Upik Abu Kesayangan Bos Mafia

Upik Abu Kesayangan Bos Mafia
bab.65 Mendapat Restu


__ADS_3

Agnes termenung duduk di balkon sebuah apartemen mewah milik Haris,pandangannya kosong menatap lurus kedepan.


Tubuhnya masih lemah dan rasa sakit di bagian bawah tubuhnya masih dia rasakan.


Air matanya luruh begitu saja membasahi pipi mulusnya.


"Sayang..kenapa disini ayo masuk aku sudah menyiapkan makanan untukmu." Suara Haris terdengar begitu lembut.Jika kedua orang itu saling cinta pasti akan menjadi hal yang sangat membahagiakan.


Haris begitu perhatian pada Agnes tp Agnes tak pernah menyukai perlakuan Haris.


"Sayang...kau kenapa?." Haria memeluk Agnes dari belakang tubuhnya.Agnes hanya diam.


Haris membalikkan tubuh Agnes hingga kini mereka berhadapan,tatapan mendamba dari sorot mata Haris terpancar jelas disana.Sedangkan Agnes hanya ada tatapan kebencian.


"Jangan menatapku terlalu lama nanti kau jatuh cinta." goda Haris,sontak saja Agnes segera membuang pandangan.Haris tersenyum.


"Akkhh..." jerit Agnes sat tiba-tiba tubuhnya diangkat oleh Haris,dan membawanya duduk di sofa.


Makanan telah terhidang disana,Haris dengan telaten mengisi piring dan meletakkannya di meja didepan Agnes.


"Makanlah sayang,ini enak kau pasti suka." ujar Haris,namun Agnes hanya diam saja.


"Hei..kenapa kau diam? apakah aku harus menyuapimu?" tanya Haris lagi dengan senyum.


Agnes tertegun melihat senyuman Haris,ada debaran aneh didalam hatinya.


"Dia tampan juga saat tersenyum begitu.."


"Ishh...." Agnea menggeleng cepat.


"Kau kenapa sayang? apakah kau sedang memikirkanku? atau memikirkan percintaan panas kita?" Haris tersenyum dan menggerakkan alisnya naik turun.


"Siapa juga yang memikirkanmu percaya diri sekali." ketus Agnes.


"Baiklah..baiklah..sekarang kau harus makan."


"Aku tidak lapar"


GRuuuuyyuuukkkk


"Benarkah kau tidak lapar?" Haris menahan tawanya.

__ADS_1


"Sial...!!! disaat seperti ini malah perutku tak mau berkompromi denganku..!! memalukan..!!"


Gumam Agnes dalam hati,wajahnya memerah menahan malu.


"Sudahlah sayang,ayo kita makan aku tidak mau jika nanti kau sakit." ujar Haris masih perhatian.Agnes begitu gengsi menyentuh makanan itu.


"Jangan sampai aku menyuapimu dengan mulutku sayang.." ancam Haris.


"Ish..baiklah aku makan..." Ketus Agnes.


Haris tersenyum,dia merasa begitu bahagia karena telah memiliki Agnes dan jadi yang pertama yang menyentuhnya.Dia takkan pernah melepaskan wanitanya.


Ponsel Agnes berderit terlihat nama Papa yang disana.


Haris melirik menatap ponsel itu dan kemudian menatap Agnes,pandangan mereka bertemu.


"Angkat saja,dia papamu." ujar Haris.


"Biarkan saja nanti aku telpon balik." jawab Agnes tp Haris malah mengambil ponsel dan mengangkat panggilan itu.


"Hallo."


"Aku Haris om,apa om ingat padaku?"


"Haris Hermawan? putra dari tuan Ferdi Hermawan?"


"Benar om,om masih mengingatku bukan?"


"Tentu saja,papamu mitra bisnis tuan Smith bahkan mereka berteman baik." jawab tuan David,ayah Agnes.


"Kau benar om,dan saat ini Agnes ada bersamaku,kami saling mencintai dan aku berharap restu dari om." ujar Haris seraya menatap Agnes, dan yang ditatap hanya mendelikkan matanya.


"Benarkah?? itu berita yang sangat baik Haris,tentu saja om akan memberikan restu,aku tahu benar bagaimana tuan Ferdi dan kau adalah putranya,pastinya kau juga menuruni sifat-sifatnya bukan."


"Tentu saja om,aku memang putranya."


"Sialan,berani sekali dia mengatakan kalau aku dan dia saling mencintai??? bahkan aku sangat membencinya dari dulu.''


Agnes mengumpat dalam hati,Haris hanya tersenyum dan terus mengobrol dengan ayahnya.


"Baiklah om,nanti akan ku sampaikan kabar baik ini pada Agnes dia pasti sangat bahagia."

__ADS_1


Telpon ditutup,Agnes begitu kesal dengan kakuan Haris yang mengaku-ngaku sebagai kekasihnya pada ayahnya tadi.


"Aku tak pernah mencintaimu Haris,jadi jangan terlalu percaya diri."


"Kau hanya perlu waktu untuk bisa mencintaiku sayang..." Haris menowel hidung mancung Agnes.


"Tidak akan,sampai kapanpun aku takkan pernah mencintaimu,kau dengar itu."


"Kau makin cantik saat marah sayang,membuatku ingin..."


"Haris...!!"


Belum sempat Agnes menghindar Haris telah lebih dulu mengungkungnya,hingga tubuhnya berada tepat diatas Agnes.


Haris mulai mendekatkan wajahnya,pandangannya tertuju pada bibir ranum milik Agnes.


"Haris..hentikan!" Agnes berusaha mendorong Haris,namun sia-sia tenaganya tak sanggup menyingkirkan tubuh kekar Haris.


Dalam sekejap Haris mendaratkan bibirnya dibibir ranum milik Agnes.******* nya dengan begitu lembut.Agnes tertegun merasakan kelembutan yang Haris berikan,perlahan darahnya berdesir,membuka sedikit mulutnya dan kesempatan itu tak disia-siakan oleh Haris.


Segera setelah akses terbuka Haris semakin rakus menikmati kelembutan dari seorang Agnes,lidahnya menjelajah menyusuri tiap sudut dalam ruangan manis itu.Menjelajahi dan tak melewatkan tiap sudut ruangan dengan semangat membara.Agnes semakin terhanyut dalam aliran permainan-permainan manis Haris.


Perlahan tangan kekar itu bergerilya di medan perang menjelajah ditiap jengkal medan perang yang pernah dia taklukkan sebelumnya,menaiki bukit-bukit yang indah menantang dan meraihnya dalam genggaman.Suara-suara yang terdengar begitu merdu semakin membuatnya bersemangat untuk segera memasuki markas musuhnya yang kini terlihat pasrah dengan pandangan mata yang berkabut.


Rintihan-rintihan yang terdengar semakin merdu kian membuat Haris semakin bersemangat menancapkan tonggak kebanggaannya.Deru nafas semakin memburu saat dua insan itu tengah berada dalam peperangan sengit,tonggak kebanggaan Haris segera melesak dan tertancap sempurna dalam markas cintanya,gerakan demi gerakan jurus pamungkaspun segera di layangkan hingga keduanya berada dalam puncak peperangan.


Jeritan dan raungan cinta menggema menyatu dalam sebuah gempa bumi yang kian dahsyat akibat dari serangan dari jurus-jurus andalan,hingga akhirnya lahar panaspun menyembur diantara raungan cinta yang begitu merdu,menandakan jika perang telah berakhir.


Haris ambruk disisi Agnes dengan senyum kebahagiaan,sekali lagi dia menang dalam medan perang.


"Aku mencintaimu sayang...." ucap Haris sebelum dia akhirnya tertidur memeluk Agnes.


Agnes hanya diam dan memejamkan matanya,rasa lelah itu membuat matanya tak mampu lagi terbuka,bahkan rasa lapar diperutnya pun hilang entah kemana,padahal dia baru beberapa suap memakan makanan yang Haris bawakan tadi.


Agnes terlelap kembali dalam alam mimpi di pelukan Haris.


***Maaf ya yang mengharapkan adegan yang hot-hot pop🤭🤭 author hanya menyajikannya dengan bahasa yang mungkin hanya dimengerti oleh author sendiri yess🤭


karena kalau pake adegan yang bener-bener bikin traveling tuh suka lama direview nya bahkan sempat beberapa kali gagal up kayak yang episode 56 itu yang akhirnya author skip karena saking udah wira wiri author revisi tapi tetep ngga lulus review sama yang punya kawasan😁😁


tetap dukung karye receh ini ya bestie..biar author tetap semangat up walaupun belum fit amat.🥰🥰🥰***

__ADS_1


__ADS_2