Upik Abu Kesayangan Bos Mafia

Upik Abu Kesayangan Bos Mafia
bab.63 Kritis


__ADS_3

"Bagaimana Jod? apakah Hansen mendapatkan pendonor itu?" tanya Novan tak sabar setelah Jodi mematikan penggilan dari Hansen.


"Berapa lama waktu yang kita punya untuk menyelamatkan tuan muda?" Jodi menjawab pertanyaan Novan dengan pertanyaan lainnya.


"5 jam." Jawab Novan lemas.


"Baiklah aku akan mendapatkan darah itu dalam waktu 5 jam." ujar Jodi.


"Tapi...dimana kau akan.." Jodi sudah meneloyor pergi meninggalkan Novan sebelum Novan menyelesaikan pertanyaannya.


"Dokter,bisakah aku melihat Ken?." Naya yang sedari tadi hanya diam kini bersuara.


"Maaf,saat ini kau belum bisa menemuinya,jangan hawatir,Key ada didalam." ucap dokter Novan,Naya hanya mengangguk.


"Apakah Nyonya dan Tuan besar tahu?." tanya Naya pada Novan.


"Sebaiknya jangan memberitahu mereka dulu untuk saat ini,mereka akan cemas,lagi pula mereka sedang mengusahakan pengobatan ibumu bukan?."


"Tapi dokter,mereka berhak tau kondisi anak mereka bukan?." ujar Naya lagi.


"Kau benar,tapi untuk saat ini lebih baik jangan beritahu mereka dulu." ucap Novan lagi.


"Bukankah jika tuan Alex dan nyonya Lusiana disini Ken akan tertolong? pasti Ken mewarisi golongan darah dari ayah atau ibunya bukan?" ujar Naya lagi.


"Tapi masalahnya tak sesederhana itu...kau takkan mengerti..." ucap dokter Novan tertunduk,seperti ada sesuatu yang dia tutupi.


Naya mengalah,tak lagi ingin mendebat dokter Novan meskipun dia masih penasaran.


Jack masih mencari keberadaan Naya yang seperti hilang di telan bumi saja.Berkali-kali dia memukul jok mobil didepannya hingga membuat Rendi berkali-kali tersentak.


"Mustahil jika Naya tidak dapat ditemukan keberadaannya oleh anak buah kita Ren..!!" kalimat itu sudah beberapa kali diucapkan oleh Jack.Rendi berusaha tetap tenang walaupun dia sendiri juga penasaran kenapa anak buahnya tak dapat menemukan Naya.


Ponsel Rendi berderit segera dia mengangkat panggilan dari salah seorang anak buahnya.


"Hallo." ucap Rendi saat panggilan terhubung.


Nampak Rendi menepikan mobil,dengan serius mendengarkan informasi dari anak buahnya.


"Apakah mereka menemukan Naya?." tanya Jack saat Rendi mengakhiri panggilan itu.


"Ya tuan,nona Naya ada di rumah sakit saat ini." jawab Rendi.


"Rumah sakit? apa dia terluka??!!!" Jack begitu panik.


"Tidak tuan,Nona baik-baik saja dia.."


"Lalu kenapa dia ada di rumah sakit jika dia baik-baik saja??!!" Jack memotong kalimat Rendi.


"Tuan,biarkan aku menyelesaikan kalimatku." ujar Rendi datar,padahal dadanya begitu bergemuruh karena kesal dengan tingkah Jack.


Jack diam,membiarkan Rendi untuk memberikan penjelasan.

__ADS_1


"Ada penyerangan di taman kota,dan saat penyerangan itu terjadi nona ada disana,tahan dulu tuan." Rendi mengangkat tangannya saat Jack hendak menyela.


"Penyerangan itu ditujukan pada Kenan Smith,dan Tuan Ken terluka saat melindungi nona Naya dari seseorang yang hendak menembaknya." Rendi segera mengambil nafas saat selesai dengan penjelasan yang di berikan dalam satu tarikan nafas.


"Kerumah sakit sekarang." ucap Jack.


"Baik tuan."


Mobil melaju menuju rumah sakit,setelah menempuh perjalanan beberapa puluh menit akhirnya mobil pun sampai di parkiran rumah sakit.Dengan tergesa Jack segera memasuki rumah sakit diikuti oleh Rendi.


"Dimana mereka Ren?." tanya Jack sembari terus melangkah.


"Masih di ruang oprasi tuan." jawab Rendi.


Bergegas dua pria berjas hitam itu menuju ruang oprasi,sampai disana Jack terpaku melihat gadis yang dia cintai duduk menunduk dan menutup mukanya.


"Naya..." Suara yag sangat familiar itu memecah keheningan di depan ruang operasi.Naya menoleh dan menemukan sosok yang sangat dia kenal dan belakangan ini menghuni ruang hatinya.


Tapi sesaat kemudian Naya teringat kembali adegan yang dia lihat di kantor Jack tadi.Naya membuang muka menatap ke arah lain.


"Naya...." panggil Jack lagi yang saat ini berada tepat di depannya.Tiba-tiba Jack berjingkok di depan Naya.


"Kau tidak apa-apa?." tanya Jack,tapi tak ada jawaban dari Naya,bahkan gadis itu enggan menatap wajah Jack yang ada tepat dihadapannya.


"Naya,aku bisa jelaskan soal.."


"Cukup Jack,tak perlu menjelaskan apapun saat ini,pulanglah." ujar Naya tanpa membiarkan Jack menyelesaiakan kalimatnya.


"Aku hanya akan pulang bersamamu." ucap Jack lagi.Naya menoleh,menatap Jack dengan tajam.


"Sudah ku bilang pulanglah,aku ingin sendiri disini." ucap Naya datar.


"Kalau begitu aku juga akan disini bersamamu."


"Aku ingin sendiri." ujar Naya lagi kali ini lebih menekan nada suaranya.


"Naya,kumohon jangan seperti ini,aku bisa jelaskan soal yang ..."


"Sudahlah Jack,ku mohon pergilah aku ingin sendiri saja disini,bisakah kau mengerti?" ucap Naya masih dengan tatapan dingin.


Ada rasa ngilu di hati Jack melihat perkataan dan expresi Naya,sungguh gadis yang biasanya hangat itu kini terlihat begitu dingin dan tak tersentuh.Lagi-lagi Jack menyalahkan dirinya sendiri.


"Baiklah Naya,aku akan pulang tapi biarkan pengawalku ada disini bersamamu." pinta Jack akhirnya.


"Tidak Jack,bawa mereka bersamamu,aku benar-benar ingin sendiri."bantah Naya lagi,Jack pun pasrah tak lagi memaksakan keinginannya karena itu hanya akan membuat Naya semakin menjauh darinya.


Jack bangkit dan berdiri tegap,masih menatap gadis pujaannya yang kini hanya menatap lurus kedepan tanpa expresi.Sesaat kemudian pintu terbuka,Naya segera bangkit dan menghampiri dokter Novan dan Key yang baru saja keluar dari ruangan itu.


"Dokter..." Naya tak meneruskan perkataannya,hanya sorot matanya yang menatap dua orang itu seolah mengharap sebuah jawaban yang melegakan.


"Jack..?? sedang apa kau disini?" tanya Key dengan tatapan tak suka.

__ADS_1


Jack hanya diam membeku dengan tatapan dingin.


"Dimana Jodi?." tanya Novan pada Naya.


"Dia pergi,aku tak tahu dia kemana,dia pergi begitu saja tanpa berkata sepatah katapun setelah seseorang menelponnya." jawab Naya jujur.


"Kita tak punya banyak waktu,Ken semakin kritis.." ujar Key ikut menimpali dengan sedih,matanya terlihat berkaca-kaca menahan air mata yang ingin segera tumpah.Key takut kehilangan saudara kembarnya lagi.


"Apa yang terjadi?" tanya Jack tiba-tiba.


"Apa perdulimu? bukankah kau juga ingin menghancurkan Ken?" Key bersungut.


Jack hanya menunduk,memang benar dia ingin menghancurkan Ken,tapi dia tak ada niat untuk membunuh Ken.


"Aku memang membencinya karena perbuatannya pada kakakku..!" Jack bersuara.


"Cih b*jing*an itu memang pantas mati." decih Key yang sontak membuat Jack geram.


"Kalian bahkan tak memperdulikan permintaan maafnya..!." ujar Jack lagi dengan suara penuh penekanan.


Naya hanya menatap Key dan Jack bergantian,dia bingung dengan apa yang kedua orang itu bicarakan.


"Sudahlah jangan berdebat disini,saat ini Ken memerlukan darah itu segera." ujar Novan menengahi.


"Darah? apakah lukanya separah itu hingga dia perlu transfusi darah?" tanya Jack meremehkan.


"Ken kehilangan banyak darah karena terus saja baku tembak tanpa memperdulikan lukanya." jawab Novan.


"Dan golongan darahnya.."


"Rh-null,golongan darah langka..iya kan?" Jack memotong kalimat Novan.


"Bagaimana kau tau??" tanya Key dan Novan bersamaan,sementara Naya masih menyimak pembicaraan semua orangdi hadapannya.


"Cih bahkan aku tahu jika dia menyimpan darahnya di bank darah di negara B." ujar Jack lagi.


Semua orang terkejut dengan semua yang dikatakan Jack,bagaimana dia tahu semua itu???


*


*


*


*


Hai readers,,mohon maaf buat up yang terlambat ini ya gaes,author terkendala dengan kesehatan yang akhir2 ini badan jadi sering sakit.


mohon doa nya ya readers,author sedang menjalani pengobatan dan sedang bersiap buat menghadapi operasi kecil.


Tetap dukung dan vote novel ini ya readers biar author makin semangat up nya.

__ADS_1


Makasih🥰🥰🥰🥰🙏🙏🙏🙏


__ADS_2