Upik Abu Kesayangan Bos Mafia

Upik Abu Kesayangan Bos Mafia
bab 33 Si Tuan Manja


__ADS_3

Naya semakin membaik,luka yang ada di lengannya kini telah mengering,sesekali terasa sedikit gatal di sisi2 luka yang sedang mengering menandakan kalau luka itu akan segera sembuh.


Pagi-pagi buta Naya telah bangun dan kini sedang sibuk di dapur,para pelayan sudah berusaha mencegah Naya karena takut tuan mereka akan marah,mata pare pelayan terbelalak saat Jack telah berdiri di pintu dapur.


"Tu..tuan..." bi Asih yang menyadari kehadiran Jack,tubuhnya bergetar ketakutan,Naya menoleh kearah yang ditatap bi Asih.


"Saya sudah melarangnya tuan..tapi.."


"Biarkan saja" ujar Jack memotong kalimat bi Asih.


"Selamat pagi tuan" Naya menyapa dengan tersenyum,dan lagi-lagi membuat jantung Jack berdetak tak beraturan.


"Kau memasak?" tanya Jack menyembunyikan rasa gugupnya.


"Ya tuan,aku memasak sarapan untukmu,hari ini aku memutuskan untuk mulai bekerja" Naya menjawab dengan tetap tersenyum.


"Baiklah,kerjakan tugasmu oh ya bi,mulai saat ini Kanaya yang akan menyiapkan segala keperluanku" ujar Jack pada Naya dan kemudian beralih menatap bi Asih,wanitaparuh baya itu mengangguk.


Naya meletakkan sarapan di meja makan untuk Jack,namun pria tampan itu belum juga muncul dari kamarnya.


"Bi,apa aku harus memanggil tuan untuk sarapan?" tanya Naya pada bi Asih.


"Tuan masih masih mandi,kau naiklah keatas dan siapkan pakaian kerjanya,kau tunggu tuan disana hingga dia selesai berpakaian,lalu ajak dia sarapan" bi Asih menerangkan apa yang harus Naya lakukan sesuai dengan apa yang diminta tuannya saat malam tadi memanggil bi Asih.


flash back on


"Tuan memanggil saya?" bi Asih nampak masuk keruang kerja Jack setelah mengetuk pintu dan Jack menyuruhnya masuk.


"Iya bi,ada yang harus bibi lakukan untukku"


"Tentu saja tuan,bibi akan melakukan apapun yang tuan perintahkan" bi Asih tersenyum pada seorang yang telah dia rawat dari kecil.


"Kanaya akan menjadi pelayanku bi" ujar Jack


"Apa tuan memecat bibi? apa bibi membuat kesalahan?" bi Asih mulai panik.


"Tidak bibi...bibi tetap disini,merawatku,tapi aku ingin Kanaya yang menyiapkan segala keperluanku bi" mendengar itu bi Asih pun mengerti,dan tersenyum.


"Baiklah tuan...bibi akan membantunya,dia gadis yang baik tuan." ucap bi Asih sambil tersenyum dan dibalas senyum oleh Jack.


Wanita paruh baya itu memang sudah seperti ibunya sendiri,dia begitu tulus merawat dan menyayangi John dan Jack,dua kakak beradik yang tak pernah mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tua mereka yang selalu sibuk dengan urusannya sendiri,hanya bi Asih yang selalu ada untuk mereka.


Lama mereka membicarakan Naya didalam ruang kerja Jack,hingga akhirnya....


"Baiklah bi,hanya itu yang ingin ku sampaikan pada bibi" ujar Jack


"Baik tuan,bibi akan menjalankan perintah tuan"


"Trimakasih bi..."


"Sama-sama tuan"

__ADS_1


flash back off


"Baiklah bi,aku akan naik keatas sekarang" ucap Naya pada bi Asih yang dibalas anggukan oleh wanita itu.


Tok...tok..tok...


Naya mengetuk pintu kamar Jack,yang selama seminggu ini dia tempati.


Tak ada jawaban dari balik pintu akhirnya Naya memutuskan untuk membuka pintu.


"Tuan..." panggil Naya, tetap tak ada jawaban,Naya memberanikan diri untuk masuk.


Terdengar gemercik air dari kamar mandi menandakan ada seseorang yang sedang mandi disana,tentu saja itu pasti Jack.


Naya pun segera masuk dan merapihkan tempat tidur Jack,lalu membuka lemari besar milik Jack,terlihat banyak kemeja dan Jas disana.


Naya mengambil satu kemeja berwarna biru laut,sebuah dasi dan celana hitam lengkap dengan Jasnya,meletakkannya di atas tempat tidur.


Pintu kamar mandi dibuka,terlihat Jack yang keluar dan hanya mengenakan sehelai handuk sebatas pinggangnya sembari mengeringkan rambutnya yang basah.


Terlihat tubuh atletis dengan roti sobek yang terpampang indah disana.


Naya menjatuhkan rahangnya,mulutnya ternganga segera di bekapnya dengan tangannya sendiri dan reflek membalikkan bandan.


"Astagaaaa....mataku ternodaaa!!!!"


Pekik Naya dalam hati.


"Hei kenapa kau memunggungiku?" ucap Jack seraya berjalan mendekat.


"Keringkan rambutku" Jack melongok wajah Naya seraya mengulurkan handuknya,dengan tangan gemetar Naya menerima handuk itu.


"Kau kenapa?" tanya Jack menggoda.


"Tii..tidak apa-apa tuan" ucap Naya gugup Jack hanya tersenyum saat Naya mulai bergerak mengeringkan rambut di kepalanya,sedangkan Naya malah berkeringat dingin karena pemandangan di depannya ini.


"Sudah kering tuan" ujar Naya seraya mematikan hairdrayer,Jack mengacak rambutnya seakan memeriksa kebenaran perkataan Naya.


"Trimakasih" ucap Jack kemudian mengambil baju yang Naya pilihkan tadi,dan hendak memakainya.


"Aaaaa....!!!" Naya berteriak saat Jack hendak melepas handuk yang melilit pinggangnya.


"Kau kenapa sih?!" Jack nampak terkejut dengan teriakan Naya.


"Ma..maaf tuan.." ucap Naya sambil membalikkan badan.


"Lain kali tidak usah berteriak begitu" ujar Jack santai.


"Bagaimana aku tidak teriak?? dia mau melepas handuk itu didepan mataku yang suci ini,yang benar saja!!"


gerutu naya dalam hati memaki kelakuan Jack.

__ADS_1


"Apa sarapannya sudah siap?" tanya Jack setelah berpakaian lengkap sedangkan Naya masih membalikan badan.


"Sudah tuan..." jawab Naya tanpa menoleh.


"Hei...aku ada disini,kenapa kau menghadap kesana saat berbicara padaku? tidak sopan" Jack berpura-pura marah padahal dia menahan tawa.


"ish..tuan yang tidak sopan,berganti pakaian di depan seorang gadis,kan bisa memberitahu dulu jika mau membuka handukmu" jawab Naya memberengut.


"Ini kan rumahku,jadi terserah aku" Jack menimpali seenaknya.


Naya mengerucutkan bibirnya,membuat Jack sangat gemas saat melihatnya.


"Ayo kita turun dan sarapan" Ujar Jack yang melangkah meninggalkan Naya di belakangnya,Naya pun mengikuti langkah Jack menuju meja makan.


"Suapi aku" Ucap Jack saat telah berada di meja makan.


"Hah???" Naya terbelalak.


"Aku bilang suapi aku" kata Jack lagi.


"Apa tuan tidak bisa makan sendiri?" Ujar Naya


"Aku ingin disuapi olehmu"


"Apa itu merupakan tugas ku juga saat menjadi pelayanmu?" tanya Naya heran.


"Tentu saja iya.." ujar Jack lagi,bi Asih yang memperhatikan dari dapur hanya geleng-geleng kepala dan tersenyum.


"Ish...manja sekali.." gerutu Naya,mau tak mau naya pun menyuapi Jack nasi goreng buatannya.


"Emmm....enak..." ucap Jack pada suapan pertama dari tangan Naya tapi Naya tak menanggapi ucapan Jack yang sedang memuji masakannya.


"Aku bilang nasi gorengmu ini enak" Jack mengatakannya tepat di depan muka Naya.


"ish...iya iya aku dengar.." Naya menjauhkan wajahnya dari Jack.


"Lalu kenapa diam saja?" tanya Jack lagi yang mulai membuat Naya kesal.


"Lalu aku harus bagaimana tuan?" sungut Naya.


"Tentu saja mengucapkan terimakasih karena aku memuji masakanmu" jawab Jack dengan senyum menggoda.


"Trimakasih atas pujiannya tuan.....!!!!" ucap Naya gemas.


"Nah begitu kan lebih baik" Jack tersenyum.


"Menyebalkan...!!!!" Naya menggerutu sendiri sedangkan Jack malah senyam senyum melihat expresi wajah Naya yang sangat menggemaskan bagi Jack.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2