
"Dokter,kami sedang dijalan menuju rumah sakit,tuan muda terluka." Jodi terlihat menempelkan benda pipih miliknya di telinganya.
Tak membutuhkan waktu lama mobil yang di kemudikan oleh Jodi telah sampai di rumah sakit.Novan dan beberapa rekan medisnya telah siap menunggu di pintu ruang IGD.
"Kenapa kau bisa terluka? ada apa? siapa yang menyerangmu?" pertanyaan itu terlontar dari bibir Novan saat Ken keluar dari mobilnya.
"Cepat siapkan ruang operasi kita akan mengeluarkan pelurunya." Novan mengkomando seluruh rekannya,dan seketika mereka terlihat begitu sibuk.
"Kenapa Ken bisa tertembak Jod? apa kau tidak melindunginya!!" Novan mencecar Jodi.
"Lakukan saja tugasmu tidak usah banyak bertanya." jawab Jodi datar.
Ken segera dibawa dengan sebuah bankar dan didorong masuk kedalam ruang operasi,lampu operasi terlihat menyala.
Naya duduk diluar ruang operasi bersama Jodi,Naya meras ada yang janggal.
"Jodi.."
"Ya nona"
"Apakah Ken memerlukan operasi itu? bukankah hanya luka tembak di lengan? mereka hanya perlu mengeluarkannya bukan?"
"Nona,tuan muda mendapatkan dua tembakan saat melindungi anda tadi." jawab Jodi.
"Dua?? tapi..tapi..aku hanya melihat satu luka tembak di lengannya tadi."
"Ada satu luka tembak lagi di punggungnya nona."
"Apa..???!!!!"
Flash back on
Ken menarik tangan Naya dan menyembunyikannya dalam pelukannya dengan sigap saat melihat seseorang dibalik tanaman pagar setinggi bahu orang dewasa tengah mengarahkan senjata api ketempat diaman Ken dan Naya berada.
Dorr...!!!!
Ken meringis menahan sakit akibat timah panas yang mendarat di punggungnya demi melindungi Naya,dan dengan cepat dia berbalik dan menembak orang itu tepat mengenai jantungnya.
Ken segera membawa Naya menuju mobil setelah sebelumnya dia berbicara ditelpon pada Jodi.
Tak lama Ken pun keluar dari taman menuju mobil dan segera menyuruh Naya masuk kedalam mobilnya.
Sebelum Naya masuk ada seseorang yang hendak menembak ke arah Naya yang dianggap sebagai kelemahan Ken saat itu.Ken dengan sigap kembali melindungi Naya dan membiarkan peluru kembali bersarang kali ini di lengannya.
"Tuan,kau terluka." ucap Jodi,namun Ken mengacuhkannya dan terus menembak ke arah musuh.
"Tuan,masuklah ke mobil aku akan membereskan mereka."
__ADS_1
"Tidak Jod,sebelum bala bantuan dari anggota kita datang aku akan tetap disini." Ken menolak,dia tidak akan membiarkan Jodi menghadapi musuh sendiri.
Darah yang keluar dari luka tembaknya tak lagi dia hiraukan,Ken terus menembak musuh-musuhnya tepat sasaran.Tak lama kemudian bantuan dari para anggotanya datang,namun Ken tetap saja tak mau meninggalkan baku tembak itu.Jodi mulai cemas dengan keadaan Ken,segera memerintahkan anggotanya untuk segera menyelesaikan pertempuran ini.
"Ayo tuan,kita harus segera ke rumah sakit,anggota kita akan menghandle semuanya." ucap Jodi yang langsung di iyakan oleh Ken,karena memang situasi sudah mulai kondusif dan para anggotanya telah banyak menumbangkan musuh.
"Naya,kau tidak apa-apa? apakah kau terluka?" Ken malah menanyakan keadaan Naya tanpa memperdulikan keadaanya sendiri.
Naya terlihat begitu khawatir melihat luka di lengan Ken segera dia merobek bagian bawah gaunnya dan membalut luka Ken,sekedar untuk mengurangi darah agar tidak terus mengalir.
Flash back off
Naya duduk termangu,pandangannya kosong mengarah ke depan.Pikirannya hanya ada Ken saat ini.
"Apakah dia akan baik-baik saja...?" ucap Naya lirih,namun Jodi mendengarnya.
"Tentu saja nona,tuan muda akan baik-baik saja itu hanya luka kecil baginya." ujar Jodi yang sebenarnya dia sendiri juga begitu cemas.
"Luka kecil?" Naya menoleh kearah Jodi.
"Aku bahkan merasakan sakit itu pada lenganku,rasa sakit perih dan panas dan entah apa lagi rasanya,kau bilang itu luka kecil Jodi??!" Naya tak terima dengan ucapan Jodi.
''Nona,bagi kami luka seperti itu sudah sering terjadi,tuan muda adalah orang yang kuat,dia takkan mati semudah itu." ucap Jodi lagi.
"Astaga...begitu kejam kah kehidupan mafia seperti kalian?" Naya terduduk lemas di bangku dudepan ruang operasi.
Tak ada lagi percakapan antara keduanya,mereka saling diam sibuk dengan pemikirab masing-masing.
"Bagaimana keadaan tuan muda?"
"Ken kehilangan banyak darah,dia perlu transfusi darah." jelas Novan.
"Lalu apa yang kau tunggu??? cepat lakukan..!!" Jodi terlihat emosi.
"Masalahnya golongan darah Ken itu langka..." ujar Novan lemas.
"Golden blood..." lirih Jodi.
"Ya,kau tahu bukan?." tanya Novan dan Jodi terlihat lemas terduduk di bangku tadi.
Naya hanya menyimak pembicaraan kedua lelaki dihadapannya.
"Golden blood...? dimana bisa mendapatkannya dokter?" tanya Naya.
"Jika kau tahu maka aku takkan secemas ini..." jawab Novan tertunduk.
Jodi mengambil ponselnya,terlihat dia sedang melakukan sebuah panggilan.
__ADS_1
"Siapa yang kau hubungi Jod?" tanya Novan.
"Jika yang kau hubungi adalah Key, dia tidak memiliki golden blood itu." lanjut Novan lagi.
"Tapi bukankah mereka saudara kembar?" ujar Jodi yang saat ini sedang memberi sebuah harapan pada dirinya sendiri.
"Ya memang mereka kembar,tapi kenyataannya Key tak memiliki golongan darah itu." pupus sudah harapan Jodi mendengar pernyataan dari Novan,bagaimana dia menyelamatkan tuannya sekarang?.
Jodi tak putus asa dia menghubungi seseorang.
"Cari tau dimana kita bisa mendapatkan darah golden blood,secepatnya...!" Jodi memberi perintah.
"Baik aku akan mencarinya beri aku 30 menit." ucap Hansen diseberang sana.
"Itu terlalu lama Han..!!! tuan muda membutuhkan darah itu secepatnya..!!" suara Jodi meninggi.
"Baiklah 10 menit,beri aku 10 menit." ucap Hansen lagi.
"10 menit dan kabari aku." tukas Jodi seraya mematikan panggilannya.
"Kuharap Hansen segera menemukan dimana kita bisa mendapatkan darah itu." ujar Novan.
Brakkk
Pintu ruang oprasi terbuka nampak perawat keluar dari sana dan seperti mencari-cari seseorang.
"Dokter pasien kritis...!!!" ucap perawat itu saat telah menemukan orang yang dia cari tak lain adalah dokter Novan.
"Jod, temukan darah itu segera,aku akan masuk kedalam." ucap Novan dan segera dia masuk ke dalam ruang oprasi itu bersama dengan perawat tadi.
Naya yang sedari tadi terdiam segera menghampiri Jodi.
"Jodi,bagaimana? dimana kita bisa mendapatkan darah itu?" tanya Naya,air matanya mulai teegenang di netra indahnya.
"Kita pasti akan menemukannya nona,tenanglah...Hansen akan mengabariku sebentar lagi." Jodi berusaha menenangkan Naya padahal dia sendiri juga merasa sangat cemas dengan keadaan Ken.
Tujuh menit sudah waktu berlalu sejak Hansen menelpon tadi,Jodi nampak gusar menunggu telponnya berdering.
"Jod,bagaimana?" Novan kembali keluar dari ruang oprasi.
"Hansen masih belum memberikan kabar,tunggulah sebentar lagi."
"Jod,kita tidak bisa menunggu...!!! kondisi Ken semakin memburuk..!!!." Novan meninggikan suaranya.
Tiba-tiba ponsel Jodi berderit,Hansen menelpon.
"Katakan Han." ucap Jodi sesaat setelah dia mengangkat panggilan telpon Hansen.
__ADS_1
Jodi melebarkan matanya saat Hansen memberikan informasi.
*Kira-kira info apa yang di berikan oleh Hansen ya readers????