Upik Abu Kesayangan Bos Mafia

Upik Abu Kesayangan Bos Mafia
bab 8


__ADS_3

"Naya..." suara pria itu membuyarkan pikiran naya,dan naya pun menoleh kearah suara yang memanggilnya


"dokter.."ucap naya seraya berdiri dari duduknya


"kau sedang ap disni?kenapa kau menangis?siapa yang sakit?"dokter novan bertanya dan masih mengamati naya dari kacamatanya


"sa..saya..mengantar ibu dok.."jawab naya terbata,dokter novan mengernyitkan dahinya


"ibumu?ada apa?"tanya dokter novan lagi


"ibu...saya sakit dok" hanya itu yang bisa naya katakan pada dokter novan,dan dokter novan semakin mengernyitkan dahinya


"tentu saja aku tau jika orang ke rumah sakit itu pasti karena sakit naya" jawab dokter novan smbil tersenyum,naya bingung..bagaimana menjelaskannya pada Dokter Novan,di tengah kebingungan naya pintu ruangan pemeriksaan terbuka


"Dokter bagaimana ibu saya dok.."naya bertanya pada dokter dengan nada panik,


"kondisi ibu anda kritis nona.."jawab dokter dengan raut muka penuh penyesalan


"bolehkah saya melihat ibu saya dok?" saat ini belum bisa nona,tunggulah saat ibu anda melewati masa kritisnya" jawab dokter Heru lagi,naya kembali terduduk di kursi dengan lemas,Novan yang melihat itu merasa tidak tega


"bolehkah aku melihat laporan riwayat pasien dok?" tanya dokter novan pada dokter heru,dokter heru mengangguk dan meminta laporan itu dari suster Ida,


Dokter Novan membaca dengan seksama,dan sesekali mengangguk-angguk mengerti


"Naya,ikutlah denganku untuk beristirahat,lukamu juga belum sembuh benar kan?"dokter novan membujuk


"tidak apa dokter,saya disini saja"jawab naya dengan tatapan nanar


"tapi kau juga butuh istirahat naya,apa kau sudah makan?"tanya dokter novan lagi,naya hanya menggeleng pelan


"tunggu disini,aku akan segera kembali" dokter novan pergi dan sesaat kemudian dia kembali dengan membawa 1 cup pop mie panas dan air mineral


"makanlah.." dokter novan memberikan itu pada naya,tapi naya tidak ada pergerakan untuk menerima makanan itu


"kau juga harus menjaga dirimu agar tetap sehat naya,kalau kau sakit siapa yang akan menjaga ibumu?"bujuk dokter novan,naya mengalihkan pandangannya ke makanan itu dan kemudian melihat ke arah dokter novan


"makanlah...setidaknya ini demi ibumu''bujuk dokter novan lagi,dan naya pun mengangguk pelan,menerima makanan itu,dokter novan tersenyum melihat naya memakan pop mie pemberiannya.


.


.


.


.


Pagi-pagi Lusiana sudah sibuk berkutat di dapur memasak membuat sarapan untuk suami dan anaknya dengan di bantu para pelayan yang hanya boleh menyiapkan bahan-bahan nya saja,memang begitulah Luasiana,dia akan memasak makanan dengan tangannya sendiri untuk disuguhkan kepada keluarganya,para pelayan membantu meletakan makanan di meja makan.


Ken keluar dari kamarnya dan sudah rapi,Ken menuju meja makan,disana sudahada ayahnya


"pagi Pa.." sapa ken pada ayahnya


"hai..son..selamat pagi,wah kau sudah rapi sepagi ini?" Alex tersenyum melihat ke arah anaknya yang telah rapi


"iya pah,ada urusan penting yang harus Ken urus pagi ini" jawab ken sembari menarik kursi dan duduk disana,Lusiana masih sibuk di samping suaminya melayani mengisi piring sang suami

__ADS_1


"selamat pagi Tuan besar,selamat pagi Tuan muda" jodi yang baru datang dan langsung menyapa tuannya


"hai jodi,selamat pagi nak,duduklah kita sarapan sama-sama" Lusiana menghampiri jodi dan menarik tangannya karena jodi hanya berdiri mematung,jodi yang tidak bisa menolak pun akhirnya menurut saja dan duduk di samping Ken,


jodi memang sudah seperti saudara bagi keluarga smith,walaupun begitu jodi tidak pernah melupakan sopan santunnya pada keluarga itu


"kau sudah mendapatkannya jod?"tanya ken disela-sela sarapannya


"sudah tuan" jawab jodi sopan


"bagus,kau memang selalu bisa diandalkan" kata ken lagi


"terimaksih tuan" jawab jodi


Alex pun memandang kedua anak muda didepannya itu


"apa yang ingin kau dapat son?" tanya alex


"sesuatu pah" jawab ken singkat, alex mengalihkan pandangannya kepada jodi tapi yang dipandang hanya menundukkan kepala saja


"ish..anak muda jaman sekarang..." alex bergumam,meskipun penasaran tapi alex tidak melanjutkan ke ingin tahuannya,alex memahami sifat anaknya yang tidak suka di introgasi,karena dia akan membicarakan segala sesuatu pada nya jika memang dia harus tau sesuatu hal.


"apakah sesuatu itu tentang calon menantu buat mama ken?" tanya lusiana dengan tatapan menyelidik


''uuhukk..uhuk..uhukk" ken tersedak dan jodi segera memberikan air putih untuk ken


"kau kenapa nak?apa pertanyaan mama ini salah?" tanya lusiana


"ma..ken belum memikirnkannya"jawab ken


"biarkan Ken menemukan jodohnya ma,jika sudah waktunya ken pasti akan menikah" jawab Alex yang langsung mendapatkan senyum pepsodent dan tanda jempol dari Ken


"ishh..papah ini ngga bisa diajak kompromi deh" sungut lusiana


"jodi kau pasti juga sudah punya kekasihkan?ajari ken untuk melakukannya jg" lanjut lusiana kali ini menatap jodi


jodi yang gelagapan hanya tersenyum canggung


"kekasih?bahkan aku tidak bisa tidur nyenyak karena tuan selalu memberiku pekerjaan walapun di tengah malam buta,bagaimana aku bisa menemukan kekasih?astagaa..yang benar saja"


jodi menggerutu dalam hati


"kenapa tidak menjawab jodi? jangan bilang kau juga masih jomblo"hardik Lusiana lagi, jodi hanya menunduk


"astaagaaa kalian berdua sama saja" lusiana menepuk jidatnya,Alex yang melihat itu hanya tertawa.


Ken telah menyelesaikan sarapannya


"kita berangkat jod" seraya bangkit dari duduknya,jodi dengan sigap membawa tas kerja Ken, mereka berdua berpamitan kepada tuan dan nyonya Smith,dan setelah itu bergegas menuju mobil yang telah siap di depan mansion


didalam mobil


"katakan yang kau dapat jod" ken memberi perintah


"baik tuan,Nama gadis itu Kanaya Ameera Anditama tuan"jawab jodi

__ADS_1


"Anditama??dia putri pengusaha Anditama Group?"tanya ken agak terkejut


"benar tuan,nona Kanaya putri tunggal tuan Anditama dan nyonya Miranda,tuan Anditama menikah dengan salah satu pelayan bernama Soraya karena dijebak tuan,dari info yang saya dapatkan soraya menaruh obat ke makanan nyonya miranda yang membuat nyonya miranda jatuh sakit,dan akhirnya koma hingga saat ini disaat nyonya miranda koma,soraya memanfaatkan keadaan dan berusaha menjerat Tuan anditama dengan menjebaknya,tapi tidak lama kemudian Tuan Anditama dinyatakan meninggal karena sebuah kecelakaan pesawat,Harta tua Anditama dikuasai oleh soraya dan kedua anaknya yaitu fella dan silvi"


jodi berhenti sejenak untuk mengambil nafas,sedangkan Ken sibuk mengamati kertas-kertas yang didalamnya adalah info tentang naya


"Lalu siapa itu yeni?" tanya ken lagi


"bibi yeni adalah pengasuh nona tuan,tapi bibi yeni di pecat dan diusir oleh soraya karena bibi yeni tau rahasia tentang soraya,dan nona kanaya sempat bertemu bibi yeni di pasar tradisional di ujung jalan rumah nona kanaya" jon menjelaskan


"dan...ada lagi tuan" jodi tampak ragu menyampaikannya


"apa jod" ken mengalihkan pandangannya kepada jodi lewat cermin dia atas kepala jodi yang sedang mengemudikan mobil


"tadi malam setelah kita mengantarkan nona,nyonya miranda masuk rumah sakit tuan" jawab jodi


"itu artinya naya ada disana juga?"


"betul tuan,nona ada di rumah sakit milik Smith Group"jawab jodi lagi


"kalo begitu kita kesana sekarang"kenan memberi perintah


"ta..tapi..tuan..pagi ini ada meeting dengan tuan Sanjaya kan?"


"batalkan saja,kau suruh saja Susan untuk menghubungi pihak sanjaya" ken berkata dengan santainya


"yang benar saja tuan,kau bahkan telah berkali-kali memundurkan jadwal meeting dengan Tua bangka itu dari 2 bulan lalu"


gerutu jodi dalam hati


"tidak usah menggerutu padaku" ken menatap jodi tajam


"ti...tidak tuan" jawab jodi terbata


"sial...kau ini bos mafia atau cenayan..bahkan isi hatiku pun kau tau"


"bagaimana tetang peyeranganku tempo hari jod..?"tanya ken lagi


"bukankah anda sudah tau siapa dalangnya tuan?" jawab jodi ragu


"ya,apakah kau mengerahkan orang-orang kita untuk membalasnya?"


"be..belum tuan" jodi gelagapan,sudah pasti dia akan kena sembur tuannya kali ini


"apa????!!! kau tidak melakukan apapun jod??"


ken berteriak geram dengan wajah merah padam


"mati aku..." gumam jodi


"saya menunggu perintah anda tuan,karena kasusnya disini mereka melukai gadis itu tuan,jadi saya pikir tuan sendiri yang akan membuat perhitungan dengan mereka" jawab jodi masih panik tapi berusaha untuk setenang mungkin


"kau benar jod,aku sendiri yang akan membuat perhitungan dengan rivalku itu" ken telah kembali pada mode datar


"huuffhh....selamat...." gumam jodi

__ADS_1


__ADS_2