Upik Abu Kesayangan Bos Mafia

Upik Abu Kesayangan Bos Mafia
bab 7


__ADS_3

Soraya terkejut mendengar suara sirine dari mobil ambulance yang semakin lama semakin terdengar lebih dekat,segera soraya berjalan ke arah jendela kamarnya,menyibakkan sedikit tirainya


"Kenapa ada mobil ambulanca kesini?" gumam soraya pada dirinya sendiri


tok..tok..tok..


"ibu...ibu...buka pintunya bu...!!" silvi berteriak dari luar kamar soraya


"ibu...ibu...cepat bukaaa..."teriak silvi lagi membuat soraya mendengus kesal


"ishh..anak ini..."gumam soraya sembari berjalan membuka pintu kamar


"kau ini kenapa teriak-teriak silvi??!!" soraya geram


"ibu..diluar ada mobil ambulance bu,apa ibu tidak dengar?ambulnce itu ada di depan rumah kita..." jawab silvi dengan muka paniknya


"ibu tau.."jawab soraya singkat


"ibu sudah tau? lalu apa ibu tau siapa yang memanggil ambulance itu? dan untuk apa?" tanya silvi lagi


"kau bisa diam tidak??? memang itu yang sedang ibu cari tau,kau diamlah" jawab soraya yang berjalan kembali ke jendela kamarnya


terlihat petugas membawa seseorang dan naya yang ikut masuk ke ambulance itu


"ternyata mayat hidup itu...bahkan aku belum sempat berbuat apapun dan dia sudah harus di bawa kerumah sakit, sungguh ini benar-benar keberuntunganku" gumam soraya dalam hati,tersirat sebuah senyuman di bibir soraya


"ibu...itu naya bu,naya membawa ibunya..." silvi bersuara yang seketika membuyarkan pikiran soraya tadi,soraya memutar matanya dengan malas


"silvi..apa kau pikir ibumu ini buta?sudah jelas-jelas aku pun berada disini bersamamu,tentu saja ibu melihatnya" soraya mulai gemas


"diamlah,dan gunakan saja matamu untuk melihat semuanya" lanjut soraya lagi yang masih melanjutkan aksinya mengintip di jendelanya,hingga mobil ambulance itu pergi dari halaman rumahnya, soraya beranjak dan segera mengambil ponselnya


"ibu mau menelpon siapa bu?"tanya silvi


"kakakmu" jawab soraya singkat


sambungan telpon terhubung,tetapi fella tidak kunjung mengangkat telponnya


"ish...kau dimana fella??ayo fell angkat telponmu.."gerutu soraya karena panggilannya tidak juga diangkat oleh sang anak,beberapa kali soraya memcoba menelpon fella tp tetap saja tidak ada jawaban hingga soraya kesal sendiri dibuatnya


.


.


.


sementara di seberang sana fella tengah berasa di sebuah restoran,dia tengah bernegoisasi dengan seorang pria paruh baya,pria yang selalu terobsesi dengan kecantikan wanita,Tuan Beni.

__ADS_1


Seorang pria kaya yang ingin membeli tanah milik tuan anditama (ayah naya yang juga mnjadi ayah tiri fella dan silvi)


"Semua terserah padamu saja nona cantik,tanah itu akan tetap menjadi milikmu asalkan kau mau melayaniku" seringai Tuan Beni,fella yang mendengar itu terlihat berfikir sejenak


"Aku bahkan akan memberikanmu uang dan mobil" lanjut Tuan Beni lagi


"hanya itu?" tanya fella dengan senyum tipisnya


"aku akan memberikan uang yang tidak sedikit kepadamu nona,dan kau juga akan mendapatkan sebuah mobil mewah" lanjut Tuan Beni lagi


Fella nampak berfikir...


"hanya satu malam fell,kau akan dapatkan uang dan mobil mewah,melayaninya tidak akan membuatmu rugi bukan?toh tidak akan ada yang berkurang darimu,malah kau akan mendapatkan uang"


fella berkata dalam hati pada dirinya sendiri


"baiklah,aku akan melayanimu,dan kau harus menepati janjimu padaku" ucap fella dengan tatapan tajam


"tentu saja" ucap tuan beni dengan senyum lebarnya


"besok akan ada orangku yang menjemputmu,persiapkan dirimu nona cantik" ucap Tuan beni dengan menoel dagu fella


Setelah negoisasi yang berakhir dengan Tuan Beni,Fella memutuskan untuk langsung naik ke kamar hotelnya,karena restoran tempat dia bernegoisasi tadi adalah restoran di hotel tempat fella menginap.


fella tiba dikamarnya,dia merebahkan tubuhnya di sofa didalam kamarnya,sesaat kemudian fella melirik ponsel yang berada di meja dekat sofa tempat dia duduk,fella meninggalkan ponselnya karena lowbate,dia mengambil ponselnya dan mengeceknya,ada 10 panggilan telpon yang tidak terjawab dan semua panggilan itu dari ibunya,soraya.


tuuut....tuuuut...


lama panggilan fella tidak kunjung diangkat oleh sang ibu,dan akhirnya..


"hallo sayang..." suara ibunya dari seberang sana


"kau dari mana saja? ibu menelponmu berkali-kali,mengapa kau tidak menjawab panggilan ibu?" soraya bertanya bertubi-tubi membuat fella bingung hendak menjawab


"ibuuuu..kenapa memberiku pertanyaan bertubi-tubi begitu??"


"kau ini,tidak tahu kalau ibu sangat hawatir?" soraya berkata dengan nada tinggi


"iya iya ibu,maaf,aku baru saja bertemu dengan Tuan Beni bu,baru hari ini aku bisa bertemu dengannya"jawab fella


"owh begitu,lalu apa Tuan Beni bersedia membeli tanah itu?"soraya antusias


"tentu saja bu,aku telah berhasil meyakinkan tuan beni untuk membeli tanah itu,dan aku akan segera pulang saat aku telah menerima uang darinya" fella membohongi ibunya karena keserakahannya ingin tetap menguasai tanah itu tanpa sepengetahuan ibunya


"baguslah nak,dengan begitu kita bisa pergi berbelanja,ibu sudah lama ingin membeli tas keluaran terbaru" soraya bersemangat,membayangkan tas incarannya akan segera dia beli


"ibu ini...kan aku yang berusaha bu,kenapa ibu yang ingin belanja" ucap fella ketus

__ADS_1


"hei kau lupa siapa yang mengambil surat tanah itu??!!!"bentak soraya


"hissshh ibu ini,iya iya ibu yang menang,ibu akan dapatkan tas brandit itu,ibu senang sekarang?" fella mendengus kesal


"tentu saja ibu senang sayang,ibu juga ada kabar baik buatmu"


"apa" fella masih saja ketus


"miranda dibawa ambulance tadi,ibu berharap dia mati saja hahahaha" soraya terbahak


.


.


.


naya menggenggam tangan ibunya erat,airmatanya tak terbendung lagi,perasaan takut,cemas,dan hawatir akan kehilangan sang ibu berkecamuk di hati dan pikiran naya yang kalut,sesekali naya memanggil nama ibunya disela-sela suara sirine mobil ambulance yang melaju cepat menuju rumah sakit


"ibu...bertahanlah ibu...jangan tinggalkan naya bu,naya mohon..."naya mengatakan semua itu dengan sesenggukan sepanjang jalan menuju rumah sakit


Akhirnya mobil ambulance itu sampai jg di Rumah sakit,naya keluar dari mobil ambulance dan para petugas medis segera manangani nyonya miranda


"nay,kau tunggu disini biarkan dokter memeriksa ibumu" kak ida berkata dengan lembut pada naya,naya pun menurut,dia duduk di bangku di depan ruangan pemeriksaan itu


naya meremas tangannya sendiri saking paniknya tangan naya berkeringat dingin,pikiran naya kacau,air mata terus saja mengalir dari matanya.


dari kejauhan seorang pria menatap naya sambil menurunkan sedikit kacamatanya,mengamati naya.


.


.


.


.


di mansion


Ken terus saja memikirkan naya,dia mengambil ponsel yang dia letakkan di nakas tempat tidurnya dan menghubungi seseorang


"jod,aku ingin kau mencari tau tentang gadis itu" ken memberi perintah pada asiatennya


"baik tuan" jawab jodi yang sudah tau gadis mana yang dimaksud tuanya,sudah pasti gadis yang membuat tuannya menjadi banyak bicara dan sekarang malah gadis itu membuat nya harus menerima telpon dari tuannya di tengah malam buta begini.


"kau sudah harus melaporkannya kepadaku besok pagi" lanjut ken lagi


"baik tuan" jawab jodi yang langsung mendapat suara tut.tut.tut pertanda tuannya mematikan panggilannya

__ADS_1


"yang benar saja,tuan menelponku malam-malam begini hanya karena gadis itu?" jodi menepuk jidatnya,tanpa berfikir lama jodi segera menjalankan perintah tuannya malam itu juga,jodi segera menghubungi Hansen,karena hanya hansen yang bisa membantunya dengan kemampuan IT nya.


__ADS_2