Upik Abu Kesayangan Bos Mafia

Upik Abu Kesayangan Bos Mafia
pulang kerumah


__ADS_3

Akhirnya novan mengijinkan naya untuk pulang ke rumah setelah memberi resep obat yang harus di konsumsi oleh naya,novan berjanji akan membuatkan resep obat untuk ibunya naya jika dia sudah memeriksa kondisinya,tapi naya terlihat ragu "tapi dokter,saya tidak bisa membawanya kesini" ucap naya lirih "tidak masalah,aku yang akan kesana memerikna ibu anda nona" ucap novan pasti "benarkaahh dokter???" naya bersemangat,tapi wajah cerianya memudar seketika,membuat novan dan kenan heran "kenapa nona?" tanya novan "tidak apa dokter,saya akan menghubungi dokter jika saya menginginkan dokter untuk datang"naya menunduk sedih "baiklah,kabari saja saat anda membutuhkannya nona" jawab novan lagi,kenan yang sedari tadi hanya banyak menyimak "ku antar kau pulang" akhirnya bersuara juga "baik tuan,terimakasih..maaf merepotkan tuan" kenan hanya mendengus saja


"kenapa dia pelit sekali dengan kata2,tidak bisa apa sekedar menjawab ucapan terimakasihku?dasar pria aneh"


naya membatin saat melihat kenan,tapi segera menundukkan kepala saat kenan memergoki naya sedang menatapnya.


sampai di parkiran kenan masih terlihat acuh dengan naya,bahkan kenan meninggalkan naya yang berjalan mengekorinya,kenan terlihat tak perduli pada naya,kenan hendak masuk ke mobilnya dan melihat nanya yang masih berjalan agak jauh dari posisinya,saat naya sudah dekat


"kenapa kau lamban sekali?" kenan mendengus kesal "kau membuang waktuku" sambung kenan lagi


"maaf tuan..."naya masih menunduk


"kau tau,aku sibuk dan banyak urusan,tapi kau malah berjalan sangat lamban"


"maafkan saya tuan,jika anda sibuk anda tidak perlu mengantar saya tuan,saya akanpulang sendiri" naya hendak berjalan menjauh dari kenan tapi kenan mengacuhkan naya,kenan masuk ke mobilnya.


Naya berjalan keluar dari parkiran,dan berdiri di tepi jalan,kenan yang baru saja keluar dari parkiran memperhatikan naya yang terlihat celingak celinguk kebingungan,kenan melajukan mobilnya dan berhenti di depan naya


"kau cari apa?" tanya kenan


"ojek tuan"


"mana ada ojek disini?"


"kalau begitu saya jalan saja tuan"naya bergegas pergi berjalan kaki tp kenan kuar dari mobil dan menahan tangan naya


"ku antar kau pulang"


"tapi..anda bilang anda sibuk tuan"


"cepat masuk"kenan


"tapi..."naya melihat tatapan kenan seperti tak mau dibantah akhirnya naya masuk juga ke mobil kenan,kenan memasangkan seat belt naya,hingga wajah mereka berdekatan,tercium aroma maskulin yang begitu khas dari kenan,membuat naya terhanyut denga. aroma ith sejenak...


naya tersadar saat mobil mulai melaju,kenan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang,tidak ada percakapan diantara mereka hingga pada akhirnya naya membuka suara


"tuan,saya bis turun di tempat dimana tuan bertemu saya tadi"pinta naya


"kenapa?"


"saya mau membeli obat lagi untuk ibu saya"


"bukan kah novan akan memberikan resepnya setelah memeriksa ibumu?"tanya kenan masih tetap memandang lurus kedepan

__ADS_1


"t..tapi..pasti akan sangat mahal biayanya jika dokter novan berkunjung kerumah nanti"naya menunduk


"lalu obat untuk ibumu itu,apakah harganya murah?"kenan


"tidak juga tuan,tapi saya masih ada uang,dan uang itu cukup untuk membeli obat ibu saya walaupun hanya separuh"


"separuh?" kenan mengernyitkan dahinya saat naya menguarkan beberapa uang pecahan 5 ribuan dan 2 ribuan dari saku celananya,uang pecahan yang bahkan kenan baru kali ini melihatnya langsung seumut hidupnya yang sudaH 25tahun itu.


Naya turun ditempat dimana kenan membawanya sebelumnya,naya masuk ke apotik dan beberapa saat kemudian dia keluar,dan tertegun melihat mobil kenan yang masih ada di tempatnya tadi,naya menghampiri mobil kenan. "tuan..kenapa masih disni?anda bisa pergi sekarang tuan"


"kau mengusirku?"


"bukan begitu tuan...saya hanya tidak ingin merepotkan tuan,rumah saya sudah dekat dari sini"


"tapi kau sudah terlanjur merepotkanku,jadi sekalian saja,ayo masuk"


"tapi tuan...."


"masuk"


"isshhh....memaksa sekali"gerutu naya yang masih bisa didengar oleh kenan,


kenan memencet tombol dan pintu pun terbuka,terpaksa naya masuk ke mobil kenan lagi


"dari lampu merah itu nanti belok ke kanan tuan,setelah lampu merah ke 2 belok ke kiri,nanti ada masjid di kiri jalan sebelahnya ada jalan masuk rumah saya nomor 4,"jawab naya panjang lebar


"kau bilang tadi dekat bukan?kenapa jadi jauh sekali?" gerutu kenan,naya hanya nyengir kuda saja


"apa setiap hari kau berjalan sejauh itu?"


"iya tuan,saya sudah biasa tiap pagi ke pasar tradisional diujung jalan"


"bagaimana bisa dia katakan itu dekat??bahkan dari pasaritu ke apotik saja sudah sangat jauh,bisa2nya dia melakukannya tiap hari?apa ngga ada kerjaan dia hingga tiap hari jalan kaki ke pasar yang jauh itu?kenapa tidak keswalayan saja?"


kenan membatin ,hingga tak terasa sampai lah mereka di depan rumah yang bisa dibilang cukup megah,bangunan modern tp terlihat tidak terlalu terawat,ada dua lantai di bangunan itu,kenan masih memandangi bangunan di depannya,kenan merasa naya anak orang yang cukup berada,bahkan ada 2 buah mobil digarasi,tapi kenapa naya semenyedihkan itu?


"ini rumahmu?


''iya tuan..apakah tuan ingin mampir?"


"ada siapa saja di dalam sana?"kenan menjawab naya dengan pertanyaannya


"saya tinggal bersama ibu,dan ibu tiri sayaserta saudara tiri saya tuan"

__ADS_1


"dan obat itu untuk ibu tirimu?


"bukan tuan,obat ini untuk ibu saya,ibu kandung saya yang sedang sakit"


kenan masih mengedarkan pandangannya,kenan melihat seseorang melihat mereka di jendela di lantai 2,dan tak berapa lama soraya yang sedari tadi berdiri di dekat pillar berteriak ke arah naya


"hei upik abu...!!!kemana saja kau hah??pergi tak kenal waktu kau ya,kau pikir kau tuan putri yang bisa pergi se enaknya??"soraya berkacak pinggang memarahi naya


kenan mengedarkan pandangan mencari sosok dengan suara ketus,


"maaf tuan,sepertinya anda tidak bisa mampir kerumah tuan...mungkin lain kali saja"ucap naya menunduk


"hei upik abu,cepat buatkan kami makanan,kau harus dihukum karena telah pergi tak ingat waktu hingga membuat kami semua kelaparan!!!"teriak soraya lagi,


"dan kau..." soraya menunjuk kenan "siapa kau?beraninya membawanya pergi,"


kenan hanya menatap dingin


"cepat masuk...!!!" soraya menarik tangan naya dan naya segera masuk ke rumah,kenan melajukan mobilnya meninggalkan pekarangan rumah naya.


Didalam rumah naya sudah di suguhkan berbagai pekerjaan rumah yang menanti,mulai dari memasak,menyetrika,menyapu,mengepel,mencuci dan pekerjaanlainya yang seolah tidak ada habisnya,naya yang terluka lengannya pun merasakan sakit yang menyakitkan setelah bekerja seharian,belum lagi dia harus merawat ibunya juga.


Di mansion megah milik keluarga smith kenan duduk di balkon kamarnya yang luas,kenan masih memikirkan naya,gadis itu cantik,tapi kecantikannya tek tutup kesedihan yang bergelayut jelas di raut wajahnya,


"dia cantik...tapi,sepertinya dia sangat tertekan"


gumama ken pada diri sendiri


"ishh kenapa aku jadi memikirkannya?"ken memegang tengkuknya berusaha menepis bayangan naya,tp semakin dia mencoba melupakan wajah naya semakin membuat nya teringat saja..


"kenapa wajahnya selalu ada dimataku sih??"


gumam kenan kesal pada dirinya sendiri tp sejenak kemudian dia di kagetkan oleh telp yang berdering


"bagaimana?"kenan menjawab telponya


"tuan...yang menyerang anda tadi itu anak buah tuan haris" jawab jodi di sebrang sana


"sudah ku duga,si brengsek itu ingin bermain2 denganku,lakukan tugasmu jod,"


"baik tuan..."


telpon di tutup,seringai mengerikan terpampang jelas di raut wajah ken.

__ADS_1


__ADS_2