Upik Abu Kesayangan Bos Mafia

Upik Abu Kesayangan Bos Mafia
bab 18


__ADS_3

Fella terduduk di dalam kamar dimana pertama kali dia masuk kerumah ini,Tuan Beni benar-benar menjadikan fella pemuas ranjangnya, bahkan fella selalu dikurung dalam kamar itu


tok.tok.tok


cekleek pintu pun terbuka tanpa persetujuan dari fella, sorang pelayan dengan nampan di tangannya masuk dan menghampiri fella


"nyonya, saya mengantar makanan" ucap si pelayan namun fella hanya diam dengan wajah tanpa expresi


"nyonya,makanlah dulu kalau tidak nanti anda sakit" bujuk pelayan itu lagi seraya berinisiatif menggambil sendok dan hendak menyuapkan makanan kepada fella,namun fella menampik tangan pelayan itu dengan kasar


"aku tidak mau makan...!!" fella membentak


"tapi nyonya..anda.."


"aku bukan nyonyamu..!! pergi..!!" fella setengah berteriak mengusir pelayan itu,tiba-tiba seseorang dari arah pintu terdengar berdecih


"ck..kenapa kau terlihat sefrustasi ini? bukankah kau menginginkan suamiku? seharusnya kau menikmatinya bukan?" sinis Ika sang istri ke 3 dari Tuan Beni


Fella menatap tajam ke arah Ika dengan wajah yang merah karena marah


"hei tidak perlu menatapku seperti itu, dan tidak usah sok menderita, bahkan suamiku pasti telah membayarmu mahal" sinis Ika lagi


"kenapa kau suka sekali mengusikku?!!!" ucap fella geram


"hahaha mengusikmu? kau telah datang kemari dan tidur dengan suamiku dan kau bilang aku mengusikmu?? sungguh tidak tahu malu" ucap Ika penuh penekanan


"apa yang kau lakukan disini Ika?" suara Indah sang istri pertama yang entah sejak kapan berdiri di pintu sambil melipat tangannya


Ika menoleh ke arah suara itu


"aku hanya memberitahu posisi si jal*ng ini kakak" ucap ika tersenyum


"karena dia tidak tahu malu mengatakan kalau aku mengusiknya" lanjut ika lagi


"aku tidak pernah menginginkan lelaki tua bangka itu kau dengar???!!!" fella berteriak


Hani masuk ke dalam kamar dan tiba tiba mencengkram lengan fella dengan kuat dan menyeretnya menuju depan cermin yang besar


"lepaskan aku...!!!" teriak fella


"lihat lah dirimu di cermin yang besar ini jal*ng..,!!" Hani dengan geram mendorong fella ke arah cermin,fella melebarkan matanya melihat tanda merah di sekujur tubuhnya,jejak ciuman panas terpampang nyata disana


"dan kami juga menemukan tanda merah itu di tubuh suami kami...!!" Hani pun berkata dengan suara bergetar tanda kemarahan yang tertahan di dadanya


"dan kau bilang tidak menginginkan suamiku??"

__ADS_1


PLAAK...


Hani menampar keras wajah fella,disela-sela nafasnya yang tersengal karena sesak didadanya akibat amarahnya hani terus memaki dan menampar fella, Indah hanya melihat dan tersenyum saja,sementara para pelayan tidak ada yang berani menolong fella,kegiatan penyiksaan itu terhenti saat ponsel fella yang terhubung dengan charger di nakas berderit


Fella berusaha untuk bangun dari posisinya yang kini sudah bersimpuh dilantai


"Ha..hallo ibu..." suara fella terbata karena menahan perih luka di sudut bibirnya karena tamparan hani yang bertubi-tubi


"sayang??kamu dimana? kenapa tidak pulang hah?? bukankah kau telah mendapatkan uang dari Tuan Beni? ibu sudah tak sabar ingin berbelanja" soraya diseberang sana menyerocos tiada henti


"atau kamu transfer saja ya uangnya ke rekening ibu,karena ibu harus membeli Tas itu buat ibu pamerkan ke teman-teman sosialita ibu di arisan" soraya masih menyerocos tanpa mau memberi kesempatan pada anaknya bicara,


"i..ibu...fella.." suara fella pun tertahan karena soraya nyerocos lagi


"baiklah fella,ibu tidak masalah jika kau ingin berlama-lama di situ,ibu sama sekali tidak keberatan yang penting transfer uang bagian ibu oke"


tuuut...tuut..tuut...


sambungan telpon terputus, fella memukul dadanya yang sesak,


"bagaimana bisa ibu berkata seperti itu? ibu bahkan terdengar tidak mencemaskanku sama sekali"


batin fella, air mata nya dengan deras membanjiri pipinya yang telah memerah


"cih...ibu dan anak sama saja" Hani berdecih seraya melangkah pergi dari kamar itu diikuti oleh yang lain,kini fella hanya menangis sendirian di kamar itu,meratapi nasib dan kebodohannya,fella terkejut saat pinselnya kembali berderit,terlihat nama si pemanggil


fella mengangkat panggilan itu


"hallo cantik...kau sedang apa? apa kau sudah makan?" tanya Tuan Beni yang menelpon fella dari ruang kantornya


"kenapa kau diam sayang? apa uang yang aku beri itu kurang?" tanya Tuan Beni,fella mengernyitkan dahinya tak mengerti


"atau jangan-jangan kau belum membuka notifikasi di ponselmu ya sayang?" Tuan Beni terkekeh,


"kau mentransfer uang padaku?" tanya fella kemudian


"tentu saja sayang,aku sudah berjanji bukan?" jawab Tuan Beni lagi


"kau akan mendapatkan lebih dari itu jika kau menjadi istriku sayang,ya sudah aku tutup dulu aku harus menghadiri pertemuanku dengan orang penting,sambut aku jika aku sampai dirumah nanti" tuan Beni mematikan panggilannya, seketika fella segera mengecek notifikasi di ponselnya terlihat angka 250 juta masuk ke rekeningnya


Fella membulatkan matanya dan sekilas kemudian bibirnya melengkungkan senyum


"Tuan Beni benar-benar memenuhi janjinya, baiklah...jangan bersedih lagi fella...kau akan kaya jika tetap bersama Tuan Beni dan menjadi istrinya" fella bergumam pada dirinya tapi sesaat kemudian dia berfikir,


menjadi istri ke 4 tuan Beni?? itu artinya dia harus selalu berhadapan dengan 3 istrinya yang lain yang senang sekali menyiksanya

__ADS_1


"baiklah, aku akan menghadapi mereka kalau begitu" gumam fella dalam hati dan tersungging senyuman cerah di bibirnya


.


.


.


.


Key dan Agnes telah tiba di bandara,senyum sumringah menyembul dari bibir keduanya


Rasa bahagia karena telah pulang ke negeri kelahirannya,Key dan Agnes berjalan menyeret koper mereka masing-masing,Key merasakan ada yang sedang memperhatikan mereka, dengan sorot mata tajam Key mengedarkan pandangannya, biarpun dia seorang wanita,tapi insting mafia yang diturunkan dari Ayahnya itu tertanam kuat dalam dirinya


"kau kenapa key?" tanya Agnes yang menyadari perubahan dalam tatapan key, tinggal bersama Key beberapa saat membuat Agnes memahami Key


"tidak apa" jawab Key dingin


"ihhh tatapan matamu itu membuat aku teringat dengan pujaan hatiku..." ucap Agnes dengan expresi memuja,Key memutar malas bola matanya dan melangkah meninggalkan Agnes


"key tunggu aku...!!!" teriak Agnes seraya berlari mengejar Key


"key tadi saat di pesawat aku ada meminta sesuatu,tapi kau malah tertidur" ucap Agnes sambil bersusah payah berusaha mensejajari langkah kaki Key yang langkahnya Lebar-Lebar karena Key lebih tinggi dari pada Agnes


Key hanya melirik ke arah Agnes sebentar tanpa mempedulikan ocehan Agnes


"key..kau dengar aku tidak?"


"hmm"


"ish...kau ini,tadi aku bilang bisakah kau membantuku untuk mendapatkan Ken?"


"memangnya kau ingin aku melakukan apa?" jawab key datar


"apa saja key...yang bisa membuatku dekat dengan Ken dan apa saja yang bisa membuat Ken jatuh cinta padaku" ucap Agnes dengan senyum merekah karena merasa Key akan membantunya


"kau yang punya perasaan pada saudara kembarku maka kau juga yang harus berjuang,jadi jangan libatkan aku" ujar Key masih dengan muka datar


"ayolah key..kau kan saudara kembarnya,kalian bersama-sama sejak didalam perut dan tumbuh bersama,pasti kau tau bagaimana cara menaklukkan Ken'' Agnes memelas


"kau pikir aku bisa mengontrol perasaan saudara kembarku begitu??"


"kan kalian kembar pasti kalian ada ikatan batin yang kuat dan..." belum sempat Agnea menyelesaikan kalimatnya Key sudah memotongnya


"perlu kau tau Agnes,aku tidak pernah sehati dengan saudaraku itu,jadi jangan libatkan aku" mendengar ucapan Key,Agnes langsung lemas dan tertunduk lesu,Key tetap melangkahkan kakinya meninggalkan Agnes yang diam terpaku di tempat,dan kembali mengejar Key saat sadar dia telah tertinggal jauh

__ADS_1


"tunggu aku Key.."


__ADS_2