
"Miranda...???!!" pekik Lusiana tapi demgan suara yang tertahan namun penuh penekanan
Naya menoleh ke arah Lusiana
"nyonya mengenal ibuku?" naya menatap lusiana dan lusiana mengangguk
"Dialah Miranda sahabat tante..." ujar Lusiana dengan tatapan nanar,tiba2 air mata Lusiana mengalir.
"Apa yang terjadi Mir...sekian lama kau tak memberiku kabar dan sekarang aku bertemu denganmu seperti ini???" Lusiana tergugu dalam tangisnya,naya yang menyaksikan hanya terdiam terpaku,menatap Lusiana yang menangis memegangi tangan ibunya dan mengelus pipi ibunya
"Mir...tahukah kau,aku sangat kehilangan saat kau tak lagi menghubungiku,dan kau tau? Naya bersamaku sekarang,dia bersamaku mir...bangunlah,apakah kau tidak ingin melihatnya?" Lusiana masih terisak sejenak dia mencoba menenangkan dirinya dan kemudian menoleh pada naya
"Naya,aku dan ibumu adalah sahabat,sejak di SMA dulu, hingga di bangku kuliah kami selalu bersama, tapi sejak ibumu menikah aku kehilangan kontak dengannya,karena ponselnya tidak bisa dihubungi dan aku harus pergi mengikuti suamiku" Lusiana mengelus kepala Naya
"Mulai saat ini jangan panggil nyonya,panggil tante saja ya nak.." ucap Lusiana masih dengan raut muka sendunya,naya mengangguk,perasaannya bercampur sedih dan bahagia saat ini,sedih karena keadaan ibunya dan bahagia karena merasa dia tak sendiri lagi
.
.
.
Haris baru saja menyelesaikan pertemuannya dengan Tuan Beni untuk masalah bisnis,
"Trimakasih Tuan karena sudah meluangkan waktu untuk pertemuan kita" Haris hanya mengangguk dan bersiap pergi dari sana
Tuan Beni menunduk hormat pada Haris,padahal dari segi umur tentu saja Tuan Beni jauh diatas Haris,tapi dalam dunia bisnis uang dan kekuasaan lah yang akan membuat semua orang menunduk hormat
"Ben,kau awasi tua bangka itu,jangan sampai dia berbuat curang" ucap Haris saat telah berada dalam mobilnya
"baik tuan" jawab Ben
"Tua bangka itu tidak bisa dipercaya begitu saja" lanjut haris lagi,Ben mengangguk mengerti
"Bagaimana dengan orangmu yang mengawasi Agnes?" tanya haris kemudian
"Nona Agnes tinggal di sebuah Apartemen tuan" jawab Ben yang kemudian menyerahkan sebuah amplop coklat,Haris menerima amplop itu dan membukanya,terlihat foto-foto Agnes disana,Harispun tersenyum
Ben melajukan mobil menerobos kepadatan jalanan yang memang saat itu adalah jam pulang kerja,sementara Haris masih sibuk mengamati foto-foto Agnes yang diambil oleh orang suruhan Ben untuk menguntit Agnes
Terlihat Haris yang begitu bahagia melihat foto pujaan hatinya yang selalu menolak cintanya itu,hingga tak terasa mobil mereka memasuki pekarangan mansion milik Haris
Haris memasukkan kembali foto-foto itu dalam amplop dan keluar dari mobil menuju mansion
"kau boleh pulang Ben" ucap haris seraya mengibaskan tangannya pada Ben.
"baik tuan"
.
.
.
di mansion milik Ken
__ADS_1
"Dimana Kenan?" tanya Alex pada pelayan
"Tuan muda ada di ruang kerja bersama Tuan Jodi,Tuan.." jawab pelayan itu menunduk,Alex mengangguk dan memilih duduk di ruang keluarga,tak lama Key pun muncul
"Papa,sedang apa?kenapa sendirian? apa mama belum pulang?" tanya Key yang langsung duduk disamping Alex
Alex tersenyum dan membuka lengannya membiarkan putrinya menyandar disana dengan nyaman
"Mamamu akan pulang sebentar lagu,papa sedang menunggunya disini" jawab Alex,tangannya membelai-belai rambut panjang Key dengan sayang
"aih...aih...senangnya berduaan...." Lusiana tiba-tiba muncul dan langsung duduk di sebelah Key
"Jangan bilang kau cemburu dengan anakmu sendiri sayang," Alex meraih wajah istrinya sengan posisi lengannya masih ada Key menempel manja disana
"Tentu saja aku cemburu..." Lusiana mengerucutkan bibirnya
"ishh...mama...oke..oke papa hanya milik mama...puas?" Key bangkit dari sisi Alex pindah ke samping Lusiana,Alex hanya terkekeh melihat dua wanita yang dicintainya
Lusiana langsung mendekat dan memeluk Alex dan memberi tatapan mengejek penuh kemenangan pada Key
Lagi-lagi naya hanya berdiri terpaku melihat kebahagiaan keluarga itu,segera naya pamit menuju kamarnya untuk membersihkan diri
"Mamah dari mana saja?" Key memulai pembicaraan
"Kan mama dari rumah sakit menemani naya,kau tau itu bukan?" Lusiana menatap key dengan posisi masih dalam dekapan Alex
Mereka memang selalu seperti itu
''oh ya pah..ada yang ingin mama sampaikan kepada papa" Lusiana menatap suaminya dengan serius
"Kau juga boleh mendengarnya karena kau memang sudah terlanjur ada disini" Lusiana memberikan tatapan menggoda pada Key, Key memutar matanya
"Ada apa sayang?" Alex bertanya
"Ibu nya Naya adalah Miranda pah..sahabat mama" Lusiana menatap suaminya dengan tatapan sendu,Alex nampak terkejut dengan penuturan istrinya
"Benarkah..?" Alex masih tak percaya,Lusiana menggangguk
"Dan keadaannya sungguh membuat hati q bagai tersayat" sambung Lusiana lagi dan wajah cerianya yang tadi saat menggoda Key seperti hilang begitu saja,matanya kini berkaca-kaca Alex yang melihat istrinya begitu bersedih segera memeluknya
Key mendekat dan ikut mengusap lengan ibunya
"Memangnya seperti apa keadaan ibunya naya mah?" tanya Key lirih,perlahan Lusiana melepaskan pelukan Alex dan beralih menatap Key
"Tante Miranda koma sayang,dan itu sudah 5 tahun,sekarang kondisinya kritis" tangis Lusiana pecah saat itu juga,dia tak bisa membayangkan kehidupan Naya 5tahun belakangan ini dengan kondisi ibunya yang seperti sekarang,dan Naya hidup dibawah tekanan ibu tirinya,dijadikan pelayan di rumahnya sendiri.
Key yang mendengar cerita Lusiana pun geram dibuatnya,
"Sungguh mereka keterlaluan mah,kenapa naya tidak melawan?" Key berucap dengan tatapan dingin
"Sayang,menurut info yang Ken dapatkan ibu tiri Naya selalu mengancam akan menyakiti ibunya Naya jika dia tidak melakukan apa yang dia perintahkan,Naya tidak punya pilihan" Jawab lusiana yang mulai bisa mengontrol emosinya
Key terdiam
"siapa sebenarny gadis itu mah?" tanya Key akhirnya,dan Lusiana menceritakan segalanya tentang gadis itu,Key akhirnya tersenyum mwngerti
__ADS_1
"Rupanya Saudara kembar q yang menyebalkan itu telah membuka hatinya yang se keras bongkahan es batu kutub utara untuk gadis itu"
batin Key
"Apa kalian sedang membicarakanku?" Ken yang tiba2 datang mengejutkan semua orang
"ish..percaya diri sekali kau ini" Key menatap sinis pada Ken
"Telingaku sangat panas sedari tadi" ucap Ken lagi
"Hey anak nakal, telingamu panas itu karena akan mendapatkan jeweran mamah ini" Lusiana menarik telinga Ken
"aaawwhh sakit maaah..." Ken meringis kesakitan,Lusiana tergelak terlihat sangat puas karena telah menganiaya putranya
"sakit mah,bisa-bisa telingaku panjang seperti keledai nanti" Ken mendengus kesal mengusap-usap telinganya yang memerah
"Sayang kemarilah" Lusiana tersenyum dan mengulurkan tangannya pada Ken
Ken menatap ibunya penuh selidik seakan mencurigai sesuatu
"kau kenapa sayang? kau mencurigai mama?" Lusiana melotot
"Mama bukan sedang merencanakan jeweran yang lain kan?" tanya Ken penuh kecurigaan,Alex dan Lusiana tergelak
"Tidak sayang,kemarilah..mama ingin bicara" lanjut Lusiana tapi ken masih menatap curiga
"kau ini Mafia tapi takut sekali kena jewer di telinga hahaha" Key mengejek Ken
"Siapa bilang Aku takut?" Tukas Ken yang lalu melangkah mendekat ke ibunya dan meraih tangan Lusiana sembari duduk di sedepannya
"Sayang...terimakasih ya.."Lusiana menangkup rahang Ken
"Terimakasih untuk apa mah?" ken mengernyitkan keningnya tak mengerti
"Terimakasih karena telah menemukan Naya dan membantu Sahabat mama" lanjut Lusiana lagi yang semakin membuat Ken bingung
"Maksud mama apa?" tanya ken kemudian
"Sayang, Tante Miranda adalah Ibunya Naya,Sahabat mamah" Lusiana mengulas senyum,Ken melebarkan matanya
"Sahabat mama?" ken mengulangi perkataan Lusiana
"iya sayang,dia sahabat baik mamah,sangat baik" Lusiana mulai berkaca-kaca hendak menangis lagi
"Mama ingin membawanya ke negara tempat tinggal mamah untuk mengobatinya" Alex yang merasa keputusan istrinya ini diambil tanpa melibatkannya merasa terkejut
"Sayang...benarkah kau ingin membawanya bersama kita?" tanya Alex dan Lusiana mengangguk
"Apa kau keberatan?" Lusiana menatap manik mata suaminya
"Sayang,apakah itu tidak beresiko?dia dalam keadaan kritis bukan?" tanya Alex lagi
"Kau adalah Alex Smith dan kau pasti bisa melakukan sesuatu" Lusiana menggenggam tangan suaminya,Alex melihat kesungguhan di wajah istrinya dan dia tidak tega jika harus mengecewakannya akhirnya Alex mengangguk
"Trimakasih sayang...teimakasih" Lusiana memeluk erat suaminya
__ADS_1
"Tapi,apa Naya akan setuju?apakah mama sudah membicarakannya pada Naya?" Key terlihat cemaa saat mengucapkan pertanyaan itu