
Lidah naya terasa kelu mendengar keputusan Ken barusan,sungguh bagaikan mimpi..
"tu..tuan...saya akan membayar hutang saya kepada anda tuan" naya akhirnya bersuara
"hutang? kau tidak perlu berhutang"jawab ken datar
"tapi tuan,biaya rumah sakit ibuku pasti tidak sedikit,saya tidak bisa menerima bantuan anda secara cuma-cuma tuan,saya berjanji saya akan membayar hutang saya" ucap naya lagi,Ken ngernyitkan keningnya
"atau saya akan bekerja pada tuan untuk membayar hutang saya" ucap naya dengan sungguh-sungguh,tanpa sadar naya memgang tangan Ken,
ken menatap tangan nya yang masih digenggam oleh naya seketika naya tersadar dan lalu melepaskan genggaman tangannya di tangan ken
"ma.maaf.. tuan saya tidak sengaja" ucap naya kikuk ken hanya diam saja merasakan jantungnya berdebar tak beraturan,karena merasakan sentuhan tangan naya
"kenapa dengan jantungku,kenapa jadi berdetak secepat ini???apakah aku terkena serangan jantung???" gumam ken dalam hati yang secara spontan ken meraba dadanya sendiri
Novan yang sedari tadi seperti obat nyamuk itu hanya menahan tawa menyadari ken mulai tertarik pada perempuan
"kenapa kau tertawa? apa kau ingin ku pindah tugaskan ke zimbabwe hah?" hardik ken yang tau novan sedang menertawakannya
"eitz....easy...man...aku tau kau tidak akan melakukan itu kan kawan...hahaha" ucap novan dengan tawa garingnya
"kau tau bukan kalau jodi bisa diandalkan? tidak akan sulit mengurus pemindahanmu" ucap ken lagi
"eemm...naya...aku harus pergi,pasienku sudah menunggu,kalian lanjutkan saja ya,oke.."
novan segera kabur dari sana,ken menoleh ke arah naya, terlihat naya tersenyum sambil geleng kepala pelan menyaksikan kekonyolan dua orang di depannya
ken terpaku melihat senyum naya yang lembut,perlahan harinya mulai berdesir,seperti ada angin segar yang menerpa
"kau sangat cantik saat tersenyum..."
.
.
.
"Fella sedang bersiap menunggu orang suruhan Tuan Beni untuk menjemputnya,yaa...fella benar-benar akan menyerahkan dirinya untuk melayani Tuan Beni malam ini
"demi bisa hidup mewah fella...kamu pasti bisa.." fella menyemangati dirinya sendiri saat sedang berada didepan cermin
__ADS_1
sesekali fella memperhatikan penampilannya di pantulan cermin
fella memakai dress berwarna biru yang mengikuti lekuk tubuhnya, dengan panjang selutut dan dengan krah model V yang rendah hingga menampilkan sedikit bagian dadanya yang padat berisi,
bagian belakang dress yang memang backless itu menampilkan punggung putih mulus fella dengan jelas,karena rambut fella memang hanya sebatas bahu
ponsel fella berbunyi,tertera nama penelpon adalah Tuan Beni
"hallo..."
"hallo cantik..apakah kau sudah siap?orang yang aku suruh menjemputmu telah berangkat sekitar 20 menit yang lalu,tunggulah di loby hotel karena 10 menit lagi dia akan sampai,pastikan kau merias dirimu secantik mungkin,karena semakin aku tertarik maka semakin banyak uang yang akan aku berikan padamu"
"baiklah tuan,aku sudah siap,dan aku akan turun sekarang" jawab fella dan panggilan telponpun berakhir
sampai diloby fella duduk di sofa loby dengan anggun sesaat kemudian datang seorang pria tinggi besar berjalan mendekat kearah fella
"nona fella?"sapa pria itu
"iya itu aku" jawab fella
"silahkan ikut say nona,Tuan Beni suah menunggu" kata pria itu lagi,fella pun berjalan mengikuti pria itu dan masuk kedalam mobil yang segera melaju ke kediaman Tuan Beni
hening suasana di dalam mobil,pria tinggi besar itu sesekali mencuri pandang kearah fella dari cermin didepannya
pengawal yang berjaga di depan pintu masuk rumah tersebut datang menghampiri mobil yang fella tumpangi,dengan segera membukakan pintu untuk fella turun dari mobil,
tepat di pintu utama rumah itu tiga wanita menghadang fella,mereka adalah istri-istri tuan beni
"lihat itu,wanita simpanan suami kita telah datang" kata nyonya Indah sebagai istri pertama Tuan Beni
"sepertinya umurnya masih sangat muda kak" Hani istri ke 2 menimpali
"paling-paling itu cuma Abg matre yang menginginkan uang untuk bergaya" Ika istri ke tiga ikut nyambung
fella yang masih terpesona dengan kemegahan rumah Tuan Beni belum meyadari adanya 3 wanita yang sedari tadi mengawasi gerak gerik fella dari pertama dia turun dari mobil,
Ika hendak maju menghampiri fella tetapi pria tinggi besar yang tadi menjemput fella memperingatkan nyonya nya
"maaf nyonya tolong jangan melewati batasan anda,Tuan Beni akan marah jika anda mengganggu nona Fella"
"owh...jadi fella nama perempuan itu"ucap Ika seraya melangkahkan kakinya ingin menghampiri fella,tapi pria yang tadi menegurnya merentangkan satu tangannya menghalangi Ika
__ADS_1
"Dudi,aku hanya ingin menyambutnya kau tenang saja,aku tidak akan membuat wanita simpanan suamiku itu lecet" ucap Ika sinis,akhirnya pria bernama Dudi itu menurunka n tangannya,sedangkan dua istri Tuan Beni yang lain hanya tersenyum dari tempat mereka
"kak,apa yang Ika rencanakan?"tanya Hani pada Indah
"aku tidak tahu" jawab Indah sambil tersenyum tanpa mengalihkan pandangannya dari fella dan Ika
"hai fella..."ucap ika,fella pun menoleh ke arah sumber suara
"namau fella kan?"tanya ika lagi
"ya,aku fella,dan kau...siapa kau?" tanya fella dengan tatapan menyelidik
"aku? haha...pertanyaan itu lebih cocok keluar dari bibirku,siapa kau? dan sedang apa kau disini?" Ika dengan sinisnya menanyai fella
"Aku orang yang diundang secara khusus oleh Tuan Beni"jawab fella dengan sombongnya
"gadis ingusan sepertimu mendekati Suami ku hanya untuk uang pastinya" ucapan Ika menusuk tepat pada fella
"suami...?" gumam fella pelan tapi masih bisa di dengar oleh Ika
"ya tentu saja Tuan Beni seorang pria beristri,kau pasti tau itu" cecar Ika lagi
"tapi dia tidak mengatakan kalau dia punya Istri sepertimu" jawab fella tak kalah angkuh
"atau jangan-jangan kau ini istri yang tak dianggap oleh Tuan Beni?" fella tersenyum sinis
"Beraninya kau...!!!!" bentak ika yang hendak menampar fella tapi teriakan Indah membuat tangannya yang sudah mengambang diudara dia turunkan lagi
"Ikaaa....!!apa yang kau lakukan!!!" teriak indah sembari berjalan menghampiri dua perempuan itu
"kakak,dia menghinaku" jawab Ika kesal tapi indah tak meladeni Ika,fella tersenyum penuh kemenangan,tiba-tiba....
PLAAAKkk.....
Indah menampar fella dengan kerasnya,fella terkejut merasakan perih dan panas di wajahnya,
"ke...kenapa kau menamparku? bukankah kau tadi...." fella belum selesai dengan kalimatnya sudah belih dulu dipotong oleh indah
"yaa aku tadi mencegah dia unttuk tidak menamparmu" ucap indah seraya menunjuk Ika
"Karna aku adalah orang pertama yang berhak menamparmu..!!!" ucap indah penuh penekanan,ke tiga wanita itu tertawa dan kembali masuk ke rumah meninggalkan fella yang masih shock dengan sambutan ketiga wanita itu
__ADS_1
"dasar wanita gilaaa...!!!" teriak fella dengan marah,para pengawal yang menyaksikan kejadian itu hanya geleng-geleng kepala saja,hal itu sudah biasa terjadi saat ada wanita yang datang ke rumah ini dengan undangan Tuan Beni.