
Jodi masih berdiri di depan ruangan Ken dengan perasaan tak menentu,penuh tanda tanya.Apa yang sebenarnya Ken bicarakan? sungguh Jodi diliputi rasa penasaran yang amat sangat.
Di tengah perasaan yang entah dalam hati Jodi saat ini, tiba-tiba seseorang keluar dari ruangan Ken.
"Jodi..?" sapa gadis itu dengan raut muka terkejut,tapi Key segera menguasai keterkejutannya hingga dia berhasil menampilkan senyum.
"Sejak kapan kau disini? kenapa tidak langsung masuk Jod?" lanjut Key lagi dan sukses membuat Jodi terperanjat.
"Aku...aku..baru akan masuk" ujar Jodi gugup dan dia segera melangkah masuk keruangan Ken sambil menunduk menyembunyikan perasaan yang makin tak karuan.
"Kau kenapa Jod? kenapa mukamu merah begitu?" Ken menatap Jodi penuh seringai meledek.
"Tidak apa-apa tuan,aku hanya...aku hanya..." Jodi menoleh kearah pintu,Key masih disana dengan senyum manisnya.
"ah sial...kenapa aku jadi gugup begini??"
Jodi mengumpat dirinya sendiri,Ken mengernyitkan keningnya dan mendekat ke arah Jodi.
"Apa ada yang ingin kau sampaikan padaku Jod?" tanya Ken akhirnya.
"Ah ya tuan...aku mendapatkan informasi kalau nona Naya ada di sebuah supermarket bersama dua orang wanita" Akhirnya jodi mengutarakan niat awalnya untuk menemui Ken.
"Anggota kita sudah ada disana tuan" lanjut Jodi lagi.
"Baiklah kita bergerak sekarang" Ken bersiap keluar ruangan.
"Aku ikut" Key segera menyusul langkah Ken,Jodi yang tadinya mensejajari langkah Ken kini memutuskan untuk berjalan di belakang Ken dan Key,sekilas Key menoleh ke arah Jodi dan tersenyum manis.
"Astagaaa....kenapa senyumnya begitu manis? jantungku...oh Tuhan...jantungku kenapa berdebar begini??"
Jodi memegangi dadanya,membuat Key tergelak pelan,Ken hanya memutar bola matanya saat menyadari dua anak manusia yang sedang mulai jatuh cinta.
.
.
.
.
.
Bi Asih telah selesai dengan urusan belanjaanya dan segera bergegas menyusul Naya dan bi Yeni.
"Ini minuman untuk kalian,setidaknya bisa membasahi tenggorokan yang kering karena banyak bercerita bukan?" ujar bi Asih tersenyum ramah sambil menyodorkan minuman sari buah kepada bibi Yeni dan Naya.
"Terimakasih" ucap Naya dan bi Yeni bersamaan,bi Asih pun mengangguk.
"Jadi apa rencana nona kecil sekarang?" tanya bibi Yeni setelah mendengar semua kisah majikan tersayangnya ini.
"Saat ini aku masih harus bekerja di rumah tuan Jack bi, bibi tak perlu cemas ada bi Asih bersamaku" Naya menoleh ke arah bi Asih, tepukan lembutpun bi Asih daratkan di punggung tangan Naya seraya menatap bibi Yeni dengan senyuman.
"Baiklah nona,bibi hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk nona dan juga nyonya miranda,segera hubungi bibi ya non jika terjadi sesuatu" terdengar begitu tulus ucapan bibi Yeni.
__ADS_1
"Yeni...kau tenang saja,aku akan menjaga nona Kanaya untukmu,tuan Jack orang yang baik,kau tak perlu khawatir" bi Asih menenangkan bibi Yeni yang mulai berkaca-kaca menatap Naya,bibi Yeni menoleh ke arah bi Asih dan mengangguk,seulas senyum terlihat di sudut bibir bibi Yeni.
"Aku titip nona kecil padamu Asih..." lirih bibi Yeni yang kini malah terisak.
"Aku akan menjaganya,aku berjanji..." ujar bi Asih mengusap lengan bibi Yeni.
"Jangan sedih bibi,aku akan baik-baik saja bibi tenanglah,aku juga akan selalu berkabar pada bibi" Naya memeluk bibi Yeni,dan pelukan itu dibalas dengan usapan lembut di punggung dan juga di kepala Naya.
Bibi Yeni begitu menyayangi nona kecilnya,hatinya terasa pilu saat mendengar semua cerita kehidupan Naya,tak menyangka jika nona kecilnya telah melalui begitu banyak penderitaan di umurnya yang masih sangat muda.
Pertemuan mereka akhiri begitu saja setelah semua haru biru itu mereda karena Naya dan bi Asih harus segera kembali ke rumah.
Tanpa mereka sadari,pertemuan mereka ditaman tengah diperhatikan oleh 3 pasang mata dari kejauhan,siapa lagi jika bukan Ken,Key dan Jodi.
Ken menghampiri Naya saat Naya hendak masuk ke dalam mobil yang mengantarkan mereka tadi.
"Naya..!!" suara yang begitu familiar di telinga Naya,dia mengedarkan pandangan mencari sosok yang memanggilnya.
"Tuan Ken?"ujar Naya terkejut,bi Asih ikut memandang kearah pandangan Naya.
"Nona,..." belum sempat bi Asih melanjutkan kalimatnya Naya memotongnya.
"Aku mengenalnya bi" bi Asihpun mengangguk dan tersenyum.
"Naya,kemana saja kau? kau menghilang di hutan di tempat aku meninggalkanmu saat itu" Key langsung menyerobot.
"Nona..." Naya menatap Key
"Seseorang telah menolongku setelah kau pergi" lanjut Naya.
"Maafkan aku nona,akupun tak tahu saat orang itu menolongku,aku kehilangan kesadaranku,dan terbangun saat aku telah berada di rumah orang yang menolongku" jawab Naya.
"Lalu kenapa kau tak mengabari kami??" cecar Ken akhirnya.
"Maaf tuan,aku..tidak tahu harus menghubungimu kemana,ponselku saja entah dimana" jawab Naya menunduk.
"Ini ponselmu" Key mengulurkan ponsel milik Naya.
"Astaga Key? kenapa benda itu bisa ada padamu?" Ken mendengus,sedangkan Naya menerima ponsel itu dengan wajah berbinar.
"Astaga sesenang itu wajahmu hanya karena benda sialan itu???" gumam Ken dalam hati.
"Ayo kita pulang" Ken menarik tangan Naya.
"Tuan..tidak tuan.." Naya menolak,Ken dan Key pun dibuat heran.
"Apa maksudmu Naya?" tanya Key tak mengertj,Ken masih menggenggam tangan Naya.
"Aku tidak bisa pulang bersama kalian" ujar Naya dengan wajah sendu.
"Kenapa????" tanya mereka serempak.
"Aku tidak bisa pulang bersama kalian saat ini,karena aku bekerja di tempat lain saat ini" jawab Naya ragu-ragu dengan pernyataannya.
__ADS_1
"Apa yang kau katakan Naya? bekerja di tempat lain?" Key bertanya tak mengerti.
"Nona,aku tidak bisa menceritakannya saat ini,tapi aku berjanji aku akan kembali tapi bukan sekarang,dan aku harus pulang bersama bi Asih sekarang" ucap Naya seraya menolehkan kepalanya ke arah bi Asih yang masih berdiri di sisi mobil,Ken dan Key juga Jodi mengikuti arah pandangan Naya pada wanita paruh baya itu.
Mereka bertiga masih tak paham apa maksud Naya,di saat mereka hanya diam tercengang dengan penolakan Naya,saat itu juga Naya berbalik menghampiri bi Asih.
"Ayo bi" bi Asih mengangguk dan mereka segera masuk kedalam mobil.
"Naya...!!" Key berlari menghampiri Naya yang telah berada di dalam mobil.
"Apa ada yang mengancammu?" tanya Key,Naya hanya tersenyum dan menggeleng.
"Nona,aku akan kembali ke rumahmu,tidak ada yang mengancamku,ini hanya soal waktu nona,kembalilah aku akan kembali pada saatnya nanti,dan aku baik-baik saja nona" jawab Naya.
Key masih tak mengerti dengan semua ini,tapi melihat Naya yang memang terlihat baik-baik saja Key akhirnya mebiarkan Naya pergi.
"Ken,apa menurutmu apa yang dikatakan Naya kalau dia baik-baik saja itu benar?" tanya Key pada Ken.
"Sepertinya begitu" jawab Ken singkat karena sebenarnya dia sendiripun bingung dengan sikap Naya tadi.
"Tapi kenapa dia tidak mau ikut bersama kita?"
tanya Key lagi.
"Aku tidak tahu pasti,tapi aku akan mencari tahu" jawab Ken.
"Ayo kita kembali" lanjut Ken lagi.
"Tuan,apa mungkin nona Naya bekerja di tempat Jack?" Jodi bersuara setelah terdiam sedari tadi.
"Itu yang aku ingin tahu Jod" jawab Ken dan Jodi hanya mengangguk mengerti.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hai readers tersayang,mohon maaf ya karena author baru bisa up lagi,karena badan masih belum fit setelah tumbang kemarin,tapi akan diusahakan crazy up nanti setelah sehat.
__ADS_1
owh ya bestie,ngga terasa udah masuk bulan romadhon nih,semoga puasanya lancar ya buat yang menjalankan,mohon maaf lahir batin buat para readers semua🥰🥰🥰🙏🙏🙏