Upik Abu Kesayangan Bos Mafia

Upik Abu Kesayangan Bos Mafia
bab 44 Oh astagaa apakah ini mimpi??


__ADS_3

Haris masih sangat geram dengan penolakan yang diterimanya dari Jack,tak henti-hentinya di mengumpat karena kesal,Ben yang ada bersamanya sampai jengah dengan semua makian Ben yang ditujukan untuk Jack,sedangkan orang yang dimaki tidak ada disini.


"Aku akan membuat perhitungan dengannya Ben...!!! kau dengar itu?? dia akan berurusan denganku dengan penolakan itu..!!" Haris masih saja kesal.


"Astaga tuan..saat ini kau lebih mirip perempuan yang sedang PMS,iya kan PMS? aq pernah mendengar istilah itu dari teman kampusku dulu"


Ben berujar dalam hati.


"Kau dengar apa yang ku ucapkan Ben??!!! aku akan menghancurkannya sama seperti aku akan menghancurkan Kenan Smith..!!"


"Iya tuan saya mendengarnya tentu saja" dengan nada datar Ben mimpali semua kekesalan Haris.


"Kenapa expresimu datar begitu hah??!!!" Haris berteriak tak terima saat mendengar dan melihat kalimat juga wajah datar Ben.


"Lalu aku harus bagaimana tuan?" tanya Ben tak paham,dia merasa tidak ada yang slah dengan ucapannya.


"Hhhhh kau sama saja membuatku kesal..!!''


Brakkk


Haris membanting pintu ruang kerjanya,Ben hendak menghampiri Haris tapi langkahnya terhenti saat teriakan Haris yang mengusirnya.


"Pergi dari sini Ben,aku sedang kesal dan kau malah menambah kekesalanku saja..!!!


"Baik tuan,hubungi aku saat kau memerlukan sesuatu" ucap Ben dan setelah itu dia pun pergi.


Tapi sebelum Ben pergi ponselnya berdering,anak buahnya yang ditugaskan untuk mengawasi Agnes,menelpon.


"Ada apa?" tanya saat telpon tersambung.


"Nona Agnes kembali dari kota B hari ini tuan" ucap suara diseberang sana.


"Dia akan kembali ke apartemennya hari ini" lanjut suara itu lagi.


"Terus pantau dia"


"Baik tuan"


Tut.tut.tut


Telpon terputus,Ben berbalik kembali ke dalam dan menghampiri Haris.


"Kenapa kau belum pergi?!" masih dengan nada tinggi Haris menghardik.


"Nona Agnes telah kembali tuan"


"Apa? kapan dia kembali?" Haris berbinar,emosinya seakan lenyap seketika.

__ADS_1


"Hari ini dia baru kembali"


"Bawa dia padaku Ben"


"Maksudmu?"


"Apakah perkataanku kurang jelas? aku ingin kai membawa dia padaku,walau dengan paksaan sekalipun" ucap Haris dengan senyum licik nya.


"Baik tuan" Ben segera pergi untuk menjalankan perintah Haris yang kini mulai nekat.


Sebelumnya Haris selalu berusaha meraih Agnes dengan cara yang cukup gentle,tapi penolakan demi penolakan yang selalu Haris dapatkan,kali ini dia sudah muak dengan penolakan itu,tidak perduli jika Agnes akan menolaknya lagi nanti,yang terpenting dia harus mendapatkan wanita pujaanya.


.


.


.


Ken berada dalam mobilnya bersama dengan Jodi menuju mansionnya,ponsel berderit ada nama Agnes disana.Seperti biasa Ken akan mengabaikan panggilan Agnes pesan-pesan dalam aplikasi berwarna hijau darinya pun tak pernah sekalipun Ken memberikan balasan,bahkan dibacapun tidak.Kejam memang,tapi begitulah Ken,dia tidak akan menyentuh apapun yang tidak dia sukai,termasuk semua panggilan dan pesan chat Agnes.


Jodi hanya melihat dari cermin diatas kepalanya,karena dia juga mendengar ponsel Ken yang berderit tanpa henti.Tak satu patah katapun keluar dari mulut Jodi untuk mengingatkan derit ponsel itu,dari sikap Ken saja Jodi sudah tahu siapa yang menghubungi tuannya itu.


Setelah beberapa lama mobil memasuki pekarangan mansion,gerbang yang menjulang tinggi segera dibuka oleh scuriti penjaga.Tak lama Jodi menghentikan mobil itu didepan teras mansion yang begitu megah.Ken memasuki mansion beriringan dengan Jodi.


"Ken,kau sudah pulang?" Key yang sedang duduk di sofa ruang keluarga menyapa saudara kembarnya.


"Hai jodi...apa kabarmu?" Key menyapa Jodi dengan senyuman menggodanya membuat Jodi seketika berkeringat dingin,kakinya serasa lunglai bagai tak bertulang,berat rasanya untuk melangkah.Bibirnya terkatup rapat tanpa bisa mengatakan sepatah katapun.


"Jodi? kenapa kau diam? aku menyapamu barusan.." ucap Key lembut,yang sukses membuat seluruh tubuh Jodi merinding.


"A..aku...baik Nona.." jawab Jodi tergagap dan dengan suara tercekat,susah payah Jodi mengeluarkan suara itu.


"Kau kenapa gugup begitu Jod?" goda Key lagi yang saat ini tangan Key terulur ke bahu Jodi di posisi berhadapan.


"Ti..tidak nona,aku hanya..hanya.."


"Hanya apa Jodi?''Key terus menggoda.


"Jangan ganggu dia Key dia masih harus menyelesaikan tugasnya disini,jangan buat dia kabur meninggalkan tugas-tugasnya karenamu" tiba-tiba Ken bersuara dari lantai atas,sontak Key mendongak mencari sumber suara.


"Ish..aku tidak menggodanya Ken,aku hanya menyapanya..iya kan Jodi?" Key mengalihkan pandangannya dari Ken ke Jodi dengan tangannya yang masih bertengger cantik di bahu Jodi.


Ken hanya menggeleng dan membuang mukanya seraya kembali masuk ke ruang kerjanya.


"Aku harus naik nona" ujar Jodi berusaha melarikan diri.


"Hey tunggu..." Key memegang lengan Jodi yang lagi-lagi membuat Jodi gugup.

__ADS_1


"Apa malam ini kita bisa pergi Jodi?"


"Ma..maaf nona,aku dan tuan sedang ada misi penting malam ini,permisi" tapi lagi-lagi Jodi gagal melarikan diri.


"Misi? misi apa?"


"Misi yang sedang tuan rencanakan saat ini" jawab Jodi.


"Apa misi itu begitu penting?"


"Iya nona,misi kali ini sangat penting untuk tuan"


"Bagaimana denganmu? apa misi itu penting juga untukmu?"


"Ya Tuhan kenapa dia jadi banyak sekali bertanya?? aku bisa pingsan jika terus berada didekatnya" Rutuk Jodi dalam hati.


"Ya apapun yang tuan anggap penting maka bagiku juga penting" tukas Jodi.


"Sepenting itukah saudara kembarku bagimu Jod?" pancing Key lagi.


"Iya nona,bagiku saudara kembarmu adalah yang terpenting,dia prioritasku"


"Lalu apakah aku juga penting buatmu Jod?"


DEGG!!!


"Pertanyaan macam apa ini? bolehkah aku pingsan saja?" Jodi berujar dlm hati


Belum sempat Jodi memberikan jawaban Ken kembali muncul di lantai atas.


"Key, kau tidak akan membuat ku begadang malam ini karena pekerjaan yang Jodi tinggal kabur karena ulahmu kan?"


"ish...iya iya...Jodi pergilah,lihat itu kekasihmu sudah tak sabar ingin berduaan denganmu..!!!" ucap Key menunjuk saudara kembarnya dengan kesal.


"Hei aku masih normal..!!!" Ken melotot ke arah bawah dimana Key dan Jodi berada saat ini.


Key hanya mencibir dan Jodi segera pergi menghampiri tempat dimana Ken berada sekarang.


"Jodi..." Key memanggil Jodi saat Jodi menaiki tangga,Jodi pun menoleh.


"Aku mencintaimu..." ucap Key lagi dengan senyum manisnya,dan kemudian dia berlalu meninggalkan Jodi dengan keadaan shock.


"Astaga...aku benar-benar ingin pingsan saat ini,apa barusan dia menyatakan cinta padaku?? tidak.tidak.pasti aku bermimpi"


Jodi spontan menampar wajahnya sendiri.


"Akhh ini sakit,berarti ini nyata???"

__ADS_1


"Jod? sampai kapan aku kau buat menunggu hah?? kau sudah bosan hidup???!!"


"Maaf tuan" Jodi kembali berjalan menaiki tangga dengah susah payah,karena kakinya kini terasa sangat berat.


__ADS_2