Upik Abu Kesayangan Bos Mafia

Upik Abu Kesayangan Bos Mafia
bab 57 Good mood


__ADS_3

Malam yang menyiksa itu belum berakhir,Haris masih saja tiada henti memasuki tubuh Agnes,entah berapa kali penyatuanitu dilakukannya.


"Sayang...aku mencintaimu...kau telah jadi milikku..." gumam Haris saat dia telah menuntaskan hasratnya yang entah ke berapa kali,dan setelah itu dia terbaring di sisi Agnes,memeluk wanitanya dengan posesif.


Agnes masih menangis,meratapi nasibnya yang tidak sesuai dengan keinginannya.Ingin rasanya dia lari dari pria ini saat ini juga,tapi tubuhnya terlalu lemah,bahkan untuk menyingkirkan tangan Haris yang memeluknya saja dia tidak mampu.


Akhirnya Agnes pun ikut terlelap dalam pelukan Haris hingga pagi menjelang.


.


.


.


.


Pagi ini Jack dan Naya ada di meja makan,mereka menikmati sarapan bersama seperti biasanya.Keduanya menikmati sarapan dengan hidmat tak ada pembicaraan hanya denting sendok yang terdengar.


Sesekali Jack melirik Naya yang menunduk,sejak kejadian saat di restoran itu Naya banyak diam,dan itu membuat Jack tidak nyaman.


"Nay..." Jack memegang tangan Naya saat Naya hendak beranjak membenahi piring kotor bekas mereka sarapan tadi.Naya menatap Jack tanpa suara hanya sorot matanya yang seolah bertanya "Ada apa" pada Jack.


"Duduklah...aku ingin bicara." ucap Jack yang langsung dituruti olah Naya.


"Naya...apa kau masih marah padaku karena peristiwa itu?." tanya Jack to the point.


"Aku sudah memafkanmu." jawab Naya yang hendak kembali berdiri.


"Tapi sikapmu seolah sedang menghukumku." ujar Jack lagi.


"Aku minta maaf,aku terbawa emosi saat itu.." lanjut Jack lagi.


"Sudahlah Jack,jangan dibahas lagi." ucap Naya.


"Tapi kau masih mengacuhkanku Naya,dan itu membuatku sedih,kau bahkan kehilangan senyuman manismu."


"Jack ini sudah siang kau harus berangkat ke kantor." Naya berusaha menghindar,namun tiba-tiba Jack memeluknya.


"Naya,aku mohon jangan seperti ini,aku akan menerima apapun keputusanmu untuk hubungan kita,tapi kumohon jangan acuhkan aku seperti ini." untuk pertama kalinya Jack memohon pada seseorang,dan permohonan tulus itu berhasil menggetarkan hati Naya.


Naya berbalik dan menatap mata Jack.


Tangan Naya tergerak menyentuh rahang Jack.


"Jack...aku hanya ingin kau mengerti,aku ingin kau melamarku dengan benar kepada ibuku,aku ingin ibuku menyaksikan pernikahanku,apakah aku berlebihan Jack?"


"Tentu saja sayang,aku akan menunggu saat itu tiba,maafkan aku...aku berjanji akan menunggu saat itu dengan sabar,tapi berhentilah mengacuhkanku,aku sungguh tersiksa." Naya tersenyum mendengar pengakuan Jack.


"Apa kau memaafkanku?" tanya Jack kemudian.

__ADS_1


"Aku sudah bilang bukan? aku telah memaafkanmu Jack"


"Kemarinpun kau bilang telah memafkanku tapi kau mengacuhkanku." Jack merajuk membuat Naya tergelak.


"Iya aku minta maaf karena telah mengacuhkanmu,aku takkan begitu lagi" ucap Naya dengan senyum.


"Kau janji?" tanya Jack dan dijawab anggukan oleh Naya.


"Terimakasih sayang...aku mencintaimu..." Jack menarik Naya dalan pelukannya.


Sungguh Jack merasa seperti terlepas dari himpitan gunung es saat melihat naya tersenyum padanya.Dia pun berangkat ke kantor dengan hati bahagia,langkahnya terasa ringan dan lega.


Memasuki gedung perusahaannya Jack menjadi pusat perhatian dan bahan pembicaraan para karyawannya.Pasalnya tidak biasanya bos besar mereka tersenyum ramah pada siapapun yang menyapanya.


"Hei kau lihat itu?"


"Apa?"


"Boss kita sepertinya sedang bahagia,dia terus tersenyum pada semua orang yang menyapanya"


"Iya kau benar,apa dia sedang menang tender proyek besar?"


"Ah sepertinya jika hanya menang tender dia tidak akan sebahagia itu,aku rasa dia sedang jatuh cinta"


Celoteh beberapa para karyawan wanita saat melihat wajah Jack saat baru datang ke kantor.


Hingga menuju ruangannya Jack masih tetap tersenyum,Sherly yang tengah duduk di mejanya seketika berdiri dan memberi salam hormat pada bosnya.


"Pagi." Sherly sungguh shock saat mendengar sapaabnya di jawab oleh Jack.


"Apa barusan pak Jack membalas sapaanku???? aku tidak bermimpi kan???" Sherly mencubit lengannya sendiri.


"Aaauuwww...ini sakit...jadi...jadi..aku tidak bermimpi?? yang itu tadi benar-benar pak Jack yang menjawabku kan??" Sherly masih tak percaya,begitu bahagianya mendapat balasan saat menyapa bosnya itu karena biasanya jangankan membalas bahkan melihatnya pun tidak.


"Aku akan membuatkan kopi untuk pak Jack."


Sherly bergegas menuju pantry dan membuatkan Jack secangkir kopi.


"Apa itu untukku Sherly?" tiba-tiba Rendi telah berada di belakangnya.


"Haisshh kau mengejutkanku saja pak Rendi."


Rendi hanya terkekeh.


"Tentu saja ini untuk pak Jack." ucap Sherly acuh.Rendi masih terkekeh dengan penuturan Sherly itu karena selama ini kan dia yang selalu meminum kopi buatannya.


"Owh jadi tuan sudah datang ya?" Rendi bertanya lagi.


"Iya dia sudah ada diruangannya,tumben pak Rendi tidak datang bersama pak Jack?."

__ADS_1


"Aku ada mengurus urusan tuan yang lain,dan kau jangan panggil pak saat kita sedang berdua." ujar Rendi.


"Lalu aku harus panggil apa?"


"Panggil saja namaku" ucap Rendi tapi sherly malah meneloyor pergi membawa cangkir kopi itu.


"Dasar tidak sopan aku belum selesai bicara malah ditinggal pergi" gerutu Rendi yang masih terdengar oleh Sherly,gadis itu hanya nyengir.


"Ah ya pak Rendi,hari ini pak Jack kelihatan aneh." ujar Sherly.


"Aneh apanya?."


"Dia tak berhenti tersenyum saat datang kekantor,dia bahkan menjawab salam selamat pagi dariku." Sherly sangat bersemangat menceritakan semuanya.


"Oh ya? mungkin dia dalan mood yang baik."


"Iya,dia tersenyum dan membalas sapaanku,apa kau tahu apa yang membuatnya begitu? membuatnya dalan good mood?."


"Aku tidak tahu." jawaban Rendi yang singkat-singkat itu membuat Sherly sebal.


"Ish...sungguh tidak membantu jawabanmu itu." Sherly melangkah meninggalkan Rendi menuju ruangan Jack.


"Selamat pagi tuan." sapa Rendi seperti biasa.


"Pagi Ren? duduklah aku ingin bicara." ucap Jack dengan wajah berseri.Rendi mengalihkan pandangan pada Sherly mencari jawaban Sherly hanya menggendikan bahunya.


"Kalian kenapa? apa ada masalah?." tanya Jack yang sekali lagi membuat dua orang bawahannya itu terkejut,sungguh bukan sifat Jack yang biasanya tak pernah perduli pada orang lain,tapi apa sekarang?? dia bahkan menanyakan itu pada bawahannya.


"Jika ada masalag segera selesaikan jangan di tunda-tunda nanti malah jadi panjang." lanjut Jack lagi.


Sungguh Rendi tak percaya dengan apa yang didengarnya,seorang Jack perduli pada masalah orang lain??"


"Ada apa ini? apa tuan salah makan saat sarapan tadi?" gumam Rendi dalam hati.


"Kenapa kalian menatapku begitu? apa ada yang aneh dengan wajahku?." tanya Jack meraba wajahnya sendiri.


"Ah tidak tuan,tidak ada yang aneh kok hehe." ucap Rendi,Sherly masih terpesona dengan senyum manis Jack dia hanya diam mematung di dekat meja tempat dia meletakkan kopi.


"Sherly? apa ada yang ingin kau katakan?" tanya Jack.


"Ah tidak pak,maaf aku permisi." Sherly buru-buru melangkah dan keluar ruangan,sebelum dia benar-benar menutup pintu sekali lagi dia menatap wajah bosnya,masiha da senyum disana.


"Ya Tuhan...tampan sekali saat dia tersenyum,apakah dia mulai menyukaiku??" guman Sherly kegirangan.


"Baiklah ini takkan terlalu sulit untuk mengambil hatinya jika dia telah menyukaiku." lanjut Sherly lagi.


Kemudian dia pun kembali ke mejanya berkutat dengan pekerjaan,dan entah mengapa dia merasa lebih bersemangat setelah mendapat sapaan dan senyum dari bos nya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2