
"hahaha" Ken tertawa melihat jodi yang tersedak,key yang melihat saudaranya sedang tertawa diatas penderitaan asistennya berdecak kesal
"ck bisa diam tidak?kau membuat asistenmu tersedak sampai 2x" ujar Key
"Hey,..kau yang membuat dia tersedak hahaha" Ken masih tertawa
dihalaman belakang
Lusiana mengedarkan pandangannya di halaman belakang,terlihat Naya duduk disebuah bangku panjang di bawah pohon yang rindang dan tidak terlalu tinggi itu
Lusiana menoleh kearah Alex yang datang menyusulnya
"Aku hanya akan makan jika bersmamu" ujar Alex yang menjawab kernyitan di dahi istrinya,terlihat senyum tersungging di bibir Lusiana
Lusiana mengembalikan pandangannya ke arah Naya,lalu dia melangkahkan kakinya menyusuri stepping path di taman belakang yang terlihat sangat terawat itu
Naya menoleh saat merasakan seseorang menyentuh pundaknya
"Nyonya..." naya hendak berdiri tapi Lusiana menahannya,lalu duduk di samping Naya,Alex hanya memperhatikan di tempat dia dan Lusiana berdiri tadi
"Apa yang kau lakukan disini naya?" tanya lusiana lembut
"tidak ada nyonya...aku hanya ingin duduk saja disini" jawab Naya dengan senyumnya
"malam-malam begini?" tanya Lusiana lagi
"disini udaranya sangat segar nyonya"
"Tidak baik berada diluar sendirian malam-malam begini,masuklah..kau belum makan bukan?" tanya lusiana lagi,naya hanya tersenyum
"ayo kita masuk, makanlah bersamaku,ada yang ingin ku sampaikan setelah makan malam nanti" ucap Lusiana,tangannya membelai kepala naya dengan lembut,Naya merasakan hatinya menghangat dengan perlakuan Lusiana
Keduanya pun bangkit dan beranjak dari bangku itu, Alex tersenyum lega melihat istrinya berjalan mendekat kearahnya,lalu mereka menuju meja makan
Key,Ken dan jodi telah selesai dengan makan malamnya,key kembali ke kamarnya,sedangkan Ken dan jodi kembali ke ruang kerja
Lusiana,Alex dan Naya menukmati makan malam mereka dengan tenang,dan setelah itu mereka sekarang berada di ruang keluarga
Agak lama Naya menantikan Lusiana menyampaikan sesuatu yang tadi di singgung saat dihalaman belakang,Lusiana menatap suaminya dan Alex tampak mengangguk menghilangkan keraguan di hati istrinya
"Naya.." Lusiana membuka suara,Naya tak menjawab hanya tatapannya saja yang tak lepas dari Lusiana
"Aku ingin membawa ibumu berobat ke negara tempat kami tinggal,apa kau keberatan?" ucap lusiana to the point, naya nampak terkejut terlihat dari matanya yang kini melebar
"ini demi kebaikan ibumu naya..." sambung lusiana lagi
Naya tampak diam,dia merenung seperti memikirkan sesuatu
"apakah nyonya juga akan membawaku?" tanya Naya pada akhirnya,kini giliran Lusiana dan Alex yang terdiam
"tentu saja kau akan tetap tinggal" Ken yang tiba-tiba datang bersama jodi dari ruang kerja ikut bersuara
__ADS_1
"bukankah kau harus melunasi hutangmu padaku?" ujar Ken lagi,Lusiana melebarkan matanya.
"Dia masih berhutang padaku mah" ucap Ken lagi
"dasar anak nakal,bilang saja kau tidak ingin naya pergi meninggalkanmu"
batin Lusiana
Lusiana menatap ken tanpa suara dan lalu beralih ke wajah suaminya,Alex tersenyum saja pada istrinya dan sesaat kemudian Lusiana memahami maksud dari senyum suaminya itu
"ya Ken benar,kau akan tetap tinggal disini naya,aku akan selalu mengabarkan padamu tentang kondisi ibumu,aku berjanji" Lusiana memegang tangan Naya yang masih tampak berfikir
"membawa ibu keluar negeri?? ya Tuhan...apa itu arrinya hutangkau akan bertambah ??"
naya berkata dalam hatinya,tiga orang didepannya itu tidak penah memikirkan apa yang dipikirkan naya
"apakah harus ke luar negeri nyonya? apa tidak bisa jika ibuku dirawat disini saja?" Naya memberanikan diri bertanya
"Naya...peralatan di sana lebih canggih dan lengkap dari yang ada di sini,dan itu artinya ibumu akan mendapatkan perawatan yang lebih baik" tukas lusiana
Naya masih tampak berfikir,ada keraguan dalam hatinya saat dia tau kalau dia harus jauh dari ibunya dalam waktu yang lama, dan juga soal hutangnya yang semakin menumpuk
"astaga...berapa tahun yang ku butuhkan untuk melunasi hutang-hutangku itu? mungkinkah seumur hidup aku harus bekerja disini?? owh ya Tuhaan...baiklah naya,ini demi ibumu kan? bahkan seorang ibu saja sanggup mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan anaknya, maka bukan masalah jika kau harus mempertaruhkan seumur hidupmu untuk bekerja disini"
Naya bergumam sendiri dalam hati
"naya..." Lusiana menyentuh pipi Naya dan membuat Naya tersadar dari lamunan
"bagaimana?" tanya lusiana dengan tatapan penuh harap
"kau tidak keberatan kan?" lanjut lusiana lagi
"baiklah nyonya,bawalah ibu bersamamu,aku akan menunggunya disini" ucap Naya lirih, ada rasa sesak di dadanya saat Naya mengatakan itu semua
Lusiana bisa merasakan itu,karena dia sendiri juga berat saat harus kembali ke tempat tinggalnya meninggalkan anak-anaknya disini,walaupun dia atau anak-anaknya bisa dengan mudah untuk bertemu,tapi tidak bagi naya yang harus melepas ibunya pergi salam keadaan seperti sekarang,pasti itu sangat menyakitkan
"kau tidak perlu cemas nak, miranda adalah sahabatku,aku ingin yang terbaik untuknya,bukankah kau juga ingin yang terbaik untuk ibumu?" Lusiana mengelus kepala Naya dan untuk kesekian kalinya Naya merasakan hatinya menghangat,naya pun mengangguk setuju dengan semua keputusan Lusiana
Semua orang bernafas lega sekarang dan malam semakin larut,mereka segera kembali ke kamar masing-masing
jodi juga diminta untuk menginap saja karena hari sudah malam dan besok pagi mereka harus pergi pagi-pagi karena ada urusan penting
"kenapa hatiku rasanya tidak rela saat dia ingin ikut bersama mama...ada apa? ah..pasti karena hutangnya kan? iya dia kan berhutang padaku,mau seenaknya saja lari dari tanggung jawab" ujar Ken yang sedang berusaha mengingkari hatinya sendiri
Didalam kamar Lusiana dan Alex masih terjaga mereka membicarakan sikap Ken tadi yang mencegah naya untuk pergi bersmanya,padahal saat itu lusiana hampir meng iya kan naya untuk ikut
"suamiku,.."
"hmm"
"kau lihat kelakuan putramu tadi bukan?"
__ADS_1
"hmm"
"kurasa dia telah jatuh cinta pada Naya,dia anak nakal yang tidak mau mengakui perasaanya"
tidak ada sahutan dari suaminya,Lusiana menatap wajah Alex..
"kau sudah tidur suamiku...?" tidak ada jawaban,Lusiana bergeser,berusaha menyingkirkan lengan suaminya yang memeluk perutnya
"mau kemana?" Ucap Alex semakin mengeratkan pelukannya
"kau belum tidur? kenapa tidak menjawabku tadi?'' tanya Lusiana kesal
"aku sudah mau tidur,ocehanmu seperti dongeng pengantar tidur bagiku sayang..." jawab Alex dengan mata terpejam
"ishh kau ini..." Lusiana mencubit lengan suaminya
"aww...cubitanmu kuat sekali sayang" Alex mengusap lengannya dan matanya yang tadi ngantuk jadi melek lagi
"aku mau ke kamar mandi" ucap lusiana seraya bangkit dr tempat tidur
"aku ikut" ucap Alex yang ikut bangun
"ish..kau disini saja"
"baiklah,jangan lama-lama,aku menunggumu" tukas Alex
Lusiana masuk ke kamar mandi tak lama kemudian pintu terbuka,Alex masih duduk di tepi ranjang menunggu istrinya
"kau benar-benar menungguku?" tanya lusiana
"aku sudah bilang aka menunggu itu artinya aku menunggumu" ujar Alex
"ayo kemarilah" sambung Alex lagi seraya menepuk kasur disampingnya
Lusiana menurut saja dan berbaring di tenoat yang Alex tepuk tadi
"kau tau sayang,kau telah mengganggu tidurku, kau harus dihukum" ucap Alex yang mulai menciumi pundak dan tengkuk sang istri
"ish kau ini...aku kan sedang mengajakmu berdiskusi tadi,kenapa kau malah tidur" Lusiana berusaha menjauhkan wajah Alex
"Aku tidak mau tau pokoknya kau harus dihukum" ucap Alex melancarkan aksinya lagi
"suamiku..tadi kan kita sudah..." kalimat Lusiana tertahan karena Alex telah membungkamnya dengan ciuman dibibirnya
Lusiana tak bisa mengelak lagi hanya pasrah dan meladeni Alex dengan ciuman dan kini tangan suaminya itu sudah berkelana kemana-mana mengexplor tiap inci tubuh Lusiana dengan sentuhan-sentuhan lembutnya
Erangan dan des*han terdengar kembali di kamar itu saat Alex menyentuh dan memainkan puncak dari benda kenyal milik istrinya dengan lidahnya,Lusiana mengelus kepala Alex dan makin membenamkannya ke dadanya,Alex yang makin menggila terus saja menciumi istrinya meninggalkan jejak cinta disana,ciuman Alex makin ganas menyusuri perut dan semakin menuju ke bawah sana menemukan lembah cinta nya,lidahnya terus bermain dan menari pada satu benda menyerupai sebutir kacang disana
"ahh....sa..yang..." racau Lusiana
Racauan sang istri makin membuatnya bersemangat dan merasa berhasil memberi sentuhan nikmat pada istrinya,Lusiana meremas kepala suaminya yang semakin.....
__ADS_1