Upik Abu Kesayangan Bos Mafia

Upik Abu Kesayangan Bos Mafia
bab 51 Ciuman pertama


__ADS_3

Jack mengumpat kesal dengan derit ponsel yang telah mengganggu moment berharganya itu.


"Ada apa?" Jack mengangkat telponnya,namun tangannya masih memeluk pinggang Naya dengan posesifnya,tak berapa lama kemudian telpon berakhir.


Jack membawa tatapannya kembali pada Nanya,mengusap wajah Naya dengan tangannya,menatap kembali mata coklat milik gadis yang dicintainya,debaran itu kembali hadis dalam jantung keduanya.


Jack mendekatkan wajahnya pada wajah Naya hingga hidung mereka bertemu.


Nafas yang memburu terdengar begitu jelas ditelinga masing-masing,tak ada satu katapun lagi yang terucap dari keduanya,hanya detak jantung yang kian berpacu cepat,Jack menarik pinggang Naya hingga tubuh mereka makin berhimpit,kemudian Jack menempelkan bibirnya pada bibir Naya.Sesaat kedua bibir itu hanya menempel satu sama lain,namun hasrat itu mendorong Jack untuk melakukan lebih.


Jack mengecup bibir ranum itu,mengulumnya perlahan,terasa lembut dan sangat manis.


Naya hanya terpaku dengan situasi itu,darahnya berdesir,merasakan kelembutan bibir Jack yang berpaut dengan bibirnya.


Jack merengkuh tengkuk Naya,makin memperdalam ciuman itu,Naya yang belum terbiasa dengan itu semua hanya diam terpaku,ini adalah yang pertama kali dalam hidupnya.


Tak ada satu katapun terucap hanya nafas yang kian memburu dan tiba-tiba Naya melepaskan pagutan itu dengan nafas yang tersengal.


Wajahnya telah memerah semerah kepiting rebus.Jack tersenyum dan kemudian mendekap sang keksih dalam pelukannya.


"Aku mencintaimu Naya...aku sangat mencintaimu" ucap Jack,Naya hanya tersenyum dan balas memeluk Jack.


Lama mereka berada dalam suasana syahdu itu,perasaan nyaman satu sama lain membuat keduanya merasakan seperti ada bunga-bunga bermekaran dalam hati.


Tak ada kata yang terucap lagi setelah ungkapan cinta Jack yang entah ke berapa kali,hanya deru nafas damai dan detak jantung saja yang terdengar.


Pov.Jack


Setelah sekian lama akhirnya aku merasakannya lagi,merasakan mencintai dan dicintai oleh seorang yang kupilih untukku menambatkan hati.Aku begitu yakin dengan perasaanku saat ini,dia yang kupilih untuk mengisi relung hati yang telah lama dalam kekosongan karena luka dan dendam.


Naya,gadis yang kini berada dalam pelukanku,gadis yang kurasa akan sanggup membasuh luka hatiku yang telah lalu.


Luka hati karena ditinggalkan seorang yang sangat kucintai,seorang yang dengan teganya beranjak pergi hanya karena sebuah obsesi semata.Juga karena dendam yang begitu lekat dalam hatiku.Ah sudahlah...aku tak perlu lagi mengingat semuanya saat ini.


Aku hanya ingin waktu berhenti saja sejenak dalam situasi ini,sungguh aku tak pernah merasa begitu bahagia seperti saat ini,aku telah berjanji pada diriku sendiri aku akan selalu menjaganya,takkan pernah kulepaskan dia dariku,aku berjanji.


Pov.Naya


Sebenarnya hatiku begitu bimbang setelah kejadian di mobil tempo hari,dimana pria yang aku cintai bisa berubah sikap dalam waktu singkat.Aku melihat sisi mengerikan dari Jack,sedikit banyak yang telah ku dengar dia telah kehilangan orang tua dan sekaligus kakaknya,mungkinkah itu yang membuat hatinya kejam dan keras?


Dua kali sudah dia menuduhku menjadi seorang mata-mata tuan Ken,entah mengapa dia menuduhku begitu,dan tuduhan itu sungguh telah membuatku sedih.Sikapnya yang mudah berubah-ubah membuatku sedikit cemas,bahkan aku selalu berhati-hati saat mengucapkan sesuatu takut jika nanti dia akan marah dan berubah.Dengan sikapnya seperti itu entah mengapa aku angin tetap ada disampingnya.Seperti saat ini,aku begitu nyaman berada dalam dekapannya setelah sebelumnya aku bersusah payah bergelut dengan perasaanku.


Satu sisi aku memang mencintainya,tapi tuduhannya menyisakan sesak dalam dadaku.Tapi melihat penyesalannya barusan sungguh hatiku luluh dibuatnya.Sikapnya sungguh manis,dan semua itu berhasil membuat hatiku kembali hangat.Bahkan ciuman itu...ah..aku malu sekali memikirkannya...itu ciuman pertamaku,Ya tuhan...perasaan apa ini? mengapa begitu menggebu?


Wajahku bahkan terasa panas dingin saat memikirkan perasaanku saat dia merampas ciuman pertamaku barusan.

__ADS_1


"Kenapa?" Jack bertanya saat aku reflek menggelangkan kepala ketika bayangan peristiwa tadi uncul di kepalaku.


"Tidak..aku tidak apa-apa" jawabku tersenyum padanya.


"Lalu kenapa pipimu merah begitu hmm?"


"Benarkah??" aku spontan memegang kedua pipiku yang memang terasa sedikit panas.Jack tertawa melihat wajah bodohku yang lulus membuatku bertambah malu.


Aku membenamkan wajahku dalan dada bidangnya,menenggelamkan rasa malu yang kutanggung karena ulahnya mengejekku.


Sungguh expresiku ini membuat Jack begitu senang rupanya,hingga dia tertawa begitu lepas,dia terlihat ....tampan...sangat tampan.


*


*


*


Pagi-pagi sekali Naya telah terbangun,dan sekarang dia sedang berada didapur membuatkan Jack sarapan.Bi Asih yang melihat wajah Naya yang berbeda dari hari kemarin pun tersenyum.Bi Asih merasakan aura kebahagiaan dari diri Naya.


"Mungkinkah mereka telah berbaikan semalam?" gumam bi Asih menerka-nerka raut wajah berseri gadis dihadapannya yang sedang sibuk memasak.


"Selamat pagi bibi,sejak kapan bibi ada disana?"


"Selamat pagi nona,bibi cukup lama ada disini tadi"


"Iya bibi merasa senang melihatmu begitu bersemangat hari ini" jawab bi Asih masoh dengan senyumnya.


"Ah bibi.." Naya merona.


"Apa yang sedang kau masak kali ini nona?" tanya bi Asih.


"Aku membuat nasi gorenh seafood bi"


"Aromanya harum sekali" Tiba-tiba Jack muncul di pintu dapur.


"Hai Jack,kau sudah bangun? kenapa belum bersiap? aku telah menyiapkan semuanya dikamarmu"


"Aku tahu" jawab Jack dengan senyuman.


"Lalu kenapa kau turun kesini dengan piyamamu? kau tidak bekerja?" tanya Naya.


"Aku ingin dirumah saja hari ini" jawab Jack asal.


"Kenapa begitu?" Naya terheran.

__ADS_1


"Kenapa memangnya? aku bosnya jadi terserah padaku aku mau apa" sungut Jack.


"Ya baiklah kau memang bosnya,masakanku hampir siap Jack,pergilah mandi dan setelah itu turunlah untuk sarapan" Naya memberi perintah.


"Siap laksanakan madam" ucap Jack seraya meletakkan tangannya di depan pelipisnya memberi hormat ala upacara bendera.


Naya hanya terkekeh melihat kelakuan kekasihnya,lagi-lagi bi Asih tersenyum melihat suasana pagi yang begitu membahagiakan.Mansion ini tak lagi sepi dan dingin semenjak kedatangan Naya.Bi Asih sangat berharap jika Jack dan Naya akan berjodoh,pastilah Jack akan sangat beruntung mendapatkan gadis seperti Naya.


Sarapan telah siap di meja makan,Naya tengah menunggu Jack turun dari kamarnya.Naya tersentak saat ponsel usangnya berderit.


"Nyonya Lusiana....."


"Hallo nyonya..." jawab Naya.


"Sayang,kenapa kau susah sekali di hubungi nak? apa kau baik-baik saja?"


"Aku baik nyonya,maaf telponku memang terkadang susah mendapatkan signal nyonya"


"Sayang panggil tante,apa kau lupa? aku teman ibumu nak''


"Ah iya nyonya...eh maksudku tente...aku hanya belum terbiasa maaf.." lirih Naya.


"Baiklah maaf diterima,dan satu lagi,apakah Ken belum juga membelikanmu ponsel baru?? anak itu ya benar-benar,aku sudah berpesan untuk memberikan ponsel yang baru untukmu" Lusiana menyerocos panjang lebar.


Naya hanya mendengarkan,sesaat kemudian Jack turun dari kamarnya,berjalan menuju meja makan.


Naya memberi isyarat meminta ijin untuk berbicara dengan seseorang di ponselnya.lewat tatapan matanya,Jack tersenyum dan mengangguk.Cukup lama Naya mengobrol di telpon hingga Jack hampir menghabiskan sarapannya.


"Siapa yang telpon?" tanya Jack


"Nyonya Lusiana" jawab Naya hati-hati.


"Ada apa? apakah ibumu ada perkembangan?" tanya Jack.


"Ya Jack,ibu semakin membaik,kau tidak marah?" tanya Naya cemas.


"Kenapa aku harus marah sayang?"


"Aku takut kau marah dan..."


"Menuduhmu memata-mataiku?" potong Jack.


Naya menunduk.


"Maafkan aku soal itu sayang,aku sungguh minta maaf,aku takkan mengulanginya lagi...aku percaya padamu" ucap Jack yang kini menggenggam tangan Naya dan mencium punggung tangannya.

__ADS_1


Naya tersenyum dan mengangguk.


__ADS_2