
"Tuan Haris akan menemui anda hari ini tuan" Rendi memecah keheningan dalam mobil yang hanya ada dirinya dan Jack didalamnya.
"Apa yang dia inginkan sebenarnya" Jack menimpali pernyataan Rendi asistennya.
"Dia hanya mengatakan ingin bertemu denganmu dan membicarakan sebuah kerjasama yang saling menguntungkan,begitu katanya tuan"
"Hmmm baiklah,jam berapa pertemuanku dengannya?"
"Dia tidak memberitahukan waktunya tuan,dari informasi yang kudapat dari sekertaris anda dia akan memberi kabar saat dia akan menemuimu"
"Cih...aku bahkan tidak mengenalnya dan dia sudah seenaknya saja,biarkan dia menunggu saat dia datang nanti,bukan aku yang membutuhkan dia bukan?" Jack gerah juga dengan kelakuan Haris.
"Baik tuan"
Mobil melaju melesat memecah padatnya arus lalu lintas karena memang ini adalah jam berangkat kerja di kota itu.
Perjalanan selama 30 menit itu akhirnya mengantarkan Jack di perusahaan Dawson Group miliknya.
Memasuki gedung pencakar langit yang begitu gagah berdiri tegak,Jack disambut para karyawan dengan senyum hormat pada pemimpin perusahaan.
Kaki jenjang milik Jack membawa sang pemilik terus melangkah menuju lift khusus miliknya dan seger lift itu membawa Jack dan Rendi ke lantai dimana ruang kerjanya berada.
Tak jauh dari pintu ruangan Jack terlihat Sherly sekertaris yang di rekrut oleh perusahaan Jack menjadi sekretaris.Gadis yang begitu cantik dan selalu memakai pakaian sexy itu bersiap menyambut kedatangan Jack atasannya.
Senyum sumringah selalu menghiasi wajah gadis dengan bibir merah menyala itu.
"Selamat pagi pak" Sherly menyapa Jack seperti biasa.
"Hmmm" dan seperti biasanya juga hanya jawaban itu yang terdengar.
Namun itu tak membuat sang sekertaris mundur teratur untuk menarik perhatian Jack.
Yaa...Sherly selalu berusaha menarik perhatian atasannya,telah begitu lama dia menyukai Jack tetapi tak pernah ada kesempatan yang di berikan oleh Jack padanya untuk sekedar mengobrol diluar tema pekerjaan.
Jack masuk keruangannya diikuti Rendi,tak lama setelahnya terdengar pintu di ketuk.
"Masuk"
"Pak ini saya bawakan kopi untuk anda" Sherly dengan nampan berisi secangkir kopi dia letakkan di meja didepan sebuah sofa.
"Kok cuma satu Sher?" seperti biasa Rendi akan selalu menggoda Sherli di tiap kesempatan.
"Ish..jika kau mau kau bisa buat kopimu sendiri,kau tau kan dimana letak pantry?" jawab Sherly sengit.
"Kenapa tidak sekalian tadi,kau kan tahu aku ada disini" ujar Rendi lagi.
"Aku bukan pelayanmu" cebik Sherly lagi,Rendi tergelak kecil,Jack yang menyaksikan itu pun hanya menggelengkan kepalanya.
"Saya permisi pak" ucap Sherly seraya melangkah menuju pintu keluar sementara pandangannya tak kepas ke arah Jack.
"Langkahmu kemana matamu kemana..." celoteh Rendi,sontak membuat Sherly begitu jengkel dan menghentakkan kaki.
__ADS_1
Rendi tergelak melihat kelakuan Sherly, tak lama gadis itu menghilang dari balik pintu ruangan Jack.
Rendi segera duduk di sofa dan menyesap kopi yang dibawa Sherly.Yupz...memang Rendi lah yang selalu meminum kopi itu tiap pagi tanpa Sherly tahu.
Jack tidak pernah menyentuh kopi dari sekertarisnya sejak pertama kali gadis itu menjadi sekertarisnya.
"Sebaiknya kau tidak usah menggoda dia tadi" ucap Jack tiba-tiba.Rendi hanya tersenyum dan menghabiskan kopinya.
"Gadis itu tertarik padamu tuan"
"Aku tahu,tapi aku tak tertarik padanya" jawab Jack.
"Aku tahu,hanya Kanaya yang menarik perhatianmu saat ini boss" ujar Rendi dan Jack hanya tersenyum.
Haris memasuki perusahaan milik Jack bersama Ben.
"Aku ingin bertemu dengan tuan Jack Dawson" ucap Ben pada resepsionis.
"Maaf tuan,apakah anda sudah membuat janji?"
"Katakan saja tuan Haris yang datang"
"Baik tuan,silahkan tunggu sebentar" gadis resepsionis itu tampak menghubungi seseorang.
"Silahkan naik ke lantai 20 tuan" ucap gadis itu setelah menutup telponnya.
Haris dan Ben melangkah menuju lift,dan memencet angka yang tadi disebutkan oleh resepsionis.
Tring....
"Tuan Haris?" tanya Sherly dan haris hanya mengangguk.
"Mari ikut saya" ujar Sherly seraya berjalan memandu dua pria tinggi besar itu menuju ke sebuah ruangan.
"Silahkan menunggu disini,tuan Jack sedang sibuk saat ini,saya diperintahkan membawa anda ke ruangan tunggu ini" ujar Sherly.
"Brengsek...!!! apa dia tidak tahu kalau aku juga sibuk??? katakan padanya untuk menemuiku sekarang juga!!!" Haris begitu emosi saat dirinya diminta menunggu.
"Ma..maaf tuan,saya hanya menjalankan perintah" Sherly ketakutan.
"Tuan,tidak ada salahnya kita menunggu,mungkin tuan Jack memang sedang sibuk" ujar Ben menenangkan.
"Waktuku tersita jika seperti ini Ben..!!" geram Haris begitu kesal.
"Kami akan menunggu disini" ucap Ben pada Sherly dan segera Sherly keluar dari tempat itu.
"Astagaaa...dia hampir memakanku hidup-hidup tadi'' ucap Sherly yang masih berdiri di depan pintu ruang tunggu yang tertutup,dia masih terkejut dengan expresi Haris tadi,tangannya masih memegangi dadanya.
Tok..tok..tok..
"Masuk"
__ADS_1
"Pak,tamu anda menunggu di ruang tunggu" lapor Sherly pada Jack.
"Biarkan dia menunggu" ujar Jack.
"Ta..tapi pak..."
"Apa dia tidak mau menunggu?kalau begitu suruh dia pergi" lanjut Jack lagi.
"Mereka menunggu pak,tapi tadi salah satu dari mereka marah-marah" tutur Sherly.
"Cih...biarkan mereka menunggu,aku akan menemuinya nanti kau kembali ke ruanganmu" tukas Jack.
Sherly pun menuruti perkataan atasannya dan segera pergi keruangannya.
"Apa kau akan membuat Haris menunggu tuan?" Rendi bertanya.
"Ck..bahkan sebelum menunggu saja dia sudah uring-uringan" ujar Rendi lagi.
"Ini kantorku tapi mereka bersikap seolah mereka adalah atasanku,seenaknya saja datang dan memarahi sekertarisku,sedikit memberi pelajaran tidak salah bukan?" ujar Jack dengan sinisnya.
"Kau benar tuan,mereka yang menawarkan kerjasama pada kita tapi sikap mereka seolah kita yang membutuhkan mereka'' Jack hanya tersenyum sinis menanggapi ucapan Rendi.
Setengah jam sudah Haris dan Ben berada di ruangan itu.
"Sampai kapan aku harus menunggu seperti ini Ben??!! benar-benar kurangajar sekali,membuat seorang Haris menunggu lama..!!!" Haris berteriak kesal.
"Kita tunggu 5 menit lagi tuan,jika Jack belum juga menemui kita maka kita pergi saja dari sini"
"Bukan pergi dari sini Ben tapi hancurkan gedung ini...!!!!!" sesaat setelah Haris mengucapkan kalimat itu tiba-tiba pintu terbuka.
"Siapa yang ingin menghancurkan gedung perusahaanku?" tanya Jack dengan wajah datar.
"Akhirnya kau muncul juga Jack" ujar Haris dengan muka yang masih merah padam karena kesal.
"Maaf telah membuatmu sedikit menunggu tuan...??"
"Haris" Rendi menjawab
"Ah ya..tuan Haris,apa yang membuat anda berkunjung ke kantorku?" tanya Jack
"Sedikit katamu? aku menunggumu setengah jam dan kau bilang sedikit???!" Haris menekan suaranya.
Jack hanya tersenyum sinis.
"Aku sedikit sibuk hari ini tuan,jadi kuharap kau cepat utarakan maksudmu,karena waktuku tak banyak" ujar Jack yang sukses membuat Haris makin kesal.
"Sombong sekali kau Jack,aku hanya menawarkan kerjasama padamu" Haris mulai tenang.
"Kerjasama seperti apa yang ingin kau tawarkan? jika itu tidak menguntungkanku maka lebih baik lupakan" Jack masih dengan mode dingin dan datar.
"Cih...ini akan menguntungkanmu tentu saja" ujar haris.
__ADS_1
"Katakan" ucap Jack
"Kau pasti mengenal Kenan Smith bukan?" Haris memulai pembicaraan inti.Jack hanya terdiam dan menatap tajam Haris yang kini malah tersenyum tipis.