
"Yenni..!!?" soraya melebarkan matanya mendapati seseorang yang begitu dia kenal
"untuk apa kau kemari?" tanya soraya untuk menutupi keterkejutannya
"aku hanya ingin bertemu nona kecil" jawab yenni
"cih..kau masih saja menyebut upik abu itu nona kecil" decih soraya
"dia tidak ada" ucap soraya lagi hendak menutup pintu
"soraya ijinkan aku menemuinya" bibi Yenni menahan pintu dengan tangannya
"sudah ku bilang dia tidak ada,apa kau tuli?" sarkas Soraya lagi
"apa maksudmu dengan tidak ada??" yenni menyeringai dengan penuh curiga
"dia tidak ada dirumah ini,kau dengar tidak?dia tidak ada disini..!!" soraya melangkah pergi
"tutup pintunya silvi" ucap soraya tanpa menoleh
silvi yang hendak menutup pintu terkejut saat bibi yenni memegang tangannya
"silvi,apa benar yang ibumu itu bilang nak..?" tanya bibi yenni lemah lembut,membuat silvi tersentuh,karen selama ini ibu nya tak pernah bicara selembut itu padanya
"iya,naya tidak disini..." ucap silvi yang bingung bagaimana dia memanggil wanita itu
"bibi..panggil bibi nak, bibi yenni.." ucap bibi yenni mengelus kepala silvi
"naya di rumah sakit bi.."
"rumah sakit??? nona kecil sakit??"tanya bibi yenni
"nona kecil..?" silvi memasang muka bingung
"nona kecil maksudnya nona naya nak..bibi selalu memanggilnya nona kecil" bibi yenni tersenyum kepada silvi
"silvi cuma melihat ada mobil ambulance membawa ibunya naya dan naya juga ikut naik ke ambulance,dan sampai hari ini naya blm kembali'' silvi menerangkan panjang lebar
"apakah silvi tau nona kecil di rumahsakit mana?"
"tidak tau bi" jawab silvi
Puas berbicara pada silvi,bibi yenni pun berpamitan pada silvi untuk pulang, bibi yenni berjalan menuju halte bis yang tak jauh dari komplek rumah itu,sepanjang jalan menuju halte bibi yenni berfikir
"itu artinya nyonya miranda sakit parah,ya Tuhan...pertemukan aku kembali dengan nona kecil,pasti nona kecil sangan sedih saat ini" Yenni berkata-kata sendiri
.
.
__ADS_1
.
di mansion
"tuan.." naya memberanikan diri untuk mengahampiri Ken yang sedang duduk di sofa ruang keluarga bersama Alex dan Lusiana juga Key adan Agnes,Ken tidak menjawab hanya menoleh kearah Naya,begitu juga dengan yang lainnya,mereka memusatkan perhatian pada gadis yang terlihat ragu untuk menyampaikan seauatu
"ada yang ingin ku..."
"katakan saja" seperti biasa ken memotong kalimat naya,naya menatap Ken dan menarik nafasnya dalam dan menghembuskannya perlahan,jurus andalan Naya saat dadanya gemuruh karena gugup atau saat dia emosi
"Tuan...bolehkah aku pergi ke rumah sakit?" tanya Naya ragu-ragu, takut Ken tidak mengijinkannya
"aku ingin menemui ibuku" lanjut naya lagi
"bukankah aku telah menempatkan ibumu dengan perawatan yang sangat bagus? kenapa kau masih hawatir? Novan akan memberitahu jika sesuatu terjadi, jadi kau bekerja lah dengan giat disini" ucap Ken
"tapi tuan, sudah tiga hari aku tidak melihat ibuku,aku ingin menemuinya sebentar saja,aku berjanji hanya sebentar" ucap naya penuh permohonan,Ken masih menatap naya, tak tahan melihat ulah anaknya,Lusiana segera mengambil tindakan
"Tentu saja kau boleh pergi sayang,tante akan ikut denganmu" ujar Lusiana yang langsung bangkit mendekati Naya,Ken mendengus saja melihat ibunya mengambil alih posisinya sebagai Majikan yang menurut Ken dia lah yang berhak memberi keputusan
"dan kau anak nakal,tidak perlu kau tunjukkan expresi itu padaku" ujar lusiana menunjuk kening Ken yang masih terduduk di sofa karena posisi Lusiana berada di samping Ken
"asalkan mama bahagia kan Ken?" ujar lusiana lagi dan suaranya penuh dengan penekanan yang membuat semua orang tergelak melihat kelakuan ibu dan anak ini
"terserah mama saja" sahut Ken yang bangkit dari duduknya
"itu baru anak mama" lusiana bertepuk tangan kegirangan dan mencubit gemas pipi Ken
"Agnes kau kenapa nak?" tanya Alex
"tidak apa om, hanya kangen papa" jawab Agnes berbohong
"papamu akan menyusul kemari saat pekerjaannya beres,kau tenang saja"
"iya om.." Agnes tersenyum terpaksa,karena suasana hatinya sungguh panas melihat semua kejadian tadi
Lusiana pergi bersama naya ke rumah sakit, didalam mobil suasana hening,akhirnya Naya membuka suara demi mencairkan suasana
"Nyonya...sebenarnya anda tidak perlu mengantar ku ke rumah sakit"
"tidak apa naya,tante juga ingin melihat keadaan ibumu, apa kau keberatan?" tanya lusiana sambil memegang tangan naya lembut
"tentu saja tidak nyonya,tapi nyonya menjadi repot karena ku" naya menunduk
"tidak sama sekali naya,jangan pernah berpikiran seperti itu,tante dengan senang hati menemanimu,kalau boleh tau,siapa nama ibumu nak?" tanya lusiana kemudian
"Miranda nyonya...nama ibuku" jawab naya
"miranda? apa dia anak dari sahabatku? tapi begitu banyak nama miranda kan?"
__ADS_1
Lusiana teringat sahabat baiknya yang bernama Miranda,sejak miranda menikah Lusiana tidak pernah mendapatkan kabar apapun lagi,bahkan nomor ponsel Miranda juga tidak aktif lagi setelahnya, dan lagi lusiana pun harus mengikuti suaminya sehingga dia tak lagi bisa bertemu sahabat lama nya itu
"nyonya..?" naya membuyarkan lamunan Lusiana yang sedang menerawang jauh ke masalalunya.
"eh..iya naya.." Lusiana terkejut
" nyonya melamun..?"
"ah tidak naya,tante cuma teringat kalau tante juga punya sahabat yang bernama Miranda dulu,tapi..entah dimana dia sekarang tante tidak tahu" jawab Lusiana menjelaskan,naya hanya mengangguk mengerti,dalam pikiran naya pun sama,bahwa ada banyak Nama Miranda di dunia ini,dan lagi nyonya nya ini tidak tinggal di negara ini jadi tidak mungkin ibunya adalah sahabat nyonya Lusiana
Setelah beberapa lama akhirnya mereka sampai di rumah sakit
"Tante Lusiana???!!" Pekik novan saat Lusiana masuk ke rumah sakit itu
"hai Novan apa kabar..?" Lusiana menyapa dengan senyum
"Aku baik tante,tante sendiri?" tanya Novan dengan senyum sejuta watt nya
"Seperti yang kau lihat Novan,aku baik dan sangat baik" ucap lusiana lagi masih tersenyum
"kapan tante datang?Ken tidak memberitahuku dan untuk apa tante ke rumah sakit?siapa yang sakit tante" novan melipat tangan didadanya
"ish kau ini sedang mengintrogasi tante?tante menemani naya dan tante baru beberapa hari datang van,ngomong-ngomong,kamu semakin tampan saja dengan kostum ini" ujar lusiana menunjuk seragam kebesaran Novan
"ah..tante bisa saja,aku kan memang sudah tampan dari lahir tante hehe"Novan cengengesan sambil memegang dagunya,Lusiana hanya menggelangkan kepala sembari tersenyum,naya yang melihat itu pun ikut tersenyum
"Hei..ada naya ya? maaf nay, saking semangatnya melihat tante aku lupa menyapamu" ucap novan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal,naya hanya tersenyum
"kau ingin mengunjungi ibumu?" tanya novan kemudian di jawab dengan anggukan oleh naya
"tentu saja novan,masa iya mau mengunjungimu?" ucap lusiana
"hehehe kan siapa tau naya juga mau sekalian ketemu Novan tante" jawab novan cengengesan,
"mari ku antar Tante.." ucap novan lagi,lusiana memgangguk mereka berjalan mengikuti novan
menuju ruangan dimana miranda di rawat
setelah memakai baju khusus naya masuk ke ruangan ibunya
"ibu...Naya datang bu..." Naya memegang tangan ibunya
"Naya merindukan ibu,apakah ibu juga merindukan Naya bu?" sambung naya lagi dengan suara bergetar,mata naya berkaca-kaca memandang wajah ibunya,tak lama kemudian
Lusiana masuk
"ibu ini nyonya Lusiana,datang menjenguk ibu" ucap naya lagi
Lusiana menoleh dan menatap wajah sorang yang terbaring di bankar di depannya
__ADS_1
Deg!!!