
"Bagaimana?apakah ada masalah?" pria itu berbicara lewat ponselnya
"Tidak tuan,semua berjalan sesuai rencana" jawab suara di sebrang sana
"Bagus,segera mulai pergerakan saat target sudah berada dalam lingkaran kita" ujar pria itu lagi.
"baik tuan" jawab seorang anggota dari pria tadi disebrang sana yang berada di negara C,dan panggilan pun terputus,
Pria itu berbalik badan dan menatap orang kepercayaannya yang sedari tadi berdiri di depan mejanya
"Ben,aku ingin membuat Ken takluk padaku kali ini,aku akan menghancurkannya" seringai Haris dengan tatapan penuh dendam,Ben hanya diam dan mengangguk mendukung tuannya
Rencana Haris untuk menculik key yang ternyata pulang lebih cepat dari perkiraan semua orang telah diketahui oleh Haris
Haris selalu terobsesi untuk menghancurkan Ken disetiap kesempatan,hampir tak ada kelemahan dari ken yang bisa Haris manfaatkan untuk menghancurkan rival abadinya itu,hingga saat ini haris telah mengetahui bahwa key yang merupakan saudara kembar Ken akan kembali dari negara C dan pastinya itu merupakan kelemahan ken, karena bagaimana pun Ken pasti sangat menyayangi key,dan Haris akan menghancurkan Ken melalui orang-orang yang berharga bagi Ken.
Di Smith Group Ken sedang mengadakan Rapat dengan semua Devisi di perusahaannya,karena menurut laporan yang Ken dapatkan ada salah satu anak cabang yang bermasalah,yang membuat perusahaan merugi
memang kerugian itu bagaikan debu saja bagi ken,mengingat Ken adalah pewaris Smith Group yang merupakan perusahaan raksasa yang sudah di pastikan income dari perusahaan itu tidak main-main jumlahnya,hanya saja Ken tidak mentolerir seorang pemghianat
"untuk kalian yang terlibat,sebaiknya mengaku saja sekarang,jangan sampai aku sendiri yang menyeret kalian,karena aku telah mengetahui siapa saja yang berhianat kepadaku,dan kalian semua tahu persis apa konsekwensinya" jodi mewakili tuannya megutarakan maksud dari diadakannya Rapat ini,sampai beberapa saat tak ada yang bersuara tetapi ken menatap tajam kepada para tersangka yang memang telah gemetar sedari tadi
"jod,aku bosan menunggu" ucap Ken dari kursi kebesarannya,jodi yang mengerti gelagat tuannya yang sedang bosan pun segera mengambil tindakan,
jodi mengeluarkan senjata api dari balik jasnya
membuat semua orang gemetar ketakutan sembari bertanya-tanya siapa gerangan yang berani melakukan kesalahan fatal pada tuan muda Smith.
Tiba-tiba salah seorang berdiri dengan tubuh yang bergetar orang itu mencoba berbicara
"Tu..tuan...maafkan saya tuan,sa..saya terpaksa melakukannya tuan..ampuni saya tuan" pria paruh baya itu dengan suara bergetar
"ayo cepat mengaku,kau juga ikut melakukannya kan?!!" pria itu menoleh kearah rekannya
"bukan cuma aku dia juga" tunjuk rekan pria tadi kepada salah satu wanita diruangan itu
"aku..aku tidak bersalah,aku hanya dipaksa oleh kalian..jadi aku terpaksa!!" wanita itu membela diri
"terpaksa kau bilang?? tapi kau bahkan menerima uang itu dengan wajah senang waktu itu bukan?!!" sarkas pria pertama
__ADS_1
"ya benar,kau bahkan langsung pergi berbelanja,aku sendiri yang mengantarmu saat itu bukan??!!!" pria ke 2 menimpali
"tapi...tapi..aku.." belum sempat wanita itu membela diri lagi ....
Doooorrr
Ken menembakkan senjata yang diambil dari tangan Jodi ke udara,dan peluru berhasil menembus langit-langit ruangan
seketika tiga orang yang berdebat saling menunjuk itu diam dengan tubuh yang bergetar,
bahkan semua orang yang ada didalam ruangan itu ketakutan
Ken memberi kode pada jodi,dan jodi yang mengerti maksud tuannya pun mengangguk
"kalian semua boleh pergi kecuali 3 cecunguk ini" ucap jodi,seketika semua orangpun beranjak ingin segera menghilang dari hadapan 2 singa lapar itu.
Saat ini hanya ada Ken dan Jodi juga 3 penghianat itu,tiba-tiba ponsel jodi berdering tangan jodi merogoh saku celananya mengambil ponsel dan melihat pemanggilnya
"hansen..." gumam jodi dan segera menganggkat telpon itu,entah apa yang hansen sampaikan pada jodi hingga jodi membelalakkan matanya,sesaat setelah sambungan telpon terputus jodi menghampiri Ken dan membisikkan sesuatu,terlihat Ken mengeraskan rahangnya dan seketika bangkit dari kursinya
"kau suruh anggota kita membawa mereka ke tempat biasa" ujar ken pada jodi dengan dingin, jodi segera menelpon seseorang dan tak lama beberapa orang ber jas hitam masuk keruangan dan menyeret ke 3 penghianat itu
"tuaan...ampuni kami tuan...tuaan...""
ketiga penghianat itu meronta dan memelas tapi Ken tetap melangkah pergi dan tam perduli sedikitpun
"Key kenapa kau tak memberi tahu Ken kalau kita akan pulang bersama dan kenapa juga kau tak memberi tahu kalau kau pulang lebih cepat dari hari yang kau janjikan padanya?" tanya seorang gadis yang berjalan beriringan dengan Key di bandara negara C
"Aku hanya ingin memberi mereka kejutan"jawab Key dengan senyum sumringah di wajahnya
"itu artinya tak ada siapapun yang menjemput kita begitu?" tanya gadis itu lagi
"tentu saja tidak ada Agnes,memangnya kau berharap siapa yang akan menjemput kita hah?" tanya key dengan muka meledek
"ish...kau ini, tentu saja aku berharap Key yang akan menjemput kita di bandara" ucap Agnes cemberut
"hahaha jangan bermimpi Agnes,bahkan saudara kembarku itu selalu bersikap dingin padamu kan?" Key mengejek Agnes, sedangkan Agnes hanya menekuk mukanya
Key dan Agnes memang selalu begitu,Key sangat tau kalau Agnes sangat menyukai Ken, tetapi Ken tidak pernah mempedulikan Agnes, hanya saja karena Agnes adalah anak dari asisten papa nya yang selalu membantu papanya itu Ken jadi bersikap baik pada Agnes
__ADS_1
Di dalam pesawat Agnes dan Key duduk bersebelahan
"Key kau tau bukan jika aku menyukai Ken dari dulu?"
"hmm" jawab key
"dan kau tau juga kalo Ken selalu bersikap dingin padaku"
"hmmm"
"bisakah kau membantuku Key" tak terdengar lagi jawaban Key yang cuma hemm hmmm itu, Agnes menoleh ke arah Key,terlihat Key telah memejamkan matanya
"astaga keylaaa....kenapa malah tidur sih??" Agnes bersungut dengat kesal,akhirnya dia pun memejamkan matanya dan ikut terlelap karena perjalanan dari negara C ke negara A membutuhkan waktu yang panjang
Di dalam mobil Ken duduk di jok penumpang dan masih dengan raut wajah yang datar dan dingin,aura mafianya terpancar jelas dari sorot matanya,jodi yang duduk di jok kemudi hanya diam, menyadari info yang dia dapat dari hansen tadi lah yang membuat Ken seperti sekarang
"jod"
"iya tuan"
"jam berapa pesawat Key landing?"
"sekitar 3 jam lagi tuan"
"kita ke apartemen jod"
"baik tuan"
mobil melaju ke arah apartemen Ken sementara di Apartemen Lusiana dan Alex telah sampai di depan pintu apartemen
Lusiana memencet bell,tak lama kemudian pintu dibuka
Terlihat gadis dengan mata coklat membukakan pintu
"ya..cari siapa?" tanya naya pada sepasang suami istri itu
"aku Lusiana dan ini suamiku Alex" jawab lusiana sambil tersenyum ramah,sedangkan Alex yang memang irit dalam bicara hanya tersenyum tipis
"kami orang tua Ken" sambung Lusiana lagi,sontak saja naya terbelalak
__ADS_1
"maafkan saya tuan,nyonya...mari silahkan masuk" ucap naya seraya membuka pintu lebar-lebar,Lusiana hanya tersenyum
"Tuan Ken masih ada di kantor tuan..nyonya..silahkan duduk saya akan mengambilkan minum" ucap naya sopan dan sepasang suami istri itu 'tersenyum mengangguk