
Lusiana dan Alex berjalan beriringan memasuki gedung Smith Group, dimana itu adalah gedung kantor pusat dari kerajaan Smith yang ia bangun dari nol hingga saat ini telah menjadi perusahaan raksasa yang menaungi berbagai perusahaan yang bergelut di berbagai bidang,walaupun tak dipungkiri peran Kenan Smith yang merupakan anak sulungnya juga sangat berpengaruh dengan kemajuan pesat di perusahaan itu.
Semua karyawan menunduk hormat pada kedua raja dan ratu yang melenggang dengan sejuta pesona khas orang-orang berkasta tinggi.
Beberapa pengawal terlihat dengan setia menjaga sepasang suami istri itu hingga menuju pintu lift khusus bagi para petinggi perusahaan.
"sayang,apa kita perlu memberitahu anak nakal itu jika kita kemari?" tanya Alex pada istrinya
"tidak perlu suamiku,aku ingin membuat anak itu terkjut dan lalu menagih janjinya semalam" ucap Lusiana ringan
"janji?" Alex mengernyitkan dahi
"iya suamiku, anak nakal itu mengabaikanku yang bahkan baru semalam berkunjung,dia menjanjikanku seorang menantu" ucap lusiana dengan senyum tipisnya
Alex hanya tersenyum lebar mendengar jawaban sn istri,tak lama pintu lift terbuka di lantai 20,Alex menggandeng tangan Lusiana bak Abg yang sedang jatuh cinta saja,padahal umur mereka tak lagi muda,tapi memang begitulah, cinta mereka tak larut dimakan usia.
"siska,apa Ken ada?" tanya Lusiana pada sekertaris anaknya
"nyonya besar...Tuan besar ? iya nyonya Tuan Ken bersama Tuan jodi didalam" jawab siska gugup karena terkejut dengan kedatangan tuan dan nyonya besar Smith grup
"baiklah,trimakasih siska" ucap Lusiana ramah
ya,memang Lusiana selalu ramah dengan semua orang tak perduli siapa dan apa kedudukan mereka
tok.tok.tok
Lusiana mengetuk pintu ruangan anaknya,memag begitulah Lusiana walaupun bisa saja dia masuk ke sana tanpa harus meminta izin dari siapapun,tetapi Lusiana tetap memakai sopan santunnya sekalipun itu adalah ruangan anaknya sendiri
Jodi membuka pintu dan langsung terkejut melihat Alex dan Lusiana yang tersenyum padanya
"siapa jod" tanya ken,belum sempat jodi menjawab lusiana pun masuk
"ini mama dan papa nak" ucap lusiana sembari tersenyum dan melangkah memasuki ruangan itu
"mama dan papa ada apa kemari?"tanya ken gugup dan panik karena terkejut dengan kedatangan kedua orang tua terkasihnya
__ADS_1
"memangnya kenapa kalo mama dan papa kemari?" tanya lusiana dengan tatapan menyelidik
"ngga papa si mah ken cuma bertanya kok hehe" ucap ken salah tingkah sendiri
"mati aku..pasti mama menganggap ucapanku semalam itu serius" gumam ken pada dirinya sendiri yang terdengar samar-samar oleh Alex yang berada lebih dekat dengan Ken
"apa yang kau katakan ken?berbicara yang jelas" ucap alex santai
"ngga kok pah ken tidak bicara apapun" jawab ken,Alex menatap penuh selidik, jodi yang sedari tadi jadi penonton mendadak tersentak saat Alex memanggil nanya
"jodi" ucap alex
"i..iya tuan" jawab jodi yang berusaha menyembunyikan perasaan terkejutnya
"kau pasti tau sesuatu kan?" tanya Alex lagi
"maksud tuan?" jodi menatap tak mengerti,pura-pura sih karena dia cari aman saja ðŸ¤
"semalam ken tidak pulang ke mansion,tidak mungkin kau tidak tahu kan?"tanya lusiana dan jodi malah menatap Ken yang menatapnya tajam seolah mengatakan
"jangan katakan apapun jodi atau aku akan membunuhmu"
"sial..kenapa jadi aku yang terpojok?"
umpat jodi
"kenapa kau diam jod?"tanya Alex membuyarkan pikiran jodi yang sedang berpikir keras menemukan jawaban apa yang tepat
"betul tuan,semalam memang saya mengantar Tuan muda ke Apartemen" jawab jodi
"aku tau kau yang mengantar jodi,tapi bukan itu jawaban yang ku inginkan" Lusiana memutar matanya malas
"Apa yang anak nakal ku itu lakukan di apartemennya hingga dia mengabaikan ibunya ini?" lanjut lusiana lagi
Jodi mati kutu,benar-benar tidak bisa menjawab pertanyaan nyonya besarnya ini
__ADS_1
"kami membahas tentang kepulangan nona muda dan juga membahas urusan kantor nyonya" jawaban jodi sekenanya,berharap jawaban itu bisa mengakhiri penderitaannya saat ini yang sedang diintrogasi bagaikan pelaku tindak kejahatan
Lusiana mengernyitkan dahinya mendapati pernyataan jodi tidak sinkron dengan ucapan ken yang notabene sedang dalam proses pendekatan dengan calon menantunya
"apa kau yakin jod dengan jawabanmu? membahas...apa tadi?? kepulangan key dan masalah kantor? lalu bagaimana dengan calon menantu yang kau janjikan pada mama ken?" ujar lusiana mengalihkan pandangannya ke arah ken
"astaga tuan,,anda benar-benar membuat kita dalam masalah besar" rutuk jodi dalam hati
"mama,semalam Ken cuma bercanda ya kan jod hahaha" ken tertawa canggup sembari menatap jodi meminta pembelaan tapi yang ditatap malah membuang pandangan ke arah lain
"kurangajar kau jodi,beraninya kau membiarkanku terpojok begini??? aku akan membunuhmu nanti" kurang lebih begitu arti tatapan mata ken kepada jodi
"apa...??hah?? memangnya aku harus bilang apa? jangan menarikku untuk terjun ke jurang masalahmu tuan" batin jodi,sepasang suami istri itu saling pandang
"jodi...kau sungguh setia pada ken rupanya,aku bangga padamu" ucap Alex dengan tatapan tajam tapi tatapannya kearah Ken
"baiklah kalau tak ada yang mau mengaku,maka mama akan mencari tau sendiri,mama dan papa akan pergi ke Apartemenmu" ucap lusiana seraya mulai berjalan kearah pintu sembari menggandeng tangan suaminya
"maah..mama.." ken berusaha mengejar lusiana seraya menatap jodi seolah meminta jodi melakukan sesuatu,namun jodi hanya menundukan kepalanya yang membuat Ken semakin geram saja
Ken mengejar lusiana yang telah berhasil mencapai pintu ruangan ken,
"ma..mama dan papa dengarkan ken dulu,ken beejanji akan menceritakan semuanya tentang gadis itu mah" ucap ken keceplosan
"Gadis???" Alex dan Lusiana tersenyum dan saling tatap
"astagaa apa yang aku katakan???" ken berucap dalam hati
"Baiklah,ayo pah kita duduk dan dengarkan penjelasan anak nakal ini" bisik lusiana pada suaminya dan alex hanya mengangguk dan memeluk pinggang istrinya,jodi yang merasa tuannya akan menyelesaikan masalah itu pun berniat ingin kembali ke ruangannya
"Tuan muda..aku akan.." jodi belum sempat menyelesaikan perkataannya terdiam saat lusiana memotongnya..
"Tidak jodi,kau tetap disini" ucap lusiana yang membuat kaki jodi lemas
"kupikir aku akan segera terbebas dari penderitaan,ternyata tak semudah itu pergi dari cengkraman nyonya besar,tuan..tolong jangan membuatku dalan masalah" batin jodi dan matanya menatap ken memelas,ken hanya menatap dengan senyum tipisnya seolah mengatakan
__ADS_1
"kau pikir kau bisa meninggalkanku sendiri dalam masalah?? enak saja,jangan mimpi!!!"
Akhirnya ken memutuskan untuk menceritakan segalanya dari awal pertemuannya dengan naya hingga akhirnya naya sekarang tinggal di apartemennya untuk bekerja,Alex yang mendengarkan hanya memasang wajah tanpa expresi dan sesekali mengernyitkan dahi dan tersenyum saat lusiana menatapnya,sedangkan lusiana lah yang penuh expresi saat menyimak segala penuturan Ken, sesekali lusiana akan memperlihatkan muka terkejutnya,dan berubah jadi expresi sedih saat Ken menceritakan kehidupan naya,dan tersenyum hangat ketika ken menceritakan dirinya melakukan sesuatu untuk naya,hati lusiana memang lembut dan lusiana menyadari jika anaknya tengah jatuh cinta pada gadis itu.