
Key memarkir mobilnya saat sampai di gedung Smith group,segera bergegas memasuki gedung Key disambut baik oleh para karyawan perusahaan yang pastinya mengenali wajahnya dengan baik.
Key masuk ke dalam lift dan memencet angka dimana lantai itu terdapat ruangan kerja saudara kembarnya.
Key baerjalan menyusuri koridor dan berhenti didepan meja sekertaris Ken.
"Hai Susan....apa Ken ada?"
"Tuan Ken ada di dalam Nona,silahkan" ujar wanita cantik benama susan itu.
"Trimakasih" ucao Key dan susanpun mengangguk ramah.
Tok...tok..tok..
"Masuk" suara yang sangat Key kenali menjawab ketukan pintunya.
"Key? ada apa?" Ken berdiri dan terkejut mendapati siapa yang datang ke ruangannya.
"Mama menelponku" jawab Key to the point
"Lalu apa yang kau katakan" tanya Ken
"Aku tidak tahu lagi harus membohongi mama sampai kapan Ken,mama terus menanyakan Naya" Key mengeluh Ken tampak berfikir,memang tidak seharusnya mereka terus terusan berbohong pada Lusiana,tetapi mereka juga tidak mau membuat Lusiana kecewa dan hawatir.
"Ken..!!! kenapa kau diam? aku ini sudah sepertj anak yang durhaka saja kau tahu?" ujar Key yang meletakan kepalanya di pundak Ken.
"Aku benar-benar kehilangan jejak Naya Key" ucap Ken akhirnya.
"Apa????!!!!! jangan bilang kau tidak menemukan apapun Ken,atau mama dan papa akan membunuh kita"
"Hansen masih mencari informasi" ujar Ken lagi.
"Sampai kapan Ken???" ucap Key tak sabar.
"Akupun tidak tahu,Naya benar-benar menghilang seperti ditelan hantu" jawab Ken
"Ditelan Hantu katamu?? mungkin lebih tepat ditelan harimau karena dia hilang di hutan!!!" jawab Key geram dengan perumpamaan saudara kembarnya.
"Aku yakin Naya masih hidup,dan kita pasti menemukannya" ujar Ken lagi,Key hanya pasrah,dia mengambil sesuatu dari tasnya dam memberikannya pada Ken.
"ini" ucap Key saat memberikan sebuah ponsel yang terlihat usang.
"Apakah ini ponsel?" tanya Ken saat menerima benda itu dari Key.
"Apa benda itu terlihat seperti sebatang kayu dimatamu Ken???" ketus Key
"Astaga....bahkan benda ini tidak terlihat seperti ponsel" ujar Ken membolak balikkan benda pipih nan usang itu.
"Itu milik Naya,aku sengaja mematikannya karena mama terus saja menelpon dan mengirim pesan pada Naya" Key menjelaskan.
"Astagaaa bagaimana bisa dia masih memakai benda ini sebagai ponselnya" ujar Ken lagi.
__ADS_1
"Kau ini,mengapa terus saja menghina ponsel tak berdosa itu hah?? kau dengar tidak yang aku katakan tadi???" Key mulai kesal.
"Ish kau ini pemarah sekali,aku kan hanya heran saja masih melihat ponsel itu di peradaban saat ini'' Ken membela diri.
"Kau tau?? mama menyuruhmu membelikan Naya ponsel baru" Key masih dengan nada Kesal.
"Tentu saja akan kubelikan nanti,bahkan mataku sakit melihat layar ponsel ini..astaga..."
Tiba-tiba pintu kembali di ketuk.
"Masuk" jawab Ken,pintupun di buka dan munculah jodi disana.
"Tuan,Nona" sapa jodi
"Hai jodi..." Key tersenyum sumringah membuat jodi gugup dan sejenak lupa apa yang membuatnya mengetuk pintu atasannya.
"Ada apa jod" Ken menyadarkan jodi yang sedang terpesona dengan senyuman Key.
"m..mm. tu..tuan...aku telah menemukan dalang dari peristiwa penggelapan dana tempo hari"
"Siapa???!!! siapa yang berani main-main denganku??"
"Ketiga orang yang kita sandra itu mengaku jika mereka dibayar seseorang untuk melakukan ini semua,dan orang itu adalah Tuan Beni" jawab Jodi.
"Tua bangka itu mau coba-coba rupanya,lakukan tugasmu Jod" ucap Ken dengan seringai mengerikan di wajahnya,Jodi segera berlalu dari ruangan itu,setelah sebelumnya mencuri pandang pada Key yang sedari tadi memperhatikannya.
"Dia sangat tampan..." gumam Key dan Ken mendengarnya.
"Idih...aku bukan membicarakanmu,tapi Jodi...dia sangat tampan dengan pakaian tadi'' ucap Key yang bertepuk tangan dan tersenyum membayangkan Jodi.
"Cih...bahkan jas ku lebih mahal dari miliknya" decih Ken.
"Tak perduli mahal atau tidak pakaian Jodi dia tetap tampan apa lagi dengan setelan jas tadi" ucap Key lagi masih dengan senyum di wajahnya.
"Cih...bahkan Jodi memakai pakaian yang sama setiap hari,kenapa kau baru bilang dia tampan hari ini?" Ken tak mau kalah.
"Haiiissshh kau ini...tidak bisa membiarkanku senang sedikit apa?" ketus Key.
"Hahaha bahkan kesenanganmu itu akan dianggap aneh oleh Jodi" Ken masih mengejek.
"Kenapa?? apa dia...."
"Hahahahahaha" tawa Ken menghentikan kalimat Key yang sudah Ken tau saudaranya itu memikirkan apa.
"Kau tanyakan langsung saja padanya,karena yang ku tahu dia tidak pernah bersama seorang perempuan hahaha" Ken masih tertawa.
"Be..benarkah...apa dia memang..."
"Ahahahahaha mukamu lucu sekali" Ken tak berhenti tertawa saat melihat muka panik saudaranya itu.
"Tidak..aku hanya bercanda..dia pria normal Key,dan dia pria yang baik...kau boleh mengejarnya" ucap Ken dengan muka serius.
__ADS_1
"Apa kau serius dengan ucapanmu Ken? kau mendukungku untuk mengejarnya?" mata Key berbinar menatap saudara kembarnya.
"Aku mendukungmu tentu saja Key,itupun jika kau bisa membuatnya tidak lari ketakutan,dia itu takut pada perempuan bhahahahahaha" Ken terbahak lagi,Key hanya melongo tak percaya dengan ucapan Ken.
Seorang Jodi??tangan kanan dari mafia di depannya yang tak lain adalah saudaranya sendiri?
Mafia yang tak pernah takut dalam menghadapi musuh yang seperti apapun bentuknya?? takut pada perempuan????
Benar-benar membuat kepala Key berdenyut saat ini.
"Aku akan mendapatkannya Ken,kau lihat saja" ujar Key dengan semangat berkobar,Ken masih tertawa memegangi perutnya yang mulai sakit karena masih terus saja tertawa.
"Ya..yaa semoga kau beruntung tidak ditinggal kabur saat berkencan hahahaha" Ken masih saja tertawa.
.
.
.
.
Bi Asih mengajak Naya untuk berbelanja keperluan dapur,mereka diantar oleh supir ke sebuah swalayan,banyak belanjaan yang bi Asih masukkan ke dalam troley belanjaanya.
"Nona,kau juga boleh mengambil apa saja yang kau butuhkan untuk keperluanmu." ujar bi Asih sambil tersenyum.
"Baik bi,tapi saat ini aku hanya membutuhkan sebuah pembalut hehehe" ucap Naya malu.
"Tentu saja boleh Nona,bahkan lebih dari itupun tidak masalah,tuan tidak akan memarahimu."
"Benarkah bi?"
"Tentu saja nona,tuan sangat baik" ucap bi Asih lagi,wanita parauh baya itu memang terlihat sangat menyayangi Jack.
''Bi..bolehkah aku bertanya sesuatu?"
"Bertanyalah nona" jawab bi Asih tetap dengan senyumnya.
"Apa tuan hanya tinggal sendiri? dimana orang tuanya?apa tuan tidak memiliki saudara?"Naya memberikan pertanyaan bertubi-tubi.
Bi Asih tersenyum menatap Naya.
"Tuan tidak lagi punya orang tua sejak dia masih berusia 6th,bibi lah yang merawatnya hingga sekarang,bibi sangat menyayangi tuan Jack" bi Asih menjawab dengan nada sendu walaupun wajahnya masih menyiratkan senyuman.
"Pantas saja bibi sangat menyayanginya ya bi" timpal Naya lagi dan tersenyum juga pada bi Asih.
"Iya,bibi sangat menyayangi tuan,bibi sangat ingin tuan akan bahagia kelak dengan seseorang yang bisa mencintai tuan sepenuh hati" tukas bibi Asih,Naya pun mengangguk dan tersenyum.
Obrolan bi Asih dan Naya terhenti saat seseorang memanggil.
"Nona Naya...?"
__ADS_1