
Ken dan jodi menyusul anggota nya yang membawa Toni ke rumah sakit,Toni supir yang membawa mobil Key itu babak belur dan tak sadarkan diri.
"bagaimana keadaannya?" tanya jodi pada salah satu anggotanya
"dokter sedang memeriksanya tuan" jodi pun mengangguk dan tak lama kemudian ruangan terbuka, terlihat Novan yang kaluar dari sana
"bagaimana toni?" tanya Ken pada Novan
"dia akan segera sadar,sebenarnya ada apa ini?" tanya novan pada Ken
"Key diculik'' jawab Ken singkat
"Apaaa???!!! bagaimana bisa?? siapa yang menculiknya?" tanya Novan dengan raut muka yang Syok
"kami baru saja mengantar mama dan papa ke bandara dan karena ada urusan aku pergi lebih dulu bersama jodi,dan Key bersama naya dengan mobil yang di bawa Toni" jawab Ken panjang lebar
"dan diperjalanan pulang mobil mereka di hadang" lanjut ken lagi
"Jadi mereka membawa Key dan Naya?" tanya Novan lagi
"Aku tidak tahu" jawab Ken dengan tatapan dingin
"Hey kau bilang Key bersama naya bukan?" tanya Novan lagi tak sabar
"Aku tidak yakin van, saat itu aku menelpon Key dan Naya yang mengangkat dia mengatakan mobil mereka di hadang dan Key juga Toni sedang berkelahi melawan mereka,tapi saat aku sampai disana...." Ken tidak meneruskan ucapannya
"apa yang terjadi Ken??" desak Novan
"aku mendapati mobil Key dan Naya ada didasar jurang dan terbakar" ucap Ken menunduk
"Apa???!!!! jadi maksudmu Naya...."
"aku tidak tahu van,aku hanya tahu Jack pelakunya" tukas Ken dan kemudian jodi menunjukkan pin milik mafia the bronze itu pada Novan
"The bronze?" ucap Novan
"ya,dan aku masih menunggu hansen yang sedang melacaknya" ucap Ken dan tiba-tiba ponsel Ken bergetar,ada pesan yang masuk
"Key...?" guman Ken dan dia segera membuka pesan itu
"ken,aku bersama naya,kami ada di hutan entah dimana,yang jelas kami kabur dari jeck,cepatlah datang dan jemput kami,Naya terluka"
__ADS_1
"Tuan,hansen memberi kabar markas Jack,ada di sebuah bagunan besar letaknya tak terlalu jauh dari sini" ucap jodi seraya menunjukkan hasil pencarian hansen
"tidak jod,disini tidak ada hutan..." ucap key
"hutan?" jodi mengernyitkan dahinya
" baru saja key memberiku pesan,cepat perintahkan hansen mencari tahu posisi terkhir Key mengirim pesan ini" ujar Ken lagi
"baik tuan" ucap jodi patuh
Ken masuk keruangan Toni mendapati Toni yang mengerjap-ngerjapkan matanya,sesaat kemudian Toni membuka matanya,dia terbelalak saat melihat tuan mudanya ada disana
"Tuan muda..." ucap Toni,dan Ken pun mendekat ke arah Toni terbaring
"Tuan muda,,maafkan aku,aku gagal menjaga nona muda" ucap Toni menyesal
"aku tidak menyalahkanmu ton,jumlah mereka terlalu banyak,aku akan menemukan Key" ucap Ken pada toni yang merupakan salah satu anggotanya juga
"Tapi tuan,mobil yang ku bawa...."
"aku tahu" potong Ken segera dan membuat Toni tertunduk
"Maafkan aku tidak bisa menyelamatkan nona Naya" ucap toni lagi,Ken hanya mengangguk dan menepuk pundak Toni
.
.
.
Jack juga telah menyebar anak buahnya untuk mencari Key di hutan,lama tak ada laporan dari anak buahnya tentang keberadaan Key membuat Jack turun tangan sendiri mencarinya
"tuan,orang-orang kita akan membawa gadis itu kembali" ucap Rendy asisten Jack
"Aku tidak bisa menunggu untuk mengahncurkan musuhku Ren aku harus mencarinya sendiri!!!!!!" bentak Jack dan Rendy hanya pasrah,dan mengikuti Jack
Anggota Ken telah sampai dan segera menyebar mulai melakukan pencarian,begitu juga Ken yang turun tangan langsung masuk ke hutan
"Naya,apa kau masih sanggup berjalan?" tanya Key yang hawatir karena naya sudah sangat pucat
"aku masih sanggup nona" jawab Naya
__ADS_1
"Tapi nay...wajahmu sangat pucat,kau kehilangan banyak darah dari lukamu itu" Ujar Key yang semakin panik karena darah Naya terus mengalir dan merembes keluar
"sebenarnya memang luka ini telah ada sebelum kejadian tadi nona" ucap Naya yang mencoba tetap tersenyum
"maksudmu??"
"ini luka tembak nona,tempo hari aku tertembak dan dokter Novan mengoprasiku" jawab Naya lagi
"Ya Tuhaann...artinya lukamu robek lagi begitu?? astagaa Naya..." Key samakin hawatir
"sudahlah nona,aku tidak apa-apa aku masih kuat berjalan,ayo nona kita harus cepat,sebelum mereka menemukan kita" Key hanya mengangguk dan berjalan kembali,karena kondisi Naya yang semakin lemah mereka sering berhenti untuk beristirahat sejenak hingga beberapa saat kemudian Naya pun ambruk
"Naya...bertahanlah kita harus selamat" ujar Key yang mendapati naya mulai lemas
"Nona,kau pergilah mintalah bantuan seseorang,aku akan menunggumu disini saja" ucap Naya lirih
"tidak mungkin aku meninggalkanmu sendiri disini Nay, ayo aku akan membantumu berjalan"
ujar Key
"Tidak Nona,anda pergilah dulu...aku tidak apa-apa aku hanya lelah,kau pergilah mencari bantuan nona"
"tapi nay..."
"sudahlah Nona...percayalah padaku,aku akan menunggumu disini,jemput aku saat kau menemukan pertolongan" ujar Naya lagi dengan mendorong Key untuk menjauh
Key tak tega melihat naya yang telah lemas tak berdaya,tapi jika dia membawa naya maka akan sangat lama untuk sampai di perkampungan sedangkan Naya sudah kehilangan banyak darah,dia harus segera mendapatkan pertolongan
"baiklah Naya,aku akan mencari pertolongan dan aku akan kembali untuk menjemputmu,aku berjanji,bertahanlah sampai aku kembali" ucap Key yang lalu pergi meninggalkan Naya,Key berlari agar segera menemukan seseorang yang dapat membantunya dan segera menjemput Naya
Naya yang terduduk di bawah sebuah pohon mulai merasa pusing,pandangannya berkunang
"ya Tuhan...kuatkan aku...Bertahanlah Naya...bertahan sampai Nona Key kembali menjemputmu" ucap naya pada dirinya sendiri,
sekilas terbayang wajah ibunya,Naya tersenyum...
"Ibu...aku akan bertahan demi Ibu..ya hanya demi ibu,hanya Ibu alasanku bisa bertahan,aku harus bisa bertahan....aku akan bertemu ibu saat ibu sembuh nanti,aku tidak boleh mati..." Racau Naya yang semakin lemas,tubuhnya terasa dingin,sangat dingin....dan rasa sakit disekujur tubuhnya semakin berdenyut,luka yang terbaluk kemeja Key semakin nyeri..Naya menggigit bibirnya berusaha menahan semua rasa sakitnya,berusaha sekuat mungkin untuk tetap terjaga
"tidak Naya...jangan pingsan...kau harus tetap sadar,nona Key pasti akan segera datang, bertahanlah Naya..."Racau Naya pada dirinya sendiri menyemangati agar dia tidak pingsan
Pandangan Naya semakin kabur,kepalanya berat,
__ADS_1
di tengah-tengah usahanya menjaga kesadaran dirinya Naya melihat seseorang menghampirinya,entah siapa,pandangan Naya kabur dan akhirnya gelap...Naya tak sadarkan diri