Upik Abu Kesayangan Bos Mafia

Upik Abu Kesayangan Bos Mafia
bab 37 Jack dan Naya


__ADS_3

Brakk!!!


Jack membuka pintu dengan kasar,nafasnya memburu dengan raut muka merah padam.Hanya Naya tujuannya saat ini,mengedarkan pandangan keseluruh ruangan yang dia lalui.


"Di mana Kanaya?" tanya Jack pada bi Asih yang muncul dari arah dapur.


"Nona Naya sedang membersihkan kamar anda tuan" jawab bi Asih,tanpa menunggu lama Jack segera pergi ke arah lift dan memencet tombol angka dimana kamarnya berada.


Tring


Pintu lift terbuka,dengan langkah panjangnya Jack menyusuri koridor menuju kamar nya,sampai di depan kamar pintu telah terbuka,terdengar suara nyanyian kecil dari dalam sana.Menandakan seseorang tengah berada disana.Jack terpaku di tempatnya,emosi yang tadu hendak meledak seolah luruh begitu saja,Jack melangkahkan kakinya memasuki kamar itu tanpa suara.


Dilihatnya Kanaya yang sedang sibuk mengelap bingkai foto dirinya bersama sang kakak John.


Senandung kecil itu masih didengar oleh Jack,terlihat wajah Naya yang tersenyum simpul,Naya tidak menyadari jika Jack tengah memperhatikannya.


"Aaa...!!! tuan..,kau mengagetkanku sejak kapan tuan ad disini??" Naya terkejut saat membalikkan badan dan mendapati Jack tengah berdiri di belakangnya.


"Sejak kau bersenandung kecil dan tersenyum menatap fotoku" jawab Jack singkat.


Naya gelagapan dan wajahnya memerah karena malu.


"Kau kenapa?kenapa dengan mukamu?" tanya Jack lagi semakin membuat Naya menunduk malu.


"Maaf tuan,aku tidak menyadari kedatanganmu,aku keluar sekarang permisi.." ucap Naya dengan nada gugup,belum sempat Naya melangkah,Jack lebih dulu menahan dan memegang tangannya.


"Tunggu,aku ingin kau tetap disini" ucap Jack


"Ada apa tuan? ada yang kau butuhkan?"


"Ya,aku membutuhkanmu" gumam Jack pelan


"Apa tuan?"


"Ah tidak,aku hanya ingin bicara denganmu" ujar Jack lagi.


Naya menunggu Jack membuka pembicaraan,sedangkan yang di tunggu malah terdiam dan hanya menatap Naya lekat.


"Tuan...?" panggil Naya mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah Jack,dan Jack pun tersadar dari lamunannya.


"Ah..ya" Jack mengerjap-ngerjapkan matanya,bulu mata Jack yang lentik menarik perhatian Naya.


"Bulu matamu indah sekali..." gumam Naya lirih


"Apa??apa kau mengatakan bulu mataku indah?" tanya Jack dengan wajah berbinar.


"Maaf tuan" ucap Naya menunduk,merasa malu dan bodoh dengan gumamannya tafi yang ternyata di dengar oleh Jack.


"Kau tak perlu malu seperti itu" ujar Jack.


"Apa yang ingin kau bicarakan denganku tuan" Naya mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Ah ya..aku ingin bertanya, apa saja kegiatanmu hari ini?"pertanyaan Jack terlihat sangat konyol di mata Naya.


"Maksud tuan?" Naya mengernyitkan dahinya.


"Kemana saja kau hari ini" tanya Jack lagi.


"Aku hanya berbelanja dengan bi Asih ke supermarket tuan" jawab Naya.

__ADS_1


"Hanya itu?" tanya Jack lagi dan Naya mengangguk.


"Lalu siapa wanita yang menemuimu?" tanya Jack lagi dan pertanyaan itu berhasil membuat Naya terkejut.


"Dari mana tuan tahu kalau...."


"Bahkan aku tahu Kenan menemuimu,ada hubungan apa antara kau dan Kenan???" cecar Jack lagi.


Naya bergidik ngeru melihat tatapan Jack yang begitu tajam,seolah membelah Naya dansedang menelanjanginya.


"Dari mana dia tau?apa bi Asih yang menceritakannya?"


"Tidak usah menerka-nerka siapa yang memberitahuku,karena aku selalu tahu semua hal yang kau lakukan tanpa aku harus bertanya padamu ataupun orang yang bersamamu saat itu" Penyataan Jack membuyarkan pikiran Naya yang sedang menebak-nebak siapa yang memberitahu Jack soal ini.


"Jawab saja" Jack dengan tatapan dingin.


"Tuan,aku bertemu dengan bibi Yeni,dia pengasuhku dulu,dan tuan Ken..."


"Tuan???" Jack memotong kalimat Naya.


"Iya..tuan Ken,sebenarnya aku bekerja padanya" jawab Naya.


"Jadi kau memata-matai ku????!!!!!!" Bentak Jack yang kontan membuat Naya tersentak.


"Maa..mata-mata?? apa maksudmu tuan? a..aku tidak memata-matai siapapun" jawab Naya terbata karena ketakutan.


"Kau bekerja padanya kan??? dan kau ada disinj sekarang,lalu apa kalo bukan mata-mata???!!!!" Suara Jack makin tinggi,Naya nyaris menangis saat ini.


"Tidak tuan...aku tidak memata-matai kau atau siapapun,sungguh...." jawab Naya dengan suara bergetar.


"Jangan berbohong padaku..!!! katakan apa yang Ken inginkan dengan mengirimmu padaku hah??!!" Jack semakin kalap,dia melangkah maju mendekati Naya yang saat ini berjalan mundur menjauhi Jack.


"Bohong..!!!!" bentak Jack lagi.


"Cepat katakan atau aku akan membunuhmu" ucap Jack dengan seringai menakutkan di wajahnya,Jack mengeluarkan sebuah pistol dari balik jas nya.


"Tu..tuan...apa yang kau lakukan" Naya gemetar melihat benda itu ditangan Jack.


"Kau pernah merasakan peluru menembus kulitmu bukan? bagaimana jika peluru ini menembus kepalamu?" ujar Jack masih dengan seringai mematikannya.


"Tuan,sungguh aku tidak memata-mataimu atau siapapun,bukankah kau yang membawaku kesini?kau yang menolongku saat aku terluka tuan" mendengar itu Jack terlihat berpikir.


Naya masih ketakutan dan mulai terisak,mukanya begitu pucat pasi karena terkejut dengan perlakuan Jack.


"Apakah kau benar-benar bukan mata-mata?" tanya Jack kemudian dengan nada yang cukup lembut.


"Aku bersumpah demi apapun tuan" jawab Naya dengan air mata di pipinya.


Jack merasa bersalah melihat air mata dan sorot mata Naya yang memancarkan ketakutan disana.


Jack memasukan kembali pistol itu kedalam jasnya dan mendekati Naya.


Naya yang masih shock terlihat sangat ketakutan saat Jack menghampirinya.


"Tenanglah...aku tidak akan menyakitimu" Jack mengulurkan tangannya kepada Naya entah mengapa Naya ingin sekali menggapai tangan itu.


Jack mendekat lagi dan meraih Naya dalam dekapannya.


"Maaf...maafkan aku.." Ucap Jack,Naya makin terbenam dalam pelukan Jack merasakan kenyamanan disana,Jack membelai rambut Naya lembut.Sejenak dalm pelukan Jack Naya pun menjadi tenang,dan tiba-tiba dia tersentak sadar segera melepaskan pelukan Jack.

__ADS_1


"Maa maaf tuan.."


"Kenapa meminta maaf, aku menikmatinya juga" ucap Jack dengan nada menggoda membuat wajah Naya merona.


"Aku bekerja pada tuan Ken karena dia telah menolongku tuan" Naya mencoba mengalihkan.


"Menolong? maksudmu seperti aku menolongmu?"


"Benar tuan,dia menolongku dan ibuku,dan aku bekerja padanya seperti aku bekerja padamu" Naya menjelaskan.


"Apa kau selalu begitu? akan bekerja pada orang yang telah menolongmu?" cecar Jack.


"Aku hanya tidak ingin berhutang tuan,kau menolongku dan mengeluarkan biaya untukku sedangkan aku tidak punya uang untuk membayarnya, aku hanya punya tenaga jadi aku membayar dengan bekerja" sungguh polos pernyataan Naya.


"Ck..apa kau pikir semua orang membutuhkan balasan saat menolong seseorang?" Jack tak percaya dengan apa yang didengarnya barusan, itu terdengar konyol menurutnya.


Naya hanya terdiam,dalam hatinya Naya hanya tidak ingin merugikan orang lain.


"Aku hanya tidak ingin merugikan orang lain tuan..." terucap juga yang ada di hatinya.


"Merugikan?? aku tidak merasa dirugikan oleh siapapun" ujar Jack.


"Apakah itu artinya aku tidak perlu bekerja padamu atas biaya yang telah kau keluarkab untuk perawatan lukaku tempo hari tuan?" pertanyaan Naya membuatnya terperanjat.


"Jika iya,apa kau akan pergi dari sini?" tanya Jack ragu-ragu.


"Tentu saja tidak tuan,aku cukup tahu diri dan memegang teguh prinsipku,aku akan tetap bekerja sampai hutangku lunas tuan" ujar Naya dengan pasti.


Jack mendekat kearah Naya,dan itu membuat Naya cemas dan waspada mengingat ada senjata api yang Jack miliki,Naya masih mengingat helas rasa sakit akibat timah panas itu.


"Kau kenapa? kau takut padaku?" tanya Jack saat Naya terus melangkah mundur menghindarinya.


"Aku tidak akan menyakitimu Kanaya...aku hanya..." tiba-tiba Jack langsung memeluk Naya tanpa melanjutkan kalimatnya.


Naya tersentak dan hanya diam terpaku menyadari kini dia berada dalam dekapan dada bidang milik Jack.Naya bahkan bisa mendengar detak jantung Jack,perlahan Naya membalas pelukan Jack yang terasa nyaman untuknya.Aroma maskulin tubuh Jack memenuhi indra penciuman Naya.


Jack tersenyum merasakan tangan Naya pada punggungnya,entah mengapa Jack merasa sangan tenang dan nyaman saat memeluk gadis itu.


Tiba-tiba ponsel Jack berdering.


"Ahh siaal!!" umpat Jack kesal karena moment syahdunya terganggu.Naya tergagap dan hendak pergi tp lagi-lagi ditahan oleh Jack.


"Jangan pergi,kumohon tetaplah disini" ujar Jack memeluk Naya lagi dan menerima telpon itu.


"Hallo"


"Hallo tuan,seseorang meminta bertemu dengan anda tuan" jawab suara diseberang sana yang tak lain adalah suara Rendi.


"Siapa?"


"Tuan Haris"jawab Rendi


"Haris?? aku tidak mengenalnya."


"Dia bilang ingin membicarakan maslah penting dengan anda"


"Katakan padanya untuk menemuiku besok saja,aku sedang tidak ingin di ganggu"


Klik

__ADS_1


Jack mematikan telpon,pandangannya beralih pada gadis yang sedari tadi didekapnya erat begitu erat seakan tak akan mau dia lepaskan.


__ADS_2