
Jodi keluar dari ruang kerja Ken,berniat untuk segera pulang ke apartemennya karena hari ini cukup melelahkan,jodi ingin segera sampai ke apartemen dan berendam di bathtub dengan air hangat,bayangan kasur empuk dan bantal yang nyaman sudah menari-nari di kepala jodi,segera setelah berpamitan kepada Ken jodi pun keluar dari apartemen milik Tuannya.
Malam sudah larut Ken beranjak dari kursi kebesarannya menuju kamarnya,saat Ken melewati kamar yang ditempati naya terlihat dari bawah pintu kamar naya masih menyala lampunya,ken mengeceknya menekan handle pintu yang memang tidak di kunci oleh naya
Pintu terbuka,naya tidak ada ditempat tidurnya
"Nay..." ken memanggil naya tapi tidak ada jawaban
"naya..." panggil ken lagi,dan masih tak ada jawaban,ken pun masuk ke kamar itu mengedarkan pandangannya mengexplor seluruh ruangan dan sosok yang di cari tengah duduk dikursi di balkon minimalis kamar yang ditempati naya
Ken melihat naya yang sedang melamun,entah apa yang dipikirkan gadis didepannya itu hingga panggilan ken sampai tak terdengar olehnya
"Nay.." ken menyentuh pundak naya,membuat naya tersentak kaget dan langsung menoleh ke arah ken
"Tu..tuan..anda mengagetkan saya" naya langsung berdiri spontan saking kagetnya
"aku melihat kamarmu masih menyala lampunya,jadi kupikir kau belum tidur" ucap Ken datar
"iya tuan,apa ada yang tuan butuhkan?"
Ken hanya memberikan sebuah kartu Atm pada Naya
"Gunakan kartu ini untuk berbelanja keperluan rumah ini besok pagi"ucap ken seraya menurunkan tangannya saat naya telah menerima kartu itu
"baik tuan" ucap naya,ken pun berbalik hendak pergi,baru beberapa langkah ken berhenti dan berbalik
"kau juga boleh membeli keperluanmu dengan kartu itu,tidurlah ini sudah malam kau harus bekerja untuk menebus hutangmu padaku bukan?" ken menyeringai dengan muka datarnya
"baik tuan" jawab naya
"selamat malam tuan" ucap naya kemudian
"hmm" hanya itu yang keluar dari Ken
"pelit sekali dengan kata2" gumam naya yang masih bisa terdengar oleh ken,ken melenggang pergi menuju kamarnya,ada senyuman yang terulas di bibir ken
__ADS_1
Naya merebahkan tubuhnya di kasur yang sangat empuk,berbeda dengan kasur yang ada di rumahnya,sejenak terbayang wajah ibunya
"ibu...bertahanlah,naya akan melakukan apapun demi kesembuhan ibu,naya sayang ibu.." gumam naya sambil memejamkan mata,ada rasa nyaman yang naya rasakan di apartemen itu,terasa bebannya sedikit berkurang,naya pun terlelap dalam tidurnya
Ken telah merebahkan tubuhnya di kasur busa King size nya,bayangan wajah naya selalu ada dimatanya,senyumterus saja menghiasi bibirnya
"kanaya...." ken menyebut nama naya sebelum dia memejamkan matanya dan terlelap
.
.
.
.
Fella terbangun tengah malam setelah pergulatan panasnya dia memegangi kepalanya yang masih berat,pandangan matanya mengedarkan ke sekitar ruangan itu
"aku dimana...." fella masih memegangi kepalanya yang berdenyut,sesaat dia sadar kalau ini adalah kamar di rumah tuan beni fella merasakan nyeri di area intimnya,tersadar bahwa dia dalam keadaan polos saat ini fella pun panik,tatapannya menangkap sosok pria yang sama polos yang ada di sampingnya
fella menangis mengutuk kebodohannya sendiri,dia kehilangan mahkota berharganya,padahal saat dia menyetujui untuk melayani Tuan Beni fella telah menyiapkan obat tidur yang akan fella campurkan ke minuman Tuan Beni agar fella terhindar dari hal buruk ini,Tetapi rencananya gagal karena kebodohannya sendiri,fella turun tadi tempat tidur dan memunguti pakaiannya yang berserakan di lantai kamar,fella berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri,rasa perih dan ngilu itu amat terasa saat fella berjalan
Fella terduduk dilantai memeluk lututnya,menangis di tengah guyuran air shower, sementara di tempat tidur Tuan Beni meraba tempat disampingnya,terasa dingin...
dia terbangun dan mendapati fella tak ada di sampingnya,dia bangun dan mengedarkan pandangannya,lalu terdengar gemercik air dari arah kamar mandi,lalu dia pun tersenyum
pintu kamar mandi dibuka fella keluar dari sana dan sudah memakai pakaiannya,Tuan Beni memejamkan matanya pura- pura tidur,fella menghampiri pria itu dengan penuh kemarahan
"dasar laki-laki B*jing*an"" ucap fella penuh penekanan dengan tangan terkepal,Tuan Beni membuka matanya membuat fella sedikit terkejut karena tua bangka itu ternyata tidak tertidur,tuan beni bangun dan menghampiri fella dengan wajah tersenyum mesum
"cantik...tidak baik marah-marah apalagi ditengah malam begini,ayo kita tidur lagi agar badan kita fresh saat bangun besok pagi" tuan beni menarik tangan fella agar fella jatuh kepelukannya,dengan marah fella berusaha membebaskan diri dari pelukan tuan beni fella terus meronta
"lepaskan aku dasar tua bangka b*jing*n!!!"
Plakkk
__ADS_1
plaakkk
Tuan beni menampar fella dipipi kiri dan kanan bergantian
"dasar jal*ng..!!! kau telah menyetujui untuk melayaniku harusnya kau tau ini pasti terjadi" ucap tuan beni
"mulai saat ini kau akan menjadi wanitaku,aku akan menikahimu besok pagi" ujar tuan beni lagi
"aku tidak sudi menikah dengan tua bangka sepertimu,kau dengar..!!!" fella berteriak
"owh kalau begitu kau akan menjadi budak nafsuku" seringai tuan beni dengan senyum mesumnya
"ayo layani aku..!!" Tuan beni seraya menarik tangan fella
"tidak lepaskan aku b*jing*n..!!! lepaskann..!!" jeritan fella tak dihiraukan oleh pria yang sudah berada dalam puncak birahinya,Tuan beni mengangkat tubuh fella dan membantingnya ke tempat tidur,sekuat apapun fella meronta tentu saja tenaganya kalah jauh dari Tuan Beni,hingga akhirnya bergulatan itu terjadi lagi
fella hanya menangis setelah Tuan beni menuntaskan hasratnya dan tumbang disamping fella lalu terlelap,sekali lagi fella mengutuk kebodohannya karena telah datang ke rumah ini,tak lama fella pun terlelap telah lelah menangis dan lelah karena pergulatannya tadi.
.
.
.
.
.
.
#mohon maaf ya kawand ini novel perdana jadi masih banyak banget kekurangannya,saran dan kritik silahkan bebas saja asalkan membangun pasti diterima
#buat penulisan yang mungkin banyak typo itu karena ngetiknya emang dimalam hari disaat para bocil telah terlelap yess dan rasa lelah karena seharian dinas sebagai ibu rumah tangga ngga menghalangi buat terus up,cuma ya itu kadang jari ini suka typo aja ngetik2nya
Mohon dukungannya buat semua readers yang budiman😁biar lebih semangat lagi buat up kelanjutan novel recehan ini,kenapa aku sebut receh?? karena dibandingkan dengan karyaw author yang lain tentu saja blm ada apa2nya🤭🤭🤭
__ADS_1