Upik Abu Kesayangan Bos Mafia

Upik Abu Kesayangan Bos Mafia
bab 39 Pagi yang begitu manis


__ADS_3

Pagi-pagi Jack sudah rapi sengan stelan jas dua potongnya,melangkah mendekati meja makan,sarapan sudah tersaji disana.Seperti biasa Naya telah menyiapkan segalanya untuk Jack.


"Duduklah Naya,temani aku sarapan" Jack menatap Naya yang yang terbengong dengan permintaan Jack barusan.


"Apa katanya tadi?? dia menyuruhku menemaninya sarapan?"


Naya masih terbengong tak percaya.


"Hey...kau dengar aku kan?"


"Aa..apa tuan?"


"Duduk dan temani aku sarapan" Jack mengulangi ucapannya barusan,mendapati Naya yang masih diam termangu Jack pun bangkit dan menyeret kursi lalu menarik tangan Naya mengarahkannya untuk duduk di sampingnya.


"astaga...apa yang dia lakukan??bukankah aku pembantunya?? tapi memang sih tugas-tugasku lebih tepat menjadi tugas seorang istri"


Naya tertegun dengan sikap Jack barusan sampai-sampai Naya tidak bisa menutupi kegugupannya.


"Mulai sekarang kau harus duduk disini dan menemani aku makan" Jack berkata lagi,tersungging senyum cerah di wajah pria tampan itu yang sukses membuat jantung Naya berdebar kencang.


Naya hanya diam tak mampu mengatakan sepatah katapun untuk menolak permintaan Jack,hatinya sungguh sedang sibuk dengan pesona Jack yang telah membuat jantungnya berdebar tak beraturan.


"Kau kenapa Nay? mengapa kau tak mengambil sarapanmu?" Jack membuyarkan pikiran Naya yang masih belum selesai dengan kecamuk tak karuan disana.


"Ah..iya tuan,aku..aku makan" suara Naya terdengar juga akhirnya walaupun dengan susah payah Naya mengucapkannya.


"Kau yang membuatku hampir pingsan masih tanya aku kenapa??? Tuhaann kuatkan aku.."


"Bisakah kau tidak memanggilku dengan sebutan Tuan?" Jack nampak serius menatap Naya lagi-lagi membuat Naya terpaku dengan tatapan mata elang Jack.


"Oh astagaaa apa lagi ini?? apakah aku harus memanggilmu sayang begitu?"


Naya masih menggerutu dalam hati.


"Bisakah?" tanya Jack lagi.


"Lalu...ba..bagaimana aku harus memanggilmu?" Naya tergagap.


"Panggil saja namaku"


"Hah?!" Cengo Naya.


"Panggil namaku saja bisa kan?" Jack masih di mode tampannya menatap Naya.

__ADS_1


"Ba..baik tuan..eh maksud ku Jack" Naya masih gugup dan canggung dengan menyebut langsung nama Jack.


"Itu lebih baik.." Jack tersenyum.


"Astaga...berdekatan denganmu benar-benar tidak baik untuk kesehatan terutama jantungku"


Sarapan keduanya berjalan hidmat,dengan tatapan Jack yang sesekali mencuri pandang ke arah Naya sedangkan yang di pandang selalu menunduk dengan wajah merona.Sungguh pemandangan itu sangat menggelitik hati Jack.


Bi Asih yang sedari tadi memperhatikan aktivitas keduanya hanya tersenyum bahagia mendapati Jack yang lebih banyak tersenyum saat bersama Naya,diam-diam wanita paruh baya itu berharap lebih dengan keduanya.


"Semoga nona Naya adalah jodoh untuk tuan Jack" gumam bi Asih pelan.


Setelah sarapan selesai Jack segera hengkang dari ruang makan dan berjalan ke arah pintu utama mansion,Naya mengekor di belakangnya,tiba-tiba Jack menghentikan langkahnya dan itu membuat Naya menabrak punggungnya.


BRUKk...


"Awhh..." Naya memekik karena terkejut dan merasakan keningnya berdenyut karena benturan dengan punggung Jack yang begitu keras.


"Kenapa kau menabrakku?"


"Kenapa kau tiba-tiba berhenti? sudah tahu aku ada dibelakangmu" Naya membela diri.


"Siapa suruh berjalan dibelakangku?" Jack tergelak.


"Disini..." Jack menunjuk sisi kanan tepat di sebelah lengannya.


"Jika kau berjalan disini maka kau tidak akan menabrakku" lanjut Jack lagi masih dengan senyum menggodanya.


Bi Asih yang masih mengawasi keduanya hanya menahan tawanya,menyaksikan kedekatan Naya dan Jack.


Naya masih terbengong saat Jack menariknya dan memeluk pinggangnya membuat Naya berdiri sejajar dengannya.


"Seperti ini Nay" ujar Jack yang masih memeluk pinggang Naya.


"Astagaa...apa lagi ini...jantungku akan beneran lepas jika kau selalu begini" Naya mengumpat dalam hati.


"Ke..kenapa harus begini tuan?"


"Agar kau tak menabrakku lagi"


"Tapi..tuan.."


"Sudah ku bilang panggil namaku" tukas Jack dan dari tatapannya menandakan itu sebuah permintaan yang harus di turuti.

__ADS_1


Jack mulai melangkah dan tangannya masih bertengger cantik di pinggang ramping milik Naya,tak ada penolakan dari Naya walaupun gadis itu terlihat sangat gugup.


POV.JACK


Entah mengapa aku mulai nyaman dengan kehadiran Naya dalam hidupku,seperti saat ini saat aku dengan berani meminta Naya berjalan di sampingku,mengantarkanku keluar dari mansion menuju mobil saat aku akan berangkat kerja.


Memang ini bukan bagian dari pekerjaan Naya,ini lebih seperti tugas seorang istri bukan?


Aku tahu Naya merasa sangat canggung dengan perlakuanku,tapi entah mengapa aku sangat menikmati expresi wajahnya saat ini,bahkan aku sangat bahagia saat dia tak menolak ketika aku memeluk pinggangnya.


Apakah dia merasakan apa yang aku rasakan? ah entahlah...yang jelas saat ini aku bahagia.


"Aku berangkat dulu" aq berpamitan pada Naya terlihat dia hanya mengangguk dan kemudian tersenyum tipis.


Darahku berdesir saat menyaksikan senyuman itu.


Sungguh baru pertamakali dalam hidupku merasakan perasaan ini,entah perasaan macam apa yang sedang berkecamuk di hatiku yang pasti disetiap waktu hanya ada wajah Naya disana,membuatku tak ingin jauh-jauh darinya dalam waktu yang lama.


"Kita jalan tuan?" Rendi memecah pikiranku yang dipenuhi bayangan Naya.


"Hmmmm" hanya itu jawaban dariku yang pastinya sudah biasa Rendi dengar.


Mobil mulai melaju, sebelum sampai di gerbang utama di area mansionku,masih kulihat Naya berdiri di tempat tadi aku meninggalkannya,hingga pandanganku terhalang gerbang yang menjulang tinggi sekilas aku masih melihat Naya disana.


Rasa bahagia menjalari segenap relung hatiku,apakah aku sedang jatuh cinta??


ah entahlah...aku hanya berharap Naya memiliki perasaan yang sama seperti yang aku rasakan saat ini.


POV. NAYA


Ya Tuhan ada apa dengan pria itu? mengapa dia bersikap aneh padaku pagi ini? apakah dia mimpi aneh semalam? entahlah yang jelas dia sudah berhasil membuat jantungku berdetak tak beraturan.


Perasaan macam apa ini Tuhan? apakah aku sedang jatuh cinta padanya? tidak..tidak...itu tidak mungkin,aku hanya pelayan disini.


Tapi memang tak aku pungkiri ada sebesit rasa bahagia dan berharga saat bersamanya,dia begitu lembut walaupun aku sempat melihat sisi menakutkan dari seorang Jack,tapi entah mengapa aku merasa nyaman didekatnya.


Ada rasa tak rela saat tadi di berpamitan untuk bekerja,dan...apa tadi?? berpamitan????


Oh Tuhan...apa lagi ini??? tidak biasanya dia melakukan itu padaku, dia akan pergi begitu saja tanpa memperdulikan aku biasanya.


Tapi apa tadi???


"Jangan terlalu percaya diri Naya mungkin saja dia sedang di mood yang baik hingga dia melakukan hal manis ini,jangan berlebihan Naya"

__ADS_1


aku berkata pada diriku sendiri,mengingatkanku agar aku selalu tahu diri dan sadar siapa aku disini.


__ADS_2