
" awww ini sakit...berarti itu memang tuan muda dan aku tidak bermimpi" gumam jodi pada dirinya sendiri,ken masih tertawa sedangkan naya terlihat malu dan menunduk
"duduklah dan makan" ucap ken pada naya dan masih berusaha menahan tawanya
"ya Tuhan...aku ingin tenggelam saja dalam perut bumi saat ini..." naya merutuki dirinya sendiri
"tuan.." sapa jodi saat dia telah bisa menguasai dirinya dari keterkejutannya karena fenomena langka yang dia jumpai
"hai jod,kemarilah dan makan bersamaku" ucap kenan dan lagi-lagi jodi hanya menuruti ken,naya mengambilkan makanan piring dan hendak mengambilkan makanan untuk jodi tapi ken melarang
"dia bisa mengambil makanannya sendiri,kau duduk dan makanlah" ucap kenan seraya memegang tangan naya yang hendake menyendok nasi
"benar nona,saya bisa sendiri" jawab jodi,naya pun memberikan piring itu kepada jodi dan mengambil piringnya sendiri,mereka bertiga makan bersama dalam keheningan,hanya suara sendok dan garpu yang berdenting disana
.
.
.
.
fella telah berada di sebuah kamar di rumah tuan beni,setelah beberapa lamaen munggu pria paruh baya itu muncul juga
"hai cantik...maaf membuatmu menunggu,aku ada urusan mendadak yang tidak bisa kutinggalkan tadi" beni menyapa fella dengan senyum lebarnya,yang disapa hanya memberemgutkan mukanya
"kenapa cemberut cantik? apakah kau marah padaku?" beni meraih dagu fella tapi fella menghempaskan tangan pria itu
"kau kenapa??!!" beni meninggikan suaranya
"kau membuatku menunggu dan lihat ini" fella menunjukkan bekas tamparan di pipinya yang masih terasa perih,Beni hanya menatapnya datar,dia sudah tau apa yang terjadi
"sudahlah,lupakan semua itu sekarang tugasmu adalah melayaniku" beni mengelus pipi fella
fella semakin jengkel dibuatnya,dia telah terhina oleh istrinya,tapi dia bahkan tidak mempedulikan hal itu,fella segera bangkit dan hendak pergi
"kau mau kemana??!!" beni menarik tangan fella
"aku mau kembali ke hotel,aku berubah pikiran aku akan menjual tanah itu padamu dan kau berikan uangnya padaku dan semua selesai" ucap fella tegas,beni yang mendengar itu hanya tertawa
"kenapa kau tertawa tuan Beni?" fella menatap tajam pada pria itu
"kau ini sangat emosian sekali cantik...pikirkan sebelum kau mengambil keputusan,atau kau akan kehilangan kesempatan"seringai Beni dengan tatapan liciknya
"aku sudah putuskan,hanya akan ada perjanjian jual beli saja diantara kita tuan beni,tidak lebih" ucap fella lagi
pintu di ketuk...
__ADS_1
tok.tok.tok
"masuk" ucap beni,dan terlihat pelayan membawakan nampan dengan jus dan makanan ringan
setelah pelayan meletakkan nampan di meja,tuan beni menyuruhnya pergi
"baiklah...jika itu maumu maka aku akan menurutinya,tapi sebelum kau pergi makan atau minumlah dulu" beni membujuk fella
"tidak perlu tuan,aku hanya ingin kembali ke hotel" tolak fella
"kau boleh kembali ke hotel,tapi setidaknya minumlah dulu,sebagai permintaan maafku untuk tamparan di pipimu" beni bujuk beni lagi sambil tersenyum,akhirnya fella pun menerima gelas berisi jus jeruk itu dari tangan beni,fella meneguknya hingga separuh dari isi di gelas itu telah berpindah ke perut fella,Beni tersenyum penuh kemenangan,karena jus itu telah tercampur dengan obat perangsang,
beni telah meminta pada pelayannya untuk memasukan sesuatu yang beni berikan tadi sebelum beni masuk menemui fella
sesaat setelah fella meneguk minuman itu fella meletakkan gelas itu kembali ke meja dan bergegas berjalan menuju pintu,tapi ternyata pintu itu terkunci,fella terus saja menggerakkan handle pintu tapi percuma saja,
"kenapa pintunya terkunci??? buka pintunya!!!"teriak fella pada beni,tapi pria itu hanya tersenyum
fella semakin emosi,dia terus berteriak meminta dibukakan pintu pada orang yang ada di luar tapi tidak ada tanda-tanda pintu itu akan di bukakan
"kenapa panas sekali" ucap fella yang mulai merasakan efek obat itu,beni masih memperhatikan fella dari tempat duduknya sambil tersenyum
hingga fella benar-benar dalam pengaruh obat perangsang beni segera menggendong tubuh fella dan membawanya ke ranjang
Fella yang telah dalam pengaruh obat perangsang itu mulai melepas pakaiannya sendiri karena rasa panas yang dia rasakan,
de sa han demi de sa han keluar begitu saja dari bibir fella...membuat beni semakin bersemangat memainkan dua gundukan di dada fella yang makin menantang dengan ujung gundukan yang menjulang
Beni dengan rakusnya menyesap dan meremas benda kenyal itu
fella semakin diluar kendali dengan brutalnya fella menciumi leher beni hingga berbekas tanda merah,Beni pun tak mau kalah dia pun terus bergerilnya ditiap inci tubuh fella dengan meninggalkan jejak disana,lenguhan dan de sa han semakin terdengar dalam mermainan panas itu
beni yang merasa bagian bawahnya telah menegang segera melancarkan aksinya,beni mengarahkan rudal penghancur itu pada liang milik fella..
"aaakhh..."fella melengguh semakin membuat beni bersemangat apalagi liang itu terasa sangat sempit saat rudal penghancur itu berusaha menerobos masuk,beni merasakan sedikit ngilu
"rupanya aku mendapatkan rejeki nomplok,kau masih perawan sayang...akan aku berikan apapun yang kau mau setelah ini,aku berjanji" guman beni di sela-sela usahanya menerobos benteng pertahanan yang terasa agak sulitdi robohkan,entah ucapannya terdengar atau tidak oleh fella,erangan demi erangan keluar dari bibir fella
beni mendorong pinggulnya berusaha menerobos benteng pertahanan didalam sana
"aakkh...aakhh..." fella mengerang,saat rudal Tuan beni melesak masuk kedalam liang nya
"sayang...kau sangat sempit,aku suka.." ucap beni melengguh dan menghentakkan sekali lagi pinggulnya dan akhirnya rudal penghancur itu masuk seluruhnya kedalam liang sempit milik fella,teriakan fella semakin membuat beni kesetanan,
Beni mulai memompa tubuh fella dengan brutal,membuat fella tak sadarkan diri,sedangkan beni tak perduli dia tetap memompa rudalnya hingga mencapai puncak dan kemudian ambruk menindih tubuh fella yang pingsan.
.
__ADS_1
.
.
.
.
Jodi ada di ruang kerja Ken,mereka membahas tentang haris yang berencana menculik Key,Key adalah adik Ken,saudara kembar Ken tepat ya yang lahir hanya beda 5 menit dari Ken,
"jadi pengecut itu masih ingin bermain-main denganku rupanya" seringai tajam Ken setelah memdengar info yang di sampaikan Jodi
"saya sudah mengerahkan anggota kita untuk menjaga nona key lebih ketat tuan" ucap jodi
"lakukan saja tugasmu jod,aku percaya padamu" trimakasih tuan
tiba-tiba ponsel ken berdering
"hallo ma..."
"hallo sayang,kau sudah tau kan kalau adikmu akan pulang?" suara lusiana diseberang sana
"iya ma...aku tau"
"bagus kalau kau sudah tau sayang,mama ingin kau sendiri yang menjemputnya,bisa kan?" lusiana meminta dengan penuh harap
"tentu saja ma,aku sendiri yang akan menjemputnya"jawab ken pasti
"baiklah sayang,dan kapan kau pulang nak ini sudah lewat jam kantor kan?"
"aku tidak pulang ke mansion malam ini mah,aku di apartemen"
"apa?? kau sedang menghindari mama dan papa begitu? dasar anak nakal mama papa baru sehari disini dan kau memilih tidak pulang?" omel lusiana
"bukan begitu mah..." belum sempat ken menyelesaikan ucapannya lusiana memotong dengan omelannya
"pulang sekarang atau mama pulang ke negara B " lusiana tak terima di tinggal anak laki-lakinya dimana baru dia temui setelah beberapa lama
"mah..ken ngga bisa pulang sekarang mah," ken memelas
"kenapa tidak bisa??!!"
"mama pengen ken punya pendamping bukan? saat ini ken sedang dalam proses mendapatkannya" ucap ken begitu saja
"oh begitu ya,baiklah sayang mama akan menunggumu membawa menantu mamah ya" ucap lusiana lembut seolah kemarahannya hilang begitu saja
" astaga apa yang ku katakan pada mama tadi???bodohnya aku asal bicara saja,sekarang bagaimana?????"
__ADS_1
ken merutuki kebodohannya setelah panggipan telpon terputus