
"Kenapa tidak bisa?" Tanya Jack makin penasaran.
"Ibuku tidak berada di negara ini tuan,dan lagi beliau sedang sakit" jawab Naya yang terlihat semakin bersedih.
"Aku bisa membawamu kesana jika kau mau" tukas Jack dan lagi-lagi Naya menggeleng.
"Aku telah berhutang pada seseorang untuk pengobatan ibuku tuan, aku harus bekerja untuk melunasi hutang-hutangku" jawab Naya lagi.
"Hutang?"
"Iya tuan,aku berhutang pada seseorang,berhutang biaya rumahsakit ibu dan juga berhutang budi,dan apakah tuan juga akan menghitung hutang-hutangku pada tuan?" ujar Naya,Jack semakin tak mengerti.
"Hutang apa yang kau maksud? kau tidak berhutang apapun padaku" jawab Jack
"Ini.." Naya menunjuk ke arah jarum infusnya,
"Bukankah tuan mengeluarkan biaya untuk mengobatiku?" ujar naya lagi
"Astagaa...apa ini yang kau maksud dengan hutang??" Jack melebarkan pandangannya dan Naya hanya mengangguk.
"dia membayar hutang dengan bekerja?? itu yang dia katakan bukan?? baiklah, aku harus membuatnya tinggal dengan bekerja disini kalau begitu"
Jack berkata dalam hati.
"Baiklah..kau benar,kau memang sedang berhutang padaku Kanaya,dan hutang harus dibayar bukan?" seringai Jack dengan tatapan penuh rencana.
"Tapi aku tidak punya apapun untuk bisa melunasi hutangku tua,bisakah tuan membiarkanku bekerja saja disini tuan? setelah hutangku padamu lunas maka aku akan kembali bekerja untuk melunasi hutangku pada keluarga yang telah menolong ibuku" ujar Naya bernegoisasi.
"Tentu saja Kanaya,kau bisa bekerja disini sampai hutang-hutangmu lunas,tapi tentu saja setelah lukamu sembuh" Jack menunjuk lengan Naya.
"Aku bisa bekerja mulai hari ini tuan" jawab Naya dengan antusias dan semangat 45.
"Tidak...tidak..kau sembuh dulu dan baru bekerja,aku tidak mau repot mengundang dokter lagi jika lukamu itu tak kunjung sembuh karena pekerjaan di rumahku" ujar Jack lagi
"Baiklah tuan..." jawab Naya pasrah
"Sebenarnya aku hanya tidak mau kau segera pergi dari sini Kanaya"
Jack berkata dalam hatinya.
Naya masih duduk termangu di tempat tidur,pikirannya melayang entah kemana.Sesekali dia hanya menarik nafas dan menghembuskannya pelan,seolah sedang berusaha menenangkan hatinya sendiri.
"Ya Tuhan kenapa aku jadi banyak hutang begini?? belum juga lunas hutang-hutangku pada tuan kulkas itu,dan sekarang bertambah lagi berhutang pada tuan Jack,oh..astagaa ...."
Naya menutup mukanya dengan kedua telapak tangannya,sesaat kemudian dia tersentak kaget dengan bunyi pintu yang terbuka.
"Kau kenapa? apa ada yang sakit?" Jack yang baru masuk dan menyaksikan raut muka Naya yang terlihat begitu tertekan,Jack berjalan menghampiri Naya meletakkan punggung tangannya di dahi Naya.
"Aku...aku tidak apa-apa tuan" Naya menepis tangan Jack.
"Benarkah?" Jack mengernyitkan keningnya,Naya hanya mengangguk.
"Baiklah, aku membawakanmu pakaian ganti" Jack menyerahkan paper bag yang dia bawa.
__ADS_1
"Terimakasih tuan" Naya menerima paper bag itu dan membukanya,matanya terbelalak melihat pakaian yang dibawakan oleh Jack.
"Tu..tuan...ini...??"
"Kenapa? kau tidak menyukainya? baiklah aku akan menyuruh pelayan membelikanmu yang lain" Jack hendak beranjak pergi tapi langkah nya tertahan.
"Tuan...!!! bukan..bukan itu maksudku"
"Lalu?" tanya Jack tak mengerti.
"Pakaian ini terlalu mahal tuan,bisakah aku meminta pakaian biasa saja? dengan harga yang murah? aku tidak mau menambah hutangku" Naya berkata dengan gugup,Jack menahan senyumnya.
"Tapi aku terlanjur membelinya,itu artinya kau harus memakainya bukan? karena aku akan tetap menganggap itu hutangmu padaku bahkan jika kau membuang baju itu" Jack berkata dengan santainya.
Glek..
Naya menelan ludahnya,tak ada yang bisa dia lakukan saat ini selain menerima keadaan.Jack mengulum senyum dan berlalu meninggalkan Naya.
.
.
.
.
Seminggu kemudian......
"Ck...kau kan punya Hansen yang bisa melacak segala informasi Ken??" Key mendengus kesal pada saudaranya itu,sedangkan Ken masih terus melanjutkan sarapannya dengan tenang.
"Kau bahkan bisa sarapan dengan tenang setelah seminggu Naya hilang,yang benar saja Ken..!!!" Key menaikkan volume suaranya pada Ken dan berhasil...Ken pun bereaksi.
"Ck...aku masih mencarinya Key,kau tenanglah kita pasti menemukan Naya" jawab Ken.
"Tapi sampai kapan Ken?? aku bahkan berkali-kali membohongi mama saat mama menelpon dan menanyakan Naya..!" Key makin tak sabar.
"Aku akan menemukan Naya segera Key,percayalah padaku" ujar Ken seraya bangun dari duduknya dan berangkat ke kantor.
Key sendirian di ruang makan menekuk wajahnya,dia sama sekali tak menyentuh sarapannya. Key tersentak saat ponselnya berderit.
Key melirik layar ponselnya dimana tertera sebuah nama yang semakin membuatnya frustasi.
"Mama...apa lagi alasanku kali ini...?" desah Key lemas,ingin rasanya dia mengabaikan panggilan itu,tapi saat melihat layar ponselnya berderit lagi dia angkat juga akhirnya.
"Hallo mah..."
"Hallo sayang,kau sedang apa nak? kenapa lama angkat telponnya?" tanya Lusiana yabg ada di seberang sana.
"Key dari toilet mah.." jawab Key berbohong.
"Owh...begitu,kau sudah sarapan sayang?"
"Ini Key lagi sarapan mah,mamah sedang apa disana?" Key balik bertanya.
__ADS_1
"Kita V call aja ya sayang,mama kangen..." ujar Lusiana.
"Vidio call??? mati aku...mana bisa aku membohongi mama nanti"
Ucap Key dalam hati.
"Jangan mah...Key lagi sambil chat sama temen juga soalnya mah." Key lagi-lagi berbohong.
"Astaga...Key...berapa banyak dosamu pada mama karena telah membohonginya berkali-kali" Key memaki dirinya sendiri.
"Owh begitu,baiklah...dimana Naya? apa dia ada bersamamu?" tanya Lusiana lagi.
"Naya..?? emm tidak mah..emm maksudku Naya tidak disini dia ada dikamarnya..iya mah Naya di kamarnya." Key tergagap.
"Baiklah sayang,tolong katakan pada Naya untuk mengaktifkan ponselnya ya,mama tidak bisa menghubunginya sejak 4 hari ini." ucap Lusiana sedih.
"Oh iya mah,nanti key sampaikan ya mah"
"Sekarang sayang...katakan padanya untuk memgaktifkan ponselnya,pesan-pesan mama dari seminggu yang lalu belum juga di bukanya,mama hawatir"
"Tidak perlu hawatir mah,Naya baik-baik saja kok,dan Key baru ingay kalau ponsel Naya rusak katanya mah" Key masih saja berbohong.
"Rusak?? kenapa bisa?? kalau begitu belikan saja yang baru ya nak, bilang pada Ken untuk membelikan Naya ponsel yang baru ingat ini perintah mama." ujar Lusiana lagi.
"Iya iya mah,nanti Key bilangin ke Ken ya mah,ya sudah ya mah Key mau ke kantor Ken dulu...dah... mama" ucap Key yang ingin segera mengakhiri panggilan itu.
"Huuffthh.....aku harus bertemu Ken,aku tidak mau terus-terusan membohongi mama seperti ini,kalau ketahuan mati lah aku,bisa-bisa mama mengutukku jadi batu" Key bergegas pergi kekamarnya untuk bersiap ke perusahaan tempat Ken berada.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hai readers...mohon maaf baru bisa up lagi ya,karena author lagi fokus ke anak2 yang lagi pada kurang sehat,sedangkan suami masih ada di luar kota,
Akan author usahakan buat up yang banyak nanti kalo keadaan sudah memungkinkan🙏🙏
Terus dukung Novel recehan ini ya biar author semangat Up nya.
Sehat2 selalu buat readers semua🥰🥰🥰🥰🥰🥰
__ADS_1