Upik Abu Kesayangan Bos Mafia

Upik Abu Kesayangan Bos Mafia
bab 30


__ADS_3

Jack kembali menemui Naya di kamar miliknya,Naya yang sedang terduduk di tempat tidur dan bersandar ke tempat tidur


"kenapa kau bangun...? ujar Jack berjalan mendekati Naya


"tidak apa tuan,aku sudah baikan" ujar Naya


"Tuan? aku bukan tuanmu'' ujar Jack,Naya mengernyitkan dahinya tak mengerti


"aku Jack,panggil aku Jack" ucap jack


"siapa namamu?" tanya jack kemudian


"Namaku Kanaya tuan" jawab Naya


"Nama yang bagus"


"Trimakasih" ucap naya seraya tersenyum,Jack tertegun melihat senyum Naya padanya,Jack merasa gugup buru-buru Jack memalingkan mukanya


"aku akan membawakanmu makanan" ujar Jack yang lalu bangkit dan meninggalkan Naya sendiri


"Ada apa denganku? kenapa aku gugup melihat dia tersenyum?" ucap Jack pada dirinya sendiri Jack berjalan ke arah dapur


"Tuan"


"ah bibi mengagetkan saja" ucap Jack yang tersentak dengan sapaan pelayannya


"maaf kan bibi tuan,apa ada yang anda perlukan? anda bisa memanggil saya tuan tidak perlu kesini" ujar bi Asih


"bawakan makanan untuk Kanaya bi,antar ke kamarku ya" ucap Jack


"baik tuan" jawab bi Asih,Jack pun melenggang


pergi kembali kekamarnya


"owh jadi nama gadis itu Kanaya? nama yang cantik" ucap bi Asih pada dirinya


Jack berdiri didepan pintu kamarnya,dia tidak langsung masuk,entah kenapa dia merasa gugup


"astaga,jangan sampai aku jatuh cinta pada gadis itu" ucap Jack yang kemudian menekan handle pintu,Naya menoleh dan lagi-lagi tersenyum


"astaga...kenapa dia selalu tersenyum padaku?" gumam Jack yang memegang tengkuknya


"bukankah kau bilang akan membawakanku makanan tuan?" ujar naya


" sial..!! kenapa tadi aku tidak membawanya sekalian?"


umpat Jack dalam hati


"mm pelayan akan membawakannya kesini" jawab Jack yang berusaha menyembunyikan kegugupannya


"Tuan"


"hmm"


"Trimakasih telah menolongku" ucap Naya tulus


"tidak masalah" ucap Jack


"aku ada dimana sekarang?" tanya Naya pada Jack


"kau ada di kamarku" jawab Jack

__ADS_1


"aku tau ini kamarmu tuan,maksudku aku ada dimana?" tanya Naya lagi


"kau di Mansionku" ujar Jack lagi


"iya Tuan aku tahu ini kamarmu,di mansionmu,maksudku alamat mansionmu tuan" ujar Naya yang mulai kesal,


"memangnya kenapa kau mau tahu alamat mansion ini?kau mau kabur?" tanya Jack


"ishh...tuan...kau menyebalkan sekali" Naya memasang muka cemberut, Jack tergelak dia memang sedang menggoda Naya


"tidak usah memikirnkannya,kau masih sakit" ujar Jack melangkah mendekat ke arah Naya


tok.tok.tok


"masuk" jawab Jack


"makanannya tuan" ucap bi Asih


"berikan padaku bi" pinta Jack yang kemudian bi Asih memberikan nampan itu pada Jack


"bibi boleh kembali ke dapur"


"baik tuan" ucap bi Asih, sekilas bi Asih melirik kearah tempat tidur,dimana ada Naya disana


"cantik..." ucap bi asih dalam hati,kemudian Naya pun tersenyum pada bi Asih,


"Trimakasih" ucap Naya


"sama-sama nona" balas bi Asih ramah,bi Asih pun segera pergi dari kamar itu


"biarkan aku makan sendiri tuan" ucap Naya


Suap demi suap Jack menyuapi Naya dengan telaten,entah mengapa Jack senang melakukannya,Naya yang terheran hanya menatapi wajah Jack dan menerima makanan yang Jack suapkan,hingga di suapan yang kesekian kali Naya menolak


"sudah Tuan,sudah cukup" ujar Naya


"tapi ini baru beberapa suap,ayo makan lagi" Ucap Jack menyodorkan sendok berisi bubur kepada Naya


"tidak tuan,sudah cukup" tolak Naya lagi


"apa makanan ini tidak enak? atau kau mau makan apa? biar kuminta pelayan menyiapkan untukmu"


"tidak tuan,itu saja sudah cukup buburnya enak,tapi aku kenyang" jawab naya tersenyum manis yang sekali lagi membuat Jack gugup


"apakah kau selalu tersenyum seperti itu pada semua orang?" tanya Jack


"maksud tuan?" Naya tak mengerti


"ah sudahlah lupakan saja,minum saja obatmu" tukas Jack yang memberikan obat dari Rey


"Trimakasih tuan" Naya menerima obat itu dan meminumnya


Jack memandangi Naya yang memasukkan obat itu kedalam mulutnya,Jack mengulurkan tangannya memberikan air minum


"bolehkan aku bertanya padamu Kanaya?" Jack masih menatap Naya


"apa tuan?"


"bagaimana bisa kau berada di hutan sendirian?"tanya Jack


"Aku tidak sendiri tuan,aku bersama temanku tapi karena aku terluka dan kehilangan banyak darah,aku tak sanggup lagi berjalan bersamanya"jawab Naya dan kemudian Naya seperti sadar akan sesuatu

__ADS_1


"Ya Tuhaaan...!!!" Naya memebelalakan matanya


"Kenapa Kanaya??" Jack ikutan panik


"teman ku itu sedang mencari pertolongan tuan,tapi malah tuan membawaku kesini,temanku pasti kebingungan mencariku..!! oceh Naya


"saat aku menemukanmu tidak ada siapapun disana,jadi kuputuskan membawamu pulang,kenapa kau malah menyalahkanku?'' ujar Jack


"maaf..maaf tuan,aku tidak menyalahkanmu,aku berterimakasih padamu karena telah mebolongku,tapi..bagaimana dengan temanku...'' ujar Naya lirih


"seharusnya temanmu itu tidak meninggalkanmu" kata Jack lagi


"aku yang memintanya pergi mencari pertolongan tuan...." lirih Naya lagi


"sudahlah,aku akan mengantarkanmu pulang saat kau sembuh nanti" tukas Jack


"benarkah tuan?"


"iya,sekarang kau istirahatlah,aku harus pergi,ada urusan,jika kau memerlukan sesuatu panggil saja pelayan"


"baik tuan,trimakasih..." jawab Naya,Jack hanya mengangguk dan kemudian keluar dari kamar itu untuk menemui Rendy


.


.


.


Key dan Ken berada di mansion,ada jodi juga disana,mereka masih memikirkan nasib Naya


"apa sudah ada kabar tentang Naya dari orang-orang kita jod?" tanya Ken pada asistennya


"belum tuan,mereka belum menemukan nona Naya" jawab Jodi menunduk


Ken nampak berpikir


"apa mungkin Jack menangkap Naya...?" ujar Ken lagi


"anggota kita sudah menyerang markas mereka tuan,tapi nona Naya tidak ada disana" jawab jodi masih dengan mode menunduk


"lalu kemana dia...?" ujar Ken lagi,Key hanya diam mengamati pembicaraan dua pria itu,ada rasa bersalah di hatinya,andai saat itu dia tetap bersama Naya,pasti ini tidak akan terjadi,atau andai saja saat Toni meminta putar balik dia tidak menolaknya...


"aaakh..ini memang salahku" ujar Key tiba-tiba yang membuat Ken dan Jodi menoleh kearahnya


"andai saja aku bisa melawan mereka semua,andai saja aku tidak menolak saat Toni memilih putar balik,dan andai saja aku tetap bersama Naya...." ucap Key


"sudahlah...semua sudah terjadi,ini bukan salahmu,ini salahku yang meninggalkan kalian lebih dulu dan datang terlambat untuk menyelamatkan kalian'' Ken terduduk di kursi di meja kerja nya


"bagaimana jika mama dan papa tau hal ini...pasti mama akan sangat marah padaku" lirih Key


"tidak Key kita akan menemukan Naya,aku berjanji'' tukas Ken yang menatap Key,tatapan matanya meyakinkan Key,dan Key pun mengangguk


hai readers....trimakasih buat yang sudah kasih dukungan buat novel ini ya,mohon maaf jika ada kesalahan penulisan kata2 karena author menulis disela2 kesibukan ngurus anak yang lagi demam


silahkan komen dan like juga vote ya biar author lebih semangat lagi up nya


owh ya author perkenalkan juga nih novel karya kak Novria Irsanti novelnya bagus lho,jangan lupa buat mampir ya


kenapa author merekomendasikan novel karya Novria irsanti?? karena dialah author pertama yang ngasih like,dan semangat buatku,dia juga author pertama yang folback aku😂


__ADS_1


__ADS_2