
Mobil ken sampai di parkiran Rumah sakit,jodi hendak turun dan membukakan pintu bagi tuannya,sesaat sebelum jodi menyentuh handle pintu mobil...
"jod.."
"ya tuan" jodi menoleh ke arah tuannya yang duduk di jok belakang
"jika aku menemuinya,apa yang harus aku katakan padanya nanti?" tanya ken dengan wajah datarnya
"astaga ...tuan...yang tadi ingin bertemu gadis itu kan kau bukan aku"
"jod...!! pikirkan sesuatu..!!! ken menatap jodi tajam
"i..iyaa tuan saya sedang berfikir.."
"astagaaa...bunuh saja aku tuaaannn" teriak jodi dalam hati
"jodii...!!! kenapa lama sekali kau berfikir hah? apakah kau tiba-tiba menjadi bodoh??!!''
"ya Tuhan...mimpi apa aku semalam,kalo memang kau pintar kenapa kau memintaku memikirkan percintaanmu,siapa yang bodoh disini sebenarnya"
jodi memaki dalam hatinya
"begini saja tuan,katakan saja anda ingin mengecek rumah sakit itu,toh rumah sakit itu milik anda" jawab jodi asal saja,dan ken tidak berkomentar lalu segera membuka pintu mobil dan keluar
.
.
.
didalam rumah sakit....
"Ken...?? untuk apa dia kemari?apa dia sakit?'' tanya dokter novan pada dirinya sendiri,yang melihat kedatangan ken dengan asistennya,dia berlari kecil menghampiri ken
"hai Ken,ada apa?apa kau sakit?" tanya novan pada Ken,dan yang ditanya hanya memberikan tatapan tajam membuat novan beralih melirik asisten Ken yang sama saja seperti kulkas
tp jodi hanya menatap datar
"hei..kalian tidak tau bahasa manusia kah?"
"jaga ucapanmu" jawab ken
"ternyata kau tau juga bahasaku ya..hahahaa"novan terbahak tapi ken hanya menatap tajam
"ish..kau ini,bisa tidak jangan memberiku tatapan membunuh itu hah?aku kan hanya bertanya sebagai dokter disini" jawab novan dengan tersenyum canggung
"aku pemilik Rumah sakit ini bukan?" tanya ken pada novan dan dijawab anggukan oleh novan
__ADS_1
"kalau begitu aq bebas datang kemari bukan begitu dokter novan?" dan dijawab dengan anggukan lagi
"yaa baiklah kau pemiliknya dan kau bebas untuk kemari,tapi apakah kau sedang kurang kerjaan hingga sepagi ini kau mengunjungi rumah sakit? tanya novan lagi
"kau ini dokter atau polisi sebenarnya?" jodi yang sedari tadi diam akhirnya bersuara
"ish...kau ini" ucap novan yang di balas dengan muka datar jodi
"dua manusia kutub ini sangat mengerikan" gumam novan
"aku mendengarnya" ken menimpali
"hehehehehe" novan hanya cengengesan
"dimana gadis itu?" tanya ken kemudian
"gadis?gadis yang mana?"novan dengan expresi bodohnya
"simpan wajah bodohmu itu,aq geli melihatnya" ujar ken lagi
"gadis yang tertembak karenamu?" tebak novan kemudian
"hei..!! bukan aku yang menbaknya,tapi orang yang mengejar-ngejarku" ken membantah ta terima
"oke..oke...tapi..dari maka kau tau kalau dia ada disini??" tanya novan sambil memegang dagunya
"it..itu...bagaimana kau tau? hei...aku kan belum gajian..."jawab novan sembari mengejar ken yang sudah berjalan jauh di depannya,alasan yang diberikan novan sungguh tidak masuk akal,dia bahkan bisa membeli restoran jika dia mau,novan memberikan naya mie seduh itu hanya supaya naya tidak terlalu lama menunggu karena kan memang sudah larut dan naya blm makan.
.
.
.naya masih duduk di bangku sejak semalam dia datang,matanya sembab,ada lingkaran gelap di kedua matanya menandakan dia tidak tidur semalaman,wajahnya pucat dan penampilannya terlihat kacau,pikiran naya masih kalut saat ini,antara ketakutan akan kehilangan ibunya juga biaya rumah sakit yang entah dari mana akan dia dapatkan
"Ya Tuhan....aku harus bagaimana?" naya memeluk lututnya dan membenamkan kepalanya,sesaat kemudian dia mendongak karena ada suara yang memanggilnya
"naya..."
yang di panggil namanya pun menatap orang itu
"Tuan.." naya terpaku sejenak dan kemudian bangkit dari duduknya
"Tuan...sedang apa anda disini?" tanya naya
"ini rumah sakit ku jadi aq datang untuk mengecek sesuatu,dan lagi pula aku bebas untuk datang kemari" jawab ken
"astagaa...tuan benar-benar memakai ideku"
__ADS_1
jodi bergumam dalam hati, ada rasa tak percaya tuannya memakai idenya itu
"owh..iya tuan" jawab naya yang kemudian menunduk
"jangan menunduk" ucap ken dn spontan naya menegakkan keplanya
"dan kau sedang apa disini?" ken berpura-pura tidak tahu
"saya mengantar ibu saya tuan" jawab naya singkat
"begitu? jadi kau mengindahkan saran dokter novan untuk membawa ibumu kemari?"tanya ken pada tapi naya bingung untuk menjawabnyadan akhirnya dokter novan yang baru sampai disitu menjawab
"tidak Ken,ibu nya naya kritis,makanya semalam dijemput pakai ambulance" jawab novan yang masih terengah-engah
"kritis? dan bagaimana keadaanya sekarang?"
ken bertanya entah pada naya entah pada novan,tapi akhirnya dijawab oleh novan
"sekarang pun masih kritis"
"dimana ibunya berada sekarang van" tanya ken lagi kali ini benar-benar pertanyaan itu ditujukan kepada novan
"masih di ICU ken,seharusnya beliau mendapatkan perawatan terbaik selama masa komanya,"ucap novan
"maksudmu?"ken tidak mengerti maksud novan
"seharusnya beliau mendapat perawatan dengan alat-alat medis yang memadai,selama ini beliau hanya dirawat oleh naya di rumah" jelas novan lagi,kini pandangan ken tertuju pada naya yang saat ini menunduk dengan raut wajah penuh penyesalan
"anda benar dokter,memang ini salahku,karena tidak membawa ibu ke rumah sakit dari dulu" naya berkata dengan pandangan nanar,tak terasa buliran bening itu keluar dari pelupuk mata naya da dengan segera naya menghapusnya berharap air matanya tak terlihat oleh oranglain,tapi ken yang sedari tadi memeprhatikannya tentu saja ken melihatnya,entah mengapa hatinya merasa pilu melihat naya menitikkan air mata nya meskipun dengan sekejap naya telah menghapusnya
ingin rasanya ken memeluk dan menenangkan naya disaat naya berada dalam kesedihan seperti saat ini yang jelas terlihat di depan matanya,suasana hening sesaat hingga akhirnya mereka semua tersentak dengan kedatangan seorang perawat
"permisi..." kata perawat itu yang tak lain adalah kak ida
"kak ida.."naya melihat ke arah perawat itu
"maaf naya,kau harus ke bagian administrasi saat ini juga" ucap kak ida yang nampak ragu
naya diam mematung,dia bingung karena tak ada uang sepeserpun yang dia punya saat ini,
Ken yang tau keadaan naya dengan cepat menjawab kak ida
"suster,asistenku akan kebagian administrasi bersamamu'' ucap ken seraya menatap ke arah jodi,yang ditatap pun mengangguk mengerti,
"baik tuan,mari tuan ikut dengan saya" kata kak ida memandu jalan kepada jodi
novan menjatuhkan rahangnya hingga mulutnya terngaga,
__ADS_1
"demi apapun...aku tidak sedang bermimpi bukan? seorang Ken perduli dengan perempuan???" novan berkata dalam hati,masih tak percaya tentang hal yang dia lihat di depannya barusan