Upik Abu Kesayangan Bos Mafia

Upik Abu Kesayangan Bos Mafia
bab 11


__ADS_3

Naya menatap ibunya dari balik kaca ruangan di sebelah ruang ICU,hatinya begitu pilu melihat sang ibu terbaring dengan sederet alat medis yang menempel di tubuhnya,


"ibu..kumohon bertahanlah...hanya ibu yang aku miliki sekarang,hanya ibu yang membuatku tetap ingin melanjutkan hidup" batin naya memohon,air matanya mengalir begitu saja,Ken yang melihat itu merasakan sakit dihatinya,keinginan untuk memeluk dan menenangkan naya timbul lagi


"ibu...naya akan bekerja untuk biaya pengobatan ibu,naya akan berjuang demi ibu,...bertahanlah bu..." ucap naya dalam tangisnya,lama naya menatap ibunya dibalik dinding kaca itu hingga kemudian dia tersadar


"bukankah aku harus bekerja pada Tuan kutub itu? baiklah..ini demi ibu naya,kau harus semangat'' ucap naya menyemangati dirinya sendiri,kemudian naya menghapus air matanya dan keluar dari ruangan itu untuk menemui Ken yang sedari tadi menunggunya di luar ruangan itu.


"Tuan..." naya menyapa ken saat dia telah berada di depan tuan kutubnya itu,ken melihat ke arah naya


"apakah saya bisa mulai kerja hari ini tuan?" tanya naya


"apa yang bisa kau kerjakan?" tanya ken kemudian


"apa saja tuan,saya bisa memasak dan bersih-bersih dirumah tuan"jawab naya antusias


"baiklah kau ikut aku sekarang" ucap ken sambil berlalu berjalan didepan naya,naya sengan cepat mengikuti tuan kutubnya,ken mengambil ponsel dan menelpon Jodi yang tadi langsung di suruh ken ke kantor saat selesai dengan urusan administrasi di rumah sakit


"hallo tuan.." jawab jodi di seberang sana


"kau ke apartemenku saat pulang kantor nanti"ucap ken


"baik tuan" jawab jodi yang kemudian panggilan dimatikan oleh ken


"kenapa tuan pulang ke apartemen?jangan bilang tuan membawa gadis itu kesana...astaga..""


.


.


.


.


dikantor,polsel jodi berdering lagi


"hallo..." jodi mengangkat telpon


"jod,Haris memulai pergerakan lagi" haris di sebrang sana memberi tahu


"apa lagi sekarang?"seringai jodi geram,jiwa mafianya terlihat jelas saat ini


"Nona Keyla akan pulang pulang dari negara P 3 hari lagi dan Haris mengetahuinya,mata-mata kita yang ada di pihak haris mengabarakan kalau haris berniat membawa nona keyla" hansen menjelaskan info yang dia dapat


"kalau begitu perketat penjagaan nona key dengan pengawal bayangan kita di negara P, pastikan anggota kita berjaga di bandara saat key tiba di negara ini,aku akan sampaikan pada tuan ken"


"baiklah jod"panggilan telpon berakhir,


"kau belum lelah bermain-main dengan kami rupanya,haris...!!!" seringai jodi dengan geramnya

__ADS_1


jodi sangat sibuk hari ini,dia harus menyelesaikan tugas-tugas kantor sendiri,Ken tidak datang keka tor hari ini,membuat jodi diharuskan menghandle semuanya sendiri,untungnya jodi selalu bisa diandalkan


menjelang sore sebelum jam kantor usai jodi telah menyelesaikan semuanya dengan baik,dia bersiap untuk keluar dari kantor untuk memenuhi perintah ken siang tadi yang menyuruhnya ke apartemen milik tuannya itu


di apartemen


Naya mulai bekerja hari ini,yang naya lakukan saat pertama kali datang adalah memasak karena saat itu jam makan siang hampir habis,sedangkan tuannya belum makan siang dan dia sendiri juga telah melewatkan sarapan paginya,


Naya menuju dapur dan mengecek tiap kabinet yanga ada di dapur,naya menemukan sekantong beras naya memutuskan untuk memasak nasi terlebih dahulu,lalu naya membuka kulkas,hanya ada telur dan beberapa wortel,daun bawang dan sedikit daging cincang


"hanya ini...? baiklah..." ucap naya pada dirinya sendiri,naya mulai mengupas wortel mencucinya dan memotongnya,potongan wortel itu menyerupai dadu kecil2,lalu naya menyisihkan potongan wortel itu kedalam mangkuk kecil


daging cincang yang naya ambil tadi diletakkan ke dalam mangkuk kecil,naya menambahkan kecap manis,minyak wijen,garam,lada dan bawang putih yang telah di haluskan,lalu naya menumis daging itu dan menyisihkannya kedalam mangkuk yang bersih


naya mengambil 6 telur,lalu kemudian mengocok telur itu dalam mangkuk dan memberi garam,penyedap rasa dan juga lada bubuk,naya menambahkan air sekitar 200ml ke dalam kocokan telur itu,


Naya mengambil sebuah piring logam yang biasa digunakan untuk menyetim,karena saat ini sedang membuat stim telur daging cincang


naya mengoleskan sedikit minyak pada piring logam itu,lalu memasukkan wortel dan daging cincang kedalam piring logam itu,kemudian kocokan telur itu juga naya tuang kedalam piring logam itu bercampur dengan wortel dan daging cincang


naya meletakkan adonan telur itu ke steamer yang telah dia panaskan sebelumnya,


untuk hasil stim telur yang lembut,naya tidak menutup steamer itu dengan rapat,naya memggunakan dua buah sumpit panjang untuk menahan tutup steamer itu ,karena jika steamer terlalu rapat maka telur akan berbuih dan itu membuat tekstur telur akan jadi berlubang-lubang dan terasa kasar saat memakannya


naya yang sedari tadi sibuk didapur tidak sadar saat ken datang dan memperhatikan naya yang sangat cekatan saat memasak


"tuaaannn...anda mengagetkan saya" naya berbalik menatap ken dengan memegangi dadanya yang berdebar karena kaget


Ken hanya tersenyum melihat expresi naya


"saya membuat stim telur daging cincang tuan,karena cuma itu yang ada di kulkas anda" jawab naya


"stim telur daging cincang?" tanya ken dan naya mengangguk


"makanan apa itu?" tanya ken lagi


"anda belum pernah makan stim telur tuan?" tanya naya heran,ken pun menggelangkan kepalanya


"owh ya..baiklah...anda adalah sultan,mana mungkin makan makanan seperti itu,tapi and harus coba tuan," ucap naya antusias


"baiklah aku akan mencobanya,apakah sudah masak?" tanya ken,dan naya membuka tutup steamer itu,lalu menusukkan ujung sumpit untukengecek kematangan telurnya


"sebentar lagi tuan" ucap naya,dan menutup kembali steamer itu dengan posisi yang sama yaitu dengan mengganjal penutupnya dengan sumpit


"baiklah aku mandi dulu,panggil aku saat makanan sudah siap,aku ada di kamar utama di lantai atas" naya pun mengangguk mengerti


beberap menit kemudian neya mengecek masakannya lagi dengan sumpit yang sama,naya menusukkan ujung sumpit dan tidak lagi terlihat ada telur yang menempel itu artinya masakkannya telah siap,


naya menata makanan di meja makan,hanya nasi dan stim telurnya,naya naik ke lantai atas dan mengetuk pintu kamar ken,

__ADS_1


tok.tok.tok


ken membuka pintu


"makanan sudah siap tuan"ucap naya


"hmm" jawab ken dan langsung melangkahkan kakiknya menuruni tangga menuju ruang makan,naya mengikuti ken dari belakang,tiba-tiba ken menghentikan langkahnya tanpa naya ketahui karena naya berjalan menunduk dan...


bruuugh....


"awhh..." naya menabrak punggung ken


"ma..maaf tuan" ucap naya seraya memegangi keningnya


"makanya jangan menunduk saat berjalan,tidak ada uang yang jatuh" ucap ken menahan tawanya


"ishh...kan tuan yang berhenti mendadak,saya kan dibelakang tuan persis" naya mbela diri


"kenapa kau tidak ikut berhenti saat aku berhenti tadi?jika kau ikut berhenti kau tidak akan menabrakku kan?" ucap kenan lagi


"mana saya tau kalau tuan akan berhenti tadi" jawab naya lagi


baru kali ini ada seorang yang berani membela diri dihadapan ken,sang bos mafia yang disegani para lawannya dan ditakuti bawahannya


"siapa suruh jalan di belakangku" ucap ken sambil berbalik dan berlalu menuju meja makannya,ada seulas senyum di bibir ken,


ken sudah mulai suka menggoda naya,itu membuatnya senang,seperti sebuah hiburan yang membuat hatinya bagai ditiup angin segar


Ken duduk di kursinya,naya dengan cekatan melayani tuannya,mengisi piring Ken dengan nasi dan lauknya


Ken menyendokkan makanan ke mulutnya,sejenak merasakan makanan yang di masak oleh naya,sedangkan naya masih berdiri mengamati Ken dengan jantung berdebar,takut kalau Ken tidak suka dengan masakannya


"bagaimana tuan?" naya memberanikan diri untuk bertanya dari pada dia penasaran sendiri,ken masih mengunyah makanannya,lalu menyendok kembali makanan di piringnya dan masih merasakan masakan naya


"lumayan..." jawab ken


"astaga...lumayan???cuma lumayan???setelah aku memasak untuknya dengan penuh perjuangan???ishh...itu sudah lebih baik naya dari pada tuan kutub ini memuntahkan makanannya,kau akan kehilangan pekerjaanmu saat ini juga" rutuk naya dalam hati


"kau tidak lapar?" tanya ken pada nayayang sedari tadi hanya berdiri saja menungguinya makan


"ti..tidak tuan.."


gruuyuuuukkkk suara perut naya yang sedang demo minta diisi itu sungguh membuat wajah naya memerah


"ha..ha..ha..ha.." ken tertawa terbahak-bahak melihat expresi naya,dan saat itu bersamaan dengan jodi yang telah masuk ke apartemen tanpa memberitahu tuannya karena dia memang di beri kebebasan keluar masuk mansion dan apartemen ken,hanya kamar ken saja yang jodi perlu ijin untuk memasukinya


dan jodi menjatuhkan rahangnya hingga mulutnya menganga melihat tuannya bisa tertawa terbahak-bahak seperti itu


"apa aku bermimpi??? tuan muda tertawa ??? iya tadi itu tuan muda kan? " jodi bahkan sampai mencubit lengannya sendiri memastikan dia tidak sedang bermimpi

__ADS_1


__ADS_2