Upik Abu Kesayangan Bos Mafia

Upik Abu Kesayangan Bos Mafia
bab 20


__ADS_3

Agnes mengamati naya dari ujung kaki hingga ujung kepala dengan tatapan yang tak dapat diartikan,Naya yang menyadari tatapan Agnes yang cenderung tidak menyukainya itu langsung menunduk,Key berjalan menghamipir Naya


"Aku Keyla, kau bisa memanggilku Key" ucap Key yang mengulurkan tangannya meminta bersalaman,Naya ragu-ragu dan menatap pada Lusiana yang menganggukkan kepalanya pada naya,dan Naya pun meraih tangan Key


"Naya.." ucap naya singkat Alex dan Lusiana tersenyum


"kapan kita akan mulai makan mah? Ken sudah lapar" ujar ken yang jenuh sedari tadi melihat adegan perkenalan yang menurut Ken itu terlalu Ribet


"owh anak nakal mama sudah lapar rupanya ya? ayo kita makan sekarang,ayo semuanya duduk" terlihat naya yang hendak melangkahkan kakinya


"Naya? kau mau kemana nak?" tanya Lusiana


"saa...saya..mau ke dapur Nyonya" jawab naya yang terkejut saat namanya dipanggil tadi


"kenapa kedapur? bukankah pekerjaan di dapur sudah selesai? sekarang saatnya makan nak" Lusiana mengernyitkan dahi


"iya nyonya...saya...makan di dapur saja" jawab naya,Lusiana bangun dari kursinya dan menghampiri Naya,tanpa menunggu persetujuan dari Naya,Lusiana memegang pundak naya dan mendorong naya perlahan untuk duduk di kursi di samping Key karena Key tengah duduk di samping Lusiana dan kemudian ada Alex juga Ken dan tentu saja Agnes memilih kursi yang berdekatan dengan Ken


"Duduk disino dan makan bersama kami" ujar Lusiana setelah Naya dengan sangat penurut mengikuti kemauan Lusiana


Agnes yang meliha itu merasa geram


"siapa gadis ini?kenapa tante sangat perhatian padanya?bahkan aku tidak pernah mendapat perlakuan itu dari tante Lusiana"


batin Agnes ngedumel tak terima,tangannya terkepal di bawah meja,Key sangat jelas melihat perubahan wajah Agnes hanya tersenyum tipis,


"ada yang cemburu rupanya hahaha" batin Key saat melihat Agnes


Melihat Lusiana hendak meraih makanan di meja naya spontan bangun dari duduknya


"nyonya biar saya saja.." Sebelum Lusiana berkata Apapun Naya dengan cekatan mengisi piring Lusiana dengan makanan tadi, Lusiana terperangah dan tersenyum,


Agnes menatap naya dengan tatapan tidak suka


"cih...cari muka" gerutu Agnes


"sudah cukup naya.."ucap Lusiana


"lalu bagaimana dengan anda Tuan besar? mana yang anda inginkan?" naya bertanya pada Alex,dan Alex yang sedari tadi terdiam karena terkagum dengan sikap naya segera tersadar


"berikan yang sama seperti yang kau berikan pada istriku" jawab Alex, naya menuruti permintaan alex,


"Dan anda Tuan?" Naya menatap Ken yang tengah gugup saat pandangan mereka bertemu,ada debaran yang tak wajar di jantungnya


"a..aku..aku bisa makan apa saja" jawab Ken singkat,naya yang telah tau porsi tuannya itu segera mengisi piring Ken sesuai porsinya


"kenapa dengan detak jantungku ini?? astaga...apakah ini serangan jantung lagi??"


batin ken,yang tanpa sadar dia memegang dadanya


Lusiana menangkap gelagat anaknya yang sedang gugup, Lusiana hanya menggeleng pelan sambil tersenyum


"Nona...apa anda.."


"tidak usah naya,aku bisa sendiri" ucap Key santai dan mengisi piringnya sendiri, belum sempat naya bertanya pada Agnes tapi Agnes segera mengisi piringnya sambil menatap naya tak suka,hingga tanpa sengaja Agnes menyendok makanan dengan kasar dan menimbulkan bunyi yang mengejutkan,hingga semua orang menatap Agnes

__ADS_1


"ma..maaf...aku terlalu bersemangat hehe..." ucap Agnes menutupi rasa malunya


"minum ini,biar kau tidak kepanasan" ujar Key mengulurkan gelas air minumnya sambil menahan tawa


"tidak perlu,aku sudah ada" jawab Agnes yang benar-benar meminum air dadi gelasnya,Key semakin tergelak hingga dia tersedak


"uuuhuukk..uhuuk..uhukkk"


Naya segera memberikan air minum dalam gelas dan menepuk punggung Key pelan


Key menoleh pada naya dengan wajah yang memerah karena tersedak tadi,ada rasa senang dalam hati Key,


"sudah..sudah...jangan bicara lagi saat makan,kau jadi tersedak kan?" ucap Lusiana


"trimakasih" ucap key pada naya dan naya hanya mengangguk,sekali lagi Ken terpesona dengan sikap Naya,tatapan kagum Ken terlihat oleh Agnes dan tentu saja Agnes jadi semakin tidak suka pada Naya


.


.


.


Ben memasuki ruangan Haris untuk memberikan informasi yang diminta Haris


"tuan.."


"kau sudah dapatkan apa yang ku minta?" tanya Haris


"sudah tuan,dan wanita yang bersama nona Key adalah nona Agnes tuan.." lapor Ben


"sudah kuduga,aku ingin kau mengirim seseorng untuk mengintai Agnes dan laporkan semua kegiatannya" Haris memberi perintah


belum juga Ben pergi haris memanggilnya lagi


"Ben"


"iya tuan" jawab Ben yang kemudian berbalik kembali


"jam Berapa pertemuanku dengan Tuan Beni?"


"sekitar setengah jam lagi tuan"


"baiklah,kau boleh pergi" ucap Haris dengan menggerakkan tangannya, Ben menunduk dan segera keluar dar ruangan Haris untuk segera menjalankan perintah dari tuannya


.


.


.


Tuan Beni bersiap untuk bertemu dengan Haris,bagi Tuan Beni Haris adalah malaikat penolong yang datang meyelamatkan perusaan Tuan Beni yang saat itu tengah diujung kebangkrutan, Haris menggelontorkan sejumlah dana yang cukup besar yang berhasil meyelamatkan perusahaan Tuan Beni hingga masih berdiri kokoh sekarang,sementara di rumah Tuan Beni fella telah membersihkan diri dan memantaskan diru didepan cermin,fella bahakan telah melupakan kejadian yang merenggut mahkotanya sebagai seorang gadis hanya karena transferan uang yang Tuan Beni berikan padanya


Fella menatap dirinya di cermin,memoles wajahnya dengan make up


"aku akan menjadi nyonya Beni" gumam naya menakup pipinya sendiri di depan cermin

__ADS_1


"menjadi Istri ke 4 pria tua bangka itu bukan menjadi impianku,tapi bersamanya aku bisa mencapai mimpiku bukan?" Fella tersenyum menatap dirinya lagi di cermin melihat lagi bekas tamparan Hani disana


"aku akan membuat kalian menyesal karena telah menyiksaku,lihat saja,Tuan Beni akan lebih menyayangiku,dan selanjutnya kalian akan melihat apa yang akan aku lakukan pada kalian saat waktunya tiba nanti" Fella tersenyum picik memikirkan apa yang akan dia lakukan pada ke 3 istri Tuan Beni,dan tentu saja dia akan membalasnya lebih kejam


.


.


.


Di rumah soraya tengah asyik dengan tas belanjaan nya,soraya baru saja menghabiskan uang yang Fella kirimkan untuk membeli semua barang yang dia inginkan,fella mentransfernya 250 juta dan saat itu soraya terpekik kegirangan,sempat terpikir kenapa uang bagiannya hanya segitu,tapi dia tak ambil pusing dia akan memintanya lagi pada fella saat dia membutuhkannya nanti


Fella mentransfer semua uang yang dia terim dari Tuan Beni,karena fella yakin, saat dia melayani Tuan Beni nanti dia akan mendapatkan lebih dari itu


" ibu..banyak sekali belanjaan ibu,apa semua ini barang-barang ibu? ibu tidak membelikanku sesuatu?" tanya silvi yang melihat ibunya sibuk dengan barang-barang


"tentu saja ibu membelikanmu ini...ini...dan ini..lalu ini juga untukmu" soraya memberikan beberapa paper bag berisi tas,baju dan sepatu juga perhiasan untuk silvi


"yey...trimakasih ibu.."


"iya iya sudah sana jangan ganggu ibu" ujar soraya mengibaskan tangannya mengusir silvi


silvi tak perduli dengan sikap ibunya yang terpenting ibunya membelikan semua yang dia pegang sekarang,dia berlari kecil menuju kamarnya,sebelum membuka pintu silvi berbalik


"ibu,kapan upik abu kembali bu? aku bosan makan telor ceplok buatan ibu itu" silvi menunduk menatap ibunya yang ada di lantai bawah


"mana ibu tau,ibunya yang seperti mayat hidup itu kan ada di rumah sakit entah sampai kapan,


memangnya kenapa dengan telor ceplok buatan ibu hah?jika kau bosan kan masih ada mie instant" jawab soraya enteng


"ish..mie dan telor setiap hari aku bosan bu" silvi sewot soraya masih tak perduli dia tetap sibuk dengan barang-barangnya


tok.tok tok


"silvi ada yang mengetuk pintu,coba kau buka siapa yang datang" ucap soraya masih pada posisinya


"issh ibu ini kan silvi ada diatas bu,ibu yang lebih dekat dengan pintu"


"kau ini,bisa tidak jika di perintah tidak usah membangkang..!!" bentak Soraya


"iya. iyaa silvi bukaa..!!" masih dengan nada sewot


saat pintu di buka silvi tertegun menatap seorang wanita yang umurnya bisa di pastikan seumuran dengan ibunya


"cari siapa?" tanya silvi


"ini silvi bukan ya?" tanya wanita itu


"iya aku silvi'' jawab silvi dengan muka bingung


"kau siapa?" lanjut silvi lagi


"apa Nona Kecil...emmm maksud ku apa nona Kanaya ada?" tanya wanita itu lagi


Soraya yang merasa anaknya telah lama di luar dan belum juga masuk pun segera bangkit untuk menghampiri silvi

__ADS_1


"siapa yang datang silvi?'' soraya melongok ke luar


"Yenni..??!!"


__ADS_2