
Semua orang masih tercengang dengan perkataan Jack,seolah dia tahu banyak rahasia tentang Ken.
"Bagaiamana kau bisa tahu tentang semua itu?? bahkan aku yang merupakan saudara kembarnya saja tak mengetahuinya." ujar Key.
"Apa kau lupa? kakakku adalah sahabat kakakmu yang kejam itu." celetuk Jack.
"Berhenti mengatakan Ken itu kejam,justru kakakmulah yang seperti binatang..!!!!" jawab Key lantang.
Jack mengepalkan tangannya,rahangnya mengeras dan wajahnya nampak memerah menahan amarah.
"Aku melihat dengan mataku sendiri bagaimana kakakku memohon maaf bahkan hingga dia berlutut di kaki ayahmu,tapi apa yang kalian lakukan???!!!!." gemeletuk gigi Jack terdengar tanda dia begitu geram.
"Lalu apakah kau tahu mengapa papa dan Ken tak mengampuni kakakmu??!!!" Key tak kalah geram.
"Apakah kau tahu kesalahan apa yang kakakmu buat hingga seorang Alex Smith yang selalu mengasihi kakakmu itu tak bisa memaafkannya???!!"
"Apakah kau tahu kenapa kakakmu itu harus menerima hukuman itu?? apa kau tahu Jack Dawson???!!!!" Key tak tahan lagi dengan semuanya,sesak didadanya semakin menyiksa saja.
Novan dan Naya hanya mematung,menyaksikan dua orang di hadapannya saling memaki dan melampiaskan amarah,Novan yang paham betul dengan kejadian masa lalu itu tak berani menahan Key lagi,sudah saatnya Jack tahu yang sebenarnya terjadi.
"Apa kau tahu hah??!!!" pekik Key lagi.Jack hanya terdiam,dia memang tak pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi,dia masih di usia belasan saat kejadian itu,dia hanya tahu kakaknya Jhon memohon maaf dan berlutut di kaki Alex Smith memohon pengampunan,namun yang dia dapatkan adalah sebuah tembakan tepat di kepalanya.
Sejak saat itu Jack mengklaim bahwa Kenan dan Alex adalah orang yang begitu kejam,padahal kakaknya selalu menceritakan semua kebaikan-kebaikan keluarga Smith padanya.
Kakaknya tak bosan-bosan mengagung-agungkan keluarga itu didepannya saat Jack masih berusia 13 tahun.
Jhon kakaknya selalu menceritakan semua kebaikan keluarga Smith,tp seketika semua kebaikan yang kakaknya ceritakan itu sirna saat Jack melihat kakaknya sendiri tertembak didepan matanya,dan orang yang menembaknya adalah Smith.
Flash back on
"Maafkan aku pa,aku sungguh menyesal telah melakukanya." Jhon mulai berbicara pada sosok Alex Smith yang sudah dia anggap seperti papanya sendiri.
"Jangan pernah lagi panggil aku papa..!!!" Alex membentak.
"Kau bahkan tak pantas menyebut aku papa..!!!" lanjut Alex lagi.
"Ku mohon papa,aku akan melakukan apapun demi maaf dari kalian semua..." Jhon tertunduk di hadapan Alex.
"Aku ingin kau mengembalikan segalanya apa kau sanggup???!!!" Teriak Alex.
"Itu...itu..."
"Kau takkan sanggup bukan??!!" Alex semakin geram,Jhon hanya menunduk dalam.
"Kau bahkan telah bertahun-tahun memanggilku papa,tapi kenapa kau tega melakukan itu jhon??!!"
"Dia sudah seperti adikmu bukan?? kenapa kau tega melakukannya..." Alex Smith terduduk lemas sambil menangis meratapi semuanya.
__ADS_1
"Papa..."
"Diam..!!! aku tak sudi mendengarku memanggilku papa..!!!"
"Aku tak sudi memberikan namaku untukmu kau dengar itu?? kau tak lebih dari seekor binatang jhon..!!!"
Buggghhhh
Ken yang datang tiba-tiba langsung melayangakan tinju ke arah Jhon.Tak ada perlawanan dari Jhon dia hanya diam menerima pukulan itu,dia memang pantas menerimanya.
"Kau...!!! aku akan membunuhmu jhon...!!!" Ken berteriak,tangannya mencengkeram krah kemeja Jhon,amarahnya tak terbendung lagi.
Pukulan demi pukulan didaratkan pada tubuh dan wajah Jhon hingga wajah jhon lebam.
Darah mengalur dari sudut bibir dan hidung Jhon,tapi Ken belum juga berhenti memberikan tinju.
"Hentikaaan...!!!" Lusiana berteriak dari ujung ruangan.Matanya terlihat sembab tanda banyak sudah air mata yang dia keluarkan.
Pakaian serba hitam yang dia kenakan menandakan kedukaan mendalam yang sedang dia rasakan.
Seketika Ken menoleh dan mengehentikan pukulannya.Nafasnya terengah karena tenaganya banyak terkuras saat dia memukuli jhon tadi.Lusiana berjalan mendekat kearah Ken dan Jhon dengan tatapan dingin,sungguh sangat berbeda dari Lusiana yang biasanya hangat dan ramah.
Jhon berusaha bangkit sambil menahan rasa sakit disekujur tubuh dan wajahnya.Dia menghampiri Lusiana.
"Mama..maafkan..."
"Jangan panggil aku mama." ujar Lusiana.
"Jangan memohon padaku."
"Mama hukumlah aku,aku memang pantas dihukum." ujar Jhon lagi.
"Hukuman apa yang harus aku berikan padamu??!! tak ada satu hukumanpun yang bisa kau tebus setelah kematian putriku..!!!" pekik Lusiana.
"Mama hukum aku apa saja,asalkan dapat menebus kesalahanku." ujar Jhon lagi.
"Bahkan jika kau menebus dengan nyawamu sekalipun kau takkan pernah bisa termaafkan..!! kau binatang..!!!!" teriak Lusiana lagi,tangis ya pecah untuk yang kesekian kalinya,matanya begitu panas karena terlalu banyak menangis.
"Dia sudah seperti adikmu...tapi kenapa kau malah merenggut kehormatannya dengan paksa??!! kau menjadikan putriku budak nafsumu kau bukan manusia..!!!" Lusiana memukul dada Jhon berkali-kali,meski tak ada lagi tenaga yang tersisa.
Lusiana pingsan setelahnya.
Ken segera membawa Lusiana masuk ke kamarnya.
Hingga tinggalah Alex dan Jhon,suasana hening dan beku.
"Papa..."
__ADS_1
"Berhenti memanggilku papa..!!"
"Kau mohon pa,maafkan aku,ampuni aku pa..aku tahu aku salah dan kejam,aku rela jika harus mendekam di penjara pa." Jhon berlutut dan memegang kaki Alex Smith.
"Lepaskan tangan kotormu dariku..!!"
"Tidak pa,sampai papa bisa memaafkanku maka aku akan tetap seperti ini.." ujar Jhon kekeh.
"Singkirkan tanganmu sekarang juga...!!!"
"Tidak pa,aku takkan menyingkir..aku mohon maafkan aku."
"Jika kau tak mau menyingkir maka aku akan menyingkirkanmu..!"
"Aku bersumpah akan menebus semuanya pah,ku mohon maafkan aku..."
Doooor
Sebuah tembakan terdengar,seketika tubuh Jhon ambruk dan bersimbah darah.Tatapan dingin Alex Smith terlihat begitu menkutkan,dengan pandangan lurus Alex kembali menyelipkan senjatanya di balik jasnya.
"Papa..!!!! kenapa kau menembaknya??"
Ken dengan nafas tersengal mengahmpiri Alex.Dia segera lari menghampiri ayahnya saat terdengar letusan senjata api.
"Dia pantas mati." ucap Alex dingin.Ken tak bisa lagi berkata-kata karena dia pun merasakan sakit hati pada Jhon atas tindakannya yang lebih parah dari seorang penghianat.Ken tertunduk sedih melihat jasad Jhon yang bersimbah darah.
tanpa mereka ketahui ada seorang bocah yang sedari tadi berada di balik pilar besar di ruangan itu,dialah Jack yang menguntit kakaknya saat hendak pergi ke kediaman Smith,Jack meminta ikut tapi Jhon menolaknya,hingga dia nekad mengendap-endap dan diam-diam masuk kedalam mobil Jhon.
Jack teelihat ketakutan di balik pilar besar itu,tubuhnya bergetar melihat kakaknya telah mati tertembak didepan matanya.Tangannya mengepal,matanya memerah,sejak saat itu dendam menghuni relung hatinya.
Flash Back off
Key masih dalam emosinya,dadanya naik turun pertanda dia begitu marah.
"Jawab..!!!" Key memekik membuat Jack tersadar dari lamunan masalalunya.
"Kakakmu telah merenggut kesucian adik kembarku dengan brutal apa kau tahu itu hah??!!!"
Degg!!!
Hantaman kuat memukul telak hati Jack,tangan yang mengepal seketika membuka.
"Kakakmu seorang cassanova yang gila hingga tak memandang siapa mangsanya,keluarga kami telah begitu baik memperlakukan kakakmu tapi apa balasannya???!!!"
"Bukan hanya sekali dia melakukan itu pada adikku,berkali-kali..!!! sampai adikku tak sanggup lagi dan memilih mengakhiri hidupnya..!!! apa itu yang kau anggap Smith itu Kejam??? siapa yang kejam disini siapa????!!!" Key menangis,memukul dadanya yang sesak.
Naya memeluk Key dan mendekapnya erat,seakan ikut merasakan sakit yang diterima oleh kuarga Smith.
__ADS_1
Jack terduduk lemas,kehilangan seluruh kekuatannya,emosinya yang tadi meluap-luap kini luruh seketika.
Kebenaran yang tak pernah dia tahu kini akhirnya terkuak jelas,memukul telak kedalam hati dan mentalnya.