
Mobil telah sampai didepan mansion Ken segera keluar dari mobil dan membukakan pintu penumpang untuk Jodi dan Agnes yang belum juga sadarkan diri.
Key yang mendengar suara deru mobil pun segera beranjak keluar mansion.
"Itu pasti Jodi dan Ken,aku akan mengganggunya lagi hihihi"
"Apa yang kau tunggu? bawa dia kedalam Jod" Ken mengejutkan Jodi yang malah duduk diam di dalam mobil seperti orang bodoh.
"Iya tuan" jawab jodi singkat.
Perlahan Jodi mengangkat Agnes dan membawa keluar mobil.
"Hei,siapa itu?" Key yang tiba-tiba muncul dari dalam membuat mereka berdua menoleh kearahnya.
"Siapa itu Ken? kenapa Jodi menggendong perempuan?? siapa dia??" pekike Key tak terima jodi membopong seorang wanita,Key segera mendekat dan menyingkirkan tubuh Ken yang menghalangi pandangannya.
"Agnes???? kenapa dia?"
"Ish kau brisik sekali,minggir biarkan Jodi mengangkatnya" ujar Ken.
"Tidak bisa,kau yang angkat Ken,Jodi kau kemari,berdiri di sampingku..!!" Key memerintah seenaknya saja bagai nyonya besar.
"Aku tidak mau" tolak Ken
"Cepat Jod bawa dia" lanjut Ken lagi,tak menunggu lama Jodi mengangkat Agnes dan membawanya ke sofa.Key yang kesal melihat Jodi membopong Agnes hanya menatapnya dengan wajah ditekuk.
"Ken bilang kau takut pada perempuan Jodi,bahkan bersentuhanpun kau tak mau,lalu itu apa??" Key memekik saat teringat penuturan Ken sebelumnya.
Jodi bahkan gelagapan saat mendengar pertanyaan dari Key,dia maskin gugup saat tatapn menyelidik Key mengarah kepadanya seperti mengintimidasi.
"Dia ku suruh mengangkat karung beras,bukan wanita" cetus Ken.
"Apa????!!!" Key sungguh tak percaya.
"Expresimu begitu amat?" dengan santainya Ken duduk di sofa yang lain.
"Apa maksudmu? karung beras? sudah jelas-jelas itu Agnes" sungut Key.
"Iya tapi Jodi aku suruh menganggapnya karung beras tadi makanya dia bisa mengangkatnya" ujar Ken asal.
"Astagaaaaa....." Key menepuk jidatnya,Jodi hanya diam menyaksikan keributan itu.
"Benar begitu Jod?" tanya Key melihat ke arah Jodi.
"I..iya nona" jawab Jodi tergagap.
"Ah ya Tuhan kepalaku sakit sekali" Key memijat pelipis nya.
"Kalian benar-benar mafia konyol" lanjut Key lagi yang masih memijit pelipisnya.
__ADS_1
.
.
.
"Bodoh kalian...!!!!" suara Haris menggema di ruangan itu,dia begitu kesal mendapat laporan kegagalan dari anak buahnya.
"Membawa seorang wanita saja kalian tidak bisa..!!!" Haris masih meneriaki anak buahnya,satu persatu dia memukuli para pria yang tadi dia suruh untuk membawa Agnes.
Haris melampiaskan kekesalannya pada anak buahnya itu.
"Lagi-lagi kau selalu mengacaukan rencanaku,aku bersumpah akan membuat perhitungan denganmu Kenan Smith...!!!!" teriak Haris begitu penuh amarah.
Ben yang sedari tadi berada di sana hanya menunduk,sebenarnya dia tidak begitu suka dengan perangai Haris,tapi apa yang bisa dia lakukan? toh Haris adalah bosnya.
Haris meninggalkan ruangan itu dengan rasa kesal yang begitu memuncak,Ben hanya bisa mengikuti Haris berjaga-jaga jika nanti bosnya itu melakukan hal bodoh.
.
.
.
Jack dan Naya tengah berbahagia dengan hubungan baru mereka,Jack terlihat mengeluarkan kotak kecil berwarna hitam dan kemudian membukanya,terlihat sebuah cincin dengan sebuah berlian kecil ditengahnya,Naya tertegun melihatnya.
"Cincin itu sangat indah Jack"
"Dan akan lebih indah jika cincin ini ada dijari manismu sayang" ujar Jack yang kemudian meraih tangan Naya lalu kemudian menyematkan cincin itu di jari manis Naya.
"Lihat,yang kukatakan tadi memang benar kan? cincin ini sangat indah berada dijarimu" ucap Jack lagi kemudian mengecup punggung tangan Naya,yang berhasil membuat Naya meleleh dengan wajah merona merah Naya hanya tersenyum.
"Kau adalah wanitaku...aku mencintaimu" ucapan cinta dari Jack yang tiada henti diucapkannya membuat Naya semakin berbunga-bunga.
"Menikahlah denganku Naya...." ucap Jack lagi,sontak membuat Naya terkejut.
"Menikah...?" tanya Naya.
"Ya menikah..kenapa? apa kau tidak mau menikah denganku?" Jack mulai cemas.
"Bukan begitu Jack,tentu aku ingin menikah denganmu,tapi apa ini tidak terlalu cepat?" tanya Naya.
"Aku mencintaimu dan kau juga mencintaiku kan? lalu apa lagi?" tanya Jack lagi.
"Jack...aku memang mencintaimu,tapi bisakah kita jalani dulu hubungan ini?" ujar Naya.
"Kenapa? apa kau tidak yakin dengan perasaanku Naya?!" Jack mulai meninggikan suaranya,membuat beberapa pengunjung menatap aneh ke arah mereka.
"Bukan begitu Jack...maksudku..."
__ADS_1
"Apa lagi?? apakah kau tidak benar-benar mencintaiku? apakah ada orang lain di hatimu yang belum bisa kau lupakan?" Jack terus memberondong Naya dengan pertanyaan dan membuat Naya benar-benar tak lagi punya kesempatan untuk menjelaskan.
"Jack,dengarkan aku..."
"Apa yang harus ku dengar lagi Naya? kita pulang" tukas Jack yang kenudian bangkit dari tempat duduk dan melangkah meninggalkan Naya.
Naya segera mengejar Jack,namun langkahnya tak dapat menyusul Jack karena tinggi badan mereka jauh berbeda hingga langkah kaki Naya pun tak dapat menyamai langkah kaki jenjang milik Jack.
Jack membuka pintu mobil dan masuk kedalam mobilnya,terlihat Naya berlari menuju mobil Jack,jika biasanya Jack akan membukakan pintu untuk Naya kali ini tidak lagi,Jack terlalu tersinggung dengan penolakan Naya.
Naya membuka pintu mobil,memasuki mobil dan duduk di sebelah Jack.
"Kenakan seat beltmu" ucap Jack,Naya menuruti perkataan Jack,biasanya Jack lah yang akan memasangkan seat belt itu pada Naya,tapi kali ini Naya memasangnya sendiri.
Jack melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi itu membuat Naya ketakutan.
"Jack pelankan mobilnya..." pekik Naya panik tapi Jack tidak menghiraukannya malah justru menambah kecepatan.
"Jack kumohon pelankan mobilnya..aku takut" Naya memohon tapi tetap saja Jack tak menurutinya.Air mata mulai berderai dipipi Naya,tubuhnya bergetar hebat.
''Ibu...aku takut..." gumam Naya,Jack memdengarnya sekilas,dia menoleh kearah Naya,terlihat Naya berpegangan pada handle di dekat kepalanya,isakannya pun terdengar lirih,dan matanya terpejam.
Jack tak tega melihat Naya begitu ketakutan,dia menepikan mobilnya.
Perlahan Naya membuka matanya,dan melepaskan pegangannya.Nafasnya masih terengah,Naya menghapus air matanya dengan telapak tangannya.
Jack memperhatikan Naya yang berwajah pucat karena ketakutan,ada rasa bersalah dalam hatinya melihat Naya begitu shock.
Jack mengulurkan tangannya dan meraih tubuh Naya dalam dekapannya.
Tangis Naya pecah di dada bidang Jack.
"Maafkan aku..." ucap Jack lembut.
Naya masih terisak di pelukan Jack,sungguh keadaan Naya membuat Jack begitu menyesal.
Jack mengusap kepala Naya lembut,dan kemudian mengecup keningnya begitu lama.
Naya pun akhirnya bisa tenang setelahnya.
"Maafkan aku..." ucap Jack lagi seraya menatap wajah Naya yang sembab.
"Maafkan aku sayang,aku terbawa emosi hingga membuatmu ketakutan,maafkan aku.." ucap Jack lagi dan kembali memeluk dan mencium kening Naya.
Naya hanya mengangguk,walaupun hatinya masih cemas dan takut,tapi dia berusaha menenagkan diri.
Betapapun Naya berusaha menyembunyikan namun ketakutannya masih terlihat jelas,tubuh Naya yang masih sedikit gemetar membuat Jack kembali memeluknya dengan erat.
"Maafkan aku sayang,maafkan aku..." ucap Jack lagi dan lagi.
__ADS_1