
Naya berjalan menyusuri trotoar yang sunyi,memang belum terlalu malam,tapi suasana di kota A memang akan sunyi di jam itu
sesekali naya memegangi lengannya yang mulai berdenyut
"duh...nyeri lagi..."gumam naya pada dirinya sendiri
Dari kejauhan,mobil kenan melaju dengan tenang,Jodi yang ada dibalik kemudi dengan hidmat menatap jalanan di depannya dengan tatapan datar,sedangkan Ken sibuk dengan ponselnya dan sesekali akan melihat keluar jendela ketika dia jenuh
samar samar Ken melihat seseorang berjalan di trotoar sambil memegangi lengannya
"apakah dia..?" gumam kenan dalam hati
"jod..pelankan mobil" Ken berkata dg nada dingin seperti biasanya
"kenapa tuan melihat ke arah gadis itu?apa tuan mengenalnya?"
jodi hanya bertanya dalam hati, tidak mungkin bertanya langsung pada tuannya yang sedingin kutub utara itu
"stop disini jod" Dan jodi pun menurut,Ken keluar dari mobilnya,naya yang melihat seseorang yang tidak asing dimatanya menghentikan langkahnya
"tu..tuan..?"
"bisa bisanya kau keluyuran disaat hari sudah gelap" Ken menatap Naya intens,yang ditatap pun segera menundukkan pandangannya
"saya mau ke Apotik tuan" jawab naya
"Kau suka sekali ke Apotik ya?" Ken masih dengan nada datar dan muka kutubnya
"masuk ke mobilku" titah ken kemudian
"tapi tuan...."
"aku tidak menyuruhmu protes" kata Ken dengan penuh penekanan,mau tidak mau naya pun masuk ke mobil ken
hening didalam mobil,akhirnya naya yang bersuara duluan demi mencairkan suasana
"trimakasih tumpangannya tuan,tapi sebenarnya saya sudah biasa berjalan ke sana"
"aku tau" jawab Ken singkat
..."udah gitu aja???astagaa sungguh orang ini pelit sekali dengan kata-kata,padahal kan tidak bayar buat ngeucapkan sebuah kalimat"...
batin naya ngedumel sendiri
"kau sedang mengumpatku?" tanya Ken kemudian yang membuat naya tersentak
"ti..tidak tuan" jawab naya terbata
"apakah tuan ini punya kemampuan membaca pikiran? mengerikan sekali"
naya bergumam dalam hati
"aku tidak perlu membaca pikiranmu,semua itu terlihat jelas di keningmu'' ujar Ken lagi yang membuat naya spontan memegangi keningnya
Ken pun tergelak,sekilas Ken tersenyum tipis,melihat kepolosan naya
"what??? aku tidak salah lihat kan? tuan muda tersenyum???
gumam jodi yang shok melihat tuannya tersenyum setelah sekian lamanya tuan mudanya akhirnya bisa tersenyum,jodi merasa ada angin segar menerpanya
''apakah obatmu ibumu habis lagi?" tanya Ken kepada naya
__ADS_1
"tidak tuan,walaupun hanya separuh dari resep yang saya beli kemarin,itu cukup untuk beberapa hari" jawab nanya
"lalu obatmu?"tanya Ken lagi
"bukan juga tuan,saya mau membeli susu" Ken mengernyitkan keningnya,
"itu susu khusus tuan,untuk ibu saya" jawab naya lagi
"apakah kau harus membelinya malam malam begini?kenapa tidak besok pagi!" Ken masih pada mode kutubnya
jodi hanya jadi pendengar setia pembicaraan tuannya dengan gadis itu,gadia yang telah membuat tuannya tersenyum dan memiliki peningkatan dalam berbicara,yaa..Ken jadi sedikit lebih banyak bicara sejak gadis itu ada di mobil yang dia kemudikan
"ibu saya membutuhkan susu itu sebagai makanannya tuan" naya masih dengan sikap menunduknya
"tatap mataku saat kau berbicara padaku,aku tidak suka melihatmu menunduk" Ken masih saja di mode kutubnya
"ba..baik tuan..maafkan saya" naya
"kenapa kau minta maaf?" ken,membuat naya menunduk lagi
"sudah kubilang jangan menunduk,apakah mukaku ini sejelek itu sampai sampai kau enggan menatapku?" Ken menaikkan volume suaranya
"ti..tidak tuan...anda sangat tampan"
"what???apa yang aku bilang tadi???tampan???? ya Tuhaannn kenapa mulutku ini rem nya blong??"
ken tersenyum samar tapi jodi dapat melihatnya dengan jelas dari kaca spion diatas kepalanya itu,jodi jadi ikut tersenyum
"kau lihat apa jod?perhatikan jalan di depanmu" tegur Ken yang menyadari jodi senyum senyum
"baik tuan" jawab jodi
tak lama,mereka smpai di apotik,naya segera masuk dan membeli keperluannya,saat anaya keluar dari apotik,mobil Ken masih terparkir disana,tentu saja naya menghampirinya
naya mengetuk pintu mobil, jodi memencet tombol hingga kaca pintu itu turun
"trimakasih tuan atas tumpangannya,saya akan..." belum sempat naya menyelesaikan kata katanya ken sudah memotong
"masuk" tanpa menoleh kearah naya, dan naya hanya bengong
"kau tidak dengar?" tanya ken pada naya
"dengar tuan.." naya pun masuk kembali ke dalam mobil itu
jodi yang tau maksud tuannya yang menyuruh gadis itu masuk pun segera melajukan mobil ke arah rumah naya
"tu..tuan...sa..saya bisa pulang sendiri..." naya terbata mengucapkannya
"apa kau pikir aku akan membiarkanmu pulang sendiri malam malam begini?jangan gila"
naya hanya terdiam tak menjawab ken,sekilas ken melirik ke arah kantong kresek yang dibawa naya
"boleh aku melihat?" ken sambil menunjuk kantong itu dengan matanya,naya membuka kantong itu dan memperlihatkannya pada Ken
"apakah ibumu hanya bisa meminum susu itu?"tanya ken yang hanya di jawab dengan anggukan oleh naya
"itu artinya ibumu menggunangan slang dihidung yang terhubung langsung ke perutnya?"tanya ken lagi dan lagi lagi naya mengangangguk
"artinya kondisi ibunya sangat serius"
Ken bergumam dalam hati,jodi yang sedari tadi dianggap tidak ada oleh kedua anak manusia yang duduk di belakang jok kemudinya saat ini hanya bisa menjatuhkan rahangnya,sungguh dia tak menyangka tuannya benar2 mengalami kemajuan pesat sejak beberapa menit lalu
__ADS_1
... ...
"am i dreaming???sungguh luar biasa gadis ini telah banyak menyita perhatian tuan muda,bayang2 rantai cinta sudah muncul dan sepertinya tuanku ini akan segera terjerat"
jodi hanya berani bergumam dalam hati,karena jika tuannya mendengar pasti akan tamat riwayatnya,mobil memasuki pekarangan rumah naya dan berhenti dimana Ken pernah mengantar naya tempo hari
"trimakasih tuan,telah mengantar saya" naya membungkuk memberi hormat pada Ken
"apa kau tidak ingin menyuruhku mampir kerumahmu?"tanya ken
"apa...????apa yang barusan aku katakan????"
Ken salah tingkah sendiri dengan apa yang baru saja dia katankan pada naya,
"maaf tuan,mungkin lain kali karena ini sudah malam" naya tersenyum canggung
"ya kau benar,ini sudah malam,dan....bagaimana lenganmu?apa perlu kontrol ke rumah sakit?"
"damn..!!! apa yang kau lakukan Kenan"
Ken merutuki dirinya sendiri dalam hati
"setau saya kontrol akan di lakukan jika obat sudah habis tetapi luka belum sembuh kan tuan?" kata naya dengan polosnya
"ya kau benar" jawab Ken,entah mengapa Ken seperti enggan meninggalkan gadis itu,jodi yang bisa menangkap gelagat tuannya ini hanya bisa menahan tawanya,saat itu ken menyadarinya dan memberikan tatapan membunuh
"kenapa kau tertawa hah?kau ingin mati?"
kira kira begitulah arti tatapan Ken pada jodi jika diartikan dalam kata-kata,saat itu jg jodi mencoba mati-matian memulihkan raut mukanya ke mode datar,
"sial...bahkan aku tidak bisa menikmati tontonan gratis yang langka ini"
jodi menggerutu dalam hati
"baiklah aq permisi" kata Ken kemudian yang di jawab dengan anggukan kepala oleh naya,Ken masuk ke mobilnya,dan Ken menyempatkan untuk menoleh demi melihat wajah naya,
"tuan ini seperti tidak pernah melihat wanita saja"
jodi yang sedari tadi memperhatikan tuannya hanya bisa berkata dalam hati
"tidak usah memandangku dengan muka seperti itu,aku hanya kasihan saja padanya" ken bersuara
"aku tidak bertanya tuan"
batin jodi yang langsung mendapat semprotan susulan dari Ken
"kau mengumpatku?!"
"tidak tuan"
"lalu,apa yang kau lihat?"
"tidak ada tuan"
"jalan...!!!"
tanpa menunggu semburan maut dari tuannya jodi melajukan mobilnya,ken masih menatap jodi,terlihat dari kaca spion diatas kepala jodi
"apa...apa..haah??memangnya aku melakukan apa?"
gerutu jodi dalam hati saat mendapati tuannya masih menatap tajam kearahnya
__ADS_1
mobil melaju dengan kecepatan sedang,setelah 30 menit mereka pun sampai di depan sebuah mansion milik Ken