
"Katakan saja apa yang kau tawarkan" Jack masih di mode datar dan dingin.
"Aku tahu kau sangat membencinya,begitu juga denganku" ujar Haris penuh percaya diri.
"Jangan bawa aku dalam dendam pribadimu,aku sama sekali tidak tertarik tuan Haris" masih di mode datar dan tatapan dingin Jack pada Haris.
"Kita dalam dendam yang sama Jack,dan kita juga sama-sama menginginkan kehancuran Kenan Smith bukan?" Haris menyeriangai dengan senyum tipis.
"Dendamku dan dendammu sangat berbeda Haris,kita tidak satu misi"
"Apa yang berbeda? kita sama-sama punya misi balas dendam,lalu apa lagi?" Haris kekeh.
"Aku berbeda denganmu,dan aku tidak ingin terlibat dengan urusan dendammu pada Ken,begitu juga kau tak perlu melibatkan dirimu dalam urusanku" Jack masih tak tertarik dengan ajakan Haris.
"Jangan bodoh Jack,jika kita bersama-sama pasti akan sangat mudah menghancurkan Ken" Haris menekan suaranya karena menahan kesal.
"Aku tidak memerlukan bantuanmu untuk menyelesaikan masalahku dengan Ken" Jack semakin membuat Haris kesal.
"Cih..sombong sekali kau,pikirkan baik-baik tawaranku kau pasti akan membutuhkan kerjasama kita" tukas Haris.
"Aku tetap pada pendirianku Haris,selesaikan saja masalahmu dan tidak perlu mencampuri urusanku dengan Ken"
"Cih..." Haris berdecih kesal dan segera pergi dari perusahaan Jack.
.
.
"Sial..!!! sombong sekali dia.!!" Haris melampiaskan kekesalannya saat berada dalam mobil bersama Ben.
"Lalu apa rencanamu selanjutnya tuan?" tanya Ben.
"Tentu saja menghancurkan Ken,walaupun tanpa bekerjasama dengan si sombong itu" Haris masih dengan nada kesal.
"Dan akupun akan menghancurkan si brengsek Jack yang menolakku mentah-mentah" lanjut Haris lagi.
Ben hanya menggelengkan kepalanya melihat bosnya yang kebakaran jenggot karena penolakan dari Jack.
"Apa yang kau cari sebenarnya tuan,semua yang tak sependapat denganmu kau jadikan musuh,kelakuanmu lebih mirip seorang bocah dari pada seorang boss"
Ben menggerutu dalam hati,ya hanya dalam hati karena jika dia mengucapkannya langsung tentu akan membuat Haris mengamuk.
.
.
"Mengapa kau menolak tawaran Haris tuan? bukankah kalian satu misi?" tanya Rendi saat mereka telah kembali ke ruang kerja Jack.
"Sudah kukatakan aku dan dia tidak satu misi Ren" sahut Jack menatap tajam pada Rendi.
"Apa maksudmu tuan?"
__ADS_1
"Dia hanya ingin menjatuhkan Ken tanpa alasan,dan itu tindakan pengecut" ujar Jack
"Ya tuan kau benar,bahkan Kenan Smith tak pernah melakukan kesalahan yang membuat Haris rugi"
"Dia hanya terlalu berambisi untuk lebih unggul dari Ken,aku memang membenci Kenan Smith,tapi aku bukan pengecut yang akan memusuhi seseorang tanpa sebab yang jelas" Jack berujar panjang lebar,Rendi hanya manggut-manggut mendengar jawaban Jack.
Memang Jack menaruh dendam pada Ken karena kematian kakaknya John,tapi bukan berarti Jack akan dengan mudah mau bersekutu dengan Haris yang juga membenci Ken hanya karena dia merasa tersaingi,menurut Jack itu adalah tindakan pengecut.
"Aku akan pulang lebih cepat hari ini Ren,dan tolong kau atur resevasi makan malam di restoran biasa untuk dua orang" ucap Jack tiba-tiba.
"Dua orang tuan?"
"Ya dua orang,aku ingin mengajak Kanaya makan malam di restoran itu" ujar Jack lagi.
"Baik tuan,aku akan mengaturnya untukmu" ujar Rendi yang kemudian dia pamit kembali ke ruangannya.
Jack mengambil ponselnya dan menghubungi telpon rumah.
"Hallo....'' jawab suara diseberang sana,yang tak lain adalah bi Asih.
"Hallo bi"
"Ah iya tuan..ada apa?"
"Tolong bantu Naya bersiap malam ini aku ingin mengajaknya keluar,aku akan kembali lebih cepat dari biasanya."
"Baik tuan..bibi akan membantu nona Naya bersiap" terdengar begitu senang suara bi Asih mendengar permintaan Jack.
Jantungnya kembali berdebar kencang membayangkan makan malam romantisnya malam ini bersama Naya,tanpa Jack sadari sudut bibirnya menyunggingkan senyum.
Sementara dalam ruangan Ken di Smith Group Ken telah mendengar semua percakapan antara Jack dan Haris dengan bantuan alat penyadap yang dipasang oleh mata-mata yang dikirim Ken,bahkan pembicaraan Jack dan Rendi pun terdengar olehnya.
"Ternyata Jack tidak segampang itu di pengaruhi oleh Haris" ujar Jodi.
"Ya Jod,aku paham benar karakter Jack, yang sangat berbeda dengan John...andai saja John tidak melakukan itu pada saudara kembarku.." ucap Ken menyayangkan penuh penyesalan.
"Lalu apa yang akan kau lakukan pada Jack tuan? Naya juga ada bersamanya"
"Entahlah Jod hati kecilku masih menyayangi Jack sebagai adik dari sahabatku,tapi tentang perlakuannya pada Key tempo hari,aku benar-benar tidak terima, dan memastikan aku akan membuat perhitungan dengannya, soal Naya,aku tak punya alasan untuk memaksa Naya kembali ke mansionku,kau lihat sendiri penolakannya waktu itu kan?" Jodi hanya mengangguk mendengar perkataan Ken.
"Tapi sepertinya Jack juga tertarik pada nona Naya tuan" ujar Jodi.
"Ya aku pun merasa begitu" jawab Ken dengan raut muka yang sulit diartikan.
"Tuan..."
"Hmmm" jawab Ken yang kini menyandarkan tubuhnya pada sandaran di kursi kebesarannya sambil memejamkan mata.
"Maaf tuan,aku mendengar percakapanmu dengan nona Key kemarin" ucap Jodi,seketika Ken membuka matanya.
"Apa yang kau dengar Jod?" tanya Ken.
__ADS_1
"Tentang rencana menjebakku" jawab Jodi.
"Hahahahaha....apa lagi yang kau dengar Jod?" Ken masih dengan tawanya.
"Hanya itu yang ku dengar tuan" jawab Jodi dengan polosnya.
"Beraninya kau menguping" ucap Ken setelah reda dengan tawanya.
"Maaf tuan,aku tak sengaja" Jodi masih dengan menunduk sopan.
"Ya aku memang ingin menjebakmu Jod, ahahahaha..." tawa Ken kembali pecah.
"Maksud tuan?"
"Kau akan tau pada saatnya nanti..hahahaha" Ken tak berhenti tertawa.
"Apa yang lucu?? kenapa tuan sampai terbahak-bahak seperti itu?? aku semakin yakin pasti ada yang tidak beres"
"Tidak usah mengumpatku dalam hati Jod" ujar Ken masih dengan gelaknya.
"Sial...tuan selalu tahu saat aku menggerutu rupanya,apakah selain boss mafia dia adalah cenayang?" masih dalam hati Jodi berucap demikian,tentu saja.
"Aku akan merencanakan jebakan yang manis untukmu,kau pasti akan suka" lanjut Ken lagi,Jodi tak mampu lagi berkata-kata cukup mengetahui jika tuannya tidak akan mencelakakannya itu sudah cukup.
"Terserah anda saja tuan" jawab Jodi pasrah.
"Ahaaha hey jangan pasrah begitu,seolah-olah aku sedang menindasmu saja" mendengar itu Jodi hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Hari terasa berjalan sangat lambat bagi Jack, hingga saat jam makan siang jack memutuskan untuk segera kembali ke mansionnya.Entah mengapa dia seakan tak sabar lagi bertemu dengan Naya,bergegas dia merapihkan semua berkas-berkas yang bertumpuk di mejanya.Tiba-tiba pintu ruangan Jack di ketuk,saat Jack menyuruh masuk,ternyata Sherly yang datang.
"Ada apa?" tanya Jack saat Sherly masuk keruangannya.
"Aku hanya ingin mengajak anda makan siang pak" jawab Sherly malu-malu.
"Aku tidak ingin makan siang" jawab Jack acuh
"Tapi anda harus makan,bagaimana jika nanti anda sakit pak? atau anda ingin ku bawakan makanan? aku akan memesankan makanan untuk anda pak,apa yang anda inginkan?"
"Kau cerewet sekali,sudah ku bilang aku tidak ingin makan siang,terutama denganmu" ucap Jack tajam,dan berhasil membuat Sherly terdiam.
"Aku akan makan siang di rumahku,dan kau bereskan semua berkas ini setelah kau selesai dengan makan siangmu,kau mengerti?" lanjut Jack lagi.
"Me..mengerti pak.."
"Bagus,lalu apa lagi? kenapa kau masih disini?" tanya Jack datar.
"Ah iya pak aku permisi" segera Sherly keluar dari ruangan Jack dengan menelan kekecewaan.
"Kenapa dia selalu menolakku? apa aku ini kurang cantik? atau mungkin keseksianku ini masih kurang?" Sherly bertanya pada dirinya sendiri.
"Apakah aku harus lebih berani menggodanya? atau mungkin menjebaknya?" Sherly tersenyum licik.
__ADS_1