
Key tergelak sendiri membayangkan raut muka Jodi tadi saat dia menggodanya.Berbaring di ranjang sambil memeluk guling sembari senyum-senyum mengingat kejadian barusan.
"Astaga wajahnya lucu sekali tadi..." gumam Key pada dirinya sendir.
"Setakut itukah kau pada perempuan?? Jodi..Jodi...kau membuatku gemas.." gumam Key lagi.
Ponsel Key berderit,membuat Key begitu kesal karena keasyikannya membayangkan Jodi terganggu.
"Ish siapa sih? mengganggu saja"
"Hallo?"
"Hai Key,kau dimana?kita keluar yuk" suara disana menyambar begitu antusias.
"Aku malas" jawab Key asal.
"Kita akan bersenang-senang,aku yang traktir bagaimana?" Agnes masih merayu.
"Aku sedang malas keluar rumah"Key tetap menolak.
"Ayolah Key..."
"Tidak Agnes kau bersenang-senanglah aku hanya ingin dirumah saja"
Klik
Telpon diakhiri sepihak oleh Key,Agnes pun sontak dibuat kesal.
"Baiklah kalau begitu aku yang kesana saja,siapa tahu Ken ada kan?" ujar Agnes pada dirinya sendiri,dia memacu mobilnya menuju mansion Ken.
Tak butuh waktu lama Agnes telah sampai disana,bergegas dia masuk dan menghampiri kamar Key.
Tok..tok..tok.
Ceklek,pintu dibuka.Key menampilkan wajah malasnya pada Agnes yang berpenampilan begitu cetar,rok mini ciri khas Agnes dipadu dengan tanktop setali berwarna putih,rambut sebahunya di biarkan terurai.
"Kau kenapa menatapku begitu? ada yang aneh dengan penampilanku" tanya Agnes saat Key hanya menatapnya dari atas sampai bawah seperti menilai sesuatu.
"Kau mau apa kesini?" tanya Key akhirnya.
"Setidaknya biarkan aku masuk dulu kenapa sih?" ujar Agnes seraya berusaha menerobos masuk ke kamar Key,tp Key tidak mengijinkannya.
"Aku mau masuk Key" rengek Agnes.
"Ini kamarku,kau tak bis sembarangan masuk jika aku tak mengijinkan" tukas Key.
"Aku merindukanmu lho Key,aku ingin curhat tentang banyak hal"
"Aku sedang malas mendengar celotehmu tau" Key malah keluar dari kamar dan berjalan menuju dapur untuk mengambil minum.
Agnes pun mengikuti Key.
"Key,apa Ken ada dirumah?" tanya Agnes
"Ada" jawab Key malas.
__ADS_1
"Benarkah??? dimana dia?" Agnes dengan wajah berbinar.
"Kau kesini mau bertemu Ken kan? bukan karena merindukanku seperti katamu tadi,dasar" Ucap Key datar
"Ya aku ingin bertemu kalian berdua,pangeran tampan dan calon iparku"
"Percaya diri sekali kau ya" ujar Key seraya meletakkan gelasnya di meja.
"Tentu saja" ujar Agnes dengan wajah sumringah.
"Dan dimana pelayan itu?" Agnes terlihat memandang sekeliling.Key hanya mengernyitkan dahinya.
"Ish pelayan itu...siapa namanya?aku lupa,karena memang tidak penting buatku untuk mengingatnya" ujar Agnes dengan sombongnya.
''Kalau tidak penting kau tak perlu mencarinya" Key neloyor saja meninggalkan Agnes berjalan kembali ke kamarnya.
"Baiklah dia memang tidak penting,hanya Ken yang penting bagiku,dimana dia?"
"Diruang kerja" jawab Key Acuh.
"Sedang apa dia disana Key?"
"Kau pikir apa yang dia kerjakan didalam sana? karaoke??" ujar Key sinis.
"Kau ini tak bisakah kau sedikit manis saat berbicara padaku? aku calon kakak iparmu" Agnes protes dengan perilaku Key.
"Cih" Key hanya berdecih.
"Apakah Ken bersama si kanebo kering?"mendengar itu Key melotot marah.
"Ya si Jodi lah siapa lagi memang?"
"Sekali lagi kau menyebutnya kanebo kering aku akan menjemurmu di halaman mansionku seharian" gertak Key.
"Iiihhh aku bisa gosong donk key" Agnea bergidik ngeri membayangkan dia berada di bawah terik matahari dan kulit mulusnya terbakar lalu menghitam dan...
"Aakkkhhh tidak tidak aku tidak mau...!!!" teriak Agnes.
Derap langkah kaki terdengar di lantai atas,terlihat Jodi dan Ken keluar dari ruang kerja.
"Kau langsung ke kamarmu Jod,aku akan bersiap" ucap Ken dan hanya di jawab anggukan oleh Jodi,dan Jodi pun menuju kamar tamu yang sering dia gunakan saat dia harus menginap di mansion Ken.
"Ken...!!!!" Agnes berteriak dan menaiki tangga,Ken terlihat tidak perduli dan terus melangkah menuju lift untuk naik ke lantai 4 dimana kamarnya berada.
Agnes dengan antusiasnya berlari kearah Ken namun sebelum dapat mengejar Ken lebih dahulu masuk ke dalam lift menuju lantai atas dimana kamarnya berada.
"Ken...tunggu aku..!!" tapi terlambat,pintu lift telah menutup sempurna.
Agnes tak putus asa dia menunggu lift itu turun dan akan menyusul Ken ke kamarnya.
"Dasar gadis bodoh,sebegitunya mengejar Ken padahal dia sama sekali tak menggubrisnya,buang-buang waktu saja" Key merutuki Agnes yang terus saja mengejar-ngejar Ken padahal tidak sedikitpun Ken menganggap Agnes ada,miris bukan?.
Di depan kamar Ken Agnes menekan handle pintu,sialnya pintu itu telah dikunci dari dalam oleh Ken,Agnes begitu kesal mendapati pintu itu terkunci,dan saat ini Ken sedang berendam dalam bathtup sambil memejamkan mata,air hangat dengan wewangian favoritnya yang membuatnya relax dan merasa nyaman.
Seperti sebelumnya,Ken tengah membayangkan wajah Naya,senyum menyembul di bibir Ken,sesaat kemudian dia teringat Jack yang mengajak Naya makan malam,Ken tersentak dan segera bangkit membilas tubuhnya.
__ADS_1
"Sial..hampir saja aku lupa,aku tidak boleh terlambat datang ke restoran"
Setelah berpakaian lengkap Ken segera melangkah keluar dari kamarnya menuju lantai bawah,terlihat Jodi telah siap dan sedang duduk menunggu di ruang keluarga.Agnes muncul dari arah dapur dengan segelas jus di tangannya.
"Kau rapih sekali Ken? mau kemana? boleh aku ikut?" tanya Agnes tiba-tiba,seperti biasa Ken tak menganggap Agnes ada malah berbicara pada Jodi.
"Ayo kita pergi Jod"
"Baik tuan"
"Hey..Ken aku ikut denganmu ya? boleh kan?" Agnes bergelayut manja di lengan Ken,sungguhpun itu membuat Ken begitu risih tatapan Ken yang dingin menusuk itu membuat Agnes segera melepaskan pegangan tangannya pada lengan Ken.
"Aku tidak akan mengganggumu Ken aku janji,aku hanya akan ikut dan diam" ujar Agnes meyakinkan Ken.
"Maaf nona,kami dalam misi penting kau tidak bisa ikut" Jodi mengatakan hal yang tersirat dari sorot mata Ken.
"Ish..kau ini menyebalkan" ketus Agnes pada Jodi,dan berlalu meninggalkan mereka berdua menuju lantai atas,mungkin ke kemar Key.
"Ayo kita berangkat" ucap Ken dan Jodi hanya mengangguk hormat.
"Memangnya mereka mau kemana sih?" Agnes yang penasaran mengintip dari balik tembok di dekat tangga lantai atas.
"Kau sedang apa?" suara Key membuat Agnes tersentak.
"Key..!!! kau mau membuatku serangan jantung??!!" Agnes mengusap-usap dadanya.
"Aku hanya bertanya,kenapa kau sekaget itu?"
"Bagaimana aku tidak kaget Key? tiba2 kau sudah berad disini saja tanpa aku mendengar langkahmu" sungut Agnes masih kesal.
"Kau saja yang terlalu serius mengintip orang" balas Key.
"Aku tidak mengintip kok" Agnes mengelak.
"Melihat orang diam-diam sama saja mengintip bodoh...!" tukas Key sambil berlalu.
"Aku penasaran mereka mau kemana sih?" Agnes menyamai langkah Key.
"Tidak tahu"
"Kau kan saudara kembarnya masa tidak tahu sih?
"Kami hanya berbagi tempat saat dalam rahim bukan berbagi otak dan hati" jawab Key yang lalu menutup pintu kamarnya.
"Key...!!!! buka pintunya kenapa kau meninggalkanku sendiri?? Key!!" Agnes begitu kesal dengan perlakuan dua saudara kembar itu.
"Baiklah aku akan mengadu pada om Alex dan tante Lusiana,lihat saja" Agnes bergegas keluar dari mansion Ken dan melajukan mobilnya.
Ditengah perjalanan Agnes menyadari ada sebuah mobil yang tengah mengikutinya dari belakang,dia semakin memacu kecepatan mobilnya begitu juga mobil hitam yang mengikutinya,sehingga terjadilah aksi kejar-kejaran.
Agnes mulai panik,ditengah kepanikannya dia berusaha menelpon Ken tp seperti biasa Ken tidak pernah menganggkat telpon,dia menghubungi Key,dan sama saja.
"Ya Tuhan siapa mereka...kenapa disaat seperti ini tak ada yang mengangkat telponku sih?" Agnes terlihat frustasi,akhirnya dengan sangat terpaksa dia menghubungi Jodi.
"semoga dia mengangkat telponku"
__ADS_1