Upik Abu Kesayangan Bos Mafia

Upik Abu Kesayangan Bos Mafia
bab 25


__ADS_3

Racauan sang istri makin membuatnya bersemangat dan merasa berhasil memberi sentuhan nikmat pada istrinya,Lusiana meremas kepala suaminya yang semakin terbenam di bawah sana,


Alex memasukkan jarinya menerobos lorong lembah dan memberikan gerakan keluar dan masuk sambil tetap memainkan lidahnya pada benda serupa kacang itu


Lusiana semakin menggelinjang mengimbangi gerakan jari Alex yang keluar masuk di lorong lembah cintanya


"akkhh...ssssaa..yaang.. hmmmhh...a..kuu..hmmm" Lusiana meracau pemuh kenikmatan merasakan ada sesuatu yang ingin keluar dari bawah sana


"akh...saa..yaang...sekarang..kumohon..." ucap Lusiana.


Alex yang mengerti apa yang diiginkan istrinya segera bangkit dan membuka piyamanya, memasukkan senjata mutahkirnya kedalam lorong dalam lembah cinta milih istrinya


Alex memompa lembah cinta itu,tangannya memainkan benda kenyal favoritnya,


Nafas mereka saling memburu,seiring dengan gerakan memompa yang Alex lakukan semakin bertambah kecepatannya


Membuat Lusiana merasakan seluruh badannya bergetar..


"sayang......" Suara berat Alex disela-sela permainannya...


"aaakh...saayaang...aakkkh..." racau Lusiana


"katakan kau mencintaiku sayang..." pinta Alex


"saa..yaang...aaku..men..cintaimu.." seru Lusiana dengan nafas yang tersengal,Alex semakin menambah kecepatan memompa lembah istrinya dan akhirnya..


"aaaaahhhhhh" Alex berada dipuncak birahinya menyemburkan benih-benihnya didalam lembah itu


"Aku mencintaimu sayang..." ucap Alex dan mencium kening istrinya sebelum dia akhirnya tumbang disisi Lusiana dan terlelap


.


.


.


.


Pagi datang


Jodi dan Ken telah pergi ke perusahaan, Lusiana dan Alex sedang mempersiapkan keberangkatan mereka yang akan membawa Miranda berobat,Ronald asisten Alex yang baru sampai di mansion pagi ini langsung di suguhkan dengan tugas baru yaitu dari mengurus segala berkas-berkas Miranda sampai urusan pesawat Jet pribadi yang akan digunakan Tuannya,dokter-dokter yang akan mendampingi miranda juga menjadi tugas pria paruh baya itu.


"Tuan,nyonya,semua sudah siap,kita akan segera berangkat" Ronald melapor pada Tuan dan nyonya nya


"Bagus Ronald,kau memang tak pernah mengecewakanku" ucap Alex datar


"tentu saja tuan,bahkan aku yang mengira bisa bersantai disini setelah anda membuatku bekerja bagai kuda,ternyata hanya expectasi saja" Batin Ronald memaki


"Apa pekerjaan ini memberatkanmu Ronald?" tanya Alex yang menangkap raut muka asistennya seperti memelas pada diri sendiri


"Tidak tuan"


"jangan membuatku untuk mencari asisten baru" tukas Alex, Ronald menelan salivanya kasar

__ADS_1


"tentu saja itu tidak akan terjadi tuan" jawab Ronald


Key,Lusiana dan Naya berada dalam satu mobil menuju bandara,sementara Alex bersama Ronald


"Sayang,apa kakakmu itu tidak mengantar mama dan papa" tanya Lusiana pada key


"aku tidak tahu mah,tadi pagi Ken bilang ada urusan penting kan?" jawab key


"bahkan lebih penting dari mama begitu,dia itu putraku atau bukan sebenarnya?" Lusiana mendengus kesal


"mama...kan ada key dan naya yang mngantar mama dan papa,key sau dara kembar ken,jadi sama saja" tukas Key menghibur mamanya


"iya sayang kau benar" ucap lusiana tersenyum


"naya...jaga dirimu baik-baik,tante titipkan Ken kepadamu,anak nakal itu sering melupakan makannya" lanjut Lusiana yang beralih pada naya,gadia itu hanya tersenyum dan mengangguk


Telpon Key berderit


"kau dimana" key langsung to the point


"tentu saja aku sudah ada dibandara,kenapa kalian lama sekali" jawab suara disebrang sana yang tak lain adalah Ken


"sebentar lagi kami sampai" jawab key yang langsung mematikan panggilan sedangkan Ken yang ada di seberang sana sedang mengumpat kesal


"sial..!! aku yang telpon kenapa dia yang mematikan..!!'' umpat Ken menatap layar ponselnya


Key yang sudah tau pasti kalau Ken kesal hanya terkekeh merasa puas telah mengerjai Ken


"siapa sayang" Lusiana penasaran karena melihat anaknya tertawa setelah panggilan telpon itu


"kenapa dia?" tanya lusiana lagi


"ken sudah sampai di bandara ma,dia sedang menunggu kita" jawab Key


"ternyata dia memang putraku..." Lusiana tersenyum senang mengetahui Ken telah lebih dulu sampai di bandara dan menunggunya


Sampai dibandara


Lusiana dan Alex melambaikan tangan pada Key,Ken,naya dan jodi sebelum masuk ke pesawat,naya terlihat sedih matanya berkaca-kaca saat pesawat yang membawa ibunya lepas landas,naya seperti kehilangan separuh nyawanya


"ibu..cepatlah sembuh,dan sepatlah kembali,Naya menunggu disini bu.."


batin Naya,air matanya pun tak mampu lagi bertahan di matanya,terlalu banyak air mata yang berdesakan ingin segera bebas terjun di pipi naya,naya menangis...dan lagi-lagi Ken melihatnya


Naya segera menghapus air matanya, mencoba menstabilkan perasaannya saat ini naya menarik nafasnya dan menghembuskannya perlahan.


Naya mencoba untuk tetap tegar dan tersenyum,walaupun Ken tau senyum itu palsu.


.


.


Ken kembali ke perusahaan bersama jodi sedangkan Key dan Naya berniat pulang ke mansion,saat dalam perjalanan mobil mereka di hadang oleh satu komplotan orang-orang tinggi besar yang memarkirkan mobilnya melintang di tengah jalan

__ADS_1


Supir terpaksa menghentikan mobil, sebenarnya mereka bisa berbalik arah,tetapi akan sangat jauh memutar


"nona kita berbalik saja" kata sang supir karena takut nona mudanya terluka


"tidak perlu" ucap key


"tapi nona,mereka ada banyak" ujar supir itu lagi


"tidak masalah,jika kau takut tunggu saja di mobil aku akan keluar" tukas Key yag kemudian hendak membuka pintu mobil


"tidak nona,saya tidak takut,saya hanya tidak ingin anda terluka" si supir ikutan hendak keluar


Naya terlihat panik dan tangannya bergetar,Key menyadari itu lalu menoleh ke arah naya


"kau tunggu disini naya,jangan keluar apapun yang terjadi,kunci pintu dari dalam" Key membuka pintu mobil diikuti oleh pak supir,Naya menuruti perintah Key dan mengunci pintu mobil dari dalam.


"siapa kalian" suara dingin Key dengan tatapan dingin pula kearah gerombolan pria itu


"kau tidak perlu tau siapa aku nona cantik,ikutlah denganku secara baik-baik,maka itu akan memudahkan urusan kami" ucap pria tinggi besar yang terlijat seperti pimpinan dari gerombolan itu,teelihat dari pakaian yang dia kenakan,pria itu memakai stelan jas sedangkan yang lain hanya memakai kemeja biasa


"ck..kenapa aku harus ikut denganmu?" Key masih memasang muka dinginnya yang akan membuat lawannya berfikir berkali-kali untuk meremehkannya


"karena..karena tuan kami ingin kami membawamu'' ucap pria itu lagi yang merasa bergidik ngeri dengan tatapan Key,tapi pria itu berusaha menutupinya


"katakan pada tuanmu untuk menemuiku sendiri,jangan jadi pengecut dengan menyuruh mafia rendahan seperti kalian" ujar Key lagi yang langsung memancing kemarahan pria tadi


"beraninya kau menyebut kami rendahan...!!! kau serang dia..!!" pria itu menyuruh 3 dari 10 anggotanya menyerang Key


"cih..bahkan kalian mengeroyok seorang wanita" decih Key


dua pria melawan Key dan satu lagi dihadang oleh supir Key yang ternyata juga jago berkelahi


Key menendang dada pria 1 dan meninju pria 2 hingga terpelanting agak jauh,mereka bangkit dan menyerang kembali tapi Key dengan cekatan merentangkan kaki jenjangnya menendang rahang 2 pria itu sekaligus,tendangan Key merontokkan beberapa gigi 2 pria itu dan langsung pingsan di tempat dengan mulut berdarah


Pemimpin gerombolan itu terlihat geram dan menyuruh pria 4 dan 5 menyerang


"kau ingin bernasib sama seperti mereka rupanya" seringai Key dengan mata tajam


kedua pria itu


menyerang key bersamaan,tapi Key bisa dengan sigap menghindar dari tiap pukulan,key memelintir tangan kekar pria 4 dan melemparkannya pada Pria ke 5 hingga mereka terjatuh,segera setelah itu Key menendang mereka dan meninju muka pria ke 5 dengan keras.


Pak supir tidak mau kalah,dia menghajar mafia ke 3 tadi hingga babak belur dan dia menendang pria itu dan memukul keras bagian tengkuknya hingga pria itu tak sadarkan diri,melihat rekannya kalah,


Pria ke 6 maju menghadapi pak supir, pukulan dan tendangan dilancarkan tanpa henti


Naya yang ada di mobil menyaksikan perkelahian itu merasa sangat ketakutan,ditengah-tengah kepanikannya Naya terkejut dengan suar ponsel Key yang tertinggal di jok,terlihat nama Ken yang memanggil,naya memberanikan diri mengangkat telpon


"hha..hallo.." suara naya bergetar karena ketakutan


"Naya?dimana Key?" tanya ken


"Tuan..cepat kesini tuan tolong kami,kami dihadang oleh orang-orang tak dikenal,nona Key sedang berkelahi melawan mereka" jawab naya

__ADS_1


"dimana kalian?" tanya Ken kemudian segera memerintahkan anggota nya menuju tempat yang disebutkan naya


"siapa yang berani menyerang saudaraku..." Ken mengeraskan rahangnya dan segera bangkit dari kursi kebesarannya menyusul Key dan Naya...


__ADS_2