
Naya dan Novan masih tercengang dengan suara yang mereka kenal menawarkan darahnya untuk diambil.
"Kau serius???" Novan masih tak percaya dan kemudian bangkit mendekati orang itu.
"Apa kau serius dengan ucapanmu tadi?" ulang Novan memastikan dan dijawab dengan sebuah anggukan oleh Jack.
Yah..orang itu adalah Jack,entah apa yang membuat Jack ingin memberikan darahnya untuk seorang Ken yang selalu dia benci selama ini.
"Golongan darahku sama,Rh-null." jawab Jack pasti.
"Ba.bagaimana bisa? kau bahkan bukan saudara dari Ken tapi mengapa..ah sudahlah yo ikut denganku." Novan meminta Jack mengikutinya dan Jack pun menuruti.
"Tunggu,aku harus melakukan sesuatu,kau tunggu sebentar." ujar Novan dan dibalas nggukan oleh Jack.Lalu novan mengambil ponselnya dan menghubungi Jodi.
Namun Jodi masih belum bisa dihubungi,dia tidak menjawab telpon Novan.
"Ah..sial..!!! sudahlah ku telpon nanti saja ayo ikut aku." Novan kembali berjalan bersama Jack kesebuah ruangan pemeriksaan.
Setelah melakukan berbagai rangkaian pemeriksaan akhirnya bida dipastikan Jack bisa mendonorkan darahnya.
"Ini aneh,kenapa bisa Jack memiliki darah yang sama dengan Ken? setahuku hanya Alex smith yang memiliki darah ini,apa mungkin...." Novan tak berani berspekulasi dengan pemikirannya yang belum terbukti dia segera menyelesaikan proses pengambilan darah milik Jack untuk menyelamatkan Ken.
Akhirnya Novan telah mengambil darah Jack sebanyak yang diperlukan dia segera menuju ruangan dimana Ken berda.
Naya menunggu dengan cemas diluar ruangan,dia bahkan tak berani bertanya lagi saat tadi Novan berlari bersama seorang suster menuju ruangan Ken,dia hanya bisa berdoa saat ini.
Beberapa saat kemudian tanpa disadari oleh Naya Jack datang dan berdiri tak jauh dari Naya,Jack memperhatikan raut wajah Naya yang terlihat begitu cemas,Jack pun mendekat dan kehadirannya kali ini disdari oleh Naya.
Mata keduanya saling bertemu,ada sebuah harapan di mata Jack untuk segera menyudahi permasalahan diantara mereka,namun sepertinya Naya tidak begitu,dia masih menatap Jack dengan wajah datar dan kemudian membuang pandangan dengan menunduk dan memejamkan mata seolah sedang berdoa.
Jack menghela nafasnya pasrah,terduduk di bangku disamping Naya.
Lama mereka berdua hanya terdiam sibuk dengan pikiran masing-masing hingga beberapa saat kemudian terdengar derap langkah yang berat menandakan seseorang dengan langkah itu berperawakan tinggi besar.
Jodi muncul di ujung lorong bersama beberapa anak buahnya diantara mereka ada juga Hansen.
"Trimakasih tuan." ucap Jodi pada Jack setelah jarak mereka hanya 2 meter saja.
Jack yang sedang duduk disamping Naya hanya mengangguk.
Naya yang bingung hanya memandangi orang-orang didepannya,dia masih enggan bertanya pada Jack,namun rasa penasarannya segera ia tepis.
"Mungkin dokter Novan memberi tahu Jodi tentang Jack yang mendonorkan darahnya hingga Jodi berterimakasih pada Jack."
Naya hanya membatin.
Tiba-tiba ruangan oprasi terbuka,nampak dokter Novan dan Key keluar dari sana dengan wajah berseri.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan tuan muda?." cecar Jodi seketika.
"Tenang lah Jod,dia baik-baik saja." jawab Key.
"Tapi bagaimana bisa? bukankah tuan muda membutuhkan darah?." ujar Jodi lagi.
Key hanya tersenyum kepada Jodi.
"Kau begitu mencemaskan Ken ya Jod? tenanglah,Jack telah mendonorkan darahnya untuk Ken golongan darah mereka sama." jawab Novan.
"Benarkah?" tanya Jodi tak percaya dan mengalihkan pandangannya kepada Jack yang tersenyum tipis padanya.
"Terimakasih sekali lagi tuan." ucap Jodi membungkuk memberi hormat.
"Sekali lagi? apa sebelumnya kau mengucapkan terimakasih pada Jack?" tanya Novan.
"Benar,tuan Jack telah mengerahkan anak buahnya untuk membantu kami tadi." ucapan Jodi sontak membuat Naya makin tersentuh hatinya,begitu juga dengan Key.
"Siapa yang menyerang kalian tadi?" tanya Key pada Jodi.
"Orang-orang tuan Beni menghadangku saat dalam perjalanan menuju bandara tadi."
Flash Back On
Setelah mendapatkan info dari Hansen soal Ken yang menyimpan darahnya di negara lain, Jodi segera melangkahkan kakinya keluar dari rumah sakit menuju bandara setelah sebelumnya dia menghubungi anak buahnya untuk menyiapkan Jet pribadi keluarga Smith.
Doorrr
Doorrr
Seketika terdengar suara dentuman mobil yang terguling karena mengalami pecah ban akibat tembakan seseorang ke arah ban mobil anak buah Ken di mobil paling belakang.
Jodi pun segera menghentikan mobilnya,suara decitan rem yang memaksa mobil berhenti terdengar begitu memekakan telinga.
Begitu jg dengan anak buah Ken yang lainpun ikut berhenti.
Suara tembakan bersahutan seketika,Jodi segera mengambil senjatanya di balik jasnya.
"Siapa mereka??" tanya Jodi pada anggota yang lain sambil terus sesekali menembak ke arah musuh.
"Dari pin yang mereka gunakan itu adalah anak buah tuan Beni." jawab salah satu anggotanya.
"Kurangajar..!!! mereka belum menyerah rupanya." gumam Jodi.
"Panggil bantuan,jumlah kita kalah jauh dari mereka." lanjut Jodi lagi.
"Baik Tuan." Segera orang yg ditugaskan menghubungi anggota lain pun segera mengeluarkan poselnya dan menghubungi anggotanya.
__ADS_1
"Mereka akan sampai dalam 15 menit." jawab anak buah Ken tadi dan Jodi mengangguk.
Suara tembakan makin gencar terdengar,anggota Jodi yang kalah jumlah makin kewalahan,banyak diantara mereka yang telah kehabisan peluru.
"Kenapa mereka belum juga sampai??!!" teriak Jodi pada anak buahnya.
"Aku tidak tahu tuan,seharusnya mereka sudah sampai disini." jawab orang itu.
"Ah sial..!!!" umpat Jodi saat mendapati pelurunya habis.
"Kau cover aku menuju mobil." titah Jodi yang langsung disetujui oleh anggotanya.
Segera Jodi berlari ke arah mobil untuk mengambil senjata lain dan juga peluru,tiba-tiba pinselnya berderit.
Dokter Novan is calling....
"Hallo?"
"Jod,kau dimana? waktu kita tak banyak." seru suara diseberang sana yang tak lain adalah Novan.
"Dokter,ada yang menyerang kami saat perjalanan,kami kalah jumlah dan bala bantuan belum juga datang." ungkap Jodi.
"Tolong usahakan apapun yang terbaik bagi tuan muda,lakukan apapun untuk mempertahankannya sebelum aku kembali."
lanjut Jodi lagi yang kemudian dia menutup telpon secara sepihak lalu mengnon-aktifkan ponselnya.
Jodi kembali keluar dari mobil menghadapi para pengacau itu dengan senjata yang baru,disaat yang sama jumlah musuh semakin bertambah sedangkan bala bantuan untuk anggota Jodi belum juga tiba.
"Astaga,mereka semakin banyak saja." gerutu Jodi.
"Tuan,anggota kita juga mengalami mepenyerangan di perjalanan." seorang anggotanya memberi tahu.
"Sial..!!" umpat Jodi lagi dan sesaat kemudian terdengar suara gemuruh Jodi pun menoleh kebelakang dan matanya terbelalak tak percaya.
"Astaga yang benar saja..!! satu kubu pengacau belum beres kenapa datang pengacau lain lagi..!!!" umpat Jodi melihat yang datang adalah anggota mafia milik Jack yang merupakan musuh bebuyutan Ken.
"Tunggu,ada yang aneh...kenapa mereka tidak menyerang anggotaku? dana malah menyerang musuh? ada apa ini??" ditengah rasa herannya seseorang menghampiri Jodi.
"Tuan,kami di perintahkan oleh tuan Jack untuk membantu anda." ujar seorang anggota mafia milik Jack.
Jodi yang masih dalam rasa herannya hanya tercengang dan tersadar saat sebuah tembakan hampir mengenai kepalanya.
"Sial..!!!" umpat Jodi yang merasa telinganya berdengung karena suara tembakan yang dekat dengan telinganya.
Jodi pun segera kembali berjibaku dengan senjatanya,menyimpan dalam-dalam rasa herannya atas kedatangan anak buah Jack yang membantunya.
"Ini aneh.." gumam Jodi tapi setelah itu dia kembali melanjutkan pertempuran dengan musuhnya.
__ADS_1
Mohon maaf buat para readers semua karena author lama ngga up bab baru,karena efek kesehatab yang tak kunjung membaik 🤦🤦🤦 makasih yang sudah tetap setia menunggu 🙏🙏🙏 akan diusahakan up secepatnya ya bestie,terus dukung karya receh ini ya readers semua biar author makin semangat sembuh dan bisa segera up bab selanjutnya🥰🥰🥰