familiar ditelinga Ken,terlihat seorang pria yang sudah tidak lagi muda tapi masih gagah dan tampan itu tersenyum
"papa..?" ken mendekat dan memeluk papa nya
"kenapa kalian tidak mengabariku,dengan begitu aku bisa menjemput mama dan papa kan tadi.." sambung ken lagi
"seperti apa kata mamamu nak,kami ingin memberimu kejutan," jawab pria bernama Alex itu seraya mengelus kepala anaknya,Ken hanya tersenyum,mereka berkumpul di ruang keluarga saling melepas rindu satu sama lain,Ken memang pribadi yang hangat jika bersama keluarganya,tapi akan berubah dingin ketika berada bersama orang lain diluaran sana.
.
.
.
.
Naya masuk kedalam rumahnya,saat naya hendak masuk ke kamarnya soraya menghadangnya
"Siapa yang mengantarmu tadi?apakah orang yang sama yang mengantarkanmu kemarin?"
naya hanya menatap Soraya datar
"atau dia adalah dady sugarmu? ternyata kau pintar juga ya mencari mangsa, jika begitu pasti uangmu sangat banyak,ku lihat tadi mobil itu mobil mewah" lanjut Soraya lagi, tangan Naya terkepal ingin rasanya dia merobek-robek mulut Soraya tapi Naya hanya menahan gejolak emosinya,yang terpenting saat ini adalah ibunya,segera naya beranjak hendak meninggalkan soraya namun terhenti karena soraya kembali berkicau
"kena hanya meminta itu padanya? jika aku jadi kau maka aku akan memintanya membelikanku banyak barang brended,bukan malah membeli susu untuk mayat hidup itu,dasar bodoh!!!"
"jangan pernah sebut ibuku mayat hidup Soraya!!! seharusnya kau tau batasanmu!!!" naya berteriak geram dengan muka yang merah padam,Soraya terkejut dengan naya yang berani memanggil namanya,sontak soraya pun tak terima
"beraninya kau memanggil namaku!!!! kau pikir kau siapa disini hah?!!" soraya yang sangat geram dan hendak menarik rambut naya tapi naya dengan gesitnya menghindar hingga tangan soraya haya meraih udara
__ADS_1
"jangan pernah berani menyentuhku apa lagi menyakitiku SORAYA" naya menatap tajam, dan berkata penuh penekanan,entah kekuatan dari mana yang naya dapatkan hingga dia menjadi seberani itu naya berlalu kekamarnya meninggalkan soraya yang diam terpaku dengan gemuruh yang didadanya
"cih..dia sudah mulai berani melawanku rupanya,lihat saja apa yang akan kau terima setelah apa yang kau lakukan ini upik abu"
seringai licik soraya,entah apa yang dia rencanakan kali ini
Naya menarik nafasnya dalam,dan menghembuskannya perlahan,seperti itulah cara naya menenangkan diri nya,naya menghampiri ibunya,
"ibu,naya baru saja membeli susu untuk ibu" sapa naya pada ibunya,seperti biasa tidak ada jawaban dari seorang yang naya ajak bicara naya segera mencuci tangannya,dan mempersiakan peralatan yang selalu dia gunakan untuk menyuapi ibunya berupa sebuah suntikan tanpa jarum dalam ukuran besar,naya menghubungkan suntikan besar itu ke ujung slang,naya hendak mengecek keadaan perut ibunya sebelum memberi susu, naya memasang stetoskop di telinganya,dan ujungnya naya tempelkan ke perut ibunya
naya bisa melakukan itu karena sudah diajari oleh perawat yang tiap sebulan sekali naya datangkan untuk mengganti slang ibunya,
disaat naya mulai menggunakan stetoskop itu,dengan seksama naya mendengarkan bunyi perut ibunya yang tidak seperti biasanya
lalu naya dengan segera beralih ke suntikan besar itu,naya mencoba mengecek dengan cara menyedot cairan dari dalam perut ibunya melalui suntikan besar itu,dan benar dugaan naya,susu yang naya suapkan pada ibunya 6 jam yang lalu masih bisa tersedot keluar
"seharusnya ini tidak terjadi.."
naya mulai panik, naya mengembalikan cairan itu masuk ke perut ibunya melalui slang itu lagi
naya segera mancari ponsel usang nya yang dia simpan di laci lemari bajunya,naya mencari nomor telpon kak Ida,perawat yang dengan rutin mengganti slang ibunya
"iya naya" jawab suara di sebrang sana
"kak,kenapa susu yang aku suapkan ke ibu masih utuh ya kak,biasanya ngga gitu kan?"tanya naya dengan nada panik
"berapa jam jarak waktu kamu menyuapi terakhir kali naya?"
"sekitar 6 jam kak,karena aku sedikit terlambat memberi ibu makan malamnya,karena susu habis dan aku belum ada uang saat itu,tapi aq baru saja pulang dari membeli susu itu kak,dan aku berniat menyuapi ibu tapi saat aku cek,itulah yang terjadi" naya menjelaskan panjang lebar
"kau harus membawa ibumu bertemu dokter naya,aku hanya bertugas mengajarimu menyuapi dan mengganti slang saja" jawab kak ida
"tapi mendatangkan dokter kerumah kan sangat mahal kak,aku tidak punya uang,bisa kah kakak saja yang datang?" pinta naya memelas
"maaf naya kakak tidak berani mengambil tindakan apapun,atau sebaiknya bawa ibumu ke rumah sakit"
"baiklah kak aku akan berusaha membawa ibu ke rumah sakit"naya menutup panggilan telpon dan mendekati ibunya
"ibu...apa yang terjadi bu..mengapa perut ibu belum mencerna susu itu bu...naya mohon jangan buat naya takut bu..." naya terisak di sisi ranjang ibunya sambil memegangi tangan ibunya,naya bingung harus bagaimana dan dimana dia bisa meminta pertolongan,tiba-tiba naya bangkit,dan menghapus air matanya
"apa aku bisa minta tolong tuan kutub itu ya?tapi dimana aku bisa mencarinya?bahkan namanya saja aku tidak tahu" naya kembali terduduk lemas,isak tangisnya terdengar lagi bahkan kali ini sungguh terdengar pilu,
__ADS_1
lama naya terisak hingga matanya membengkak,lelah..itu yang naya rasakan saat ini perlahan matanya terpejam namun kembali tersentak saat ponsel di saku celananya bergetar,naya memang hanya memasangmode silent di ponselnya,karena dia tidak mau ponselnya di sita dan dihancurkan lagi oleh ibu tirinya seperti waktu itu
"kak ida..." gumam naya saat melihat naya penelpon di layar ponselnya
"kak ida.."sapa naya
"naya,kakak baru saja membicarakan pada dokter tentang kondisi ibumu,dojter bilang selang 2 jam dari terakhir kau mengecek cairan itu kau harus mengeceknya lagi,jika masih sama saja maka kau harus membawa ibumu ke rumah sakit" kak ida menjelaskan pada naya
"baik kak,tapi kenapa bisa begitu kak?apa yang terjadi dengan ibu?" tanya naya
"ibumu tidak mencerna susu yang kau berikan naya,untuk penyebabnya sebaiknya kau tanyakan saja pada dokter saat kau ke rumah sakit lagi,owh ya naya, satu lagi,jika saat pengecekan cairan berikutnya ada perubahan warna kau harus segera membawa ibumu ke rumah sakit,"
"tapi kak bagaimana caranya aq membawa ibu?"
"kau telpon aku lagi nanti jika memang hal itu terjadi aku akan menjemputmu dengan ambulance"
..."baik kak trimakasih" naya menutup telpon,...
"dengan ambulance?dari mana aku bisa membayar ambulance nanti?ya Tuhan...semoga kekhawatiran ini tidak terjadi..." batin naya sembari menggenggam tangan ibunya,
naya semakin gelisah saja,dia tidak bisa tidur dan menunggu waktu 2 jam untuk mengecek kembali ibunya sesuai arahan kak ida tadi
Sementara di mansion Ken pun tidak bisa tidur,ken terus memikirkan naya,betapa ken sangat penasaran dengan semua tentang naya
wajah naya selalu ada di ingatan Ken,wajah yang sangat cantik tanpa polesan apapun, namun wajah itu tersirat beban yang begitu berat,
"kanaya..." ken menyebut nama naya dengan penuh hidmat
di kamar,naya seperti mendengar seseorang tengah memanggilnya...
"kenapa aku merasa ada yang memanggilku?suaranya sangat tidak asing...."
bergumam dalam hati,
"tapi seperti suara tuan itu..." ucap naya akhirnya
"ishh...tidak mungkin dia mengingatku kan?dasar..jangan bodoh kau nay" naya mengumpat dirinya sendiri,sesaat kemudian naya mengecek keadaan ibunya karena memang sudah waktunya,yaitu 2 jam setelah pengecekan terakhir,naya melakukan hal yang sama seperti biasanya saat naya mengecek ibunya,dan cairan itu tetap ada,bahkan warnanya berubah agak kecoklatan
naya terbelalak kaget
"Ya Tuhan....kenapa begini?....ibu...apa yang terjadi bu...." lirih naya, air mata naya pun menetes tak tertahankan lagi,naya segera menghubungi kak ida, setelah menunggu sekitar 30 menit ambulance pun tiba di depan rumah naya...
__ADS_1