Upik Abu Kesayangan Bos Mafia

Upik Abu Kesayangan Bos Mafia
bab. 43 Pernyataan cinta


__ADS_3

Ternyata...memang benar dia telah berpakaian.


Syukurlah...Naya menghembuskan nafas lega.


Jack masih tergelak,gemas dengan tingkah Naya.


"Kau pasti mengira aku menipumu bukan?" tepat sekali Jack menerka,membuat Naya merona karena malu.


"Ayo kita kebawah,aku ingin mengobrol denganmu" Jack menarik tangan Naya.


"Kita mau kemana Jack?" Naya menghentikan langkahnya karena ini bukan jalan menuju lift.


"Kita akan kebawah,memangnya kenapa?"


"Tapi lift nya disana kan?" ujar Naya.


"Aku ingin turun dengan tangga,ayo" Jack menarik tangan Naya lagi,dan Naya pun tak menolak.


Sampai di lantai bawah Jack mengajak Naya ke halaman belakang,dimana disana ada sebuah kolam renang dan taman yang begitu indah dan rapi.


"Mau apa kita kesini Jack?"


"Sudah ku bilang kita akan mengobrol" ujar Jack mengajak Naya duduk di bangku ditaman itu.


Bi Asih tersenyum melihat kedua insan itu,wanita paruh baya itu sudah sedari tadi menyaksikan keduanya sejak dari saat turun tangga.


Tiba-tiba suasana hening,entah mengapa rasa canggung mendadak muncul menyerang keduanya.


"Apa yang ingin kau bicarakan denganku Jack?" akhirnya pertanyaan itu terucap setelah mengumpulkan keberanian.


"Banyak yang ingin ku bicarakan denganmu Nay" Jack menjawab dengan tatapan mata yang begitu teduh.


Naya terhenyak sejenak mendapatkan tatapan teduh itu,benar-benar sebuah tatapan yang sanggat berbeda dari seorang Jack.


"Katakan..." ucap Naya lembut,yang sukses membuat darah Jack berdesir,ada getaran aneh yang dia rasakan saat ini.


"Apakah bi Asih sudah memberitahumu?"


"Soal makan malam?" tanya Naya dan Jack hanya mengangguk.


"Ya,bi Asih sudah membaritahuku,tapi..."


"Tapi apa?" Jack memotong kalimat Naya.


"Tapi untuk apa makan malam direstoran? apakah kau sedang ulang tahun?" pertanyaan Naya sontak membuat Jack tergelak.


"Naya...kau sungguh sangat menggemaskan" ucap Jack yang masih tersenyum.


"Kenapa? apa pertanyaanku salah?"


"Tidak Naya pertanyaanmu tidak salah,dan makan malam kita nanti bukan karena aku sedang ulang tahun,"


"Lalu?" tanya Naya dengan raut wajah meminta penjelasan.


"Aku hanya ingin mengajakmu makan malam diluar,agar tidak bosan"


"Kau bosan dengan masakanku??" expresi Naya sungguh di luar dugaan,dan Jack di buat pusing dengan semua pertanyaan itu.


"Tidak..Nay..bukan itu maksudku..."


"Lalu kenapa? kau bilang tadi makan diluar agar tidak bosan bukan? artinya kau bosan dengan masakanku begitu kan?" cecar Naya dengan bibir mengerucut.


"Ish...kenapa jadi rumit begini sih? bukan...bukan begitu,aku ingin mengajakmu makan malam ditempat yang......"

__ADS_1


"Yang..???" ulang Naya yang menunggu kelanjutan kalimat Jack.


"Yang romantis...." ucap Jack,mata Naya melebar detak jantungnya mendadak berpacu tak menentu.


"Astaga...apa tadi dia bilang??? makan malam romantis??? ya Tuhan....kenapa aku mendadak sesak nafas begini????"


Naya masih ternganga tak percaya dengan apa yang di dengarnya dari Jack.


"A...apa tadi kau bilang Jack??? ma..makan malam romantis?" tanya Naya tak percaya.


Jantungnya makin berdebar saat Jack mengangguk mengiyakan kebenaran ucapannya dengan meraih tangan Naya.


"Naya..." Ucap Jack lembut,bahkan begitu lembut membuat Naya tak berkutik.


"Aku mencintaimu" bagaikan Angin semilir yang menyejukkan,ucapan lembut itu terucap begitu hidmat dan dalam.


Sejenak mata keduanya terkunci dalam tatapan ,terbawa suasana yang begitu syahdu.


"Aku mencintamu Naya,maukah kau menjadi bagian dari hidupku?" ucap Jack lagi.


Tiba-tiba Naya melepaskan genggaman tangan Jack dan merubah posisi duduknya yang tadinya berhadapan dengan Jack kini malah Naya menghadap ke arah taman di depannya.


"Ke..kenapa Nay?" Jack mulai panik.


"Ish...kau ini,harusnya kau mengatakannya nanti saat kita makan malam,dasar tidak romantis" ucap Naya dengan expresi ngambeknya.


Seketika raut panik Jack berubah menjadi tawa.


"Maafkan aku,tadinya aku ingin mengngkapkannya saat makan malam nanti,tapi kau membuatku mengatakannya saat ini" ucap Jack seraya menakup kedua pipi Naya yang mengembung karena wajah cemberutnya.


"Aku akan mengulanginya nanti malam saat kita makan malam oke?" ujar Jack lembut.


"Ish.. tidak perlu" tukas Naya.


"Tidak perlu? kenapa? bukankah kau ingin suasana romantis hem?" tiba-tiba Naya memegang tangan Jack,menghentikan tangan itu yang sedang membelai- belai rambutnya.


"Apa itu artinya kau menerimaku?" tanya Jack penasaran,dan anggukan Naya menjawab segalanya.


"Terimakasih Nay...terimakasih telah menerimaku,aku sungguh mencintaimu" ucap Jack dan dia telah berhasil membawa Naya dalam pelukannya.


"Aku juga mencintaimu Jack" ucap Naya membalas pernyataan cinta Jack.


"Sepertinya kita perlu merayakan ini tuan" bi Asih tiba-tiba muncul dengan membawa nampan.Mendengar itu Naya dan Jack pun sontak menoleh.


"Sejak kapan bibi ada disana?" tanya Jack.


"Maafkan bibi tuan,bibi mendengar dan melihat semuanya" ujar bi Asih yang kemudian spontan menutup mulut dengan tangannya.


Pernyataan bi Asih membuat muka keduanya merona malu.


"Bibi ikut bahagia tuan,nona..sungguh bibi sangat bahagia" bi Asih mulai berkaca-kaca.


"Ish..bibi...sudah jangan sedih" Naya menghampiri bi Asih.


"Ini untuk kami kan bi?" Naya mengambil Nampan dari tangan bibi.


"Ah iya iya..nona bibi hampir lupa,ini minuman dan cake untuk kalian,nikmatilah waktu kalian,bibi masuk dulu" Wanita paruh baya itu segera berbalik masuk ke dalam,ada secercah kebahagiaan yang terpancar dari raut muka wanita yang telah merawat Jack itu,dia merasa kehadiran Naya akan membuat mansion itu penuh kebahagiaan.


Sementara di kantor Ken masih memikirkan apa yang dia dengar dari alat penyadap di ruangan Jack barusan.


Ken merasakan kemarahan yang sangat saat Rendi mengucapkan kalau hanya Naya yang bisa menarik perhatiannya,dan dadanya semakin sesak saat mendengar jika Jack menyuruh Rendi menyiapkan makan malam di sebuah restoran untuk dua orang.


"Makan malam untuk dua orang? apakah dia akan mengajak Naya? tidak..tidak..ini tidak boleh terjadi"

__ADS_1


Ken menggelengkan kepalanya cepat,dia segera menghubungi Jodi.


"Jod,cari tahu restoran dimana Jack makan malam" Ken langsung menyerocos saat panggilannya diangkat oleh Jodi dan menutupnya tanpa menunggu jawaban dari Jodi.


"Astaga...apa lagi ini? seenaknya saja menelponku dan memutus sambungan,aku bahkan belum mengatakan apapun untung saja dia boss ku jika orang lain sudah kupastikan akan kuhajar dia,sialan"


Jodi menggerutu kesal dengan kelakuan Ken,tapi biarpun sedang kesal Jodi tetap menjalankan perintah dari Boss nya itu.


Telpon berbunyi.


"Ya tu..."


"Jika sudah,kau langsung saja pesankan meja untukku ah..tidak maksud ku satu meja untuk kita."


Tut..tut..tut..


"Bedebaaahh, aku bersumpah akan menghajarmu tuan"


Geram sekali Jodi dengan kelakuan Ken yang sudah dua kali menghubunginya,seenaknya memberi perintah tanpa menunggu jawaban darinya.


Informasi sudah dia dapatkan dan juga Jodi telah melakukan reservasi untuk satu meja agak jauh dari meja yang di pesan oleh Jack.


Jodi memutuskan untuk menghubungi Jack.


"Ya Jod,kau sudah..."


"Restoran Angkasa,meja no 11"


tut...tut...tut...


Telpon terputus setelah Jodi mengatakan itu.


"Sialan kau Jod, kau ingin membalasku rupanya?" Ken kesal.


Dia pun segera bangkit dan menuju ke ruangan Jodi.


BRAKK


Pintu di buka dengan kasar.


"Brengs*k!!! kau mematikan telpon sebelum aku Jod" Ken meluapkan kekesalannya.


"Maaf tuan" ujar Jodi menunduk Hormat.


"Biar kau rasakan apa yang aku rasakan tuan"


gumam Jodi dalam hati,ya tentu saja hanya dalam hati,sedangkan wajahnya saat ini memerah menahan tawa.


"Sialan kau, 11 itu milikku atau Jack?"


"Itu meja yang ku pesan untukmu tuan,meja jack ada di nomor 21"


"Astaga Jod,itu jauh sekali" Geram Ken frustasi.


"Bukankah kita disana untuk mengintai mereka tuan?"


"Tentu saja,kau pikir aku akan makan malam romantis denganmu begitu???" Ken semakin kesal.


"Aku telah memasang penyadap di meja mereka tuan" ujar Jodi dengan wajah tenang,padahal tuannya sudah uring-uringan dan frustasi.


"Oh...bagus kalau begitu Jod,kau memang bisa diandalkan" Ken tersenyum menyeringai.


"Trimakasih tuan"

__ADS_1


"Aku keruanganku sekarang,ingatkan aku jika sudah waktunya kita pergi" Ken melenggang tanpa rasa bersalah meninggalkan Jodi.


Jodi hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah tuannya yang sedang kebakaran jenggot karena pujaan hatinya akan makan malam romantis dengan rivalnya.


__ADS_2