Upik Abu Kesayangan Bos Mafia

Upik Abu Kesayangan Bos Mafia
bab 14


__ADS_3

Pagi-pagi sekali naya terbangun,itu memang sudah kebiasaannya untuk bangun pagi karena sewaktu dirumah,naya harus selalu bangun tepat waktu demi mengerjakan tugas-tugas rumah agar ibu tirinya tidak mempersulit naya saat merawat ibunya,saat dirumah itu yang naya pikirkan hanya bekerja dengan cepat agar naya mempunyai lebih banyak waktu untuk ibunya.


Naya bangkit dari tempat tidurnya,matanya menangkap sebuah paper bag yang berada di dekat pintu kamarnya


"sejak kapan paper bag itu ada disana? sepertinya tadi malam belum ada kan?"


tanya naya pada dirinya sendiri, naya menghampiri paper bag itu,terlihat ada beberapa stell pakaian wanita berikut pakaian dalamnya,Naya menjatuhkan rahangnya


"bagaimana bisa pakaian ini pas sekali dengan ukuran badan ku? dan dalaman ini...???apakah Tuan yang memilihnya???"


naya menutup mulutnya dengan tangannya, pikiran naya traveling kemana-mana,namun sejenak kemudian naya menggelengkan kepalanya


"tidak..tidak..jangan berfikiran buruk naya,yang terpenting sekarang kau punya baju ganti untuk bekerja" ucap naya menasehati dirinya sendiri


Naya mengambil satu stell pakaian dan bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri,tak membutuhkan waktu yang lama naya pun segera menuju dapur untuk membuat sarapan bagi tuannya


Saat naya telah sampai di dapur naya terkejut melihat jodi yang sudah ada didapur dan sedang membuat kopi


"selamat pagi nona.." sapa jodi pada naya


"selamat pagi Tuan" jawab naya yang kemudian matanya menangkap sebuah tas belanjaan di meja dapur,jodi mengikuti arah pandangan naya


"aku membeli Roti dan selai untuk sarapan,maaf hanya itu yang bisa ku temukan di pagi buta begini" ungkap jodi panjang lebar


"baiklah tuan aku akan menyiapkan sarapan untuk anda dan tuan....."


"Ken,Kenan Smith" ucap jodi yang tau kalau naya belum tau nama ke"ah...iya tuan Ken" lanjut naya lagi sembari tersenyum canggung


"astaga nayaa...bisa-bisanya...kau bahkan belum tau nama majikanmu sendiri???"


umpat naya dalam hati


Naya mencuci tangannya dan segera membuat sarapan untuk tuannya


"buatkan kopi untuk tuan muda, itu kebiasaan tuan saat pagi hari" jodi memberitahu naya


"baik tuan" naya pun mengikuti apa yang dikatakan jodi,tiba-tiba ken sudah berdiri di pintu dapur dan masih menggunakan piyama tidurnya sambil memegang gelas


"selamat pagi tuan" jodi menyapa tuannya


"Berikan aku air,aku haus" ken hanya mengangguk lalu mengulurkan tangannya,jodi segera mengambil gelas itu dan mengisinya dengan air lalu memberikannya pada Ken.

__ADS_1


Ken mengambil gelas itu dan kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri


"nona,aku lupa memberitahumu untuk meletakkan segelas air di kamar tuan,setiap bangun tidur tuan akan merasa haus" ucap jodi seraya menatap naya


"baik Tuan untuk selanjutnya saya akan mengingatnya" jawab naya dan jodi hanya mengangguk lalu hendak pergi dari dapur namun langkah nya terhenti saat naya kembali bersuara


"Tuan..." ucap naya dan jodi pun menoleh kearah naya


"bisakah anda tidak memanggilku dengan sebutan Nona?aku hanya pelayan disini" ucap naya ragu-ragu


"maaf nona,aku tidak bisa" jawab jodi yang langsung keluar dari dapur meninggalkan naya sendiri


"kenapa tidak bisa..? kan aku cuma pelayan disini,dan dia juga bawahan tuan Ken, jadi posisi kita tidak jauh beda kan? aku hanya ingin punya teman saja susah sekali,dasar ...tuan dan asistennya sama saja,seperti kulkas" gerutu naya sembari melanjutkan mengoles selai pada roti bakal sarapan ken


"yang benar saja nona,memanggil anda dengan nama ?? yang ada tuan ken akan membunuhku dengan tatapan tajamnya" gumam jodi dalam hati


Ken turun dari kamarnya menghampiri jodi yang ada di meja makan,


"tuan" jodi berdiri dan memberi hormat,ken mengangguk dan duduk di kursinya,mengambil kopinya dan menyesapnya perlahan dan ken mengernyitkan dahinya setelah menyesap kopinya


"apakah kau kursus barista jod?" kata ken pada jodi karena biasanya memang jodi yang membuatkan ken secangkir kopi,jodi menatap ken tak mengerti


"maaf tuan,itu kopi buatan nona naya" jawab jodi sopan


"owh ya? lumayan juga dia" kata ken lagi sambil mengambil roti yang disiapkan naya dan memakannya


"bukan hanya lumayan tuan,bahkan nona naya sangat luarbiasa bisa merubah anda dalam waktu kurang dari satu minggu"


jodi bergumam dalam hati


"apa yang kau pikirkan jod? aku hanya tidak menyangka gadis itu pandai membuat kopi yang enak,tidak sia-sia aku mempekerjakan dia di apartemenku" ken mengkonfirmasi ungkapan sebelumnya


"anda kenapa tuan?bahkan aku tidak mengatakan apapun" jodi bergumam lagi


selesai menikmati sarapan alakadarnya,ken dan jodi berangkat ke perusahaan,sedangkan naya segera bersiap untuk berbelanja keperluan dapur seperti perintah tuannya semalam,naya menyiapkan tas belanjaan,atm dan ponsel usangnya,baru saja naya keluar dari apartemen posel usangnya berdering,terlihat nomor asing menelponnya,ya karena ponsel di naya hanya ada satu nomor yaitu nomor kak ida,perawat yang membantu naya merawat ibunya.


"hallo.." naya menjawab panggilan


"akan ada sopir yang mengantarkanmu berbelanja,kau tunggu saja di bawah" ucap suara diaebrang sana yang merupakan suara ken


"baik tuan" jawab naya dan panggilan terputus

__ADS_1


Tak lama sebuah mobil berhenti di depan loby apartemen naya berlari kecil menghampiri mobil itu sebelum sopir keluar dari mobil


"pak,bapak yang mau mengantar saya kan?" tanya naya


"dengan nona kanaya?" tanya pria berumur sekitar 50tahunan itu


"iya betul pak,saya naya"jawab naya yang segera membuka pintu saat sang sopir memencet tombol untuk membuka pintu


naya masuk ke mobil dan duduk dengan tenang di jok penumpang,mobil melaju dengan tenang menembus kepadatan jalanan yang saat ini memang adalah jam berangkat kerja


.


.


.


.


Soraya terlihat fristasi karena dari semalam ponsel fella tidak bisa dihubungi,berkali-kali soraya mencoba menelpon fella tapi hanya terdengar suara mbak-mbak operator yang dari tadi menjawab telponnya


"kemana anak ini??bukankah seharusnya dia pulang hari ini? kenapa susah sekali dihubungi" gerutu soraya sembari berusaha menghubungi anak sulungnya itu,silvi yang melihat ibunya sibuk mengomeli ponsel di tangannya segera mendekat kearah ibunya


"ibu kenapa marah-marah sama handphone?" tanya silvi dengan muka bodohnya


"ibu menelpon kakakmu tapi Hp nya tidak aktif" jawab soraya tanp maengalihkan pandangan dariponselnya


"mungkin kak fella sedang ada di pesawat bu,makanya susah dihubungi bu" ucap silvi masih dengan muka yang tadi


"kau pikir untuk ke kota C perlu naik pesawat?? perjalanan dari sana ke kota ini hanya perlu waktu 3 jam dengan mobil,lagipula kakakmu membawa mobil" tukas soraya


"iya juga ya bu,kenapa kak fella hp nya ngga aktif ya bu? ada apa ya?" silvi malah bertanya sesuatu yang memang sedari tadi itu yang ingin soraya cari tahu


"kau ini, jika ibu tau sebabnya ibu tidak akan frustasi begini,sudah sana jangan ganggu ibu" ucap soraya sewot


"tapi bu..silvi lapar bu,mau sarapan"ucap silvi dengan nada memelas


"ish..kau ini merepotkan saja apa kau tidak bisa membuat sarapanmu sendiri??"


"tidak bisa ibu,kan biasanya si upik abu yang membuat sarapan untuk kita,berhubung dia tidak ada ya harusnya ibu lah yang buat makanan untuk anakmu ini bu" silvi menjawab panjang lebar


"pandai kau sekarang ya,sampai-sampai kau bisa berkata soal tugas-tugas ibumu" geram soraya dan silvi hanya cengengesan saja sambil berjalan mengikuti soraya yang telah lebih dulu melangkah menuju dapur

__ADS_1


__ADS_2