
"Mama akan bicara dengannya,Naya pasti setuju,karena ini demi ibunya kan?" Lusiana menatap semua orang dan teelihat mereka mengangguk
Naya tengah sibuk didapur membantu para pelayan menyiapkan makan malam untuk keluarga Tuannya,Lusiana yang sudah ada di pintu dapur menatap Naya dan tersenyum sendu
"mir...naya sungguh mirip denganmu,lihatlah..dia sangat cantik,putrimu sangat cantik mir,dia pandai memasak dan tangan mungilnya itu telah banyak menggenggam penderitaan, tapi kau tak perlu hawatir lagi miranda...naya akan baik-baik saja tak ada lagi yang bisa menyakitinya" Lusiana berkata dalam hati matanya tak pernah lepas dari naya yang sibuk bekerja di dapurnya
"Nyonya...apa anda perlu sesuatu?" tanya seorang pelayan,Naya menoleh ke arah Lusiana sejenak lalu meneruskan pekerjaannya
"Tidak susi,jangan cemaskan aku,lanjutkan saja pekerjaanmu dan biarkan aku disini" tukas lusiana pada pelayannya yang bernama susi,pelayan itu mengangguk mengerti
Puas berada di dapur dengan pengamatannya,Lusiana beranjak menuju kamarnya
"Kau dari mana sayang..?" Alex memeluk posesif istrinya dari belakang sesaat setelah Lusiana masuk ke kamar mereka
"Aku dari dapur sayang..."
"Kau masak apa sayang?" Alex makin mengeratkan pelukannya
"Aku tidak masak sayang" jawab lusiana mengelus lengan suaminya,Alex mengernyitkan dahinya
"Lalu apa yang kau lakukan di dapur? dan ini sudah masuk waktunya makan malam bukan?"
tanya Alex kemudian
"Kau tau suamiku,Naya sangat cekatan di dapur,dia yang sedang memasak" Lusiana tersenyum lebar
"Aku ingin memenuhi janjiku dan Miranda" sambung Lusiana lagi
"janji..? janji apa sayang?" Alex membalikkan tubuh istrinya sehingga sekarang posisi mereka berhadapan
"Aku dan Miranda pernah membuat suatu janji, jika kami menikah dan punya anak dan anak kami Laki-laki dan perempuan maka kami akan menjodohkannya" ujar Lusiana dengan mata berbinar
"Dan aku ingin naya menjadi menantuku" ujar lusiana lagi
"Sayang...tapi apakah mereka bersedia? kau tahu sendiri putramu itu seperti apa bukan?" Alex tampak Ragu
"Tentu saja aku tau suamiku...putraku itu persis sepertimu" tukas Lusiana sambil menoel hidung mancung suaminya
"Tentu saja...aku papahnya"jawab Alex menyatukan keningnya dengan kening sang istri
"Dan Ken pasti akan jatuh cinta pada Naya nanti" ujar Lusiana dengan mantap
"Kau yakin?" tanya Alex dan dijawab dengan anggukan oleh lusiana
"Bagaimana caranya?" tanya Alex lagi
"tentu saja dengan menikahkan mereka suamiku.." Alex tampak terkejut mendengarnya
"Menikah? kau yakin sayang? tapi mereka belum saling mencintai" ujar Alex lagi
"Sejak kapan kau perduli tentang cinta?? bahkan kau menikahiku saat aku sangat membencimu dulu" Lusiana mendengus kesal teringat pernikahannya dengan Alex dulu karena Alex yang menculiknya dan menikahinya dengan paksa,membuat Lusiana sangat membenci Alex
__ADS_1
Alex terkekeh melihat expresi istrinya
"Benarkah kau sangat membenciku?" tanya Alex masih dengan tertawa
"Ya sayang,dulu aku sangat membenci Alex Smith si mafia kejam dan tak berbelas kasih" Ucap Lusiana dengan menunjuk dada suaminya
"Dan sekarang apakah kau masih membenciku?" Alex mencium bibir istrinya dan memeluknya erat,tangannya pun kemana-mana
"ish...saat ini pun aku membencimu Alex..!!" Lusiana melepaskan pelukan suaminya
"Apa??kau memanggilku apa sayang??!! Alex memekik dan mengejar istrinya yang tertawa dan berlari menjauhi Alex
"Aku memanggilmu ALEX, ALEX SMITH SI PRIA MESUM hahaha" Lusiana berlarian didalam kamar yang luas itu
"kemari kau sayang,beraninya kau memanggilku seperti itu..!!"Alex mengejar istrinya sampai dapat
"Tertangkap kau sayang...kau harus dihukum" Ujar Alex yang memeluk istrinya dan mulai menghujani wajah istrinya dengan ciuman bertubi-tubi
"Ampun..ampun..hentikan..aku geli.." Lusiana meronta ditengah tawanya
"Kau telah berani memangilku seperti itu kau harus dihukum sayang,aku akan memakanmu sekarang juga" Alex yang masik sibuk menciumi Lusiana yang kini sudah merambah ke leher istrinya.
"Ampunn..ampun..baiklah suamiku..aku minta maaf,tolong hentikan" ucap lusiana lagi
"tidak bisa,aku akan tetap memakanmu sayang.." ucap Alex yang sudah dalam puncak birahinya,Akhirnya merekapun terlibat dalam penyatuan panas,hanya terdengar des*han dan er*angan di dalam kamar itu di sela-sela nafas yang memburu hingga akhirnya berakhir saat mereka sampai di pencapaian puncak,Alex terbaring di sisi Lusiana
"sayang...aku mencintaimu.." ucap Alex,Lusiana menoleh,tatapannya telah sayu
"Aku juga mencintaimu suamiku..." Alex tersenyum dan meraih tubuh istrinya yang sama lolosnya dengannya,memeluknya erat dan mencium bibirnya sekilas lalu tersenyum dan memejamkan mata.
"Dimana papa dan mama?" tanya Ken pada Key
"Dikamar" jawab key singkat
"cih mereka seperti pengantin baru saja, selalu berduaan dikamar" ujar ken
"kau kenapa? mereka memang seperti itu kan?" Key melirik Ken dan Ken hanya mencebikkan bibirnya
"Jodi,kau masih disini?" tanya Key pada Asisten saudara kembarnya
"iya nona" jawab jodi dengan menunduk hormat
"ish kau ini,bersikaplah biasa saja denganku jod,aku tak seperti saudara kembarku yang gila hormat" ujar Key sembari menunjuk Ken dengan ekor matanya
"siapa yang gila hormat hah?" Ken mendengus
"aku hanya bersikap sesuai dengan etika antara tuan dan asistennya nona" ujar jodi menengahi dua saudara kembar yang tak pernah akur tapi saling menyayangi itu
"kau dengar itu?" ucap Ken menunjuk ke arah jodi dan Key hayanya mencibirkan bibirnya mengejek
"sini jod,kau duduk disebelahku saja" Key menepuk kursi di dekatnya
__ADS_1
Tak lama kemudian Lusiana dan Alex turun dari kamarnya
"Ada ribut-ribut apa ini? terdengar sampai lantai atas" ujar Lusiana,Alex memundurkan Kursi untuk lusiana lalu dia menyeret kursinya sendiri dam duduk di sebelah istrinya
"itu mah,Ken bilang ingin seperti mama dan papa yang selalu berduaan di kamar" ujar Key asal,Ken melotot
"Aku tidak bilang begitu tadi" Ken membela diri
"kau memang tidak bilang,tapi maksudmu memang kearah situ tadi" Key menyeringai dengan muka menggodanya
"sok tau" ucap ken yang mukanya telah memerah
Lusiana dan Alex saling menatap dengan senyum tersimpul
"sudah-sudah kita makan dulu soal itu nanti kita bicarakan" ujar Alex menengahi
Ken menatap Alex
"jangan bilang papa serius akan membicarakan ocehan Key" batin ken sembari matanya menatap Alex,yang ditatappun hanya menggerakkan alisnya keatas dan kebawah dengan senyum smirk nya,ken mendengus kesal.
Jodi dan Key hanya memperhatikan dengan menahan tawanya membuat ken semakin kesal saja.
"dimana naya?" tanya lusiana entah pada siapa pertanyaan itu ditujukan,semua saling tatap satu sama lain,saling mengkode untuk menjawab pertanyaan lusiana.
"Bibi,dimana naya?" akhirnya key bertanya pada pelayan yang terlihat melintas diujung ruang makan hendak menuju dapur
"Nona Naya ada di halaman belakang nona muda" jawab pelayan itu Key mengangguk dan beralih menatap kepada ibunya
"mama dengar sendiri kan? naya di taman ma" key mengulangi jawaban pelayan tadi
"iya..iya mama dengar,apa dia sudah makan?" tanya lusiana lagi yang lagi2 entah pada siapa pertanyaan itu di tujukan
"sayang,kau makanlah dulu lalu setelah itu hampiri dia kau bisa bertanya sendiri padanya" tukas Alex yang ingin menyudahi acara tanya jawab istrinya itu
"mana bisa sayang,aku akan kesana sekarang" ucap Lusiana seraya beranjak dari duduknya dan menuju halaman belakang
Alex memijit pelipisnya dan beranjak mengikuti istrinya,dia tidak akan makan jika tidak bersama istrinya
"kalian makanlah dulu,tidak perlu menunggu kami" ucap Alex yang kemudian berlalu mengejar istrinya
"Astaga...ketua mafia itu sungguh telah berubah jadi kucing jinak sekarang..." ucap Ken yang tak percaya dengan apa yang dilihatnya barusan
"Hey...dia papa kita..,dan kau pun akan begitu jika kau telah jatuh cinta..iya kan jodi?" celetuk Key yang lalu menoleh pada jodi yang ada disebelahnya,Jodi menjadi gugup saat pandangannya bertemu dengan mata Key
"uhukk..uhuk.." jodi tersedak
"hei kau kenapa?? pelan2 jodi.." key mengambil gelas air yang ada di depan jodi lalu memberikannya pada jodi sambil tangannya yang satu menepuk-nepuk punggung jodi
Jodi merasakan jantungnya berdetak tak beraturan saat Key menepuk punggungnya lembut,wajahnya memerah
"hati-hati jod..jangan sampai kau tersedak untuk kedua kalinya karena sentuhan perempuan" ucap Ken sambil nyengir dann
__ADS_1
"uhuk..uhuk..uhuk..." jodi benar-benar tersedak lagi saat sedang meminum air pemberian Key
Key terus menepuk punggung jodi lembut membuat jodi semakin tak karuan karena denyut jantungnya semakin berpacu cepat.